American and a Night of Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 4 May 2015

Setahun sudah kepergian andi. Gadis yang bekerja sebagai dokter hewan kini merasa sudah move on dari andi. Tapi kenangan andi yang begitu banyak membuatnya kembali ke masa lalunya, sebut saja namanya reisa iyah reisa tak kunjung move on dari andi. Setiap kali dia ingin pergi dia seperti merasa andi mengikutinya.

Tempat favoritenya kini menjadi tempat teridah semasa mereka berdua. Di tempat itu sungguh damai dan tenang bagi reisa dan andi sewaktu mereka masih berdua. Reisa berjalan dengan wajah yang menampakan dirinya cukup lelah, sembari duduk di bangku taman yang menghadap danau dengan sampan yang lewat di depannya reisa terpejam merasakan udara yang begitu segar. Reisa mengeluarkan sesuatu dari tasnya, ternyata itu adalah buku milik andi yang tak pernah dia buang. Foto foto serta tulisan tangan mereka tersimpan disana. Reisa ingin membuangnya tapi reisa begitu berat. Bukan karena tak mampu tapi batinnya tak mengatakan iya dengan rencananya. Dia membuka buku itu dan menulis sebuah harapan dan membuatnya menjadi kapal kecil. Dia berdiri dan mendekati bibir danau disana dia melepaskan kapal itu hingga kapal itu berlayar ke tengah danau. Harapannya adalah “Tuhan datangkan lah sosok andi yang telah hilang, tulang rusukku seperti rapuh tak ada yang menyatukannya tuhan”. reisa menulis nama andi pada bangku taman itu dan aksinya itu dilirik oleh lelaki yang berdiri di samping bangku. Lelaki itu berambut ikal dan berkaca mata. Dia tersenyum dan menyapa reisa

“hai, bolehkan aku duduk” ujar lelaki itu
“siapa kau?, duduk sajalah. Asal tidak menggangguku” ujar reisa
“oh iya, maaf kalau aku mengganggumu, aku hanya ingin berkenalan. Nama aku alvin, nama kamu siapa?” ujar alvin dengan memberikan tangannya.
“Nama aku reisa,” dengan nada datar dan memalingkan wajah

Reisa tidak tahu bahwa alvin hanya ingin mengembalikan perahu kecil itu, tapi alvin merasa kalau reisa cukup terganggu kehadirannya. Alvin pergi dan meletakan perahu itu di samping reisa. Reisa menatap alvin dan melihat perahu itu ada di sampingnya. Dengan wajah merasa bersalah reisa melirik alvin. Ternyata alvin menghilang. Reisa bangkit dan berlari ke arah luar taman. Tetap saja alvin tak ditemukannya.

Sampai rumahnya reisa masih terpikir oleh kehadiran alvin bersama perahu kecil yang disebutnya harapan itu. Reisa sesekali mengeluarkan kata penyesalan “Aku sudah menyianyiakan harapan yang kau kabulkan tuhan huftt”. reisa terlihat berdiri dan menyenderkan tangannya di balkon atas rumahnya. Reisa terlihat gundah dan risau. Apakah dia terlalu jahat, apakah karena dia masih sayang dengan sosok andi. Sulit untuk reisa jelaskan. Malam itu dia pergi ke vihara tempatnya sembahyang. Reisa berjalan dengan jaket tebal menyelimutinya. Amerika begitu dingin ketika malam, vihara terbesar itu terletak di pusat kota washington DC sepertinya jauh dari rumah reisa. Reisa berharap akan bertemu alvin besok. Dia ingin berdoa dan memohon maaf atas kesombonganya terhadap harapan tuhan. Reisa berjalan dan menyebrang di zebra cross menuju china town.

Di sana ramai sekali reisa bingung harus mengarah kejalan mana. Reisa blusuk blusukan ke arah keramaian dan akhirnya dia sampai di depan vihara. Mata reisa sesekali melihat lihat. Tak sengaja matanya menuju ke arah lelaki yang berjualan makanan di pinggir. Lelaki itu mirip sekali dengan andi. Reisa mendekatinya tapi reisa harus sembahyang. Mungkin selesai aku akan mendekatinya pikir raisa dalam hati. Setelah raisa selesai langkah raisa menuju ke tempat jajanan malam. Dunia malam di amerika begitu hidup. Banyak sekali makanan dan orang orang. Reisa duduk di kursi kecil dengan anggunnya.

“mau pesan apa mbak” suara lelaki yang tiba tiba datang, suara lelaki itu lembut sekali. Reisa terkaget ketika jarinya asik menggeser geser layar handphone dan reisa melihat lelaki itu. Lelaki itu adalah kembaran andi yang reisa lihat sebelum sembahyang. Reisa terbengong dan mulut yang tehimpit dan mata yang tak lagi berkedip. Lelaki itu memikul bahu reisa dan ternyata lelaki itu mengenalnya.
“mbak reisa mbak” ujar lelaki itu dengan pukulan lembut di bahu kirinya
“hah.. iya iya, siapa yah. saya tak mengenal kamu” ujar reisa dengan tatapan bingung
“saya alvin mbak, semalam kita bertemu di taman kota. Sepertinya mbak lupa. Ooh iya yah waktu itu mbak tak melihat saya hehhehe. Maaf mbak saya pergi waktu itu, saya pikir mbak terganggu dengan kehadiran saya.” Ujar alvin dengan wajah yang menunduk merasa bersalah
“oh kamu alvin, iya iya maaf juga saya begitu sombong dengan kehadiran kamu. Sekali lagi saya minta maaf.” Ujar reisa dengan senyum
“boleh saya duduk mbak” ujar alvin balas senyum
“tidak… hahaha saya bercanda, silahkan duduk” ujar reisa tertawa.

Malam itu mereka seperti berkencan dan tawa serta senyum menghiasi malam dengan lampion lampion yang tergantung di atasnya. Larut malam datang mereka tak seperti menghiraukan waktu. Reisa begitu nyaman berada dekat dengan alvin yang dia lihat sama seperti sosok andi sebelumnya. Reisa tak mengantuk sedikitpun dan begitu juga alvin. Sampai jarum jam menunjuk pukul 2 pagi dan alvin mengantarnya pulang. Di jalan mereka bercerita, masih dengan senyum dan wajah yang cukup segar. Suara gonggongan anjing menghiasi jalan sunyi menuju rumahnya. Alvin mendekati reisa dan menggengam tangan reisa. Reisa sesekali menatap wajah alvin dengan senyum. Begitu indah malam reisa dengan harapan kedua yang dikabulkan. Mempertemukan alvin kepadanya.

Pagi minggu adalah pagi terberat dimana reisa harus membersihkan kandang anjing, dia tak dapat telfon serta pesan singkat dari alvin. Dia masih berfikir positif jika alvin masih tidur. Selesai sarapan reisa membuka pintu dan ternyata alvin berdiri dengan senyum dan menggenggam bunga dengan pesan selamat pagi reisa tanda cinta. Reisa kembali teringat andi yang selalu berdiri di depannya saat dia membuka pintu. Reisa meneteskan air matanya dan memeluk alvin. Reisa memeluk erat alvin dan mengatakan “jangan tinggalkan aku, lindungi aku dalam kesunyian, jadilah orang yang ada untukku serta selalu menjadi payung teduh untukku berteduh dari air mata” ujar reisa sambil menangisi alvin. Alvin sontak melepaskan pelukan reisa dan menatap reisa.

“Ketika aku melihat kamu tersenyum, aku jatuh cinta. Ketika aku melihat kamu tertawa aku bener bener ingin memilikimu. Jika aku ingin kamu menjadi kekasihku, akankah kau terus tersenyum serta tertawa untuku” ujar alvin dengan tetesan air mata

“Kau tak perlu takut jika aku harus menangis karenamu. Karena kamulah yang harus mengusap air mata itu. Cukup aku tak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi. Aku sangat munafik jika harus menolak menjadi kekasihmu sepenuhnya. Akan kah kau bahagiakan aku?” tanya reisa dengan wajah yang penuh air mata dan mata yang berkaca kaca.

“Aku sayang dan ingin mencintaimu, aku tidak ingin kau menjadi kekasihku. Apakah kamu mau menerima cincin ini dan menikah denganku. Aku akan berusaha bahagiakan kamu” ujar alvin dengan tunduk dan melihat ke arah wajah reisa.

Reisa tak berkutik dan reisa sangat bahagai mendengar alvin mengatakan ini. Reisa mengangkat badan alvin dan memeluknya sangat erat, baju alvin basah karena air mata reisa yang begitu banyak keluar.
“Aku mau jadi istrimu, aku ingin bahagia bersamamu. Akan kah kita selalu bersama untuk selamanya. Jangan sakiti aku dan teruslah buat aku tersenyum” ujar reisa menerima lamaran alvin

Sejak hari itu reisa dan alvin berbahagia dan berselang 1 minggu mereka menikah dan setahun berselang mereka dikaruniakan anak perempuan yang mereka nama aliana vinsa.

TAMAT

Cerpen Karangan: Luay Zahirul Ginting
Mau tau profil saya dan update terbaru cerpen saya.
Follow saya yah @luayArchitect Terima kasih telah membaca.

Cerpen American and a Night of Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Lalu

Oleh:
Empat tahun dia di disamping gue, empat tahun dia ngukir senyuman di bibir gue, dan empat tahun dia jadi malaikat tanpa sayap buat gue. Nama gue Vanesa, sekarang gue

Reuni Cinta

Oleh:
Tiga tahun berlalu Kini aku kembali ke kota kelahiranku. Setelah tiga tahun lalu aku memutuskan untuk melanjutkan SMA di kota lain sendirian. Kini aku sedang bersiap-siap untuk acara reuni

Penampakan Cinta Ala Jacki (Part 2)

Oleh:
“HARUSKAH AKU BERSUJUD DIKAKIMU, UNTUK MEMINTA MAAFMU?… KUTITIPKAN NAFASKU DI JANTUNGMU, AGAR KAMU TAU BETAPA SESAKNYA DADAKU MENAHAN RASA RINDU… BUKALAH PINTU HATIMU, JANGAN BIARKAN RINDUKU MENUNGGUMU BEGITU LAMA…

Hanya Untuk Lili

Oleh:
“Halo..?” Desisku menanggapi orang yang menelphone ku tengah malam seperti ini, sekitar jam 00.30. “Halo Callista Gabriel atau Lili adek sayang, apa kabar malam ini?” sahutnya. “Oh kak Ray,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *