Cakra dan Cikka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 August 2015

Aku menyukaimu dari awal aku melihatmu dan aku diam-diam selalu memperhatikanmu meski tak pernah kau lihat aku tetap melakukannya.

Seorang gadis cantik bernama Cikka ini terus saja berjalan di koridor sekolah sambil sibuk membaca novelnya. Ya, Cikka ini lebih senang membaca novel dibandingkan dengan buku-buku pelajaran jadi wajar saja jika Cikka mendapat peringkat terakhir di kelasnya. Cikka ini adalah gadis yang ceria, ceroboh dan pantang menyerah contohnya saja dia menyukai Cakra pria yang menjadi idola di sekolah karena ketampanan dan kecerdasannya yang sungguh luar biasa.

“Cikka! Cikka!” teriak seseorang memanggil nama Cikka, namun Cikka tidak mempedulikannya dia masih saja sibuk membaca novelnya.
“Cikka! Cikka! Cikkaaaa!!!” teriak seseorang lebih keras sampai akhirnya Cikka pun melirik ke arah seseorang yang memanggilnya.
“Karina ada apaan sih?” tanya Cikka.
“Cikka, kamu ini yah kalau udah sibuk sama novel susah banget diganggu padahal aku mau kasih tahu kamu sesuatu tentang Cakra” Cikka langsung menutup novelnya. Ya, Cikka ini paling tidak bisa meninggalkan satu informasi tentang Cakra meski Cakra pria yang dia sukai tidak pernah meliriknya sekalipun.
“emang ada apa dengan Cakra?” tanya Cikka penuh semangat.
“dia satu kelas dengan kita mulai hari ini” balas Karina, Cikka kaget bukan main perasaannya bercampur aduk antara senang dan gelisah.

Jam pelajaran pun dimulai, Cikka yang sudah duduk di bangku kelas XI IPA 6 ini tampak begitu gelisah menanti kedatangan Cakra, pria yang dia sukainya selama 1 tahun terakhir ini. Beberapa menit kemudian pun wali kelas XI IPA 6 yaitu Bu Rika pun datang bersama Cakra, semua murid pun terkagum-kagum melihat ketampanan Cakra termasuk Cikka yang kini benar-benar terpesona oleh Cakra.
“Tuhan, bagaimana bisa aku tidak menyukainya kalau setiap hari dia selalu membuatku terpesona” batin Cikka.

Entah ini adalah sebuah kebetulan atau memang ini cara Tuhan untuk bisa memperdekatkan Cikka dengan Cakra agar cinta bertepuk sebelah tangan Cikka selama 1 tahun ini terbalas dan menjadi akhir dari sebuah kesabarannya yang memperjuangkan cintanya terhadap Cakra. Cakra selesai memperkenalkan dirinya lalu dia pun dipersilahkan duduk oleh ibu Rika tepat di sebelah tempat duduk Cikka.
Deg! Jantung Cikka berdetak lebih cepat dan keringat dingin pun mulai membasahi telapak tangannya, Cikka begitu gugup saat duduk bersampingan dengan Cakra.

“namaku Cikka, semoga kita berteman baik” ucap Cikka sambil menunjukan senyuman manisnya terhadap Cakra.
“oh, kamu Cikka gadis yang mendapat peringkat terakhir di kelas ini dan mendapat nilai terendah dari 207 murid ipa di sekolah ini? Oh iya kamu juga yang sering menyimpan surat cinta di lokerku kan?” balas Cakra dingin tanpa ekpresi apapun.

Semua murid yang mendengarkan ucapan Cakra pun tertawa tapi tidak dengan Cikka yang kini menunduk menahan rasa malu, ah bagaimana bisa pria yang dia sukai ini berbicara setajam itu? Cikka menghela napas lalu menatap sinis ke arah Cakra sambil mengigit ujung bibirnya pelan.

“kau ini pria macam apa sih? Beraninya berbicara seperti itu terhadap seorang wanita, dasar kau pria berhati sempit!” ucap Cikka dengan nada penuh ketegasan.
“apa yang kau bilang? Berhati sempit?” Cakra mulai mendekati Cikka dengan tatapan sinisnya itu membuat Cikka sedikit ketakutan. Cakra meraih tangan Cikka karena Cikka berusaha melarikkan diri dari hadapan Cakra.
“I-i-iy..iya behati sempit! Kenapa? Kau tidak suka?” Balas Cikka gugup, Cakra tertawa lalu melepaskan genggamannya terhadap tangan Cikka.
“dasar gadis bodoh!” balas Cakra sambil berjalan keluar kelas sedangkan Cikka hanya menatap kepergian Cakra dengan rasa kesalnya yang semakin memuncak.
“apa? bodoh? Wanita bodoh? Hey, Cakra pria berhati sempit kau pikir kau siapa beraninya kau mengatakan aku ini bodoh! Lihat saja nanti aku bakalan bisa meraih posisi 50 terbaik akhir semester ini!” teriak Cikka sambil melempar buku dan tas Cakra, semua murid yang berada di kelas pun kaget dan heran dengan sikap Cikka seperti ini.

Pelajaran di sekolah pun selesai semua murid pun segera berhamburan keluar dari sekolah termasuk Cikka, Cikka pulang dengan mengendarai sepeda kesayangannya saat di tengah perjalanan Cikka melihat Cakra sedang mengobrol dan bermain dengan beberapa anak kecil. Cikka begitu senang bisa melihat Cakra yang bisa tersenyum manis dan tertawa lepas seperti ini beda dengan Cakra yang dia kenal di sekolah yang dingin, berhati sempit dan mulutnya yang tajam melebihi pisau.

“sedang apa kau di situ?” tanya Cakra yang melihat Cikka.

Cikka pun kaget dan bingung harus menjawab apa, lalu beberapa anak kecil yang tadi bermain dengan Cakra pun datang menghampiri Cikka sambil tersenyum beberapa anak kecil itu pun menarik tangan Cikka dan mengajak Cikka bermain bersama. Cakra tersenyum melihat tingkah laku Cikka yang lucu dan konyol.
“jika seseorang mengajakmu bermain seharusnya kau tidak menolak, terlebih lagi jika mereka adalah anak kecil yang sangat menggemaskan” ucap Cakra, Cikka pun tersenyum dan menerima ajakkan untuk bermain bersama.

Cikka pun sangat senang bisa bermain seperti ini bersama Cakra dan beberapa anak kecil yang lucu dan menggemaskan begitu pula dengan Cakra yang sepertinya juga senang dan menikmati kebersamaan mereka saat ini dan tak terlepas dari itu Cakra pun diam-diam memotret Cikka yang begitu manis dan cantik saat tersenyum. Sudah sore hari mereka pun berhenti bermain beberapa anak kecil tadi pun sudah pulang ke rumah singgah mereka sedangkan Cikka dan Cakra masih duduk bersama di bangku taman sambil menikmati es krim yang dibelikkan oleh Cakra. Kecanggungan pun mulai terasa mereka berdua hanya duduk diam sambil memakan es krim tanpa ada sepatah atau dua patah yang keluar dari mulut mereka.

“Mr. ice cream” ucap Cikka pelan.
“apa maksudmu?” tanya Cakra yang mungkin mendengar perkataan Cikka tadi.
“aku akan memanggilmu Mr. Ice Cream dan ini…” ucap Cikka lalu mengambil handphone Cakra dan memiscall ke nomor handphonenya. “akan ku beri nama Mr. Ice Cream nomormu di kontak handphoneku” lanjut Cikka tersenyum puas.

Cakra kaget dengan tingkah konyol Cikka, Cakra mulai berpikir tentang hal ini tentang di mana semua temannya yang mengatakan bahwa Cikka memang mempunyai sikap yang menyenangkan. Kini giliran Cakra yang mengambil handphone Cikka dan memiscall ke nomor teleponnya.
“namamu di kontak handphoneku akan ku beri nama Mata Mengantuk.” Cakra dan cikka pun tertawa lepas bersama-sama mereka bahkan melupakan pertengkaran mereka di sekolah tadi.

Sudah 3 bulan Cakra dan Cikka berteman baik di luar sekolah dan mereka juga sering belajar bersama di rumah singgah bersama anak-anak yang tinggal di rumah singgah, Cakra dan Cikka sangat menikmati kebersamaan mereka di luar sekolah karena di sekolah mereka tidak memiliki waktu bersama untuk mengobrol ataupun bercanda bersama. Cikka sangat heran dengan sifat Cakra yang susah ditebak. Ya, kalau di sekolah Cakra bagaikan iblis yang berhati sempit, berdarah dingin dan bermulut tajam terhadap Cikka. Sedangkan di luar sekolah dia bagaikan malaikat yang manis akan perkataannya dan lembut akan tingkah lakukanya terhadap Cikka.

“Cakra!” teriak Cikka memanggil Cakra yang sedang asyik mengobrol bersama dengan teman-temannya di kantin.
“Cakra!” panggil Cikka namun tak ada sahutan sedikitpun dari Cakra, Cikka pun berlari ke arah Cakra namun ada seorang gadis bernama Irana sambil membawa segelas jus lalu dengan sengaja menabrak Cikka sehingga membuat Cikka jatuh dan jus yang dibawa oleh Irana pun tumpah mengenai seragam Cikka.
“ups.. sorry” ucap Irana sambil tertawa.

Cikka hanya diam dan berusaha membersihkan seragamnya yang terkena tumpahan jus, murid-murid yang ada di dalam kantin pun hanya duduk manis sambil melihat tontonan seorang Cikka gadis bodoh yang sedang dipermalukan oleh Irana seorang gadis cantik, pintar dan merupakan idola di sekolah ini. Cikka ternyata belum juga sadar bahwa dia saat ini sedang dipermalukan oleh Irana, Irana dengan sengaja menumpahkan jusnya lagi tepat di kepala Cikka. Cakra yang melihat kejadian itu hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa, Cikka tertunduk diam dan perlahan menatap ke arah Cakra namun Cakra membuang muka ke arah lain. Sedih? Jelas Cikka sedih bagaimana bisa Cakra melakukan itu terhadapnya, Cikka pun beranjak berdiri dan pergi meninggalkan kantin dengan rasa malunya.

Cikka duduk manis dan sibuk membaca novelnya dia tidak mempedulikan teman-teman kelasnya yang melihat keadaan seragam Cikka yang kotor karena tumpahan jus tadi, Cakra pun datang dan duduk di samping Cikka namun Cikka tidak mempedulikannya hati Cikka masih terlalu sakit untuk melihat wajah Cakra pria yang dia sukainya itu.

Drt! Drt! Handphone Cikka bergetar lalu Cikka mengambil handphonenya dari saku seragamnya dan dilihat ternyata ada 1 pesan dari Cakra, Cikka tidak membuka pesan itu dia meletakkan handphonenya di atas meja dan melanjutkan membaca novel. Cakra menghela napas melihat sikap Cikka seperti ini.

“apa kau marah? aku tidak mengatakan kamu ini bodoh tapi rasanya memang benar yang dikatakan mereka semua kalau kau ini memang bodoh” bisik Cakra pelan, Cikka melirik ke arah Cakra dan menatap sinis ke arah Cakra.
“apa maksudmu?”
“kau ini tadi sedang dipermalukan di depan semua orang tapi kau hanya diam menunduk tanpa melawannya sedikitpun”
“jangan bicara lagi, seharusnya tadi kau membantuku bukan diam dan menontonku seperti tadi, kau benar-benar tidak punya hati!” teriak Cikka melepaskan semua rasa amarahnya terhadap cakra.
“CIKKA!!!” sentak Cakra pada Cikka yang sontak membuat suasana kelas mendadak menjadi tegang.
“jangan pernah menundukan kepalamu jika kau memang tidak bersalah!” lanjut Cakra.
“pindah!” balas Cikka.
“maksudmu?”
“pindah ke bangku sebelah, aku tidak mau duduk bersama dengan pria berhati iblis sepertimu!” balas Cikka dengan tatapan tajam penuh amarah.

Cikka beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas menuju kamar mandi. Saat di kamar mandi Cikka tidak sengaja mendengarkan percakapan Irana dan temannya Jenny.

“lihat bajuku kotor seperti ini, Cakra sepertinya benar-benar sengaja melakukan ini padaku” ucap Irana.
“sengaja? Bagaimana bisa dia melakukan ini dengan sengaja terhadapmu?” balas Jenny sambil membantu membersihkan noda di baju Irana. Cikka yang melihat dan mendengarkan percakapan antara Irana dan Jenny pun hanya bisa menhela napas.
“kau selalu melakukannnya dengan caramu sendiri. Cakra kau benar-benar egois!” batin Cikka.

Cikka pun menggurungkan niatnya untuk ke kamar mandi dan kembali ke dalam kelas dilihatnya tas Cakra masih ada di samping tempat duduknya.
“syukurlah dia belum pindah” batin Cikka, namun beberapa menit kemudian Cakra memindahkan tasnya ke bangku sebelah tepat di bangkunya Karina. Cikka menyesal atas sikapnya tadi terhadap Cakra namun tetap Cikka masih menyimpan perasaan kesalnya terhadap Cakra.

Sudah hampir 2 bulan Cika dan Ckara tidak pernah lagi bermain ataupun belajar bersama, di sekolah pun mereka tidak pernah lagi saling betegur ataupun saling menyapa, semuanya mendadak hilang kebersamaan yang dulu mereka miliki kini menjadi kecanggungan yang menyelimuti keduanya. Sekarang adalah masa-masa di mana Cikka harus berusaha mendapatkan nilai memuaskan untuk UAS dan mendapatkan posisi 50 terbaik dari semua murid Ipa di sekolah.

UAS hari ke hari pun telah dilewati semaksimal mungkin oleh Cikka sampai akhirnya pengumuman peringkat 50 terbaik yang akan menempati ruang khusus atau kelas unggulan akan ditempel di mading sekolah hari ini. Cikka tetap optimis bahwa dirinya akan terlepas dari sebutan Gadis Bodoh dan benar saja pengumuman peringkat 50 terbaik sudah ditempel di mading sekolah dan Cikka mendapatkan peringkat paling akhir yaitu peringkat ke 50 terbaik yang artinya dia merupakan siswa unggulan dengan hasil yang memuaskan ke 50 dari semua murid Ipa.

Cikka senang akhirnya dia bisa mendapatkan peringkat 50 terbaik berarti usahanya selama ini tidak sia-sia semua ini masih ada bantuan dari Cakra. Cikka juga turut senang akan peringkat yang didapatkan oleh Cakra yaitu peringkat pertama dari 50 terbaik dan tahun ajaran baru nanti Cikka akan kembali sekelas bersama Cakra dalam satu ruangan yang khusus.

“selamat!” ucap seseorang kepada Cikka.
“Cakra?” Cikka kaget ternyata yang memberikan selamat pertama padanya adalah Cakra, Cikka hanya diam mematung sambil memikirkan kembali kesalahannya 2 bulan yang lalu.
“maaf,” lanjut Cikka.
“aku tidak menerima permintaan maafmu” balas Cakra, Cikka kaget dengan ucapan Cakra yang dingin seperti ini.
“berikan aku ucapan selamat” lanjut Cakra diiringi senyuman manis dari bibirnya yang membuat Cikka semakin terpesona, Cikka pun tersenyum hangat dan tertawa kecil.
“Selamat Cakra kau bisa mempertahankan peringkatmu” ucap Cikka.

“aku boleh bertanya?” ucap Cakra yang lalu menerima anggukan dari Cikka.
“kapan kau mulai menyukaiku?”
“Aku menyukaimu dari awal aku melihatmu dan aku diam-diam selalu memperhatikanmu meski tak pernah kau lihat aku tetap melakukannya”
“apa kau senang selama 2 bulan terakhir ini menjauh dariku? Apa perasaan sukamu terhadapku sudah mati?” tanya Cakra yang sontak membuat Cikka membulatkan kedua bola matanya.
“menjauh darimu adalah suatu penderitaan untukku, batinku cukup tersiksa jika aku merindukanmu tapi aku tidak bisa mengatakan bahwa aku merindukanmu. Aku selalu memperhatikanmu secara diam-diam saat di kelas, di kantin ataupun saat di rumah singgah”. Balas Cikka yang lalu perlahan menitikkan air mata.

“kau tahu, aku sangat membenci hari minggu dan hari libur karena saat itu aku tidak bisa bersekolah dan tidak bisa melihatmu, bahkan saat aku sakit aku tetap bersekolah agar bisa bertemu dan melihatmu” lanjut Cikka yang mulai menangis lepas, Cakra menyentuh kedua pipi Cikka dan menghapus air mata Cikka menggunakan jari tangannya.
“jangan menangis, matamu adalah mata mengantuk jika kau menangis aku tidak yakin matamu akan seperti apa nanti” ucap Cakra lalu mengelus-elus rambut Cikka.
“kau ini seperti ice cream, walaupun sikapmu dingin terhadapku tapi kau selalu memberikan aku kesan manis pada akhirnya” ucap Cikka lalu tersenyum.
“aku tahu itu, maaf karena aku terlalu lama membuatmu menunggu dan terlalu lama membuatmu sakit hati seperti ini, tapi mulai sekarang aku akan menjagamu dan mengajarimu lagi sehingga kita akan mendapatkan kembali waktu bersama yang sempat hilang”.

Kebahagiaan biasanya hadir di akhir cerita, dan inilah yang terjadi pada kisah cinta Cikka yang akhirnya mendapatkan balasan dari Cakra dan memulai semua kisah mereka dari awal, namun Cakra tetaplah Cakra yang mempunyai dua sifat bagai iblis dan malaikat sedangkan Cikka juga tetaplah Cikka yang lebih menyukai Novel daripada buku pelajarannya.

Dua sejoli ini pun menjalani hubungan lebih dari teman namun waktu berkencan mereka selalu mereka gunakan untuk belajar bersama di rumah singgah sambil menghibur anak-anak yang tinggal di rumah singgah.

Cerpen Karangan: Selvilla Apriani
Facebook: Selvilla Apriani (Flame Winly Flow)
Nama: Selvilla Apriani
Twitter: @SelvillaApr

Cerpen Cakra dan Cikka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berkah Jadi Santri

Oleh:
Nama gue Sofi, gue siswa di salah satu Mts swasta di Kediri. Gue siswa yang lumayan bandel tapi juga lumayan pinter. Eitzh… bukan bermaksud sombong. Gue hidup serba kecukupan

Need You

Oleh:
Datang seseorang berjalan menghampiriku dan seraya memanggilku. “Liana, tunggu aku.” Aku berhenti dan melihat siapa yang memanggilku dan ternyata temanku. Aku dan dia satu sekolah tapi berbeda ruangan kelas

Melepaskan

Oleh:
“Aku juga sayang kamu kok yan, tapi hanya sebatas teman tidak lebih dari itu”. Kata-kata itu selalu teringat di memori otakku berdengung di dalam telingaku dan menghantui kehidupanku. Dimana

Misteri Mitos Mimpi Makan Kue

Oleh:
“Rosa…” panggil seseorang dari belakangku. “Eh? Bu Nita… ada apa, Bu?” jawabku sambil tersenyum. “Tidak apa apa! Cukup menyapa saja sama mengingatkan padamu untuk besok ya?” kata Bu Nita

Beautiful Melody

Oleh:
Melodi yang selalu ku dengar. Melodi yang selalu menenangkan diriku. Melodi yang selalu bersamaku. Melodi yang terindah yang pernah ku dengar dalam hidupku. — Namaku Nico, seorang pelajar SMA

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cakra dan Cikka”

  1. HHHH says:

    Ceritanya seperti naughty kiss yang drama korea itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *