Akad (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 19 August 2019

Aku menghampiri Aldi yang sedang menulis di bangkunya.
“Al?” ucapku. Aldi menoleh padaku dengan tatapan sayu.
“Riani” ucapnya.
“kenapa kamu mengundurkan diri jadi ketua OSIS?” tanyaku
“aku gak mau jadi terkenal. aku gak mau dideketin banyak orang karena aku tahu mereka deketin aku hanya karena jabatan aku di sekolah” ucap Aldi. aku terdiam. jujur aku sangat merasa bersalah padanya karena mungkin dia melakukan ini karena malu karena aku tolak.

“maafin aku ya al” ucapku pelan. Aldi tersenyum padaku
“yang penting aku udah berusaha dan aku akan nunggu sampai aku lulus. kalau kamu jodoh aku, aku yakin aku akan memiliki kamu Riani” ucapnya. kini senyuman pria ini amatlah memposona. entah mengapa hatiku terasa sejuk melihat senyumamnya. jantungku berdebar cepat. mataku tak henti memperhatikannya.

“apa kamu benar mencintaiku?” tanyaku.
“jika aku tak mencintaimu, untuk apa aku seperti ini? aku tahu aku salah. aku gak bisa jadi adik kelas yang sopan. tapi aku cuma mau deket sama kamu tanpa canggung. aku gak mau kamu hanya anggap aku adik kamu aja” ucapnya.
“oke, maafiin aku juga aku udah salah menilai kamu” ucapku.
“gak ada yang perlu di maafin ri. masuk kelas gih udah bel” ucap Aldi. Aku pun kembali ke kelas dengan wajah muram. aku rasa tak seharusnya aku menolak Aldi saat hari itu. aku sadar aku sangat menyukainya namun aku terlalu gengsi.

1 minggu berlalu. aku tak pernah bertemu lagi dengan Aldi. semenjak percakapan kami di kelas itu, aku tidak pernah lagi melihatnya. saat jam istirahat aku segera membereskan buku ke dalam tas dan siap ke kantin. tak lama seorang lelaki pendek menghampiriku

“kak Riani..” panggilnya
“eh, Sandi. ada apa san?”
“ini kak. titipan dari Aldi” ucapnya sambil memberikan sebuah buku kecil.
“Aldinya mana?” tanyaku bingung.
“kakak gak tahu? Aldi kan udah pindah sekolah ke luar kota” ucapan Sandi tadi jelas membuatku kaget.
“kenapa?” tanyaku.
“gak tahu kak. ya udah aku ke kantin dulu ya” ucap Sandi. aku hanya diam sambil memegangi buku itu

“dear Gita Riani.
aku tak tahu apa yang membuatku menyayangimu. tapi ingatkah kamu? saat pertama aku berkencan denganmu malam itu hatiku semakin mantap untuk menjadikanmu kekasih sejatiku. ri, aku tahu aku gak romantis, aku judes, dan aku gak punya attitude. tapi aku adalah seorang lelaki yang ingin berubah untuk menjadi masa depanmu. aku ingin minta maaf jika aku menjauh darimu. aku hanya tak ingin penantianku semakin sakit jika aku harus bertatapan dengan kamu setiap harinya. aku harap kamu mau nunggu aku sampai aku lulus sekolah ya aku sayang kamu” tak terasa air mataku menetes. aku menyesal membiarkannya pergi dariku padahal aku pun sangat mencintainya.

2 tahun kemudian
Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan karena dosenku tidak bisa masuk. aku keluar dari kelas dan tak sengaja aku melihat seorang lelaki berjalan ke arahku.

“Kak Riani?” ucapnya. ternyata itu Sandi adik kelasku.
“Sandi kan?” tanyaku.
“iya kak. eh apa kabar?”
“Baik san. kamu?”
“baik juga. kakak udah ketemu Aldi?” seketika itu jantungku berdegup kencang. aku menggeleng
“Aldi kuliah disini juga kak” ucapnya.
“oh ya? ya Tuhan kok dunia sempit ya? sekarang Aldi dimana?”
“mungkin udah pulang. aku duluan ya kak” ucap Sandi. aku sangat penasaran dengan kabar Aldi sekarang. seketika ku teringat isi surat 2 tahun yang lalu itu. aku pun segera pulang ke rumah dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat seorang lelaki sedang mengobrol dengan ayah dan ibuku.

“Aldi?” ucapku
“hai ri. apa kabar?” ucapnya.
“ba, baik al. kamu ngapain?” tanyaku setengah kaget .
“aku mau nagih janjimu 2 tahun lalu. gak mungkin kan kamu lupa?” aku terkejut. aku kira dia tak akan ingat semua itu
“jadi gimana?” tanya Aldi.
“aku em aku.. iya aku mau” ucapku gugup

Akhirnya aku pun menerima Aldi sebagai kekasihku.
Hari demi hari kulalui bulan demi bulan ku lewati tahun demi tahun ku jalani. tak terasa sudah 3 tahun kita bersama. Aldi adalah sosok lelaki yang sangat baik dan perhatian. hal itulah yang selalu kusanjung darinya.

Hari itu tepat hari ulangtahunku ke 22. Aldi mengajakku ke sebuah taman. taman dimana aku pernah menolaknya mentah-mentah saat masih SMK dulu. Aldi duduk di sampingku
“kalo udah saatnya, aku pengen kamu jadi istri aku. aku pengen selalu sama kamu dalam terik dan hujan. kemanapun kita aku ingin kita selalu tertawa bahagia sama aku” ucap Aldi sambil memeng tanganku.
“kalo aku gak mau?” jawabku
“kalo waktu perpisahan itu harus ada, bolehkah aku menjagamu? selalu di sampingmu menikmati pelukan terakhir untuk selamanya. kalo itu harus terjadi, maukah kamu tetap menjadi temanku?” ucapnya.

Betapa bahagianya aku. akhirnya aku menerima pinangannya. sebuah cincin mas putih kini telah melingkar di jariku. sebentar lagi cincin tunangan ini akan mengantarkan kami ke pelaminan.

2 hari sebelum acara pernikan kami, aku sangat gugup karena aku takut acaranya tidak berjalan baik. aku takut Aldi tak lagi menyayangi aku seperti saat ini. namun ayah dan ibu selalu meyakinkanku untuk tenang.

Tibalah hari itu. hari dimana janur kuning terpampang di depan rumahku. semua tamu undangan sudah datang. aku masih gugup. kulihat jam dihp ku sudah menunjukkan jam 8:30 tapi Aldi dan keluarganya belum datang. jujur aku cemas.

Tak berselang lama penghulu pum bertanya dimanakah calon mempelai prianya? aku dan ayah kelimpungan mencari kabar Aldi. tak berapa lama, Aldi pun datang dan akhirnya acara pernikahan kami pun dilanjutkan.

Sungguh bahagianya aku bisa dipertemukan dengan Aldi. sosok pria yang sangat kucinta dan terimakasih Tuhan kau telah berikanku jodoh seperti dia.

Cerpen Karangan: Andrea Silvana Vilim
Facebook: Andrea Velya Freya

Cerpen Akad (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta dan Gengsi

Oleh:
Siang hari yang sedikit panas di Pasar Badung, Denpasar.. Sebuah mobil jazz silver metalic memasuki area parkir. Seorang ibu keluar dari mobil sambil membawa tas belanjaan. “Arka, ayo ikut!”

Catching Lyn (Dwilogi Part 1)

Oleh:
Aku menatap wanita yang saat ini duduk di hadapanku. Aura kecanggungan terasa pekat menyelimuti. Ia masih tampak sama sekaligus berbeda. Wajahnya masih tampak imut bagiku, seakan waktu berhenti disekitarnya.

Arini

Oleh:
Semilir angin berhembus menyebabkan daun-daun kering berjatuhan. Di kursi taman ini aku menikmati sejuknya. Di sini pula aku pertama kali berjumpa dengannya 8 tahun lalu. Masih ku ingat senyuman

From Best Friend To Love

Oleh:
BUM! Annisa mengalihkan pandangannya dari televisi menuju pintu yang baru saja dibanting tertutup. Dari balik pintu itu Horizon berdiri sambil berkacak pinggang menatap tepat ke arah kaki Annisa yang

Tuhan… Aku Mau Yang Itu (Part 2)

Oleh:
“Naniyaaa!!” Teriakan tepat di telingaku membuatku terlonjak kaget bangun dari tidurku. Aku membuka setengah mataku yang benar-benar masih berat karena merasa baru tidur. Wajah Davin tampak tepat di depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Akad (Part 2)”

  1. dinbel says:

    walau singkat tapi romantis & cukup dramatis. kerenssssss good job deh untuk pengarang. di tunggu cerpen-cerpen selanjutnya yaaaaaaaaaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *