Brother Complex (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 19 August 2017

Author pov
Setelah Rey selesai memakai gaun yang dipilih oleh mamanya, tanpa aba aba mamanya langsung mendandaninya. Soal penampilan mamanya terkesan sangat cerewet. Namun itu semua karena dia ingin putrinya menjadi seorang perempuan yang benar benar perempuan. Dia tahu Rey tidak tomboy. Hanya saja rey tidak tahu style, dia tidak modis dan cara berpakaiannya sangat membosankan. Tapi malam ini semua itu akan berubah. Dia akan merubah Rey menjadi seorang putri 1 malam. Terdengar klise memang. Namun itu memang benar. Karena dia yakin setelah acara selesai Rey akan segera kembali kepenampilannya yang semula. Yup.. tanpa style.

Beberapa saat kemudian…
Rey merasa cukup lelah dan jenuh selalu menutup matanya sampai mamanya memberi aba aba untuk membuka matanya. Mamanya mungkin sedang berkarya di wajahnya. Pikiran konyol itu membuat rey tertawa dalam hati dan tanpa bisa disembunyikan dia akhirnya tersenyum dengan mata tertutup.

“Rey..! apa yang kau tertawakan?” kata mamanya mengagetkan Rey. Rey tersentak dan membuka matanya secara tiba tiba. Dia lebih terkejut bahkan sangat terkesima melihat seseorang yang sedang bercermin saat ini. Siapa gadis cantik itu? Apakah itu aku? Batinnya.
“bagaimana Rey? Kau menyukainya? Mama sudah bekerja keras.” Kata mamanya dengan membanggakan dirinya sendiri. Rey sangat menyukainya. Make up yang natural. Tidak terlalu tebal sehingga membuatnya seperti badut. Gaun itu juga sangat serasi dengan tatanan rambut yang sederhana namun elegan. “ma.. Rey sangat sangat menyukainya! Mama sangat hebat. Mama yang terbaik.” Seru Rey dengan semangat yang menggebu gebu. Mamanya tertawa melihat putrinya menyukai hasil kerjanya.
Kemudian Rey tersadar. Sebenarnya apa tujuan mamanya mendandaninya seperti ini. “Ma.. sebenarnya ada apa? Kenapa aku harus berdandan seperti ini?”
“sudahlah Rey. Ikuti saja apa yang mama katakan. Tidak akan terjadi apa-apa kepadamu sayang. Baiklah. Mama harus bersiap-siap juga. Kan aneh kalau kau sudah seperti Cinderella sedangkan mama tetap seperti ini. Bye sayang” mamanya Rey pergi setelah mengecup kening Rey. Namun perkataan mamanya tadi belum membuat hatinya tenang. Malah semakin menambah degub jantungnya.

Hingga beberapa saat kemudian mamanya datang dan mengajak Rey ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia berbagai macam hidangan mewah. Lengkap beserta makanan penutupnya. Haha ini berlebihan. Batin Rey tertawa hambar.
“Ini seperti akan menyambut seorang presiden saja. Ada apa sebenarnya?” Rey berbicara sendiri dan itu membuat mamanya memicingkan mata ke arahnya. Sedangkan Ayah Rey hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rey dan Istrinya itu. Kemudian dia angkat suara “Rey, maaf jika kami sudah membuatmu penasaran satu hari ini. Ada hal penting yang harus ayah sampaikan kepadamu Rey. Tapi kita harus menunggu seseorang datang terlebih dahulu. Tidak lama lagi dia akan tiba.” Setelah menunggu beberapa menit tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka. Rey bangkit untuk membukakan pintu. Setibanya di depan pintu dia melihat seorang pria bersetelan formal berdiri membelakanginya. Walaupun begitu dia dapat memastikan bahwa pria itu adalah pria yang tampan. Kemudian Rey berkata “emm.. hey. Silahkan masuk.” Mendengar suara itu pria itu terkejut hingga dengan cepat dia membalikkan badannya dan “kau?!” “pria cab*l!?” kata mereka bersamaan.
Rey terkejut buan main. Ternyata orang yang diundang ke rumahnya adalah pria cab*l yang tadi siang ditemuinya di kantor. Dan Nickholas lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa di rumah orangtua angkatnya ada wanita yang disukainya.

Tiba tiba Rey berteriak dengan kencang dan membuat kedua orangtuanya menghampiri mereka keluar. “Rey sayang.. ada apa?” mamanya bertanya dengan panik. Sementara ayahnya langsung merengkuh Rey kedalam pelukannya dan mengusap punggung Rey dengan lembut. Mamanya kemudian mengalihkan pandangan dan Melihat Nick, anak angkatnya sudah datang lalu bertanya “Nick, kenapa Rey berteriak seperti tadi? Apa yang terjadi?” “Aku tidak tahu ma. Tiba-tiba saja dia berteriak seperti tadi.” “Rey sayang.. ada apa?” tanya ayahnya kepada Rey. “Ayah.. dia ini pria cab*l yang tadi kutemui di kantor. Dia gila ayah.” “APA? CAB*L?” kata orangtuanya berbarengan. Mata Nick terbelalak. Dia tidak menyangka bahwa Rey dengan mudah mengatainya cab*l. Itu salahnya memang. Membuat Rey takut saat di kantor tadi. “cab*l bagaimana yang kau maksud Rey? Ayah tidak mengerti” “tadi pagi saat aku baru saja sampai di kantor, aku langsung memasuki lift untuk naik ke ruanganku. Lalu aku melihatnya berlari tergesa-gesa dan menahan pintu lift kemudian dia masuk. Awalnya tidak ada yang berbicara diantara kami ayah. Namun tiba tiba saja dia menyudutkanku dan mengurungku kemudian mendekatkan wajahnya kearahku. Yang paling membuatku kesal dia mengataiku bodoh.” Rey menjelaskan dengan menggebu-gebu dan masih berlindung di dalam rangkulan ayahnya. Kemudian Rey mendongak melihat ekspresi ayahnya. Ayahnya menahan tawa setelah mendengarkan penjelasan Rey yang menggebu-gebu tadi. Dan mamanya juga sama. Sedangkan Nick, wajahnya sudah memerah karena menahan malu. Rey bingung melihat tingkah kedua orangtuanya. Bukannya memarahi Nick atas perbuatan gilanya di kantor tadi, orangtuanya malah menahan tawa. Hingga akhirnya tawa kedua orangtuanya pecah. Rey terheran melihat mereka berdua.

Rey akhirnya melepaskan pelukan ayahya dan mendongak untuk melihat wajah ayahnya yang menurutnya menyebalkan sekarang. Ayahnya masih saja tertawa terbahak-bahak hingga dengan perasaan kesal dia meninju perut ayahnya. Akhirnya ayahnya berhenti tertawa dan memegangi perutnya yang sakit akibat pukulan keras dari putrinya itu. “kenapa kau memukul ayah Rey?” “ayah sedari tadi tertawa. Aku berkata jujur ayah. Dia ini pria yang gila yang tadi kutemui dikantor. Aku kesal ayah hanya tertawa mendengar penjelasanku. Memangnya apa yang lucu ayah?” Tanya Rey mendesak ayahnya. Sedangkan Nick, dia tidak menyangka bahwa Rey dapat memukul perut ayahnya seperti itu. Selama dia mengenal ayahnya, dia tahu bahwa ayahnya adalah orang yang tidak suka jika seseorang memukul perutnya. Itu konyol kata ayahnya. “ahh.. sebaiknya kita semua masuk ke dalam dan membicarakannya baik-baik. Bagaimana Rey dan Nick?” ooh.. jadi nama pria cab*l itu Nick? Batin Rey.

Mereka semua akhirnya berkumpul di meja makan dan makan malam dengan tenang. Selama makan malam berlangsung Rey hanya diam begitu juga dengan Nick. Hanya kedua orangtua mereka yang berbicara. Setelah makan malam berakhir, mereka semua beranjak ke ruang keluarga. Rey lebih memilih duduk merapat dengan ayahnya. Sedangkan Nick dia yang awalnya duduk sendiri sekarang sudah duduk merapat dengan ibunya. Kemudian ayahnya membuka suara “begini Rey dan kau Nick. Ayah akan memberitahukan hal penting kepada kalian berdua. Karena ayah rasa ini adalah waktu yang tepat. Sebenarnya Rey adalah adikmu Nick. Dan Rey, Nick ini adalah kakak tirimu. Maaf ayah baru memberi tahu hal ini sekarang. Karena menurut ayah ini adalah waktu yang tepat.” “APA!!??” teriak keduanya bersamaan. Rey dan Nick sama-sama terkejut. Bagaimana bisa pria cab*l itu kakak tiriku? Batin Rey. Ahhh.. ini tidak benar. Bagaimana gadis yang aku sukai ini adalah adik tiriku. Oh sh*t. batin Nick geram. Nick tidak menyangka bahwa gadis ini adalah adik tirinya.

“ayah.. bagaimana bisa? ma..maksudku bagaimana caranya dia menjadi kakakku? Sedangkan aku saja baru pertama kali bertemu denganya Yah..?” “begini Rey. Dia kami adopsi saat kami pikir kau tidak akan hadir ke dunia ini. Saat kami pikir kami tidak akan memilikimu. Namun setelah mengadopsi Nick pada umurnya yang ke 3 tahun akhirnya mamamu mengandungmu. Kami sangat senang atas kehadiranmu Rey. Nick selalu mejadi kakak yang baik untukmu sampai pada usia Nick yang ke 8 kami menyadari Nick memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pada usianya yang ke 8 dia sudah lulus dari sekolah dasar karena masuk kelas akeselari. Dan tanpa pikir panjang kami mengirimyna untuk melanjutkan studynya di California dan setelah umurnya yang ke 17 dia sudah menyelesaikan S2nya. Akhirnya dia pulang dan menetep di New York sudah 3 tahun ini. Dia tidak pernah datang berkunjung kerumah dan ayah yang selalu datang mengunjunginya ke apartemenya.” Setelah penjelasan yang panjang lebar tersebut, rey menghela nafas dan tampak berpikir sebentar kemudian bertanya lagi “baiklah aku paham. Lalu ayah ada satu hal yang sangat ingin aku tanyakan dari dulu. Kuharap ayah mau menjawab pertanyaanku sekarang.” Ayah Rey mengangguk lalu Rey berkata “kenapa di umur ayah yang ke 34 ayah sudah memiliki aku yang sudah bermumur 17 tahun sebagai putri ayah. Apa ayah sudah berumah tangga pada usia 17 tahun? Kan tidak mungkin ayah.. tidak mungkin!” Austin ayah Rey dan Emely saling bertatapan dan sama-sama menghela nafas berat. Kemudian mamanya mulai menitikkan air matanya. Rey bingung melihat hal itu. Sedangkan ayahnya memeluk bahu Rey dan berkata. “Maaf Rey. Selama ini ayah menyembunyikan hal penting darimu. Ayah menyembunyikan kebenaran darimu Rey. Sebenarnya.. sebenarnya Emely bukan ibu kandungmu. Saat ayah berusia 17 tahun.. ayah.. ayah melakukan sebuah kesalahan dengan kekasih ayah, Rachel. Hingga akhirnya kau terlahir ke dunia dan ibu kandungmu meninggal karena leukemia. Ayah bersikeras untuk kesembuhannya namun dia menyerah dan menyuruh ayah untuk menikah dengan Emely yang merupakan sahabat dari ibumu. Apa yang ayah katakan tadi kebohongan Rey. Sebenarnya Nick memang kami adopsi namun pada saat usiamu 3 tahun dan Nick 5 tahun. Maafkan ayah Rey.. maafkan ayah sudah membohongimu selama ini Rey.” Rey masih diam mencerna sebuah kebenaran yang ditutup-tutupi oleh kedua orangtuanya selama ini. Sedangkan Nick. Dia hanya diam dan menatap prihatin ke arah Rey. Dia tahu Rey pasti sangat terpukul sekarang. Dia tidak menyangka bahwa orangtuanya masih belum memberitahukan semua ini kepada Rey sampai dia berusia 17 tahun.

Mama Rey-Emely- sudah dibanjiri oleh air matanya. Nick tidak dapat berbuat apa-apa. Hingga akhirnya Rey beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan pelukan ayahnya pada bahunya. Dia berjalan dengan tangan terkepal di sisi tubuhnya. Dia berjalan naik ke lantai 2 kearah kamarnya. Kemudian dia membanting pintu kamarnya dengan keras hingga membuat Nick dan kedua orangtuanya terkejut. Emely menangis sesunggukan dipelukan suaminya, Austin. Setelah berpikir dengan keras. Akhirnya Nick memutuskan untuk menyusul Rey kekamarnya. “Nick, ke mana kau akan pergi?” Tanya Austin. “aku harus menyusulnya ayah.” Kemudian dia mengangguk dan berjalan sedikit tergesa gesa ke kamar Rey.

Dia memutar kenop pintu namun terkunci. Dia akhirnya mengetuk pintu dan memanggil Rey. “hey.. Rey. Ini aku Nick. Kakakmu. Buka pintunya. Kau tidak ingin memelukku? aku kakakmu.” “dasar gila. Pergi kau. Jangan menggangguku.” Jawab Rey sambil menangis. “dasar adik yang jahat. Aku kakakmu bisa bisanya kau mengataiku gila” kata Nick dengan jengkel. “kau menangis bukan? Apa kau tidak lapar karena menangis?” “tadi aku sudah makan banyak saat makan malam. Aku tidak lapar. Aku memiliki banyak kekuatan untuk menangis.” Dan Nick mulai kesal. Jawaban konyol macam apa itu? Batinnya kesal.
“ahh.. sudahlah. Buka saja pintunya. Cepat!” “tidak mau. Pergi dari sini. Pergi” kata Rey keras kepala. Karena sudah sangat sangat kesal akhirnya Nick menendang pintu dan langsung masuk begitu pintunya terbuka.

Rey kesal melihat pintunya rusak dan menangis dengan kencang “kenapa kau meursak pintuku!? Hikss.. lihat kau merusaknya. Huaaa..aa..a.. kau merusaknya Nick.. hikss. Pintunya Rusak. Pintu itu pasti kesakitan. Hikkss hikss. “Nick menganga mendengar racauan gadis itu. Itu hanya sebuah pintu. “hey.. itu hanya sebuah pintu” dia kemudian mendekat dan dengan sekali hentakan dia menarik tangan Rey dan memeluknya. “pintunya rusak.. rusak hikss” racau Rey di pelukan Nick. Entah kenapa dia hanya ingin menangis saat ini. Nick semakin erat memeluk Rey. “dasar gadis bodoh. Itu hanya sebuah pintu. Sekarang menangislah.” Kemudian Rey menumpahakan segala kesedihannya di pelukan Nick. “hiks. Hiks.. aku ti… tidak menyangka ternyata Emely bukan mama kandungku. Ternyata aku anak *MBA. Aku adalah sebuah kesalahan Nick.. huaaa..aa.. aku sebuah kesalahan Nick. Hiks hiks.. it’s hurt Nick. I feel so Sick. Aku merasa sesak Nick. Aku merasa jantungku akan meledak. Ini sangat menyakitkan Nick. I born to this world because an accident.” racauannya semakin melantur dan tidak beraturan. “Rey.. sudahlah de-” “aku sebuah kesalahan. Aku bodoh hiks..” “Rey.. tenanglah de-” “ini menyakitkan Nick.. ini menyakitkan” kembali Rey memotong perkataan Nick.

Cerpen Karangan: Derisma Paulina
Facebook: Derisma Paulina Haloho

Cerpen Brother Complex (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Langit Senja Kita

Oleh:
Aku selalu ngak mengerti kenapa aldora selalu melihat ke arah langit sore setiap kami pulang rapat OSIS di sore hari. Tapi aku ngak pernah melewatkan memperhatikannya dengan kegiatannya itu

F For Farah

Oleh:
Aku senang membiarkan diriku terbuai dalam lamunan. Bagiku itu sangat mengasyikkan, sekaligus membuat diriku sibuk daripada berbuat sesuatu yang tidak jelas. Kali ini aku kembali melamun, sambil menatap melalui

Senyuman Senja Terakhir

Oleh:
Kucabut satu per satu kesepian di ruang kelas baruku ini. Kutatap tajamnya sinar mentari pagi yang menembus kelambu biru langit di sampingku. Aku duduk di bangku paling belakang. Kesunyian

Pesona Pagi

Oleh:
Tak akan pernah ada yang tau rencana Tuhan bentuknya seperti apa dan bagaimana. Tapi sebaiknya kita selalu tetap percaya dibalik air mata yang tak henti bercucuran akan lekas berganti

Simpul Kebahagiaan Dalam Hujan

Oleh:
Hujan punya cerita tentang kita. Hujan tau bahkan mengerti bagaimana aku merindukanmu. Malam itu langit mendung. Hujan pun perlahan menampakan jati dirinya melalui rintikan-rintikan indah yang menyentuh tubuhku. “Ayo…”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *