Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 27 November 2016

Ini adalah kisah sahabatku, panggil saja dia eman.
Kisah cinta pertama ini dimulai dari bangku sekolah dasar kelas 5, berawal dari eman yang tak sengaja menatap mata seorang gadis yang lebih muda darinya, sebut saja namanya ana. Ana pun tak sengaja menatap mata eman mereka berdua pun saling bertatapan dan disitulah awal kisah cinta pertama eman timbul sewaktu upacara bendera.

Eman yang sudah jatuh hati kepada ana hanya bisa memandangi ana tanpa berkata apa apa karena eman sadar bahwa cinta pertamanya saat itu adalah cinta monyet seperti sebuah judul lagu pada masa itu.

Naik ke kelas 6 eman memilih duduk di belakang ana karena ingin lebih dekat dengan cinta pertamanya, namun suatu hari eman dan ana harus duduk berdua dalam satu meja dua kursi karena akan diadakan ulangan harian yang mengharuskan duduk secara acak, jantung eman terasa berdetak lebih kencang dari biasanya karena duduk bersama ana yang merupakan cinta pertamanya. Terlebih lagi ana tersenyum sambil melihat ke arah eman yang membuat eman semakin gugup tanpa berkata apa apa…

Masa sekolah dasar pun berakhir, eman dan ana masuk ke jenjang smp yang sama. Eman pun berencana meminta nomer hp kepada ana agar bisa lebih dekat dengannya namun suatu kecelakaan membuat rasa percaya diri eman hilang akibat bekas luka yang tak kunjung hilang namun malah membekas di wajahnya, saat itulah eman mengurungkan niatnya tersebut karena merasa malu.

Rasa suka emanpun mulai hilang karena karena dua sebab: malu karena bekas luka yang disebabkan kecelakaan dan karena eman dan ana jarang bertemu, walau satu sekolah eman dan ana hanya bertemu sewaktu istirahat tiba.

Ketika kelas tiga eman dan ana akhirnya satu kelas lagi namun eman yang sudah tak terlalu suka seperti ketika sd dulu mencoba untuk bersikap biasa. Hingga suatu kejadian yang dulu terulang lagi eman dan ana duduk bersebelahan kembali, eman yang sudah tak terlalu suka mencoba biasa namun hal itu tak bisa didipungkiri bahwa jantung eman mulai berdetak lebih keras seperti dulu terlebih lagi eman melihat wajah ana sedang tersenyum manis sendiri yang membuat eman berpikir “apakah ana juga menyukai saya?”.
Rasa suka terhadap cinta pertamanya mulai timbul dengan cepat namun eman tak berani mengucapkan sepatah kata kepada ana…

Eman dan ana akhirnya lulus namun eman lebih memilih untuk bersekolah di jurusan teknik ketimbang memilih bersama ana yang bersekolah di jenjang sma, eman dan ana sesekali bertemu saat pergi ataupun pulang sekolah karena sekolah mereka satu jalur. Namun saat eman bertemu ana malah membuat hati eman risau karena ketika eman bertemu ana, ana malah memalingkan wajahnya menjauhi pandangan eman.
Terkadang eman berpikir bahwa “apakah aku membuatnya marah dengan tak pernah mengatakan apapun kepadanya”.

Setelah eman dan ana lulus eman tak pernah bertemu cinta pertamanya yang terpendam itu. Untukmu ana, eman masih menyukaimu walau eman tak pernah mengungkapkan perasaannya…

Cerpen Karangan: Herman
Facebook: Herman Css
Tinggal di argakencana (luwuk)

Cerpen Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kak Ardian

Oleh:
Kring.. Kring… Kring.. Terdengar suara telepon rumahku berdering, yang berada di sudut rumahku dekat lemari berisi penyimpanan gelas-gelas antik koleksi mamaku. Waktu menunjukkan hampir tengah malam. Orang-orang di rumahku

Aku Ingin Menggapai Mu

Oleh:
Dunia ini kejam dan menyakitkan, hanya berisi buli membuli. Di dunia ini kalau tidak membuli pasti dibuli, yang kuat menindas yang lemah bagai hukum rimba. Orang baik hampir tidak

Tanda Tanya Cintaku

Oleh:
Tepat pukul 04.00 suara Adzan Subuh dikumandangkan. Aku terlelap dari ranjang tidurku sambil menguap tanda masih mengantuk, aku terbangun dan menatap sang mentari yang kian menyapaku di jendela kamarku.

Pria Yang Mencintai Hujan

Oleh:
Mei 2012, Café Rose. Segelas coklat panas rasanya sangat pas menemani kegiatan menulis Arisa sore ini. Sepulang dari kantor Arisa memang selalu menyempatkan diri mampir ke Rose Café untuk

The Power of First Love

Oleh:
Sudah hampir 14 tahun semenjak perpisahan kami, Sepenggal cerita, ketika itu kami masih duduk di bangku SMP. Yudha adalah teman sejak kami kecil, sejak TK sampai SMP kami selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *