Antara Aku Hujan dan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 24 January 2018

Pagi yang mendung ini aku memulai langkahku dengan cepat, karena takut hujan turun.
“Uuhh!! kenapa musti mendung!!” keluhku.
Oh iya kenalkan aku Zara Aurelia, aku merupakan salah satu anggota dance SMA ku.

Tiba tiba ada telepon masuk.
“Hallo. Ada apa nih telepon gue?” Tanya ku.
“Lo di mana za? anggota dance sudah nunggu lo dari tadi?” jawab sahabatku yang juga merupakan anggota dance.
“Nih gue OTW di jalan jes.” kataku sambil berjalan.

“Cepat kita mau berangkat lo. Kan pagi ini ada dancer opening tim basket.” sambungnya panjang lebar.
“Iya jangan gomel muluk, gue kapan sampainya. ya udah gue matikan teleponnya bye..” jawabku sambil menutup telepon dan berlari menuju sekolah.

Di tengah perjalanan ke sekolah. Hujan pun turun.
“Uuhh..!! turunnya kok sekarang!! nanti kan bisa biar gue bisa main hujan.” keluhku sambil berlari ke sekolah.

Sesampainya di sekolah, aku langsung ke ruangan dance di sana sudah ada anggota dance sama tim basket.
“Hello guys, sorry gue telambat.” sapaku.
“Za akhirnya lo datang. kok basah?” tanya Jesi dan semua orang diruangan itu menatapku.
“Lo tau tadi di luar itu hujan lebat, Kalau bukan karena dance ini gue pun malas datang.” jawabku.

“Nih handuk buat lo.” kata seorang laki laki sambil mengulurkan handuknya padaku.
“Gak usah.” Jawabku sambil menggambil baju buat dance.
“Jes, temenin gue ganti baju.” ajakku sambil memegang tangan jesi.
“Yuk.” jawabnya.

Sesampainya di kamar ganti.
“Bentar ya gue ganti baju dulu.” kataku.
“oke.” jawabnya singkat.

Tak beberapa lama kemudian aku pun keluar dari kamar ganti.
“Yuk kita ke ruangan dance.” kataku.
“Gue boleh nanya sesuatu?” tanya sahabatku.
“Ya bolehlah lo mau tanya apa biar gue jawab.” kataku.

“Lo kok nolak handuk dari stev?” tanya jesi.
“Karena gue lagi gak perlu handuk.” jawabku.
“Kurasa stev suka deh sama lo.” balas jesi.

“Gak mungkin dia suka sama gue. kan ada yang suka sama stev, Cherry kan mereka sama sama pemimpin jadi kalau mereka jadian kan antara tim basket dan dance bisa lebih kompak.” jawabku.
“Terserah lo aja. kalau gitu kita kembali ke ruangan dance.” kata jesi.
Lalu kami berjalan keruangan dance.

“Oke guys anggota kita sudah lengkap, yuk kita berangkat.” kata cherry sambil berjalan kearah stev dan menggandeng tangannya.
“Cie… cie…” ejek anggota tim basket dan dance.
“Apa apaan sih lo gandeng gandeng tangan gue!!” bentak steven.
“Lo gak usah bentak bentak gue. masa gandeng tangan lo aja salah.” balas cherry.

“Lo pikir gue itu truk gandeng yang bisa lo gandeng gandeng seenaknya.” bentak steven sambil melepaskan gandengan cherry dan berjalan ke arahku dan memegang tanganku.
“Lo gapain pegang pegang tangan gue. lo pikir pegangan umum!!” bentaku.
“Gak usah banyak protes lo.” bentak steven sambil menarik tanganku.
“Gak usah tarik tarik segala gue kan bukan anak kecil!!” bentakku namun steven masih menarikku sampai di bus, Kami duduk bersebelahan. tak beberapa lama setelah kami naik bus anggota yang lain juga naik sampai bus terisi penuh dan jalan.

Selama perjalanan aku terus menggosokkan telapak tanganku yang kedinginan dan karena baju dance yang sangat minim.
“Lo kedinginannya? Nih pake jaket gue.” tawarnya dan melepaskan jaketnya.
“Thanks jaketnya.” jawabku sambil memakai jaketnya. Steven menggosokkan telapak tangannya lalu menggengam tanganku. entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.
“Kenapa ini?” gumamku.

“Sekarang dinginnya sudah berkurang kan?” tanyanya. Aku hanya menjawab dengan mengganguk.

Sesampainnya di tempat pertandingan.
“Thanks ya jaketnya.” kataku sambil tersenyum.
“Sama sama.” jawabnya sambil tersenyun.
Aku pun bergabung dengan anggota dance yang lain dan memulai persiapan.

Tak beberapa lama kemudian pertandingan pun dimulai. Jadi untuk openingnya kami dance, setelah siap dance aku dan anggota dance yang lain ke tempat istirahat.

“Za penampilan lo bagus banget lo.” puji steven yg baru datang.
“Thanks pujiannya tapi gue gak perlu kok, ada yang lagi perlu pujian.” kataku sambil pergi meninggalkan steven.
“Siapa?” teriak steven.
“Pekalah dikit aja dia ada di sana.” jawabku.

Aku duduk di kursi penonton persama jesi melihat pertandingan.
“Za lo sekali lagi dekatin stev lo bakal menyesal!!!” bisik cherry saat dia lewat di sampingku barusan.
“Duh ribet jadinya masalah ini!!” gumamku.

Tak beberapa lama kemudian pertandingan pun berakhir. Aku dan Jesi masuk ke dalam bus dulu.
“Za lo kok cemas?” tanya Jesi.
“Gue gak cemas kok, cuma capek aja.” jawabku. “Maaf jes gue harus bohong sama lo.” gumamku.

“Lo yakin gak ada apa apa za?” tanya jesi.
“Iya gue gak apa apa kok.” jawabku.

Tak beberapa lama kemudian bus terisi penuh kami pun berangkat kembali ke sekolah.
“Jes gue gantuk, tidur ya nanti kalau udah sampai bangunin gue oke?” kataku.
“Oke.” jawab jesi.

Saat aku bangun dari tidur.
“Lo ngapain di sini?” tanyaku pada steven.
“Mandangin lo tidur.” jawabnya santai.

“Mana jesi, lo usir ya?” tebakku.
“Idih boroboro gusir orang dia di belakang lagi mojok.” jawab steven.
Lalu tak ada kata yang terucap dari mulut kami. Sesampainya di sekolah kami langsung ke ruangan dance, cherry dan teman temannya berbisik bisikkan.

“Oke anggota dance kita latihan lagi, zara lo jadi flyer.” kata cherry.
“jadi flyer, gue kan gak pernah.” jawabku.
“Gak usah takut kami pegangin kuat kok.” kata anggota dance yang lain.
“Ya udah oke.” jawabku.

Jadi aku naik dari tingkat satu baru ke tingkat dua dan ke tingkat tiga.
“We pegangin kaki gue dong nanti jatuh.” kataku karena aku merasa keseimbanganku berkurang dan oleng dan jatuh.

Saat aku bangun.
“Gue ada di mana?” tanyaku.
“Lo ada di UKS.” jawab seorang laki laki dari kejauhan.

“Elo ngapain di sini stev?” tanyaku.
“Ngobatin lo.” jawab steven sambil memberikan air putih kepadaku, aku langsung mengambilnya dan minum.

“Lo itu kok mau disuruh jadi flyer sama cherry sih, lo kan bukan tugas lo jadi flyer!!” bentak steven.
“biar aja kan gak ada salahnya gue mencoba.” jawabku.
“Gue mau balik ke ruang dance dulu.” kataku.
“Gak ada lagi orang sekarang sudah jam 15.35 lo pingsannya lama banget sampai mendung.” jawab steven.

“Ya udah gue mau pulang, thanks udah obatin gue.” kataku sambil berusaha berdiri.
“Biar gue antarin.” kata steven dan membantuku berdiri.
“Gak usah ngerepotin lo aja.” kataku sambil berjalan duluan.

“Tunggu.” teriak steven sambil berlari ke arahku dan memegang tanganku.
“Ih kok pegang tangan gue!!” bentakku.
Dia tak menjawab tapi menarik tanganku untuk pulang bersamanya. Ya aku gak bisa nolak.

Di tengah perjalanan hujan pun turun. Kami berteduh dulu, namun entah mengapa hari ini aku rindu banget sama hujan aku tegak di tempat yang kena hujan.
“Za lo gapain main hujan? nanti bisa sakit lo.” Kata steven dari bawah pohon.
“Tenang aku gak akan sakit kok.” jawabku.

“Stev lo gak suka hujan ya?” tanyaku.
“Suka, tumben lo panggil gue pake sebutan nama.” jawab steven.
“Tapi mengapa lo tak main hujan?” tanyaku lagi.
“Aku lagi menunggu waktu yang tepat untuk bermain hujan bersama orang yang tepat yaitu lo, Zara.” jawab steven. sambil menarik tanganku ke tengah hujan.

“Lo taukan gue suka sama lo?” kata steven.
“Tau dari jesi.” jawabku.
“Lo mau gak menjadi orang spesial dalam hidup gue dan bermain hujan bersamaku?” tanya steven.
“Aku… aku… mau..” jawabku gerogi. langsung steven memelukku.

“Makasih lo mau jadi orang spesial dalam hidup gue.” kata steven sambil menatapku.
Aku hanya tersenyum.
“Mungkin ini saatnya aku membuka hati buat steven.” gumamku.
Lalu kami bermain hujan dan steven menggantarku pulang.

The End

Cerpen Karangan: Winne Chintia
Facebook: Winne Chintia
Thx sudah membaca.
Boleh dikomen

Cerpen Antara Aku Hujan dan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Manusia Menyebalkan Ternyata Cinta Ku

Oleh:
Semakin larut malam, semakin aku merasakan hawa-hawa jahannam, panas, gerah, entah mengapa. Mungkin di luar sana sedang mendung, ditambah lagi dengan keletihan setelah seharian melakukan aktivitas yang begitu padat.

Waktu Yang Tepat

Oleh:
Gelisah, senang, bingung, perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan sekarang. Kepalaku pusing banget, dan rasanya agak mual. Aku memikirkan semua kejadian di mimpiku semalam. Apa maksudnya?. “Ra, kamu kenapa?

Oedipus Complex (Part 1)

Oleh:
Hujan di minggu pagi dimana orang-orang asyik bergulung dengan selimut mereka tapi tidak denganku yah seandainya aku menjadi salah satu dari mereka tentu lebih menyenangkan. Disinilah aku di ruangan

Why Do I Love You

Oleh:
Anas masih berbaring di atas kasurnya. Sambil menikmati musik dengan earphone yang terpasang di telinga. Alunan sebuah lagu berjudul “MY EVERYTHING” yang dipopulerkan oleh salah satu personil Super Junior,

Di Bawah Rinai Hujan

Oleh:
Musim hujan telah datang, bahkan setiap hari pasti hujan. Kenalkan aku Fanny sesilia putri sekarang aku kelas x-a aku merupakan murid berprestasi di kelas itu dan aku memiliki dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *