Asalkan Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 21 November 2017

Kenalin gue Zahra Dewitasari, gue orangnya serius, hobi baca novel, dan pokoknya kurang romantis, tapi insya Allah always setia kok.

Hari Sabtu, seperti tahun sebelumnya SMA gue ngadain kemah di Puncak Bogor. Dan, hari ini tepat dimana gue ultah yang ke-16 tahun. Pacar gue Bayu Ardiansyah tidak ikut dikarenakan ada acara keluarga, katanya. So, gue gak sama sekali terganggu.

“Ra, Masmu mana?” tanya Fina sahabat gue. “Mau nanya apa ngeledek?” gue sahut. “Hahaha.” Fina peluk gue. “Oh lo duduk sama gue aja ya Fin?” gue pinta ke Fina. “Ahaha gak atuh beb.” “Okey kagak setia emang lo.” gue ledek balik. “Setia mana coba?” “Heitss.. udah donk Fin!” “Ya udah gue stay di depan lo kok and then Mas gue stay di samping gue!” “Finaa!!! udah donk” Gue paling greget sama Fina kalau dia nyindir gue.
Dan, di sebelah gue Bu Reni, guru Pramuka gue. Gue pun ngehibur dengan novel favorit yaitu dari “Tere Liye” dan tidak lupa pastinya headphone.

Sekitar 2 jam kami tiba di Puncak Bogor, setelah absen kami berbagi tugas. Setelah tenda dan makanan sudah siap untuk disaji. Setelah makan malam, kami menyiapkan api unggun sambil bernyanyi ria untuk menghibur lara dan menambah kehangatan di sela-sela kerinduan. Gue orangnya memang gak romantis tapi gue rinduan sama Mas Bayu.

“Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku bersama kita hadapi dunia kau milikku milikmu…” Gue gak nyangka sumpah this very surprised, Mas Bayu datang bawa kue ulang tahun, padahal gue bukan anak kecil lagi. “Hmm cie, Happy birth day Zahra!”. Mereka sorakin gue. “Happy birth day Zahra!” kata Mas Bayu sambil natap gue, gue mah orangnya kagak romantis dan paling gak suka tebar pesona di publik.

Setelah berbagi kue ultah, Mas Bayu ngajakin jalan-jalan, syukurlah hari ini cuaca bersahabat, bulan dan bintang ikut menerangi kami. Kami hanya jalan-jalan biasa di kawasan Puncak Bogor. “Hmm, Mas Bayu bohong ya?” “Hahahaha, gak lah Ra tadi pagi acaranya, sorenya Mas langsung ke sini, mana mungkin Mas lupa, masa orang yang disayang dilupain” Mas Bayu merangkulku “Ada-ada saja!” “Asalkan setia” Mas Bayu menatapku.

Cerpen Karangan: Lestari

Cerpen Asalkan Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persimpangan (Part 2)

Oleh:
Rasanya aku ingin waktu berhenti di malam ini, karena aku ingin terus seperti ini. Merasakan kebahagiaan yang tak terhingga bersama pangeran impianku selama ini. Semua mimpiku satu persatu terwujud

Garis Alger

Oleh:
Jantung yang berdegup kencang, semakin aku sadar ia bukan milikku, membawa ku pada realitas yang ada. Aku melihatnya berdiri disana sama kakunya, seperti telur rebus yang dipertontonkan. Aku selalu

Cinta yang Abadi (Part 1)

Oleh:
Harus dari mana aku mulai mengisahkannya? Jika kamu ingin tahu semuanya itu mustahil, karena aku sendiri yang mengalaminya pun samar-samar mengingatnya. Semuanya berawal dari kurang lebih tiga tahun lalu,

Sang Koreografer (Part 1)

Oleh:
Langkahku pasti. Tangan terayun sempurna. Pinggul melenggok genit. Satu hentakan dan… lompat. Fiuhh! Aku mengusap peluh di keningku sambil mematikan musik yang mengalun dari stereo. Gerakanku sudah cukup sempurna,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *