Apple Tree

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 17 February 2016

Aku melangkahkan kakiku menuju sebuah pohon Apel yang terletak beberapa meter di belakang rumahku, begitu sampai aku duduk di bawah pohonnya yang rindang. Walaupun pohon itu masih kecil namun cukup untuk melindungi dari terik matahari sore. Aku menghela nafas pendek, sudah 3 tahun berlalu. Ku rasa, aku harus berhenti sekarang. 3 tahun sejak ia meninggalkanku tanpa kata-kata perpisahan ataupun penjelasan.

Aku mencabut rumput di sekitar dengan malas, dan melemparnya ke arah mana saja. Angin berhembus kencang, menerbangkan helaian rambut panjangku. Aku masih merasakan dadaku sesak dan perih, aku melipat kakiku dan menadah ke langit. “3 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menantinya,” celetuk seseorang, aku menoleh sedikit melebarkan mataku. Dia menyodorkan minuman dingin dalam kaleng, aku menerimanya dengan canggung.

“Kenapa bisa kau di sini?” tanyaku menatap wajahnya yang bersimpuh dan duduk di sampingku.
“Aku datang mengantarkan tugas ini, tapi.. Ibumu bilang aku bisa mencarimu di sini..” jelasnya, ia meletakkan sebuah kertas panjang di hadapanku diikat oleh pita biru.
“Sudah jadi? kau benar-benar punya bakat Leo..” Ucapku, segera membuka gulungan itu. Dan meneliti setiap goresan pensil dan warna di sana. “Cantik sekali..” Ucapku kagum, ia tersenyum tipis dan menatap wajahku. “Terima kasih..” jawabnya. Hening.

Aku dan dia menyukai hal yang sama, yaitu Keheningan. Menikmati semilir air yang lembut. “Tak bisakah kau melupakannya, dan melihatku?” Tanyanya tiba-tiba, aku tersentak kaget. Aku menatap wajahnya, dia nampak serius saat mengucapkannya. Aku tidak menjawab, namun aku menatap matanya mencari penjelasan. “Entahlah Leo, Aku ingin tapi rasanya tidak bisa.” jawabku, ia menyentuh tanganku. “Aku bisa membantumu,” ucapnya. Aku memejamkan mataku saat tiba-tiba ia menarikku dan menciumku.

Aku melangkahkan kaki memasuki area sekolah dengan perasaan tidak karuan. ‘Ini buruk!’ Innerku menjerit, dengan langkah pelan aku memasuki lorong kelas, dalam 5 menit kelas akan dimulai. Aku membuka pintu kelas dan memasukinya setelah menarik napas, Leo menatapku dengan senyuman tipis. Aku hampir kehilangan napas saat itu juga, aku segera menunduk dan duduk di kursiku dengan menyembunyikan wajahku. ‘pasti wajahku sudah sangat merah..’ Innerku berbisik.

“Dera, what happend to you?” Ucap seorang guru, aku mendongkak seketika.
“Nothing Miss, maybe i just little sick,” jawabku asal, guru itu mengangguk.
“Okey, you can go to UKS now..” perintahnya, aku menghela napas lega.
“Biarkan aku mengantarnya Miss.”

Aku membeku dan menoleh dengan wajah pucat. Leo memeluk lenganku dan menyeret ku ke luar kelas. “Aku memegangmu Dera,” Ucapnya dengan nada menggoda dan berbisik di telingaku. Aku melepaskan diri dan kabur. Aku bisa mendengar Leo tertawa, ‘Leo payah..’ Innerku lagi-lagi menjerit. Aku mendudukkan diri di bangku taman di belakang gedung olahraga, dan menatap langit di atas awan putih bergerak perlahan. Aku mengangkat tanganku, seolah menyentuh langit di atas.

Tanganku ditarik seseorang, aku menoleh. “Kau lagi? tak bisakah membuatku berpikir sejenak?” tanyaku, agak jengkel. Ia melepas tanganku dan meloncati bangku untuk berdiri di depanku. Ia mengacak rambutku sampai berantakan, “Aku gemas melihatmu kabur, apa aku benar-benar membuatmu gugup?” Ucapnya, kembali menggodaku. ‘ugh.. Leo menyebalkan.’ rutukku, “Hentikan, kau menyebalkan..” Ucapku kesal, aku bangkit dan berniat kabur. Tapi terlambat, ia menarikku dan membuatku berbalik hingga aku menubruk dada bidangnya. Wajahku memerah, “Baik-baik.. Tapi, jangan kabur lagi.. Please?” Ucapnya mengalah, aku merasa akan pingsan seketika. Ternyata Leo punya bau yang menyenangkan, bau pinus. Saat aku mundur selangkah, aku masih mencium bau parfumnya.

Ia menyuruhku duduk dengan isyarat mata. Aku menurut tanpa melawan, mungkin nanti. Ia tiba-tiba berlutut di depanku, dan menatapku dalam. “Aku tahu, tidak mudah menyingkirkan dia dalam hatimu, dan aku tahu.. Lebih banyak kenanganmu bersamanya daripada bersamaku, tapi aku berjanji akan selalu bersamamu. Dan menghapus air matamu jika kau menangis, dan selalu membuatmu tersenyum..” Ucapnya terhenti, dan mengeluarkan sepotong cokelat. Aku menatap Leo, ada rasa bergetar dan hangat di hatiku. Rasanya terlalu sayang membuangnya dan melepasnya.

“Aku tidak berharap banyak, tapi.. Jika kau menerimaku, ambillah cokelat ini. Jika tidak, kau bisa pergi sekarang..” Ucapnya, aku menaikkan sebelah alis. Tertarik untuk berbuat jahil padanya, aku bangkit dan melipat tangan di depan dada. Dia menatapku, ada tatapan kecewa di sana. mungkin, ia kira aku menolaknya. “Ku rasa, aku juga harus–” Ucapku terhenti, dan menarik cokelat darinya, “Aku juga harus belajar menerimamu..” lanjutku, ia tersenyum.

Merasa dijahili, Leo menarikku hingga kami berdua jatuh dengan posisi Leo memeluk pinggangku.
“Dasar mes*m..” Seruku, dia menatapku jahil.
“Tapi kau menerimanya, kan?” balasnya. Aku mencubitnya, dia mengaduh kesakitan.
“Terima kasih..” bisiknya, dan aku tersenyum tulus menatapnya.

Cerpen Karangan: Aventa Venna
Facebook: Aventa Venna

Cerpen Apple Tree merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Pantas Kuperjuangkan

Oleh:
“bila keadaannya berbalik, sudikah kau untuk berjuang layaknya dirimu kuperjuangkan?” Sore itu, di sebuah taman rumah sakit, sesosok wanita yang tengan duduk di sebuah kursi roda dan membaca sebuah

Janji

Oleh:
“cukup ndre aku udah nggak tahan lagi sama sikap kamu, aku udah ngertiin kamu selama ini tapi kamu nggak pernah ngertiin aku, aku mundur”. “oh gitu ya, oke kalau

I Love Rain… and You

Oleh:
Hujan. selalu ada cerita di balik rerintik itu.. percikannya membawa ku kembali teringat akan suatu masa, namun bukan masa lalu ku.. juga tak bisa ku bilang untuk masa depan

Akad (Part 1)

Oleh:
Gita Riani. itu namaku. aku adalah seorang siswi kelas XII SMK Garuda 1. aku sekolah di jurusan Admistrasi Perkantoran. hari ini adalah hari tersial untukku karena aku harus mendapat

Risalah Hati (Part 3)

Oleh:
13 November 2015, Mt. Cikuray, 2821 MDPL 13.00 PM Aku dan kawan-kawan dari komunitas Lidi Rimba mendaki puncak Cikuray. 2821 MDPL aku tempuh dengan kawan-kawan komunitas Lidi Rimba. Diperjalanan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *