3 Kata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 August 2015

Alarm HP Biru berdering gempar subuh itu. Alunan musik rock yang sengaja Biru pasang agar ia cepat bangun. Biru membuka selimutnya dengan terpaksa, matanya masih terpejam mencari dimana HP-nya berada.

Akhirnya ia mendapatkannya. Biru membuka sedikit demi sedikit matanya dan mematikan alarm HP-nya. Terpampang pukul 05.00 di layar HP-nya. Yah, ini pertama kalinya Biru bangun cepat untuk bersiap-siap ke sekolah.

Biru kembali mengucek matanya beberapa kali dan akhirnya mengambil air wudhu dan menunaikan sholat subuh. Setelah menunaikan ibadahnya, Biru kembali menatap layar HP-nya. Terlihat seulas senyum cerianya ketika nama Rhyan yang terpampang pada inbox-nya pagi itu. Dengan cepat, Biru menekan tombol open.

1 new message
From : Rhyan
Pagi Biru Ariyani Putri?. Mudah-mudahan hari ini nggak telat lagi yah.

Senyumnya semakin lebar sampai lesung pipinya terlihat sangat dalam. Rasanya, hati Biru ingin sekali melonjak dan ingin sekali berteriak kepada dunia pagi itu bahwa orang yang disukainya meng-smsnya dan memberinya perhatian. Yah meskipun kedengarannya itu biasa-biasa saja namun lain hal-nya dengan Biru. Itu merupakan hal yang luar biasa setelah sekian lama ia memendam perasaannya.

Sesegera mungkin Biru mengambil handuk dan melangkah ceria ke kamar mandinya. Ingin sekali rasanya bagi Biru untuk cepat-cepat berada di sekolah dan melihat senyuman Rhyan.

Akhirnya Biru sampai di sekolah dan dengan label “tidak telat”. Hehe, guru BK yang selalu parkir di depan ruang BK menatap Biru dengan bingung. Yah bagaimana tidak? Biru adalah salah satu siswi yang paling terkenal di ruang BK dengan angka keterlambatan yang tinggi. Melihat Pak Agus (guru BK) yang sedang melihatnya bingung, Biru pun menghampirinya.

“Pagi pak Agus, hari ini Biru tidak telat kan?” Kata Biru dengan senyum cerianya.
“tidak Biru, hari ini kamu bebas dari hukuman telat. Begini tiap hari kan enak, bapak jadi nggak bosan lihat yang terlambat. Soalnya, Kamu itu selalu aja terlambat tiap hari” jawab pak agus
“Biru janji deh pak, Biru nggak akan telat lagi” Kata Biru sambil mengacungkan jari berbentuk V.
“Bapak pegang yah kata-katanya” Kata pak agus dengan tajam. Biru merasa ragu, kalau misalnya dia nanti nggak sengaja telat pasti pak agus akan men-capnya pembohong dong?
“Hehe, lihat dari keadaan aja deh pak, oh iya Biru ke kelas dulu yah pak” Biru akhirnya meninggalkan pak Agus yang tersenyum kecil melihat tingkah siswinya itu.

Dengan langkah ceria Biru berjalan menuju kelas. Namun, ada yang aneh dengan sekolahnya pagi itu. Terlihat beberapa orang sedang sibuk mengangkat ini-itu, sibuk berjalan dari arah sana-sini, nge-tes mike dengan alunan “satu..dua..tiga” dan masih banyak lagi.

Benar-benar heboh sekali pagi ini. Satu pertanyaan yang terlintas dalam benak Biru, mengapa ada panggung di tengah lapangan? Apakah akan ada konser hari ini? Pementasan drama? Atahu apalah. Biru sama sekali tidak mengerti dan tidak tahu jawabannya.

“Hei Biru” Rhyan menepuk bahu Biru. Biru langsung kehilangan kata-kata ketika melihat Rhyan yang menepuk bahunya, lututnya lemas seketika. Senyuman itu, mata yang ceria itu membuat Biru selalu tersenyum senang ketika melihatnya.

“Hai Rhyan?” sapa Biru dengan napas yang tertahan.
“enak kan rasanya kalau nggak telat?” Tanya Rhyan dengan senyum khas-nya.
“Iya, rasanya aku jadi kehilangan beban sementara” kata Biru tanpa menatap Rhyan sama sekali. Batin Biru sangat senang namun rasanya ia tak sanggup berkata apa-apa pada Rhyan selain menjawab pertanyaannya.
“Baguslah, yuk ke kelas” Ajak Rhyan.

Biru dan Rhyan pun berjalan bersama ke arah kelas. Seperti yang Biru duga sebelumnya, setiap saat Rhyan jalan, ada-ada saja cewek yang menyapa cowok tampan itu. Menyapa selamat pagi-lah, ada yang nanya sudah sarapan? ada yang nanya sarapan apa? Oh my god HELO? KAMU SIAPA-nya Rhyan sih? Biru ngoceh sendiri dalam hatinya.

Namun, ia tidak berhak marah karena siapa yang tidak tergila-gila dengan seorang Rhyan? Rhyan bintang basket, otaknya cerdas, populer, keren, ramah kepada siapa saja, tampan banget plus berasal dari keluarga level atas. Sementara Biru? Membayangkannya saja Biru sudah tampak muak. Dia dan Rhyan bagaikan Bumi dan langit. Jauh banget.

Hati kecil Biru merasa tidak pantas berjalan sejajar dengan Rhyan, meskipun ia sebenarnya sangat gembira. Sedikit demi sedikit Biru tertinggal oleh langkah Rhyan. Bukan karena Rhyan yang berjalan terlalu cepat namun Biru yang sengaja memperlambat langkahnya. Usaha Biru untuk tidak berjalan sejajar dengan Rhyan akhirnya berhasil dan ia tersenyum puas.

Namun akhirnya Biru harus menghela napas panjang ketika Rhyan menyadari hal tersebut dan malah menariknya agar tetap sejajar dengannya. Bagaimana perasaan Biru? Dia senang Rhyan menggenggam tangannya walaupun mungkin niat Rhyan hanya ingin manarik Biru untuk sejajar jalan dengannya tapi di lain sisi Biru berpikir, apakah Rhyan nggak malu berjalan dengannya?

“Yan, kenapa ada panggung di tengah lapangan? emang ada acara apa?” Biru mencairkan kebekuan.
“Oh bentar itu ada audisi nyanyi di sekolah kita. Kamu nggak tahu?” Rhyan mentap Biru dengan dalam.

Biru menggeleng sambil menelan ludah ketika mendapati Rhyan menatapnya dengan dalam.

“Kamu nggak ikut audisi yan?” Biru bertanya lagi.
“Aku nggak mau daftar” Kata Rhyan sambil tersenyum.
“Yah, padahal aku ingin sekali lihat kamu nyanyi” Biru berkata dengan nada kecewa namun belum sampai beberapa detik, ia kemudian menutup bibirnya.
“ya ampun kenapa bisa keceplosan begini?” Kata Biru dalam hati. Rasanya, ia kehilangan muka sekarang.
“Biru, kamu tadi bilang apa?” Rhyan pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Biru.
“ngg-nggak, euh aku nggak bilang apa-apa, aku duluan yah dadah!” Kata Biru dengan lancar dan berlari kecil meninggalkan Rhyan. Rhyan hanya tersenyum kecil sampai Biru menghilang dari pandangan matanya.

Biru membolak-balik bukunya dengan gelisah. Rasanya nggak enak banget keceplosan seperti tadi. Dan parahnya, hari ini mereka nggak belajar karena adanya audisi itu, sekarang aja sudah beberapa lagu terganti dengan suara yang berbeda-beda.

Biru merasa nggak sanggup ke luar kelas sekarang jika sampai ketemu Rhyan. Apa yang akan dia bilang nanti? Rhyan pasti mendengar apa yang Biru katakan tadi, tapi Rhyan pura-pura tidak mendengarnya. Itulah yang dipikirkan Biru dalam 2 jam ini. Biru melihat keadaan kelasnya, sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa Rhyan ada di kelas. Kemana yah anak itu? Biru mulai gelisah. sejak Biru tadi meninggalkannya, Rhyan nggak masuk-masuk kelas. kemana yah Rhyan?

“Biiiruuu!” Tasya menghambur kehadapan Biru dengan napas ngos-ngosan.

Semua teman-teman Biru di kelas menatap Tasya bingung. Mulai dari yang sedang nge-gosip, sedang nonton film di laptop, ada yang sibuk berlajar juga, mengalihkan pandangannya untuk ditujukan pada Tasya. Kenapa anak ini sampai-sampai kayak habis lari dari ketemu hantu?

“Kamu kenapa Tasya? kok napasnya ngos-ngosan begitu?” Biru bertanya dengan pelan.
“Bi-ruu.. Biiru, kaamuuu…” Tasya masih ngos-ngosan. Nada bicaranya tidak jelas dan degup jantungnya masih terdengar sangat tidak stabil.
“aduh Tasya, stabilin dulu deh tuh jantung kamu” Kata Selly yang sedang duduk di samping Tasya.
“kamu pasti nggak percaya apa yang bakal aku katakan” Kata Tasya dengan menekan kata.
“nggak percaya emang kamu mau bilang apa?” Biru mulai penasaran.

Tasya mendekatkan bibirnya ke telinga Biru.
“Apa?! Rhyan ikut AUDISI?” Karena saking kagetnya, Biru nggak sadar kalau dia baru teriak sekarang.

Setelah beberapa detik, Biru memandangi teman-temannya yang lain. Sekarang ia malah menunduk malu dan pipinya mulai memerah. “Ah kenapa hari ini aku keceplosan terus?” Gumam Biru dalam hati.

“Biru, yang benar Rhyan ikut audisi?” Selly mulai penasaran.
“Tasya sih bilang gitu” Biru terus menunduk.
“hei temen-temen, kita ke luar yuk. Rhyan ikut audisi” Kata Selly dengan kencang.

Tak perlu ditanya, berita tentang Rhyan yang ikut audisi tersebar dengan cepat. Seketika lapangan sekolah menjadi semakin sesak. Selly menarik-narik tangan Biru dengan paksa dan Tasya mengekor dari belakang.

Bukan hal yang rahasia lagi tentang kedekatan Biru dan Rhyan. Sejak satu kelompok dalam drama Bahasa Indonesia, Rhyan jadi dekat dengan Biru. Apalagi selama ini Rhyan jarang dekat dengan cewek manapun selain Biru. Jadi yah, teman-teman kelas Biru selalu menganggap Rhyan dan Biru punya hubungan apa-apa.

Karena ditarik-tarik Selly dengan kuat, akhirnya dengan perjuangan yang keras untuk menerobos siswa-siswi yang sesaknya minta ampun kayak pembagian sembako membuahkan hasil juga. Biru akhirnya sampai di pinggir lapangan. Banyak banget yang lagi teriak-teriak di pinggir lapangan. Haha, apalagi kaum hawa. Maklumlah, pangeran mereka akan tampil sebentar lagi. Histeris mereka semakin terdengar ketika MC memanggil nama Rhyan lewat mikrofon untuk segera naik ke panggung.

“Sell, aku nggak pernah lihat Rhyan nyanyi sebelumnya” Tasya menatap ke arah Selly.
“aku juga belum pernah, makanya aku sekarang kaget banget sekaligus penasaran” Selly menatap Tasya bingung.

Karena Selly dan Tasya terkenal dengan kesadisannya dan kegalakannya kepada junior ataupun yang setingkat, dengan mudah Biru, Tasya dan Selly berada paling depan sekarang. Hehe, ada untungnya juga sih bagi Biru bersahabat dengan Selly dan Tasya yang selalu membantunya dalam keadaan apapun. Malahan yang tahu kalau Biru suka sama Rhyan, itu hanya Tasya dan Selly tapi dengan catatan, udah kesebar. Hehe

“Biru, sekarang kamu bisa lihat Rhyan dengan jelas” Kata Selly tersenyum.
“Iya Biru dan aku kok jadi punya feeling aneh yah sekarang” Tasya berbicara sendiri dan sukses membuat Selly dan Biru menatap ke arahnya.
“Apa? aku.. aku hanya merasa punya feeling aneh saat ini. Beneran deh. Seperti Ada yang bakal terjadi sama kamu Biru” Tasya akhirnya buka suara dan memamerkan giginya yang terpagari oleh behel.
“Kita lihat aja deh entar” Selly mengalihkan pandangannya ke panggung.

Biru diam saja melihat kedua sahabatnya yang dari tadi nyerocos aja tanpa henti. Bikin Biru rasanya pengen ketawa dengan sibuknya mereka yang bertindak seperti pengawal aja. Eitss, mereka bukan pengawal Biru loh. Mereka adalah sahabat terbaik yang Biru punya, ada lagi satu sahabat Biru, namanya Angel, mereka beda kelas. Tapi Biru nggak melihat Angel seharian ini. Mungkin Angel lagi gak masuk sekolah, pikir Biru.

Biru kemudian mengalihkan pendangannya ke arah panggung yang sekarang tepat berada di depannya dan Deg! Rhyan sudah ada di atas panggung itu bersiap-siap untuk lepas suara. Bagaimana yah suara Rhyan?

“terima kasih buat diadakannya audisi di sekolah ini dan terima kasih juga buat seseorang yang membuat saya bisa berani untuk tampil di panggung ini” Belum selesai Rhyan bicara, semua orang mulai berbisik-bisik “siapa yah yang dimaksud Rhyan?”
“Biru Ariyani putri, Lagu ini buat kamu” Kata Rhyan sambi memandang Biru. Sorak riuh mulai terdengar seantero sekolah.

Biru yang menyadari bahwa dirinya yang dimaksud oleh Rhyan malah diam tak berbicara. Selly dan Tasya malah sibuk nge-cie-cie-in Biru, hingga Biru malu banget rasanya. Pipi Biru memerah, jantungnya yang tadi normal-normal saja sekarang sudah seperti kondisinya Tasya yang tadi seperti baru ngelihat hantu.

Biru mengalihkan pandangannya ke panggung di mana Rhyan mulai memerik gitarnya dan Rhyan menyanyikan lagu, dia menyanyikan lagunya Armada yang judulnya Hal Terbesar. Salah satu lagu yang disukain banget sama Biru.

Telah lama kurasa sendiri
Karena hatiku tak memiliki
Ku tak bisa, melupakannya begitu saja
Kau datang di saat yang sempurna
membuat aku melupakan dia
Kau menyita semuanya, hati dan pikiranku
Mencintaimu
adalah hal terbesar di hidupku
Jadi jangan kecewakan aku
Memilikimu
Harta terbesar di dalam hidupku
semoga ini selamanya
bersama

Suara Rhyan bagus banget. Petikan gitarnya juga wow banget. Banyak yang bilang sih kalau Rhyan itu pinter main gitar, main drum, main ini main itu tapi Biru baru menyadari itu sekarang. Semua orang ikut bernyanyi, begitupun dengan Biru, Rhyan tidak memainkan gitarnya lagi, ia sekarang digantikan oleh temannya namun tetap bernyanyi.

Perlahan demi perlahan, Rhyan turun dari panggung dan masih membawa mikrofon sambil bernyanyi, sekarang ia berada persis di depan Biru. Biru merasakan kakinya tiba-tiba kaku, lututnya lemas seketika, ingin lari tapi ia tidak bisa. Biru bingung harus gimana karena Rhyan menariknya ke atas panggung.

Semua orang mulai bersuit-suit melihat pemandangan itu. Selly dan Tasya yang paling heboh dengan teman-teman Biru yang sekelas maupun di kelas lain. Rhyan masih bernyanyi dan Biru masih diam seribu bahasa. Betapa malunya ia sekarang. Ia sudah membayangkan bakal diledekin terus gara-gara kejadian ini.

Semakin lama, Rhyan semakin mempererat genggamannya dan tidak berhenti memandang Biru. Lagunya akhirnya selesai disertai tepuk tangan yang begitu riuh.

“Biru, aku hanya punya 3 kata untuk kamu…” Rhyan menarik napasnya dengan dalam dan berkonsentrasi dengan 3 kata yang akan dia ucapkan. Bibirnya perlahan mulai terbuka dan suaranya akhirnya terdengar.
“I LOVE YOU, Biru” katanya dengan pelan dan sangat dalam.

Keadaan semakin Riuh dan suit-suitan itu semakin terdengar diiringi kata. “cieee…”

Biru nggak bisa nahan senyumnya sekarang, ini nggak mimpi kan? Rhyan benar-benar nyatakan cintanya ke Biru kan? Berbagai tanda tanya udah beribu-ribu di pikiran Biru sekarang. MC yang dari tadi nangkring di pinggir lapangan akhirnya naik juga ke atas panggung dan semakin membuat Biru tersipu malu dengan pipi yang kemerahan.

“Nah Biru, cowok ganteng ini nyatakan cintanya ke kamu. Kamu gimana?” Tanya sang MC itu.

Biru diam, ia menunduk dan Rhyan masih menggenggam tangannya erat. Keadaan juga tidak riuh lagi malahan sepi kayak kuburan sekarang karena ingin mendengar jawaban Biru.

“Yan, aku cuma ingin tanya, apa yang kamu suka dari aku?” Tutur Biru dengan hati-hati disertai MC yang terus mengarahkan mikrofon ke arah bibirnya.

Keadaan masih diam, Rhyan kemudian tersenyum dan semakin menggenggam erat tangan Biru. Rhyan tersenyum kecil.

“sejujurnya, aku nggak tahu kenapa aku bisa suka sama kamu Biru. Tapi, aku selalu ngerasa nyaman sama kamu, suara kamu itu selalu bikin aku senyum-senyum sendiri. Semuanya jadi berubah Biru sejak kenal dekat dengan kamu,” Kata Rhyan dengan tenang.

Suit-suitan itu kembali terdengar. Sang MC pun terus tersenyum dan membuat suasana menjadi semakin riuh dengan ocehan supernya.

“Aku nggak tahu apa yang kamu katakan barusan itu benar atau hanya gombal semata tapi kamu sukses buat aku kehilangan kata-kata” Biru berkata dengan dalam.

Tatapan matanya begitu dalam ke Rhyan dan itu tatapan yang membuat Rhyan dulu terhipnotis dengan Biru. Tatapan yang Biru tunjukkan waktu ia sekelompok dengan Rhyan dalam drama bahasa indonesia. Rhyan terhipnotis lagi saat ini.

“jadi Biru, kamu terima nggak nih Rhyan? Dia udah ngebuktiin banget loh cintanya sama kamu. Kalau seandainya aku jadi cewek pasti aku juga akan tergila-gila sama cowok seperti dia” Sang MC berceloteh panjang lebar dengan.

Biru masih diam dan Rhyan menatapnya penuh harap.

“TERIMAAA.. TERIMAA.. TERIMA….” semua orang yang meyaksikan pandangan itu mulai mendukung Biru untuk menerima Rhyan. Meskipun banyak juga yang kecewa atau cemburu, mereka tetap mendukung Biru. Bukan berarti kita menyukai seseorang terus dia harus jadi milik kita kan? kebahagiaan itu terletak pada diri seseorang itu sendiri, nggak ada orang lain yang berhak mengganggu apa yang bisa membuat seseorang bahagia.

“aku, juga cinta kamu Yan” Kata Biru akhirnya dengan pelan.
“jadi kamu terima aku?” Rhyan berkata dengan semangat. Biru mengangguk.

Rhyan kemudian memeluk Biru dan sontak Biru sangat kaget. Biru melihat ke arah guru-guru dan mereka semua tertawa. Biru semakin malu dibuatnya. Namun, ia senang karena cintanya bukan cinta sepihak.

Sorak-sorak riuh semakin terdengar dan dengan ini Rhyan dan Biru menjadi pasangan paling romantis sepanjang sejarah sekolah mereka. Ada yang menangis karena terharu, ada yang menangis karena pujaan hatinya udah diambil Biru dan masih banyak lagi. Biru berharap, semoga hubungannya dengan Rhyan selalu baik-baik saja.

Cerpen Karangan: Riru
Facebook: Angel Scream Paradise

Nama aku A. Eka Rezkiyani F
Kalian boleh panggil Riru atau Riri
Twitter : @ItsRIRU
Facebook : Angel Scream Paradise
Ini cerpen pertamaku, aku masih belajar untuk nulis.
Mohon kritik dan sarannya. 🙂

Cerpen 3 Kata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya

Oleh:
– Rama Malam minggu yang menyenangkan. Suasana terlihat padang bulan. Bintang-bintang tersenyum melihat kita bahagia. Aku Ramadhan. Panggil aja Rama. Hari ini malam minggu. Tak lupa kegiatan rutinku adalah

Kiss Rain

Oleh:
Pandanganku menembus jendela. sesosok wajah yang semalam ada dalam mimpiku tiba-tiba muncul. Bayangannya tampak buram. Uap embun semakin menyamarkannya. Aku melongo. sesekali menguap diikuti pertanyaan yang mulai menggelitik di

Aku di Antara Keduanya

Oleh:
Langit yang cerah secerah hariku. Aku tau tak ada yang berbeda dari biasanya. Keributan antara Meta dengan Herman yang selalu membuatku sibuk pergi ke ruang guru. Memang dari dulu

Kenangan Dan Hujan

Oleh:
Hallo, kenalkan namaku Ardhania Septia Raini. Ardhania artinya suci, Septia diambil dari bulan September, dan Raini yang diambil dari adaptasi rain yang berarti hujan. Biasa dipanggil nia, umur 17

Hingga Ia Pergi

Oleh:
INI KISAH tentang Amanda Mulyawaty —tentang hidupnya yang berantakan; pikirannya yang sering kacau tak jelas, angan-angannya yang kadang terlalu melambung tinggi, serta cintanya yang mendalam pada orang yang sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *