Akhirnya Aku Menggapaimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 27 November 2017

Saat itu sedang musim bunga sakura, sehingga setiap jalan yang aku lewati, pohon bunga sakura semuanya berbunga. Waktu itu aku pergi ke sekolah, akan tetapi aku berhenti di perempatan jalan, dimana ada sebuah pohon bunga sakura. Aku melihat seorang anak laki-laki yang sedang berdiri sambil memegang sebuah denah. Dari penampilannya ia memakai seragam sekolah yang persis dengan seragam sekolah yang aku kenakan.

“sekolah takashi lewat jalan ini”. Mendengar kubicara laki-laki itu datang menghampiriku dengan senyumnya yang manis. Kami pun saling berhadapan satu sama lain. Di tempat kami berdiri itu tiba-tiba angin bertiup sepoi-sepoi sehingga membuat bunga sakura jatuh dari atas dan mengenai kepalaku. Melihat ada bunga sakura di kepalaku, laki-laki itu mengambilnya dan menaruhnya di tanganku
“bentuknya aneh yah”. Aku hanya diam memandangi bunga itu.

Beberapa saat kemudian muncullah teman-temannya dari atas
“Minho, ayo ke sini” teriak temannya itu.
“Aku duluan” katanya, lalu berlari menghampiri teman-temannya.
“Tadi aku hampir tersesat, tapi untung ada gadis itu” bercerita kepada temannya apa yang dialami barusan.
“oh… dia. Anak-anak biasa panggil dia kinako”. Kata seorang temannya.
Kemudian mereka pun pergi. Sementara itu aku hanya diam memandangi bunga itu dan tersenyum.

Hari itu jam pelajaran olahraga, pak guru belum hadir. Sedangkan anak-anak dalam kelas lagi asyik berkumpul bercerita. Aku sendiri hanya duduk di bangkuku di belakang sendirian sambil melihat ke luar jendela. Semenjak aku masuk di sekolah ini, jarang sekali anak-anak yang mau berbicara dengan aku, sehingga membuat aku jarang berbicara.

“selamat pagi anak-anak” sapa pak guru yang baru saja datang.
“Selamat pagi pak” sapa semua anak-anak.
“Hari ini kita kedatangan siswa baru, ayo silakan masuk”. Pendatang baru itu lalu masuk, yang tak lain ialah anak laki-laki yang aku temui tadi di jalan. Ketika aku melihat ke sana anak laki-laki itu tersenyum kepadaku, akan tetapi aku segera menundukkan kepalaku, menghindari senyumannya itu.

“Nama saya minho, senang bertemu dengan kalian semua”.
“Hay Minho” kata anak-anak serentak
“Baiklah minho sekarang kamu silakan duduk, di tempat yang masih kosong”. Kata Pak guru, sambil mempersilakan duduk.
Minho lalu pergi duduk di kursi yang masih kosong itu, yang kebetulan kursi kosong itu berada di samping tempat aku duduk. Setelah minho duduk. pak guru mengabsen kami terlebih dahulu, sebelum pelajaran dimulai.

Tak terasa pelajaran olahraga selesai, pak guru pun keluar dan disusul anak-anak yang lain.

Jam 01.00, menunjukkan jam pelajaran telah selesai, dan itu membuat anak-anak senang, karena akhirnya mereka bisa pulang. Sambil menunggu bus, aku mengambil HP ku dari dalam tas. akan tetapi bus belum datang juga, bahkan sudah semakin banyak anak-anak yang datang menunggu bus, membuat halte bus menjadi sesak. Ketika melihat ke kiri, aku tak menduga kalau minho juga ada di situ. Setelah menunggu beberapa lama, bus pun datang, semua anak-anak berlomba-lomba naik ke atas untuk mendapatkan tempat duduk. Bus saat itu sangat penuh sehingga ada yang harus berdiri, termasuk aku. Bus pun berangkat, akan tetapi tanpa diduga tiba-tiba bus itu berhenti secara mendadak, sehingga membuat aku terjatuh, tapi minho yang berada di dekatku itu segera memagang tanganku dan menarikku, hingga aku jatuh dalam pelukannnya. Anak-anak yang ada dalam bus semuanya berteriak, ada yang bersiul. Aku pun segera melepaskan diri dari pelukannya minho dan segera berpegangan ke kursi.

Keesokan harinya di sekolah, aku melihat sebuah pengumuman, bahwa nanti malam akan ada perayaan akhir tahun, yang biasa di laksanakan pada akhir tanggal bulan Desember. Yang dilaksankan pada malam hri pada jam 12 di taman kota.

Malam pun datang. Semua orang pun berdatangan ke taman kota untuk menyaksikan perayaan itu. Mereka sudah tidak sabar menunggu perayaan tersebut, sambil menunggu tiba waktu penyalaan kembang api, sebagian dari mereka ada yang duduk sambil bergurau dengan yang lainnya, ada juga yang pergi mencari minuman dan makanan. Aku pun tidak ketinggalan ingin melihat perayaan tahunan itu, sambil menunggu, aku duduk dekat sebuah pagar, dimana tempat itu merupakan tempat pertama kali aku bertemu dengan minho. “udara di sini dingin sekali yah” aku pun tersentak mendenganya, dan langsung menoleh ke arah suara itu. Dan ternyata minho.
“Boleh kah aku duduk di sini? Katanya
“boleh”
Minho lalu duduk, dan lama-kelamaan, kami pun mulai akrab. Aku dan minho pun saling ngobrol, berbagai hal yang kami ceritakan satu sama lain. Dari waktu semasa kecil kita, sekolah, keluarga dan permasalhan sehari-hari. Karena keasyikan ngobrol, kami tidak menyadari bahwa sebentar lagi menunjukkan jam 12.

Di saat menunggu detik-detik memasuki tahun baru. Tiba-tiba saja minho
“kinako, aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu!”
“mau mengatakan apa?”
Minho tidak langsung menjawab. Ia seperti memikirkan sesuatu. Tapi aku tidak tahu apa yang ia pikirkan. Saat aku memperhatikan dia hanya diam dan tanpa mengatkan apa-apa, membuat suasana yang aku rasakan saat ini tidak karuan, dilain hal aku penasaran apa yang akan dikatakan oleh minho kepadaku, dan di sisi lain aku merasa deg-deg kan.

Setelah menunggu agak lama, akhirnya ia mulai berbicara. “kinako, sebenaranya semenjak pertama kali kita bertemu di tempat ini. Saat itu, aku mulai merasakan bahwa, ada sesuatu yang berbeda dalam diriku. Akan tetapi aku berusaha untuk menghilangkannya, namun tetap saja persaan ini tidak bisa aku bohongi. Aku merasa cintaku sama kamu semakin bertumbuh, ketika aku selalu melihatmu.”
Sesaat kemudian minho tidak meneruskan pembicaraannya.

“lalu?”
“Aku menyukai mu!”
Ketika aku mendengarnya, aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Akan tetapi mulutku serasa sulit untuk mengeluarkan kata-kata.

“Kamu kenapa kinako?” Dengan mukanya yang memandangiku. Dia heran melihatku. Karena, hanya diam saja. Agak lama aku terdiam, akhirnya aku berkata
“Aku juga menyukaimu”
Spontan minho lalu memegang tanganku dan menciumnya,
“terima kasih kinako. Akhirnya aku bisa menggapaimu”
Aku pun hanya tersenyum kepadanya.

Waktu sudah menunjukkan jam 12. Kami berdua lalu melihat ke langit, sambil berhitung sampai 10, kembang api diluncurkan. Langit malam itu begitu indah sekali, karena dipenuhi oleh cahaya kembang api.
Sambil terus memandangi langit. Tanpa aku sadari Minho memegang tanganku.

Setelah perayaan selesai aku dan dia pun pulang. Dalam perjalanan minho berkata “akhirnya, aku bisa mengawali tahun baru ini bersama”
“Iya” sambil tersenyum.

Perayaan tahunan ini, begitu sangat menyenangkan dalam hidupku. Dimana aku bisa merayakan dan memulai tahun baru dengan dia. Sungguh tahun ini merupakan tahun yang tak bisa dilupakan.

Selesai

Cerpen Karangan: ARD
Facebook: Angelina Rombe Datu

Cerpen Akhirnya Aku Menggapaimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang Terindah

Oleh:
Taman bintang. Begitulah kami menyebutnya. Taman indah yang menjadi saksi setiap detik kebersamaanku bersama dia. Seperti melihat bintang di langit malam. Satu hal yang tak pernah bisa kami lupakan.

Sepasang Egoistis

Oleh:
Ketika aku mengatakan ‘jangan’ aku sungguh tidak ingin kau melakukannya. Ketika aku mengatakan ‘tidak’ maka aku dengan tegas menolaknya. Ketika aku menjadi gadis egois yang menentang semua kesukaanmu berarti

Cinta Dan Gengsi

Oleh:
Cinta memang penuh misteri, tak bisa dimengerti, tak terduga dari mana datangnya, dari siapa, dan entah mengapa bisa berlabuh pada dua insan yang berlainan. Cinta yang berawal dari tatapan

Winter In Love

Oleh:
Bulan Desember telah tiba, pertanda musim gugur telah berlalu. Salju-salju mulai turun di sekitar Hokkaido menghiasi ranting-ranting pepohonan yang sudah rontok bunganya akibat musim gugur kemarin. Airi yang masih

Cinta Monyetku

Oleh:
Masa-masa SMA emang masa yang paling indah kata orang dan masa itu masa yang gak akan terulang. Sekarang Dinda sudah gak pake seragam putih abu-abu lagi, sudah bukan anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *