Brother Complex (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 19 August 2017

Terkadang apa yang kau inginkan tidak selalu kau dapatkan. Dan apa yang kau dapatkan tidak selalu yang kau inginkan. Namun intinya, cukup terima dan kau akan mendapatkan sesatu yang lebih besar di lain waktu.

Pagi ini aku berangkat kerja. Ya. Aku sudah bekerja di usiaku yang masih berumur 17 ini. Begitu lulus SMA aku langsung direkrut oleh ayahku sendiri untuk bekerja di perusahaannya. Aku masih bekerja sebagai karyawan biasa. Ayah memang pernah menganjurkanku supaya menjadi asisten pribadinya. Karena kata ayah aku sudah mengetahui apa saja yang di perlukan oleh ayahku. Apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya. Namun aku menolak. Karena aku ingin mengawali semuanya dari bawah. Aku juga tidak ingin kalau nanti karyawan yang lain menggunjingku di kantor ayah. Ayah awalnya memang tidak menuruti perkataanku. Namun setelah aku mengadu pada mama ayah jadi luluh. Aku mengukir senyum kemenangan karena kelemahan ayah adalah mama. Kalian pasti berpikir aneh saat aku memanggil papaku dengan sebutan ayah sedangkan ibu dengan sebutan mama. Itu kemauan mereka. Mereka berdua berkata itu tidak boleh dirubah.

Ok kita kembali. Aku sudah sampai di kantor ternyata setelah aku sadar dari lamunan panjangku. Aku langsung masuk kedalam dan naik ke lantai atas dengan menggunakan lift. Baru saja lift akan tertutup seorang lelaki yang menurutku sangat tampan berlari tergesa gesa dan menahan pintu lift. Dia langsung masuk dan berdiri sejajar denganku. Dia sangat tampan menurutku. Tubuhnya tinggi dan tegap, dadanya bidang. Dan rambutnya hitam pekat,lurus serta lebat. Aku sampai tidak bisa menjelaskan bagaimana tampannya pria di depanku saat ini. Atau singkatnya dia mirip dengan Joe In-Sung. Actor korea yang sangat aku sukai.

Namun satu hal yang membuatku tidak betah berlama lama di sampingnya. Auranya sangat dingin. Dan hanya kami berdua yang ada di dalam lift ini. Karena merasa grogi aku akhirnya berdiri dua langkah di belakangnya. Dia sempat melihat aku berpindah. Aku hanya memberikan senyuman kaku, namun dia sama sekali tidak membalas senyumanku. Hanya melihat penampilanku dari atas sampai bawah dan bawah ke atas hingga berhenti tepat di wajahku. Aku bingung melihatnya. Dan tindakannya membuatku lebih bingung. Dia memencet tombol stop di lift dan membuat lift berhenti. Aku terkejut saat dia mendekat ke arahku dan menyudutkanku. Mengurungku dengan kedua tangannya hingga wajahnya tepat berada di depan wajahku. Aku harus mendongak untuk melihatnya karena dia sangat tinggi. Kepalaku hanya sejajar dengan dada bidangnya.
Semakin lama dia semakin mendekat dan tangannya terulur untuk menyentuh wajahku. Wajahnya datar tanpa ekspresi namun matanya menatap tajam kedalam manik mataku. Lidahku kelu tidak dapat membuka suara dan tubuhku bagai beku tak bergerak. “hemm… bodoh..” dia terkekeh. Dan, apa katanya? “apa?” dia kemudian merapikan jasnya dan mengabaikanku yang bertanya dengan volume suara yang keras. “heyy, apa maksudmu? Kau siapa? seenaknya saja kau mengataiku bodoh. Bajingan.” tiba tiba saja dia menarik tanganku dengan keras. “bajingan? hemm.. aku akan menjadi seorang bajingan jika itu maumu. HAHAHA..” gila.. tertawanya sangat menyeramkan.

Saat ada kesempatan aku memencet tombol dan pintu lift akhirnya terbuka. Dengan satu kali sentakan aku melepaskan tananku dari cengkramannya dan dengan tergesa gesa keluar dari lift. “dasar CAB*L!! kau sudah gila!!” teriakku dengan keras dan pergi meninggalkannya. Untung saja kantor masih sepi jadi tidak akan ada yang mendengar suaraku yang baru kusadari ternyata sangat keras hingga menggema di sepanjang lobi kantor ayah. Aku langsung masuk ke ruanganku. Ya aku punya ruangan sendiri sekarang. Aku naik pangkat minggu kemarin dan sekarang jadi asisten direktur. Yah akhirnya dengan sedikit paksaan dari ayah akhirnya aku mau menjadi asistennya. Karena kata ayah aku sudah cocok untuk mengurus ayah. Aku hanya bisa menghela nafas saat itu.

Tiba tiba ayah masuk keruanganku dan memukul mejaku dengan keras. “A..ayah.. kenapa?” aku takut melihat wajah ayah yang merah padam menahan marah. Padahal aku tidak tahu apa masalahnya. Apa yang membuatnya marah? Namun tiba tiba saja raut wajah ayah berubah menjadi menggelikan dan tertawa dengan kerasnya. “ahahahah, kau terkejut yah sayang? Rey sayang… Ayah hanya bercanda.” kata ayah sambil mengusap puncak kepalaku. Dasar ayah aneh. Lihat saja aku akan balas dendam. Batinku terenyum evil. aku langsung menunduk dan memasang wajah memelas sambil sedikit terisak. Ayah sangat panik melihatku seperti itu. “Rey.. kau kenapa sayang? jangan menangis.. ayah hanya bercanda.. please” aku semakin terisak, menangis sambil merengek seperti anak kecil. “aaa.. huaaa.. ayah jahat. Rey takut melihat ayah seperti tadi. Ayah jahat.. huaaa…” dalam hati aku tertawa melihat ayah yang masuk jebakanku. Ayah memang begitu. Usianya masih muda. Dia baru berumur 34 tahun 2 hari yang lalu. Wajahnya masih sangat tampan. Badannya tegap. Ahh.. intinya dia masih sangat muda. Dan siapapun yang melihatku berjalan dengan ayah mengira bahwa kami sedang pacaran. Dan setiap mendengar hal itu aku dan ayah akan tertawa layaknya orang gila.

Aku juga bingung kenapa ayahku sangat muda. Dan mama seumuran dengan ayah. Tapi setiap kali aku bertanya pasti mereka langsung mengalihkan topic pembicaraan. Dan yah.. aku tidak terlalu memikirkannya. “Rey.. sudahlah.. ayahkan hanya bercanda. Jangan seperti ini.. nanti semua orang mengira ayah memarahi dan menyakitimu. Rey sayang sudahlah.. sudah yah.. cup… cup.. cup..” “ayah jahat… Ayah jahat..”
“ok ok.. ayah akan berikan apapun yang kau mau. Asalkan kau berhenti menangis yah?” haha.. ayah kalah.. “hahahah.. ayah kalah…” aku tertawa tiba tiba membuat ayah melongo dengan mulut menganga.. aku tidak kuat melihat ekspresi ayah dan akhirnya aku tertawa dengan keras. “kau membohongi ayah?” katanya setelah sadar dan menjitak kepalaku. Pltakk.. auuhh.. itu sakit. aku kembali menangis dan membuat ayah panik lagi. “iya..iya.. ayah minta maaf “‘hehe.. baiklah aku akan memaafkan ayah. Dan semua permintaanku akan ayah turuti. Ok?” “iya iya. Apa yang kau minta untuk hari ini nona Rey” kata ayah dengan menyeringai licik. Dia tahu aku tidak suka dipanggil dengan embel embel nona. “dad.. stop call me nona. I don’t like that. You know?” jika aku sudah menggunakan bahasa asing itu menandakan bahwa aku sedang kesal. “hahaha.. sorry Rey. Just kidding. Sorry honey. Don’t be angry. Ok. I will follow your wish. Starting today until we back to home” “you promise dad?” “I promise. You can hold on my promise.” “okey dad.. I love u so much.. your my everything. And mom too.” aku langsung menghambur memeluk ayah.

“baiklah Rey.. ayah harus kembali ke ruangan ayah sendiri.” “loh.. kedatangan ayah ke sini untuk apa tadi?” “tidak jadi. Nanti malam saja di rumah ayah sampaikan. Bye honey” kata ayah seraya mencium keningku. Tradisi kami. “emmm.. okey dad.” Akhirnya aku memutuskan untuk mengerjakan laporanku yang tadi sempat terputus karena ulah ayah. Tapi pikiranku masih melayang mengingat perkataan ayah tadi. Aku merasa kan ada sesuatu yang sangat besar yang akan terjadi padaku. Ah.. tapi biarlah..
Rey pov end.

Author pov’s
Pria tadi. Pria yang bertemu dengan rey di lift tadi sedang berpikir dan merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu? Dia melihat rey di dalam lift dan mengejarnya karena dia merasa jatuh hati melihat Rey untuk pertama kali. Namun hanya hal bodoh yang dilakukannya. Dia malah mengatai gadis itu bodoh. Dan yang lebih parah lagi Rey mengatainya CAB*L. Namun dia tertawa kembali mengingat Rey memasang wajah takut tadi. Itu sangat menggemaskan dan pria ini ingin melahapnya. Pria ini bernama Nickholas. Atau biasa dipanggil Nick. Namun dia sangat dingin. Bukan karena dia pernah disakiti hingga menyimpan dendam. Dia memang pria yang terlahir dengan sifat buruk itu. Sehingga temannya dapat dihitung dengan jari. Nick kembali membayangkan wajah gadis itu yang membuatnya tidak dapat fokus pada pekerjaannya hingga ayahnya masuk ke dalam ruangannya. “Nick.. nanti malam kau ada waktu? Ayah ingin mengundangmu makan malam di rumah, dan juga ayah ingin memperkenalkan seseorang kepadamu.” Kata Austin yang merupakan ayah dari Nick. Nick hanya menghela nafas dan menganggukkan kepalanya tanpa sedikitpun berbicara. Austin sudah sangat paham sifat anaknya itu. “baiklah, aku pergi dulu.” Kemudian Austin beranjak dari ruangan Nick.

Nick pov
Ayah sangat aneh hari ini. Tidak biasanya dia datang langsung keruanganku untuk bertemu. Biasanya dia akan menyuruh sekretarisnya. Tapi entahlah sudah beberapa hari ini aku tidak melihat sekretaris pribadinya itu. Dan aku tidak peduli.

Huft… pikiranku bisa rusak jika terus memikirkan wanita itu. Wajahnya sangat manis. Dia memiliki mata yang indah, rambutnya yang panjang dan hitam pekat itu. Dan suaranya yang terdengar seksi di telingaku.. ahh.. aku sebaiknya menghentikan lamunan gilaku. Tapi mau bagaimana? Dia memang sangat cantitk.. ohh sh*t. Aku bisa gila jika memikirkannya terus.

“pak.. tuan Austin menyuruh saya untuk mengingatkan bapak agar datang kerumah. Karena acara makan malam akan dimulai pukul 8 malam pak.” Aku bahkan sampai tidak menyadari bahwa ini sudah jam 6 sore. Aku terlalu banyak melamun hari ini. “baiklah. Kau juga segeralah pulang setelah pekerjaanmu selesai. Aku pergi dulu” aku pun meninggalkan kantor dan pulang ke apartemenku untuk bersiap siap. Aku tidak ingin membuat mama kecewa.

Setibanya di apartemen aku segera bersiap siap. Aku sebenarnya sedikit lelah hari ini. Pikiranku yang tidak fokus membuatku harus bekerja lebih keras. Aku ingin sekali hanya tinggal di apartemen, tidur atau menonton. Tapi bagaimanapun aku harus menghargai ayah dan juga mama. Aku sangat menyayangi mama. Walaupun aku tahu aku bukan anak kandung mama dan ayah, tapi aku harus tahu diri bahwa mereka sudah merawat dan membesarkanku dengan kasih sayang mereka berdua. Aku harus tahu diri.
Namun aku merasakan hal berbeda, aku merasa sesuatu akan terjadi padaku. Aku merasa akan ada hal besar yang akan terjadi padaku. Ah sudahlah. Aku sebaiknya segera pergi sebelum mama khawatir.
Nick pov’s end

Rey pov’s
Kata ayah malam ini ada hal yang ingin dibicarakan denganku. Ada apa yah? Ayah membuatku penasaran. Mama juga bertingkah aneh hari ini. Aku baru saja sampai, belum selesai melepas lelah mama langsung mendorongku ke kamar seraya berkata “Rey sayang.. cepat sana mandi. Mama akan pilihkan gaun untukmu. Malam ini kita akan kedatangan tamu istimewa. Mama akan mendandanimu secantik mungkin.” “ap..apa ma? Ini ada apa ma? Kenapa semua orang bertingkah aneh hari ini?” “cepatlah Rey.. mama akan menunggumu.” Aneh. Mama, ayah,.. semuanya bertingkah aneh. Oh iya.. juga lelaki cab*l tadi. Ahh.. ya sudahlah sebaiknya aku segera mandi. Sebelum mama berteriak ria memanggil aku dengan suara yang naik 1 oktaf.

Beberapa menit kemudian aku selesai mandi. Dan, apa? Mama benar benar sudah menyiapkan gaun untukku. Ada apa sebenarnya hari ini? Ahhkk!!! Ini sangat aneh. “mama!! Ini ada apa sebenarnya? Kenapa aku harus memakai gaun? Siapa sebenarnya yang akan datang?” teriakku frustasi. Aku benar-benar frustasi saat ini. “Rey.. sudahlah. Ikuti saja perintah mama cepat pakai gaun itu!” huft.. jika sudah seperti ini, apa boleh buat?
Rey pov’s end

Cerpen Karangan: Derisma Paulina
Facebook: Derisma Paulina Haloho

Cerpen Brother Complex (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seandainya

Oleh:
Sore itu dia datangg menemuiku, di balkon depan rumah, dia duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh

Bukan Gustave Eiffel

Oleh:
Kau bisa berpaling kau bisa mencintai orang lain kau bisa melakukan apapun yang tidak ku sukai asalkan aku tidak melihatnya. Mungkin tidak akan seperti Gustave Eiffel yang mampu merancang

Cinta Yang Terobati

Oleh:
Kisah cinta nggak semudah atau segampang yang kita bayangkan, itu semua butuh perjuangan untuk mendapatkanya. Ketika orang yang kita sayang 100% pada akhirnya akan ada dua jawaban: dapat teman

Pacarku Daun Muda (Part 1)

Oleh:
Memangnya salah ya kalau aku mempunyai pacar yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari umurku? Bukankah ada pepatah yang mengatakan cinta itu tidak memandang umur, status, keturunan dan yang

Cinta Lewat Kamera

Oleh:
Pagi yang cerah untuk mengawali hari ini dengan bersekolah sebagai siswi SMA Nusa kelas 10 C. Ditemani oleh teriknya mentari, sejuknya angin di pagi hari, dan secangkir kopi hangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *