Admirer Line

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 September 2017

Sudah seminggu berlalu, namun hubungan Alena dan Rasya belum ada perkembangan. Gadis itu memeluk bantal makin erat, mukanya sengaja dibenamkan dalam bantal. Seandainya, Rasya merupakan cowok yang perhatian dan peduli, tentu ia tidak perlu mencemaskan hubungannya. Namun sayangnya, itu semua bertolak belakang. Rasya merupakan cowok tipikal cuek sedangkan Alena merupakan wanita periang dan penyabar, jika mereka bersatu mereka saling melengkapi.
Masih terekam jelas dalam ingatan Alena, Rasya menyatakan cinta seusai bel pulang saat sedang ada kegiatan lomba. Alena pun tidak langsung menjawab, ia memikirkan ulang dua kali untuk memutuskan apakah iya atau tidak.

Memang benar, cinta indah pada awalnya saja, ia mengalami sendiri. Setelah dua sampai empat hari mereka mesra seperti perangko, namun hari-hari selanjutnya kembali seperti biasa.
Bahkan tidak merasakan seperti orang pacaran, ia tidak pernah berbicara langsung, menelepon, dan sekadar mengirim sms untuk menanyakan kabar aja jarang. Sekalinya berbicara, Rasya hanya berbicara masalah yang menurutnya penting.

*beep*
Tampilan layar ponsel Alena terang, tiba-tiba ada satu pesan notifkasi Line, kemudian ia membuka dan ternyata dia menanyakan kabar lagi. dan inisialnya RAP, dia adalah si pengganggu. Seminggu lalu ia selalu berkata bahwa ia merupakan Admirer Line Alena. Tetapi, Alena tidak berbohong jika adanya kehadiran Admirer Line ini bisa menumpas rasa kesepiannya.

Keesokan harinya, Alena bertemu dengan Rasya. Tetapi Rasya hanya menunjukan ekspresi datar seolah ingin cepat pergi dari Alena. Alena bingung apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku bingung, kita pacaran tapi gak pernah saling bicara lewat manapun,” kata Alena spontan.
“Kamu kan tahu aku tidak punya Sosial media, aku juga tidak terlalu suka main hp.”
“iyaa, karena kamu lebih mentingin main game ketimbang aku kan?” balasnya bernada tinggi, kecewa.
“Tuh, kamu tau. Udah kan cuman ini aja yang mau diomongin?” tanya Rasya tanpa minat, kemudian pergi tanpa pamit.

Alena duduk di kantin sendirian dan berusaha menenangkan diri. Saat itu juga tiba-tiba ponsel kembali berbunyi dan ada satu pesan yang mengiriminya sama dengan orang yang kemarin. isinya pesannya ialah Jangan sedih sayang. Pesan ini membuat mata Alena membulat sempurna. Sekarang orang itu berani memanggil sayang. padahal Alena sudah menjelaskan berkali-berkali bahwa ia sudah memiliki pacar.

Hingga suatu hari, Alena mengalami kebimbangan luar biasa. Ia tidak munafik, walaupun bersikap dingin ia tetap membalas pesan tersebut dan membuat rasa kesepiannya terobati. Terkadang pesan dari pengagumnya membuat tersenyum sendiri. Apakah ini petanda dia mulai berpindah hati? Hari ini adalah hari jadi Alena dan Rasya bulan kedua. Namun ia dari tadi tidak mendapatkan hal yang mengejutkan dari Rasya apapun itu, memikirkan itu saja membuat Alena bersedih. Seketika itu ia mendapat hal yang mengejutkan dari pengaggum rahasianya di aplikasi Line, bahwa pengagum rahasia itu menginginkan Alena menjadi pacarnya. Alena meminta waktu untuk memberikan jawaban yang tepat untuk pengaggum rahasia di aplikasi Linenya. Akhirnya, jawabannya tetap sama, ia menolak dengan alasan yang satu. Selain itu, satu alasannya adalah ia tetap setia kepada Rasya walaupun sikap pria itu membingungkan.

Alena berdiri di atas gedung atas sekolah, semilir angin menyibak rambutnya yang lebat. Hawa dingin merasuk kulit, matanya terus menerawang langit dan air bening mulai jatuh dari pelupuk indahnya.

“Minum dulu,” sahut seseorang. Tiba-tiba mengulurkan tangan ke arah Alena. dan dia adalah. Rasya.
Perlahan senyum itu mulai mengembang, tetapi sedetik kemudian senyum itu hilang. Alena memikirkan sesuatu tentang penganggum rahasia yang selama ini mengganggunya.

“Boleh aku ngomong sesuatu?”
“Apa?”
“Sebenarnya, aku punya pengaggum rahasia di Line dan dia sekarang menembak aku, terus aku bingung. Tapi, aku sudah menolaknya,” jelas Alena membuat hatinya lega.
“Apa alasan kamu menolak dia?”
“Nggak ada,” jawab Alena.
“bohong.”
“Alasannya karena aku ingin setia sama kamu, yah.. walaupun kamu gak pernah ngertiin aku!”
“Aku mengerti sekarang,” perlahan semyuman manis memgembang dari sudut bibirnya, sedangkan Alena mengangkat alisnya, heran.

“Kalo boleh tau siapa nama cowok itu?”
“RAP, itu singkatan. Kalaupun nama pasti terdengar aneh.”
“Kamu tau kepanjangan namaku, Sayang?”
Mendadak tubuh Alena kaku karena baru pertama kali ia mendengar Rasya memanggil sayang. “tidak tahu.”
“Namaku itu Rasya Andreo Putra,” jawabnya sambil tertawa tak tertahankan.
“Jangan bilang…” Alena menggantungkan kalimatnya, ia menduga sesuatu.
“Jelas benar, artinya selama ini kamu yang kurang perhatian sama aku, masa nama kepanjangan pacar sendiri aja lupa,” jelas Rasya sambil mencubit hidung Alena yang hampir tidak bisa bernapas.
Alena tersenyum berarti dugaanya selama ini salah. Ia mendekat kepada Rasya dan memeluknya dari belakang, Rasya menangkap tangan halus Alena menaruh di dadanya.
“Happy Anniversary!!” seru Rasya spontan.

Alena melepaskan pelukan dan melihat delapan coklat, sekotak donat isi delapan, dan delapan bunga mawar tersusun rapi membentuk kipas tangan. Tetapi Alena heran, mengapa harus delapan padahal hari jadinya jatuh pada tanggal sepuluh.
“Kenapa harus delapan semua?” selidik Alena.
“Ada alasan tersendiri, karena aku ingin hubungan kita seperti angka delapan yang tidak bisa putus-putus artinya selalu nyambung terus sampai benar-benar ada yang memutuskan secara alami, terus masalah line itu aku harap kamu mengerti, aku hanya ingin menguji sejauh mana kamu setia padaku dan itu sudah terbukti,” jelas Rasya berin tonasi pelan.
“Aku mengerti.”
“Karena seorang setia harus dibalas dengan kesetiaan juga,” balas Rasya, kemudian mereka tertawa bersama dan selamanya bahagia mengahampiri mereka.

Kesetiaan lebih penting dari sekedar janji terucap, kesetiaan merupakan tindakan dan bukti mencintai seseorang. Meskipun kesetiaan tidak pernah tahu akan dibalas kesetiaan atau pengkhianatan. Kesetiaan tidak peduli itu, karena kesetiaan merupakan komitmen kedua insan yang saling mencintai.
Percayalah, mempertahakan jauh lebih sulit daripada mendapatkan. Hal itu yang membuat cinta sejati.. Setia.

Cerpen Karangan: Alya zhafira
Facebook: Alya Zhara Zhafira
dua prinsip yang selalu kutekuni
“berkarya buka bergaya”
dan
“Lebih baik menjadi pembuat daripada peminat”
Unila, Fakultas Ekonomi Bisnis. Bandar lampung.

Cerpen Admirer Line merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Judge

Oleh:
Ini bukan hutan, tetapi mengapa menggunakan hukum rimba? Ya! mungkin bisa dibilang seperti itu, siapa yang kuat, dia yang berkuasa. “Ve!” Tegur seseorang. “Sudahlah jangan dipikirkan, apa kata mereka”

Ketika Kebaikan Mendatangkan Ujian (Part 2)

Oleh:
Kring, kring, kring. Bunyi suara jam weker membangunkanku dari tidurku. Matahari menyilaukan pandanganku saatku membuka mata. Aku melihat ke arah jam, jam menunjukkan pukul enam. Biasanya Kakak selalu membangunkanku

Pejuang Dari Belakang

Oleh:
Malam sedang terang disinari cahaya bulan purnama. Disertai sinaran bintang yang ingin menunjukkan keindahannya. Namun, di balik keindahan itu tersembunyi keangkuhan. Persis seperti sebagian manusia. Di sebuah rumah yang

Cinta Pandang Pertama

Oleh:
Aku sangat bahagia karena hari ini Ibu, Ayah dan juga kakak ku akan berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung. Namaku Ulfah umurku 13 tahun tepatnya kelas 8 SMP. Entah mengapa Ayah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *