Ada Cinta Di Desember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 31 January 2016

11 desember tepatnya adalah saat liburan tengah semester, kegiatanku jika tidak kuliah kumpul bersama teman, dan jika saat liburan seperti ini aku biasa menghabiskan waktu di rumah atau sesekali kumpul dengan teman.

Kriiiingg…..
Lagi-lagi tidur siangku harus terganggu dengan deringan telepon, pikirku dalam hati siapa lagi yang tak pernah absen untuk mengganggu jam istirahatku. Ya pasti si rempong Arumi. Ya namaku Nadin aku suka dipanggil “Ndin” aku siswi dari salah satu universitas negeri di kotaku aku mempunyai seorang sahabat namanya Arumi dia rempong tapi sahabat yang selalu ada di saat suka dan duka.

“halo, kenapa mi?” setengah tidur sambil angkat telepon dari si rempong.
“eh kamu free gak malem ini nongkrong tempat biasa yuk, oke gak ada alesan buat nolak, aku tunggu jam 7 malem ini di tempat biasa, byeee” tutup telepon langsung. Haduuh si rempong belum sempat jawab apa juga tetap harus. Tiin, tiin suara klakson motor, pasti dia, untung udah siap dari tadi.
“Maa aku pergi sama Arumi nanti pulang dianter lagi” pamitku ke mama.

Sesampai kami di cafe tempat biasa kami nongkrong ternyata udah ada dua cowok yang gak ada bedanya sama sekali alias kembar. “siapa mi dua cowok itu?” tanyaku ke Arumi. “sini sini aku kenalin” Arumi mearik tanganku untuk mendekati mereka, “nih yang pake kacamata namanya Dika, yang ini Diki”
“Nadin,” sembari bersalaman tangan dengan Dika, Diki.

Kami pun mulai membuka pembicaraan agar suasana tidak terlalu membosankan Dika selalu membuat celetukan yang membuat kami tertawa sampai tak sadar sudah waktunya pulang sudah jam 9 malam. “mi, pulang yuk udah abis waktu ke luar aku” ajak ku ke Arumi. Arumi pun segera mengerti karena memang dia tahu aturan rumahku.
“emm ya udah Dika Diki kita duluan ya aku anter Nadin pulang, lusa atau lain waktu kita kumpul lagi” pamit Arumi ke si kembar.

Sesampainya di rumah baru aja mau matiin lampu mau tidur tiba-tiba ada sms masuk, saat aku buka pesannya hanya kata “good nigt Nadin selamat tidur” Penasaran dalam hati mendorong untuk membalas pesan dari nomor tak dikenal itu, “ini siapa?” aku membalas pesan itu. Kurang lebih 2 menit kemudian hp-ku berdering lagi tanda pesan masuk. “Ini aku Dika yang tadi ketemu di cafe,” yaaa akhirnya pun aku dan Dika jadi sering kabar-kabaran melalui sms atau pun bbm.

Sampai suatu saat ada waktu luang kami sempat jalan berdua, dan aku senang dan merasa nyaman dekat dengan Dika. Namun dalam hatiku sejak pertama bertemu Dika dan Diki aku sudah memperhatikan Diki, aku suka dengan sifatnya yang serius dewasa dan pendiam. Berbeda dengan Dika yang selalu membuat celetukan aneh yang buat orang di sekitarnya tertawa dengan kekonyolannya. Aku juga tak mengerti selama jalan dengan Dika aku nyaman tapi kenapa dalam hati ini selalu ingin tahu tentang Diki. Hingga saat ini pun aku tak pernah bertemu Diki lagi selalu Dika yang dekat denganku, yaa ternyata Diki sudah pindah ikut dengan omnya ke jakarta dia kuliah di sana.

Seiring jalannya waktu aku dan Dika sama sama merasa nyaman dan tertarik satu sama lain akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan kami tak ada yang tahu alias pacaran diam-diam hehe, ini untuk menjaga kalau suatu saat kami kumpul bareng Arumi tak ada yang berbeda. Tak terasa sudah hampir satu bulan hubungan kami namun makin lama kami makin renggang Dika sudah tak lagi seperti awal kenal dia sekarang lebih cuek sibuk sendiri dan jarang memberi kabar. Ditambah lagi aku mendengar kabar kalau Diki ternyata juga pacaran dengan teman sekelas Arumi Rani namanya, aku merasa aneh dan seperti tak ikhlas kalau Diki dengan yang lain. Apa ini? Sudah sangat jelas ini salah.

Dan hari ini Diki pulang dari jakarta, ada rasa senang dalam hati namun saat mendengar alasan Diki pulang hanya untuk bertemu Rani aku menjadi kesal dan tak mau tahu tentang mereka. Aku dan Dika pun semakin jauh dan ada rasa bersalah dalam hati ini pada Dika, aku berpikir Dika menjauh apa karena aku yang selalu menganggap hubungan kami biasa saja tidak ada yang spesial dan yang paling membuat Dika marah saat aku selalu bertanya tentang Diki padanya.

Ya memang selama kami jalan berdua aku selalu sempat bertanya bagaimana kabar Diki padanya, mungkin karena pertanyaanku yang selalu ingin tahu tentang Diki yang membuat Dika marah dan merasa bahwa aku suka pada Diki. Aku pun mencoba menghubungi Dika namun dia tak pernah membalas pesan dariku, dan karena aku egois aku memutuskan untuk menjauh juga dari Dika. Entah apa ini aku juga tak mengerti dengan ini semua. Awal yang manis namun berujung pahit.

“Maaf sayang aku sibuk kerja maaf aku bisa balas sms kamu,” pesan dari Dika melalui voicenote di bbm.
Aku pun bingung harus membalas apa karena memang aku sangat susah untuk marah atau ngambek pada Dika.
“iya gak apa-apa kok aku ngerti” balasan vn Dika tadi. Dan kami pun memulai untuk saling mengerti satu sama lain.

Ternyata ini bukan akhir yang pahit setelah kejadian ini perlahan Dika mengerti kegoisanku. Ya sekarang kami mulai blak-blakan pada teman-teman kami tentang hubungan kami. Ternyata banyak yang mendukung dan ikut merasa senang dengan hubungan kami. Hari ini tanggal 21, tepat tiga bulan hubungan kami berjalan, kami makin mengerti dan saling terbuka tidak ada yang ditutupi, dan ini yang ketiga kalinya pula Dika selalu memberiku sebuah kotak besar yang berisi cokelat, bunga, boneka, dan foto kami berdua yang disatukan dalam sebuah kotak besar yang dibalut kertas kado. Aku merasa sangat bahagia dan ingin bahagia ini bisa selamanya terjadi.

Cerpen Karangan: Sinta Ikke Putri
Facebook: Sinta Ikke Putri
Nama: Sinta Ikke Putri
Tanggal lahir: 25 agustus 1995
Kota: Bandar lampung
Banyak impian, banyak khayalan dan cita cita namun banyak pula rintangan yang di lalui untuk mencapai puncak impian itu 🙂

Cerpen Ada Cinta Di Desember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Peringkat 1 (Part 1)

Oleh:
Ada satu pertanyaan yang selama ini selalu ada di benakku terus-terusan. Pertanyaanya seperti ini. Apa di usiaku yang sebentar lagi menginjak usia 18 tahun ini? Setidaknya 1 saja… Apakah

Cinta Tulus Sabatku Akila

Oleh:
“Akila”, ku lihat dia gadis yang ku panggil namanya dengan lembut sedang serius menatap layar laptop di depannya, oiya perkenalkan namaku Nela, sedikit bangga aku sahabat Akila yang paling

Surprised

Oleh:
“Gue capek, gue mati rasa sama dia, hati gue hambar sekarang sama dia” seru Riri membuang tubuhnya ke kasur kamarnya “Loe yakin?” Karin meyakinkan dirinya dengan keputusan sahabat semata

Miracle

Oleh:
Putih… Balutan putih tenang Bergeming, Terpaan angin menggoda Bergeming, Tangan rengkuh menggapai haru Bergeming, Langkah kakinya kian mereda, jauh dari kata cepat. Kaki jenjang itu menghentak tanah dengan keras.

Hello, Goodbye (Part 2)

Oleh:
“INI, Mas, kembaliannya,” ucap seorang penjaga kasir di sebuah toko buku. “Hmmmmm,” gerutu seorang pengunjung, sembari menyodorkan telapak tangan kanannya. Sementara tangan kirinya, memegang sebuah buku; di mana empat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *