Andrew Falling In Love With Nerd Girl (Part 2)

Judul Cerpen Andrew Falling In Love With Nerd Girl (Part 2)
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 10 December 2016

Tiba tiba lamunan Andrew terbuyarkan saat mendengar lenguhan dari bibir manis paulin. Dia terbangun. Dan dia sangat terkejut saat mendapati wajah Andrew yang sangat dekat dengan wajahnya. “ma.. mau apa kau..?” suaranya terdengar gugup. Andrew tersenyum dan berkata “mendengarkan semua ocehanmu. kau mengigau sampai menangis. Sudah tidak usah sungkan. Anggap saja aku orang yang dapat mendengar semua curahan hatimu dan akan kusimpan baik baik. Ok.. ini sudah larut malam. Sebaiknya aku antar kau pulang. Mungkin orangtuamu sedang mencemaskanmu karena belum pulang ke rumah padahal sudah larut malam.” Kata Andrew sambil menggamit lengan paulin. Namun paulin tidak mau bergerak dan hanya duduk di kasur Andrew. Dengan tatapan kosong memandang ke arah Andrew. “haha.. mencemaskan katamu? Hey.. dengarkan aku. Aku tidak pulang sampai besok juga tidak akan ada yang peduli. Dan apa tadi kau bilang? Orangtua? hahhk.. tidak mungkin. Dan kalaupun hal itu terjadi pasti menara Eiffel akan kunikahi sekarang juga. Mereka berdua tidak pernah peduli padaku. Hanya mementingkan uang, uang dan uang. Dan mungkin saja jika aku mati sekarang mereka tidak akan perduli.” Setelah mengatakannya air mata paulin mengalir di kedua pipinya. Dia tersenyum kecut mengingat semua kenyataan tentang orangtuanya. Andrew yang melihatnya menghela nafas dan dengan lembut menarik paulin ke dalam pelukannya. “tidak usah terlalu sedih ada aku disini. Kita kan teman. Aku akan menjagamu.” Lexa hanya terdiam sambil menatap lekat ke arah Andrew dan hanya memasang wajah datar. Andrew yang melihatnya tau bahwa walaupun gadis ini terlalu polos dalam hal cinta namun keadan membuatnya membenci orangtuanya.

“emm… jadi kau akan pulang kan? walaupun orangtuamu tidak di sini kau tetap akan pulang bukan? Tidak mungkin kau pergi ke penginapan. Oh atau kau boleh menginap di rumahku malam ini. Aku akan tidur di kamar sebelah dan kau akan disini.” “kenapa kau baik padaku? padahal kita baru tadi siang menjadi teman.” Tanya paulin sambil membenarkan kacamatanya. “entahlah. Aku juga tidak tahu. Setiap aku melihatmu rasanya dadaku berdesir aneh, sepertinya aku mulai menyukaimu” kata Andrew sambil berjalan ke arah paulin yang masih dalam keadaan duduk. Paulin hanya mengangguk sambil “ohh..”. dia kembali seperti semula, menyebalkan. Baatin Andrew gemas. Dia berpikir mungkin menjahilinya akan menyenangkan. Andrew kemudian mengulurkan tangannya dan mengacak acak rambut paulin dan dengan gerakan cepat mengambil kacamata paulin. “iihh… apa yang kau lakukan? aku tidak bisa melihat tanpa kacamata itu” “ahh.. omong kosong” kata Andrew dan mulai mengenakan kacamata paulin. Tidak ada yang berubah. Ini bukan kacamata minus. Ternyata dia sudah membohongi satu sekolah. Dia kemudian melirik ke arah paulin dengan tatapan tidak percaya. Paulin, dia sangat cantik tanpa kacamatanya. Andrew lalu berdehem dan berkata. “kau hebat telah membohongi satu sekolah. Matamu kan tidak ada masalah. Kenapa harus memakai kacamata?” “aku hanya merasa nyaman menggunakan kacamataku. Aku merasa seperti seorang nerd sejati. Lagi pula aku terlihat hebat di dalamnya. Seperti orang yang sangat jenius bukan?” kata paulin sambil tersenyum licik. “ahahaha… itu memang benar. Walaupun aku tahu kau memang pandai, namun kacamata ini membat penampilanmu semakin terlihat meyakinkan. Ya sudah kenakan saja sesukamu. Tapi… tapi sebenarnya kau terlihat cantik tanpa kacamata itu.” Kata Andrew tulus. “oh..” dan paulin hanya ber ohria.

“oh iya jadi bagaimana? Kau akan menginap atau pulang?” “emm… aku pulang saja. Tapi kau harus mengantarku. Tidak ada penolakan. Ini perintah dari teman!” Katanya memaksa. “ok ok.”
Kemudian Andrew mengantar paulin pulang.

Mulai dari hari itu mereka jadi teman dekat bahkan sahabat. Banyak yang menganggap mereka berpacaran. Namun mereka berdua seolah tidak peduli. Dan dalam setiap kebersamaan mereka, Andrew selalu membuat hal konyol hingga paulin akan tertawa terpingkal pingkal sampai memegangi perutnya. Dan semakin lama, entah mengapa paulin merasa nyaman. Dia merasa ada hal aneh setiap kali beradu pandang dengan Andrew. Dadanya berdebar dengan keras. Apakah dia mulai menyukai Andrew? entahlah dia tidak mengetahuinya.

Sampai pada akhrnya dia bertanya pada sahabat satu satunya. Ya lisa. Dia bertanya pada lisa. Dan satu fakta yang membuatnya sangat terkejut. Dia tidak menyukai Andrew. Melainkan jatuh hati padanya. Dia merasa senang dapat merasakan jatuh cinta. Apakah ini akan berjalan dengan lancar? batinnya.
Entah kenapa rasa ini semakin membuatnya sesak. Hingga akhirnya dia tidak mampu menahan gejolak dalam hatinya. Hingga siang ini di taman…
“an.. Andrew.. ada yang ingin kusampaikan padamu.” Kata paulin gugup. Andrew melihat kegugupan paulin dan berkata. “katakan saja.” Paulin menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan kegugupannya. “a..aku.. entahlah, aku merasa ada hal aneh setiap aku dekat denganmu. Hatiku berdesir aneh. Aku.. aku menyayangimu.” Dia mengatakannya dengan terbata bata. Andrew terkejut atas pengakuannya, namun tersenyum lembut pada akhirnya. “aku juga menyayangimu. Aku mencintaimu. Dan aku harap kau mau jadi pacarku.?” “ak..aku..ma.. mau..”
Andrew bersorak kegirangan dan memeluk paulin dengan erat.
Dan mulai saat itu merka menjadi sepasang kekasih. Dan Andrew masih sering membuat paulin tertawa dengan kebanyolan yang dibuat oleh Andrew.

Semuanya berjalan lancar hingga…
“paulin tolong temani aku ke mall yah. Aku ingin membelikan hadiah untuk pacarku.” Pinta lisa dengan wajah memelas dan memperlihatkan puppy eyesnya. Mau tidak mau akhirnya paulin pun mau ikut.
Sesampainya di mall lisa langsung sibuk memilih milih hadiahnya sedangkan paulin hanya melihatnya. Dia sudah bosan dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dan matanya menangkap sosok yang sangat dia kenal. Sosok yang mengatakan cintanya di taman dan memeluknya dengan erat. Dia Andrew dengan seorang wanita yang berpakaian sangat terbuka sedang bergelayut manja di lengan kanan Andrew. Dia wanita yang genit selalu mencoba merayu Andrew. Hingga paulin membelalakkan mata saat melihat wanita itu mengecup bibir Andrew sekilas. Andrew diam saja, tidak merespon dan tidak marah. Paulin marah namun dia tidak tahu harus berbuat apa. Dengan kekuatan yang tinggal sedikit akhirnya dia berjalan menghampiri Andrew dengan airmata yang meggenang di pelupuk mata. “hai Andrew..” sapanya begitu dia tiba di depan andrew dan wanita itu. Andrew sangat terkejut dengan kehadiran paulin. Dia segera melepaskan tangan wanita itu dari lengannya. “emm.. pa..paulin.. sedang apa disini? sudah lama?” paulin mendengus melihat andrew yang salah tingkah. “hem.. sudak cukup lama. Hingga aku bisa melihat kalian berciuman.” “pa..paulin..?” kata andrew gugup. “em.. ini sudah sore aku pulang lebih dulu. Oh iya ada yang ingin kukatakan padamu. Aku kecewa padamu. SEKARANG KITA BERAKHIR.” Setelah mengatakannya paulin berbalik dan berlari ke arah pintu keluar mall. Andrew yang melihatnya segera berlari mengejar paulin namun tangannya di tahan oleh wanita itu “Andrew jangan tinggalkan aku disini. Kau tega?” Tanya dengan manja. Andrew geram dan berkata “aku tidak peduli padamu. Kau bukan siapa siapa bagiku. Kau hanya pengganggu. Aku tidak pernah menyukaimu. Kau hanya memaksa dan mengancam akan bunuh diri. Sekarang kau mau bunuh diri aku tidak peduli. Lepaskan aku. Wanita gila.” Kata Andrew sambil menghempaskan tangan wanita itu.
Dia kemudian berlari dan mencegat paulin di depan taksi yang akan dinaikinya. Dan tanpa aba aba dia langsung menarik tangan paulin ke arah taman yang kelihatannya sepi. “lepaskan aku!” bentak paulin. Akhirnya Andrew melepaskan tangan paulin. “Aku mohon paulin.. aku akan jelaskan semuanya.” “tidak ada yang perlu dijelaskan Andrew. Aku sudah muak. Ternyata ajaranmu dulu benar. Cinta itu seperti mawar. Indah namun menyakitkan. Terima kasih kau sudah mengajarkanku banyak hal. Dan Andrew mulai saat ini aku tidak ingin melihatmu.
Setelah mengatakan hal itu paulin menghentikan taksi dan langsung pulang. Andrew hanya bisa diam mematung. Dia sangat mencintai paulin.

Sementara paulin begitu sampai di rumah dia langsung belarimenuju kamarnya. Membanting pintu dengan kuat dan menghempaskan tubuhnya yang lelah di kasurnya. Dia menangis sesunggukan. “hanya kali ini aku akan menangis. Setelah hari ini aku janji tidak akan menangis.” Katanya entah kepada siapa ditujukan.

5 tahun kemudian…
Paulin sedang menikmati coklat hangatnya di sebuah café di kota paris. Ya. Akhirnya setelah lulus dari SMA dia melanjutkan studinya di paris, perancis. Dia pergi untuk belajar sambil melupakan andrew. Namun entah mengapa cinta pertamanya itu sangat sulit untuk dia lupakan. Dan besok adalah kepulangannya kembali ke Indonesia. Dia sudah terlalu lama di paris. Dia harus pulang untuk meneruskan bisnis orangtuanya. Akhirnya setelah menyesap tetesan terakhir dalam mugnya paulin berdiri dan berjalan ke pintu keluar dan meletakkan uangnya di mejanya tadi. Saat ini sedang musim salju di paris dan dia sangat menyukai saat krital Kristal putih itu jatuh ke rambutnya. Dia tersenyum dan melanjutkan perajalanannya ke apartemennya.

Meanwhile in Indonesia.
Andrew kembali meneguk wine yang ada dalam genggamannya. Sudah 5 tahun dia mengawasi paulin dengan orang suruhannya di paris. Dan besok adalah kepulangannya ke Indonesia. Dia sudah sangat rindu bahkan hampir gila karena tidak melihat wajah itu selama 5 tahun. Selama 5 tahun ini Andrew hanya menghabiskan waktunya dengan bekerja tanpa henti. Tubuhnya seperti kehilangan jiwa. Dia tidak mempedulikan keadaannya lagi. Sekarang dia sudah menjadi lelaki dewasa yang tampan. Mapan dan menjadi lelaki yang dingin sejak kepergian paulin.

Paulin telah sampai di bandara dan langsung menyetop taksi ke arah tempat tinggalnya. Dia tidak mau tinggal dengan orangtuanya dan dengan omong kosong mereka berdua. Sesampainya di apartemen dia segera membereskan barang barangnya. Sesudah itu dia mandi dan makan malam, sepi, batinnya. karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dia segera merebahkan tubuhnya di kasur dan mencoba untuk tidur. Dia membolak balikan badannya namun tidak juga membuatnya dapat tertidur. Dia melirik jam di nakas dan sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Akhirnya dia hanya diam dan memandang ke langit langit kamarnya. Entah apa yang pikirkannya sekarang. Sampai suara dari pintu membuatnya terbangun. Pintu digedor gedor dengan cukup keras. “siapa sih orang gila yang bertamu selarut ini?” katanya geram. Dia tidak ingin membukakan pintu namun suara gedoran yang semakin keras membuatnya harus beranjak dan membukakan pintu. Dia takut tetangganya akan bangun. Dia terkejut saat membuka pintu. Sosok yang sudah 5 tahun ini dia lupakan berdiri di depannya. Dia sudah berubah dan dewasa. Aku semakin sulit melupakannya, batin paulin. Begitu juga dengan Andrew yang terkejut menatap sosok cantik di depannya dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai bebas. Kacamata itu tidak bertengger lagi di hidung mancungnya juga gaun tidur yang membuatnya semakin terlihat semakin dewasa. Dia segera mendorong paulin masuk ke dalam apartemennya dan mendorong pintu dengan kakinya. Paulin berontak. Dia takut Andrew akan berbuat aneh kepadanya. Terlebih dia mencium bau wine dari tubuh Andrew. Belum sempat dia lari Andrew sudah menariknya kedalam pelukannya “aku merindukanmu” kata Andrew lirih. Paulin meneteskan air mata mendengar perkataan aandrew. Tidak dapat dipungkiri dia juga merindukan cinta pertamanya tersebut. Dia dapat merasakan air mata Andrew menetes di pucuk kepalanya. Paulin menjauhkan tubuhnya dan mendongak melihat wajah Andrew. Dia mengusap air mata Andrew. Dan Andrew sendiri mengusap air mata yang mengalir di pipi paulin. “kau harus pergi. Aku sudah melupakanmu.” Kata paulin berusaha tegar. Andrew semakin sakit mendengarnya. Dia meninju tembok yang ada di belakang paulin hingga tangannya berdarah. Paulin yang melihatnya segera menarik tangan Andrew ke kamarnya dan membalut lukanya dengan perban. “tidurlah disini untuk malam ini” dan pergi ke ruang tamu untuk tidur di sofa.

Keesokan paginya…
Paulin menggeliat dan bangun dari tidurnya. Dia bingung kenapa dia di kamar. Bukannya semalam Andrew yang.. andrew ..
Dia segera berlari ke luar kamar. Dia tidak mendapati Andrew di ruang tamu. Rasa terkejutnya kemudian hilang saat melihat andrew baru saja ke luar dari kamar mandi.
Paulin hanya mematung melihatnya. Andrew dengan langkah lebarnya mendekati paulin dan memeluknya dengan erat kemudian berkata “dengarkan penjelasanku dan jangan menyela sampai aku selesai berbicara. Ok?” katanya. Paulin hanya mengangguk. “aku merindukanmu. Aku masih mencintaimu paulin. Dan selama 5 tahun ini aku hidup bagai tak berjiwa semenjak kau pergi. Kejadian 5 tahun lalu di mall itu bukan kemauanku. Wanita itu. Dia bernama meysatry. Dia adalah gadis pilihan orangtuaku. Aku tidak pernah menyukainya. Saat orangtuaku kuberitahu bahwa dia memiliki laki laki lain orangtuaku segera menyuruhku menjauhinya. Dan kau tahu? dia mengancam akan bunuh diri. Aku tahu itu hanya ancaman namun orangtuaku tidak ingin hal itu terjadi. Sehingga aku harus menemaninya. Dan di mall saat itu aku berusaha lari darinya tapi kau tahu? Dia selalu mengancamku akan memberitahukan kepada orangtuaku. Saat kau melihatnya kau salah sangka paulin. Dia yang menciumku. Aku tidak pernah menyukainya. Hanya kau yang aku cintai. Sangat sulit menggantikanmu disini. Di hatiku” katanya sambil menunjuk dadanya. “aku harap kau mau kembali kepadaku. Sangat sulit menjalani hidup tanpamu. Aku mohon paulin” kata Andrew sambil menggenggam kedua tangan paulin. “Kau sudah selesai?” Andrew mengangguk “baik. Aku memang mencintamu. Aku juga sulit melupakanmu. Dan akhirnya aku ingin kembali padamu.” Katanya dengan senyum lebar dan memeluk Andrew. “terimakasih paulin. Aku mencintaimu.” “aku juga.”

“emm.. kau jadi sangat cantik sekarang paulin.” “oh.. kau baru tahu..? aku sudah cantik dari dulu tahu..?” “jadi selama 5 tahun di paris kau belajar untuk membanggakan diri. Oh I see.. kau sudah banyak berubah.” “ahahah.. aku tahu. Dan kau juga semakin tampan Andrew. Kau semakin dewasa. Dan yah. Kau semakin tinggi. Dan kau juga harus tahu bahwa 5 tahun disana aku juga belajar untuk menggombal. Hahaha..” Andrew tertawa melihat sikap konyol yang masih melekat dalam diri paulin. Mereka berdua sadar mereka saling membutuhkan, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia.

EPILOG
“eh.. tunggu dulu..” kata paulin. “Aku ingat ajaranmu soal ciuman. Katamu ciuman di leher artinya nafsu bukan. Berarti saat di taman pertama kali kita bertemu kau bernafsu kepadaku yah?” Tanya paulin menyelidik. Andrew tergagap. “eh.. ahahah.. ti.. tidak.. hahaha..” katanya tertawa keras untuk menutupi kegugupannya. “oh..” dalam hati paulin tertawa melihat Andrew yang salah tingkah.

Dan satu hal yang mereka sadari cinta bukan seperti mawar, melainkan coklat. Karena coklat kelihatan manis kemudian saat coklat menghampiri lidah rasa yang pertama kali hadir adalah pahit dan setelah sampai ketenggorokan menjadi manis. Begitu juga dengan cinta. Cinta indah pada awalnya namun menjadi pahit saat mengalami masalah dan menjadi manis di akhir saat semua masalah teratasi.

Cerpen Karangan: Derisma Paulina
Facebook: derisma Paulina Haloho
Seorang pelajar smk di pematang siantar berusia 16 tahun
Add mw fb: derisma paulina haloho

Cerita Andrew Falling In Love With Nerd Girl (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ray dan Meisha

Oleh:
Disini terdapat sebuah pasangan yang dimana sudah menjalani hubungan selama 3 tahun, mulai dari kelas 1 SMK – 3 SMK. namun terjadi suatu masalah, yaitu meisha sang cewek selingkuh

Penantian Dan Cinta

Oleh:
Silaunya langit siang ini membuat siluet dirinya semakin menarik. Lesung pipinya yang sangat menawan, ditambah rahang kokoh membungkus ketampanannya. Aku tersadar sesaat ketika terlalu lama memandangnya dari kejauhan sini.

Bukan Gustave Eiffel

Oleh:
Kau bisa berpaling kau bisa mencintai orang lain kau bisa melakukan apapun yang tidak ku sukai asalkan aku tidak melihatnya. Mungkin tidak akan seperti Gustave Eiffel yang mampu merancang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *