Akad (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 August 2019

Gita Riani. itu namaku. aku adalah seorang siswi kelas XII SMK Garuda 1. aku sekolah di jurusan Admistrasi Perkantoran. hari ini adalah hari tersial untukku karena aku harus mendapat hukuman membersihkan kamar mandi sekolah akibat tidak ikut upacara. sebenarnya ini bukanlah keinginanku. tapi karena aku sibuk mengerjakan tugas hingga larut malam, akibatnya aku bangun kesiangan.

Aku sudah selesai dengan tugasku. setelah selesai aku melihat seorang anak laki-laki berdiri di depan kamar mandi
“udah selesai? gue mau masuk” ucapnya dingin.
aku terdiam dan segera keluar dengan wajah kesal. bagaimana tidak, dia adalah Aldi. seorang anak kelas XI jurusan Akuntansi yang sangat tidak sopan. setiap dia bertemu denganku, dia tak pernah memanggilku kakak atau bersikap selayaknya adik kelas. tapi ya sudahlah mamanya juga ketua OSIS wajar kalau songong sama kakak kelas.

Aku masuk ke kelasku. duduk di bangku paling depan seperti biasa. hari ini benar-benar suram. selain karena hukuman guru piket, aku juga harus menghadapi ulangan Matematika yang membuat kepalaku pening. ya, aku benci matematika. sama seperti aku membenci si ketua Osis itu “ri, kenapa sih muka lo ditekuk gitu?” tanya Intan teman sebangkuku.
“itu si Aldi. gak ada sopan-sopannya banget sama kakak kelas” ucapku kesal.
“oh, si Aldi sang ketua OSIS dan kapten basket sekolah kita itu?” tanya Intan
“iya. males banget tuh anak. sok ganteng abis” ucapku ketus.

Tak terasa ulangan pun selesai. aku dan teman-temanku langsung berjalan ke kantin untuk makan semangkuk mie ayam kesukaan kami. saat aku sedang memesan, seorang laki-laki tinggi mendekatiku
“Riani” dia memanggil namaku. aku menoleh pelan
“apa?” tanyaku ketus.
“malem minggu ada acara gak?” tanya dia. aku hanya terdiam tak menjawab pertanyaannya
“kalo gak ada, gue jemput ke rumah lo jam 6 sore tepat. jangan lupa pake longdress” ucapnya sambil pergi meninggalkanku. aku masih terdiam. merasa heran dengan sikap Aldi barusan.

setelah aku menghabiskan es teh dan mie ayamku, aku kembali ke kelas. kulihat sebuah burung kertas tergeletak di mejaku. aku segera mengambilnya dan membaca tulisannya
“have a nice day Riani” begitulah tulisan yang ada di burung kertas itu. aku menerka siapa yang menuliskan itu untukku? akhirnya aku pun menyimpan burung kertas itu dalam tasku.

6 hari sudah aku mendapatkan burung kertas dengan isi tulisan yang sama. aku semakin bingung siapakah yang mengirimkan burung kertas itu padaku? hari itu hari Sabtu. aku sibuk mengerjakan tugas sampai aku tertidur di meja belajarku. saat aku sedang tertidur. ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.
“Riani… keluar nak ada temenmu tuh” ucap ibu sambil mengetuk pintu kamarku.
Aku terbangun dan membuka pintu dengan mata yang sedikit berat.
“siapa?” tanyaku
“Aldi namanya. katanya kamu ada janji ya sama dia? sana mandi terus siap-siap. kasihan Aldi udah nungguin” ucap ibuku. aku tercengang kaget mendengarnya. dari mana dia tahu alamat rumahku?

Aku segera mandi dan kupakai sebuah dress panjang warna pink pemberian Intan pada ulangtahunku yang ke 17. kupakai bandana pinkku untuk memperindah penampilanku. aku keluar dari kamarku dan langsung menemui Aldi yang sudah menungguku. kulihat Aldi sudah bosan menungguku. terlihat dari wajahnya yang nampak kesal.
“ayo kita berangkat” ucap Aldi. aku mengangguk. Setelah pamit pada ibu dam ayah, Aldi mengajakku ke sebuah restoran yang tak jauh dari rumahku.

“pesen apa ri?” tanya Aldi.
“samain aja” ucapku pelan. akhirnya Aldi memesankan nasi goreng.
“kalo makannya udah selesai, kita pergi sekarang” ucap Aldi sambil merapikan bajunya dan berdiri. setelah selesai makan, aku dan Aldi berjalan ke sebuah taman yang tak jauh dari restoran itu. Aldi menyuruhku duduk di kursi yang sudah ada di taman itu

“gue gak suka basa-basi. lo mau gak jadi pacar gue?” ucap Aldi. aku tercengang kaget mendengar ucapannya. seorang Reynaldi Pramudika mengatakan hal seperti itu padaku. aku terdiam tak percaya. ku hanya berpikir bahwa Aldi sedang bercanda padaku
“gak mau” jawabku singkat.
“kenapa? apa gue kurang ganteng buat lo?” tanya Aldi
“lo gak punya attitude sama kakak kelas itu yang buat gue gak suka sama lo. sekarang aja lo bawa gue pergi tanpa ada basa-basi. gak romantis banget nembaknya kayak gini” ucapku kesal.
“lagian lo kan ketua OSIS, kapten basket pula. mana mungkin lo tertarik sama gue? gue tahu lo playboy dan gue gak bakal mau sama lo” ucapku lagi.

Aldi menghela napas panjang. dia memegangi kedua tanganku dengan tatapan serius
“apa burung kertas dari gue kurang romantis ya?” tanya Aldi. aku terkejut. aku tak menyangka ternyata orang yang sering mengirimkan burung kertas itu adalah Aldi.
“ya bisa aja kan lo nulis bukan cuma buat gue? sadar dong al! lo tuh ketua OSIS, ganteng, keren, semua wanita di sekolah dengan berbagai jurusan itu suka sama lo!” ucapku tegas.
“kecuali elo. itu yang buat gue gak bersyukur dengan hidup gue. lo gak tahu betapa bahagia hati gue saat gue duduk berdua sama lo, jalan berdua sama lo, dan lo gak tahu gue cinta sama lo sejak lama” ujar Aldi.
“Freak lo al!” teriakku. Aku berjalan meninggalkan Aldi yang masih duduk di kursi taman itu. dalam hati kecilku aku memang menyukainya tapi aku sadar aku tak pantas untuknya. Aldi adalah pria sempurna di sekolah. semua kaum hawa memuja ketampannnya dan aku pasti akan kalah bersaing dengan mereka semua.

Hari berlalu. Aku selalu menghindari Aldi di sekolah walau dia selalu berkata bahwa dia sungguh-sungguh mencintaiku. hari itu aku baru saja selesai ekskul biola. aku dan Intan keluar dari ruangan ekskul dan kulihat Aldi sudah berdiri di depan pintu.
“udah kelas 3 bukannya fokus UN malah ekskul” ujar Aldi.
“nanggung al, 1 bulan terakhir sebelum kelas 3 gak boleh ikut lagi” jawab Intan.
“kamu lapar gak? makan bakso yuk” ajak Aldi padaku.
“cieee kapan aku kamunya nih?” goda Intan.
“apaan sih tan. cabut yuk udah sore” ujarku sambil menarik tangan Intan.
“ri tunggu. aku mohon sama kamu aku cinta sama kamu ri” teriak Aldi di hadapan teman-temannya. beberapa pasang mata kini memperhatikan Aldi, aku dan Intan. aku hanya menunduk diam.
“Gita Riani. i love you so much” ujar Aldi dengan suara lantang. semua orang yang berada di koridor itu memperhatikan kami, menonton kami seperti pertunjukkan drama romantis di gedung pertunjukkan. aku terdiam mematung. Aldi mendekatiku
“ri, kalau kamu mau jadi pacarku, aku janji akan perbaiki sikapku untuk kamu” ucapnya. aku menghela napas. kutatap mata Aldi yang terlhat serius itu
“kamu harus lulus dulu. baru aku terima kamu” ucapku. Aku berlari meninggalkan Aldi, Intan dan yang lainnya. Aku ingin segera pulang karena aku sangat ingin melewati hari itu. Sesampainya di rumah, aku masuk ke kamarku dan tidur karena aku tidak mau terlambat upacara lagi.

Keesokan paginya aku terbangun lebih pagi dari biasanya. aku terbangun pukul 06:00 pagi. aku bangun dan bersiap ke sekolah. sesampainya di sekolah, aku segera ke lapangan untuk melaksanakan upacara. setelah upacara selesai, pembina upacara memberikan pengumuman
“sebelum kalian kembali ke kelas masing-masing, ketua OSIS kita akan menyampaikan pesan. silahkan Reynaldi” ucap pak Danar. Aldi pun maju ke depan.

“selamat pagi teman-teman. sebelumnya saya minta maaf jika saya mengganggu waktunya sebentar. saya hanya ingin menyampaikan maaf jjka selama saya menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah ini, saya banyak melakukan kesalahan atau kurang berdedikasi dalam menjalankan tugas. saya, Reynaldi Pramudika dengan sadar dan tanpa paksaan memutuskan untuk mengundurkan diri dari OSIS. jika kalian bertanya apa alasan saya mengundurkan diri. saya tidak bisa menyebutkan alasannya karna itu privasi saya. sekali lagi saya minta maaf jika saya ada kesalahan selama masa jabatan saya berlangsung. itu saja yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon di maafkan. terimakasih dan selamat belajar” Aku terkejut ketika mendengar ucapan Aldi. entah mengapa aku jadi merasa bersalah padanya.

Saat jam istirahat, aku segera mencari Aldi di kelasnya.

Bersambung

Cerpen Karangan: Andrea Silvana Vilim
Facebook: Andrea Velya Freya

Cerpen Akad (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji Hujan

Oleh:
Sore menjelang, hampir memuncak menjadi senja. Hujan menetes dari langit-langit cakrawala tanpa henti-hentinya. Sepatu beserta seragamku sudah basah dibuatnya, tak dapat menghindar dari serangan ganas percikan air hujan. Sudah

Perasaan Ini

Oleh:
“Perasaan ini.. rasanya tidak akan pernah berubah, sampai kapan pun.” Namaku Azka Amrina Natalia. Aku tidak tahu, alasan apa aku hidup di dunia ini. Aku tidak memiliki kesukaan yang

Dari Kenalan Menjadi

Oleh:
Aku turun dari mobil, suasananya tampak lain dari biasanya. Ya, saat ini aku berada di majenang tepatnya kota kecil di cilacap barat, suasana di kota ini tampak lain dari

Selly dan Slamet

Oleh:
Selly. Ya, cewek itu bisa lu temui di semua sudut sekolah ini. Di madding of the week, of the month and of the year, di acara-acara sekolah, di ruang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *