Cinta Bersemi Di Sebuah Tour

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 2 February 2018

Pagi hari ini mendung, Tapi aku harus tetap berangkat ke sekolah takut hujan turun dan baju sekolah basah. Kenalkan gue Grasiela Putri. Aku biasa berangkat ke sekolah dengan motor, dan pagi ini aku menjemput sahabatku.

Sesampainya di depan rumah sahabatku.

“Risa ayok cepat nanti telat.” panggil ku dari luar rumahnya.
“Iya sabar.” jawab tarisa sambil menyalami tangan ibunya dan berpamitan. dan berlari kearahku lalu naik ke motorku.
“Tante kami berangkat dulu ya.” pamitku.
“Iya, hati hati.” jawab mamanya tarisa. Lalu kami berangkat ke sekolah.

“Siela cepat nanti hujan.” gesa tarisa.
“Iya, nih gue gas.” jawabku sambil memperlaju jalan motorku.

Tak beberapa menit kemudian kami sampai di sekolah.

“Untung lo gas tadi, coba kalau tidak kehujanan kita.” puji tarisa.
“Tenang selama lo sama gue.” jawabku. sambil berjalan kekelas.
“Idih bangga lo bangga…” ejek tarisa.
“Bangga lah.” jawabku. lalu kami tertawa bersama.

Sesampainya di kelas kami meletakan tas, Lalu keluar dan ke teras. Baru saja kama tegak hujan pun turun.

“Siela hujan lo.” kata tarisa
“Lalu gue harus ngapain?” tanyaku.
“Gak main hujan?” tanyanya balik.
“Gak lagi sekolah nanti basah.” jawabku sambil mengulurkan tangan menampung air hujan.

Bel masuk pun berbunyi.
“Semua siswa langsung masuk ke dalam kelas masing masing.” kata guru Tu.
Aku dan tarisa masuk ke dalam kelas.

Tak beberapa lama kemudian guru mtk datang.
“Bukannya hari ini pelajaran pertama pkn?” tanyaku pada tarisa.
“Gak tau.” jawabnya.

“Selamat pagi anak anak.” sapa guru mtk.
“pagi buk.” jawab semua siswa.
“Ibuk ingin memberitaukan bahwa sekolah kita akan mengadakan tour dua hari lagi ketaman burung, Bagi yang mau ikut nanti bisa daftar. ada pertanyaan?” kata guru mtk.

“Buk tournya kelas berapa aja?” tanya salah satu siswa dikelasku.
“Semua kelas 7-9.” jawab guru mtk.
“Buk berapa hari tournya?” tanya ku.
“Kalau gak salah sih 3-4 hari.” jawab guru mtk.

“Siela lo mau ikut ya?” tanya tarisa.
“Pastilah gue kan pencinta alam. Lo ikut ya.” jawabku.
“Bujuklah mamaku.” kata tarisa.
“Oke nanti pulang sekolah gue bujuk.” sambungku.

“Masih ada yang ingin bertanya?” tanya guru mtk.
“Enggak buk.” jawab semua siswa. Setelah itu guru mtk itu keluar dan pelajaran sambung belajar pkn.

Tak beberapa lama kemudian bel istirahat bebunyi.
“Siela perpus yuk.” ajak tarisa.
“Yuk.” jawabku, lalu kami jalan ke perpus.

Sesampainya di perpus kami langsung mencari buku yang dituju.
“Siela lo cari buku apa?” tanya tarisa.
“novel lo apa?” jawabku.
“sama novel.” jawabnya.

Setelah itu, baru saja kami mau duduk. “Di situ ada orang.” teriak seorang laki laki dari sebelah rak buku, dia masih berjalan.
“Gue yang temukan dulu, enak aja lo main rebut rebut gitu!!” bentakku.
“Gue dulu yang temukan!!” bentaknya balik.

“Santai lah lo!! gimana pun gue mau duduk di sini!!” bentakku.
“Awas lo dari situ!!” bentaknya balik.
“Udahlah siela, kita cari tempat lain aja biarin cowok serakah itu yang duduk situ!!” ajak tarisa sambil menarik tangan ku.
“Gak mod gue. Awas aja lo!!” kataku sambil meninggalkan buku di meja dan berjalan keluar.

“Sorry sahabat gue memang gitu.” kata tarisa ke laki laki serakah itu.
“Dia kelas berapa?” tanya laki laki itu.
“Kelas 8-a. lo kelas?” kata tarisa sambil mengambil buku yang kutinggal tadi.
“Kelas 9-a.” jawab laki laki itu.
“Ooo jadi lo lebih tua. gue pergi dulu.” kata tarisa, lalu pergi meminjam buku dan keluar dari perpus.

Sesampainya tarisa di kelas.
“Siela nih buku lo.” kata tarisa memecahkan lamunanku.
“Thanks.” jawabku datar.

“Lo tau gak…y” kata tarisa.
“Enggak.” jawabku memotong pembicaraan nya.
“Dengerin dulu gue bicara.” jawabnya.
“Iya gue dengar.” balasku.

“Lo tau kan cowok yang tadi di perpus, dia kakak kelas kita lo.” jawab tarisa.
“Bodo amat, gak penting sama gue, bikin hancur mod gue aja.” jawabku sinis.
“Ih gak ada merasa bersalah gitu?” tanya tarisa.
“Tarisa dengerin gue!! dia cari masal sama gue masa, gue yang duluan nampak masa dia yerobot gitu aja seenaknya emang ini sekolah milik orangtuanya.” jawabku kesal.
“Terserah lo lah.” jawab tarisa. Tak beberapa lama kemudian bel masuk pun berbunyi pelajaran pun dimulai.

“Anak anak ibu akan membacakan hasil ulangan fisika kalian.” kata guru fisika.
“Siela lo pasti 100 lagi.” kata tarisa.
“Itu sudah biasa bagi gue gak ada wahnya.” jawabku datar karena gue memang juara kelas.
“Sama gue itu wah banget.” balas tarisa.
Guru fisika membacakan nilai dan memang gue 100 setelah membacakan nilai, pelajar disambung.

Setelah itu bel pulang berbunyi. ya memang sedikit cepat jam 11.30 siswa sudah boleh pulang karena hari jum’at.
“Yuk risa gue antar lo pulang sekaligus bujuk mama lo ikut tour.” kataku.
“Oke. yuk.” jawab tarisa, lalu kami berjalan ke pakiran.

Sesampainya di pakiran aku langsung menghidupkan motor lalu pulang bersama tarisa.
“Siela gimana kalau mamaku gak bolehin.” kata tarisa.
“Gak apa apa gue pergi sendiri aja.” jawabku.

Lalu sesampainya di rumah tarisa.

“Ma risa pulang.” teriak tarisa dari pintu.
“Ih anak mama sudah pulang.” kata mama tarisa sambil membuka pintu.
“Tante.” panggilku.
“Siela masuk masuk.” ajak mama tarisa.

“Gak usah tante, cuma mau minta ijin ajak risa ikut tour ketaman burung 2 hari lagi.” jawabku.
“Boleh.” jawab mamanya tarisa.
“Makasih tante. siela pulang dulu ya tante.” jawabku sambil berjalan kemotor.
“Hati hati di jalan ya siela.” kata mamanya siela. Lalu pulang kerumah.

Sesampainya di rumah.

“Ma siela pulang.” teriakku.
“anak mama sudah pulang.” jawab mamaku.
“Udah dong, Ma siela mau ikut tour ke taman burung 2 hari lagi boleh ya.” kataku.
“Tapi pergi sama siapa?” tanya mamaku.

“Sama siswa smp yang mau ikut, risa ikut lo ma, tadi aku bujuk mamanya, dibolehin kok.” jawabku sambil berjalan ke kamar.
“Ya udah mama izinin.” balas mamaku.

Dua hari kemudian.
“Siela cepat siap siap. bus tour sudah datang.” teriak mamaku.
“Iya ma.” jawabku sambil berjalan keluar.
“Dikit kali barang yang kamu bawa.” kata mamaku.
“Kan tournya 3-4 hari, jadi siela hanya 8 helai pakaian dan lain lain, camera, buku khusus, masih ada yang lain deh pokoknya. kalau gitu siela berangkat dulu ya ma.” kataku.
“Hati hati di jalan ya nak.” balas mamaku.

Sesampainya di dalam bus.
“Siela!! duduk sebelah aku.” teriak tarisa sambil mengangkat sebelah tangannya, Aku langsung berjalan ke arah kursinya.
“Risa gue duduk dekat jendela ya.” kataku.
“Terserah lo.” jawab tarisa sambil bergeser tempat duduk.

Setelah duduk.
“Siela lihat siapa yang di depan lo.” kata tarisa. Aku sambil melihat dan..
“What?!! cowok serakah itu!!” kataku.
“Iya dia ikut tour juga.” jawab tarisa.

“Risa lo kok gak bilang kegue kalau dia ikut.” kataku.
“Emang kalau gue beritau apa yang lo mau lakukan?” kata tarisa.
“Gue. ya gak ikut lah.” jawabku.

“Woi!!! Gue tau kalian bicarakan aku.” kata cowok serakah itu.
“Terserah gue mulut mulut gue, apa hubungannya sama lo?!!” bentakku.
“Gak usah garang-garang, gue gak takut kok.” jawab laki laki serakah itu.
“Diam lo cowok serakah.” bentakku.

“Tadi lo bilang gue apa?” tanyanya pura pura tidak dengar.
“Cowok serakah!!” jawabku.
“Apa lo bilang gue cowok serakah!? lo gak kenal gue makanya gak tau.” balasnya.
“Loll.” jawabku.

“Oke kalau gitu kita kenalan. Gue David kelas 9-a.” katanya.
“Gak penting sama gue.” jawabku.
“Sekarang nama lo siapa?” tanyanya.
“Apa pentingnya nama gue sama lo?!” jawabku.

“Apa pentingnya? kenalan doang aja salah, ih cewek garang!!” katanya.
“LOLL!!” balasku.
“WOI!!! kalian ini ribut kali, lama lama gue kawinin kalian berdua!! setiap ketemu kelahi lagi kelahi lagi.” bentak tarisa.
“Diam lo!!” kataku serentak sama David.

“Cie… kompak, jodoh ya?!” ejek tarisa.
“Oke dari pada gue jadi korban ko David pindah sebelah lo aja, pusing dengar kalian bertengkar!!” kata tarisa.
“Risa enggak gue gak mau!!” jawabku.
“Idih siapa juga yang mau pindah ke sebelah lo.” Balas David.

“Kalau gitu sekarang bisa diam gak sih?!!” kata tarisa.
“Lo yang diam!!” bentakku serantak sama David.
“Cie… kompak lagi… berarti kalian memang jodoh.” kata tarisa.
“Gak!! sama cowok serakah ini.!!” kataku marah.

“Woi nama gue David bukan cowok serakah!!” bentaknya.
“Sama aja!!” balas ku.
“Terserah lo !!” balas david.
Lalu gak ada lagi kami bicara.

Tak beberapa lama kemudian.
“Perserta tour sekalian. kalian sudah sampai di tujuan. jadi kita menginap di sini kalian dalam satu kamar hanya boleh 2 orang saja. silakan masuk ke kamar dan besok kita akan melakukan perjalanan.” kata pemimpin tour.
“Siela gue sekamar sama lo ya.” ajak tarisa.
“Terserah.” jawabku. Lalu aku dan rombongan tour masuk ke kamar yang sudah ditentukan.

Sesampainya di kamar.

“Risa lo mandi dulu aja.” kataku.
“Lo kapan?” tanyanya.
“Siap lo. Nanti lo masuk angin.” jawabku.
“Oke.” balasnya sambil mengambil handuk dan baju, dan masuk kekamar mandi.

20 menit kemudian
“Siela giliran lo lagi.” panggil tarisa.
“Oke.” jawabku sambil masuk kamar mandi.

21 menit kemudian
“Risa.” panggilku karna tak melihat tarisa di kamar.
“Ada apa? panggil gue?” tanyanya sambil berjalan dari teras.
“Gak ada, gue kira lo gak ada di kamar. Rupanya lo dari teras.” jawabku sambil tersenyum malu.

“Ooo… siela coba tenggok ke teras ada danau sama angsa juga ada lo keren.” panggil tarisa dari teras.
“Mana?” tanya ku.
“Itu.” jawab tarisa sambil menunjuk kearah danau.

“Wah cantik banget. ke situ yuk?” ajakku.
“Sekarang?” tanya tarisa.
“Tahun depan…” jawabku kesal. Sedangkan tarisa ketawa.
“Ya sekaranglah risa. kan masih jam 16.53 masih lama senjanya.” kataku.
“Ya udah yuk.” jawab tarisa sambil mengambil jaket.

“Siela lo gak bawa jaket?” tanya tarisa.
“Gak usah, malas bawanya.” jawabku sambil membuka pintu. Lalu kami berjalan kedanau.

Sesampainya di dekat danau.
“Risa danaunya keren banget lo.” kataku.
“Iya bagus banget. siela lo gak kedinginan?” balas tarisa.
“Dingin sih.” jawabku.

“Is so beautiful and so perfect.” ujarku.
“You all right, This is very beautiful.” kata seseorang dari belakangku.
Aku langsung berbalik dan melihatnya.
“Sejak kapan lo di sini? dan mana tarisa?” tanyaku.

“Sejak lo melihat danau dan tarisa tuh di sana.” jawabnya sambil menunjuk.
“Dia mojok?” kataku mau melangkah ke sana.
“Jangan ganggu orang mojok.” katanya sambil menahanku.
“Sekarang gue tanya nama lo siapa?” tanyanya.

“Gue Grasiela.” jawabku.
“Kelas?” tanyanya lagi.
“Lo itu mau menginterogasi gue ya.” kataku.
“Yang penting sekarang lo kelas berapa?” tanyanya.
“8-a.” jawabku datar sambil memandangi danau dan menggosokkan kedua telapak tanganku.

“Lo kedinginan ya?” katanya sambil melepaskan scarf yang dia pake dan memasangkannya padaku. entah kenapa aku tidak menolak ketika david memasangkan scarfnya padaku.
“Thanks scarfnya.” kataku sambil tersenyum.
“Sama sama. Tumben lo tersenyum sama gue, bisanya lo marah sama gue.” jawabnya sambil tersenyum jahil.

“Lo mau gue marah.” balasku.
“Enggak.” jawabnya.
“Lalu kenapa nanya itu.” kataku.

Tiba tiba ada seekor kupu kupu terbang melintas di hadapan kami.
“I’ve got a beautiful butterfly.” kataku.
“You all right, is a beautiful butterfly.” katanya padaku.
“Sudah mau senja, gue balik kamar dulu.” sambil melihat ke tempat tarisa tegak.
“Dia sudah tidak ada.” gumamku.

“Besok gue tunggu lo di sini.” teriak david.
“Terserah.” jawabku.
“Kenapa aku menerimanya?” gumamku.

Sesampainya di kamar.
“Cie…Cie… yang tadi berduaan sama ko david.” ejek tarisa.
“Apa sih?!, cuma bicara doang kok.” jawabku gerogi.
“Lalu kalian janjian besok di dekat danau, tuh scarfnya ko david ada di leher lo.” kata tarisa.
“Siapa suruh lo tinggalin gue di dekat danau sama dia.” kataku.

“Emangnya lo aja yang mau mojok gue kan juga.” jawabnya.
“Cie…Cie…” ejekku.
“Lo juga ya.” katanya.

Baru siap kami bicara. Aku buka group tour ternyata disuruh turun kebawah makan malam.
“Risa, disuruh turun ke bawah?” panggilku.
“Ngapain?” tanyanya.
“Makan malam, emang lo gak mau makan?” jawabku.
“Ya udah yuk.” balasnya sambil keluar kamar dan berjalan kebawah.

Sesampainya di ruang makan.
“Perserta tour dipersilakan makan.” kata pemimpin tour.
Aku dan tarisa langsung mengambil makanan dan minuman, lalu duduk.

“Siela lo dikit kali makannya.” kata tarisa.
“Gue lagi gak lapar. masa disuruh makan jam 19.43 terlalu cepat.” jawabku.
“Lo bawa tas kecil untuk apa?” tanya tarisa.
“Gue mau kembalikan scarfnya ko david.” jawabku.

“Rasanya di sini ada yang sebut nama gue deh.” kata seorang cowok dari belakangku. Aku langsung berbalik dan berdiri.
“Bukan seorang melainkan david sama cowok yang tadi sama tarisa.” pikirku.
“Nih scarf lo, thanks sudah bagi pinjam tadi.” kataku.
“sama sama. kami boleh makan di sini?” tanyanya.
“Boleh duduk aja, kan masih ada dua kursi kosong lagi.” jawab tarisa. Mereka pun duduk.

“Kenapa gue musti sebelahan sama ko david.” gumamku. Lalu melanjutkan makan.
“Ini perasaan gue aja atau dia memang benar benar natap gue.” pikirku.
“Ngapain lo lihat lihat gue!!” bentakku.
“Idih merasa kali lo.” jawabnya. Lalu mempercepat menghabiskan makananku dan minum.

“Risa gue kedepan dulu ya.” kataku sambil berdiri dari kursi.
“Ngapain lo ke depan duduk aja sini.” kata david sambil menarik tanganku dan aku terduduk lagi.
“Ih kok jadi salting gini.” gumamku gelisah. Untuk menghilangkan rasa salting aku menggambil earphone dan memutar lagu.
“Yuk balik kamar.” ajak tarisa, Aku tak mendengarnya karena pake earphone.

Tiba tiba seseorang memegang punggungku, membuatku terkejut.
“Apa?!” kataku sambil melepaskan earphone.
“Dipanggil balik kamar sama tarisa.” kata david.
“Ooo…” jawabku.

“Yuk balik kamar.” aja tarisa lagi.
“yuk.” jawabku.
“Kalian gak balik kamar?” tanya tarisa
“Ya udah sama sama aja.” kata david.

“Jadi gak balik kamarnya?” tanyaku jutek.
“Iya sabar cewek jutek.” ejek david.
“Apa Lo cowok serakah.” ejekku.
“Dah Dah bertengkar lagi. lama lama kukawinkan kalian berdua.” kata tarisa.

“Diam lo!!” bentakku serentak sama david.
“Cie…cie… jodoh.” ejek kawannya david, steven.
“Lo gak usah ikut ikut gue bicara!!” bentakku pada david.
“Lo yang ikut ikut gue bicara!!” bentaknya.

“Diam lo!!” bentakku balik.
“Lo yang diam!!” bentaknya.
“Udah udah kalian itu sepertinya jodoh.” kata steven.
“Cocok banget lagi.” kata tarisa.

“Apa sih lo!!” bentakku.
“Gak usah bawa bawa gue.” kata david.
“Harusnya kalian itu bilang makasih bukan malah marah.” kata steven.
“Udahlah..” kata tarisa sambil menarik tanganku.

“Bikin gue bad mod aja.” kataku sambil berjalan naik ke kamar.
“Emang lo aja.” balas david sambil berjalan naik kekamar.
“Lo ngapain ikut gue!!” bentakku.
“Lo yang ikut gue kali!!” bentaknya.

“Udah diam kalian berdua!!” bentak steven serentak sama tarisa.
“Cie… cie jodoh.” ejekku.
“Kalian itu bilang orang tapi diri sendiri juga.” kata david.
Lalu kami berjalan ke kamar.

“Ooo…jadi kalian sebelah kamar kami.” kata tarisa.
“Memang.” jawab david, sedangkan aku sibuk sama hp dan earphone.
“Siela lo asik sendiri aja.” kata tarisa. tapi aku tidak menghiraukannya.
“Woi siela. gue bicara sama lo!!” teriak tarisa.

“Apa Risaku sayang?” kataku.
“Lo orang lagi bicara padahal lebih tua sama lo. lo acuhkan, sibuk sendiri aja.” kata tarisa.
“Bodo amat gak penting sama gue.” kataku sambil membuka pintu kamar.
“Lo mau masuk gak?” tanya ku.
“Nanti.” jawab tarisa. Lalu aku menutup pintu kamar.
“Apa yang mereka bicarakan?” pikirku.

“Risa kawan lo itu jutek kali tapi…” kata david.
“Tapi apa?” tanya tarisa.
“Lo suka ya sama dia.” kata steven.
“Tuh tau sendiri.” kata david.

“Tenang besok gue ajak dia ke danau.” kata tarisa.
“Lo yakin dia mau ikut.?” kata david ragu.
“Lo itu gak tau dia itu pandai menyembunyikan hatinya dengan baik, lo pasti gak sadar kalau waktu di meja makan tadi dia itu salting sama lo.” kata tarisa.
“Dingin dingin simpan rasa juga.” kata david sambil tersenyum nakal.

Karena aku menunggu tarisa lama banget, jadi aku keluar.
“Woi lama kali bicaranya.” kataku.
“Ya udah gue masuk ya steven mami udah marah.” kata tarisa sedikit mengejek.
“Cie udah jadiannya?” tanyaku. Namun tarisa tidak menjawabnya, Lalu aku hanya diam pergi mengecas hp dan earphone.

“Siela gue tidur dulu ya.” kata tarisa.
“Gak cuci muka?” tanyaku.
“Malas ah.” jawabnya.
“Cepat cuci muka sana, kotor.” kataku.
“Iya iya.” jawabnya sambil berjalan ketoilet.

“Dah aku udah cuci muka.” kata tarisa.
“Ya udah yuk tidur.” kataku.
“Besok pagi ke danau yuk.” ajak tarisa.
“Ngapain sih pagi pagi ke danau?” tanyanya.
“Mau nengok angsa.” kata tarisa.

“Gak pernah lihat angsa emangnya?” tanyaku.
“Engak.” jawabnya.
“Ya udah yuk tidur besok bangun pagi kan mau lihat angsa.” kataku.
“oke.” jawabnya, Lalu kami tidur.

jam 07.00 Aku udah siap mandi dan lain lain.
“Risa bangun tapi mau lihat angsa.” panggilku.
“Iya bentar lagi.” jawabnya.
“Cepat bangun nanti kita mau pergi ke taman burung gak jadi lihat angsa.” panggilku.
“Yuk. Lo udah siap?” jawabnya.
“udah, aku dah bangun jam 06.00.” balasku. Dia langsung berlari ke kamar mandi. Tak beberapa menit kemudian.
“Udah yuk.” ajaknya.
“oke.” jawabku sambil mengambil ho dan memasang earphone dileher. Lalu berjalan turun kedanau.

Sesampainya di danau.
“Siela gue pergi ke toilet dulu.” katanya sambil berlari.
“Ah anak yang aneh.” ujarku.
“Indah banget.” pujiku.

“Lebih indah ketika bersama.” kata seseorang cowok dari belakang, aku langsung membalikkan badan.
“Ngapain lo di sini?” tanyaku.
“Nemenin lo.” jawabnya, membuatku salting.
“Gue tau lo salting sama gue kemarin malam.” sambungnya.

“Lalu apa urusannya sama lo?” tanyaku.
“Gue..” katanya terputus.
“Gue apa?” tanyaku.
“Gue.. gue…” katanya gerogi, sambil mengeluarkan setangkai bunga dan sebuah balon.

“Lo pasti bisa baca.” katanya.
“I love you?” kataku.
“I love you too…” balasnya.

“Grasiela Putri mau gak jadi pacar Davidson.” Ucapnya sambil memegang tanganku.
“M.. mau..” jawabku dan memgambil bunga dari tangannya.
“Gue harap cinta kita dapat terbang sejauh balon ini terbang.” ucapnya sambil melepaskan balon yang di tangannya.
“Semoga.” jawabku sambil tersenyum menatap balon yang terbang makin lama makin tinggi.

“Gue pengen kita gak panggil pake lo gue lagi, pake nama aja.” katanya.
“Ko David.” jawabku sambil tersenyum menatapnya.
Lalu david memegang tanganku.
“Grasiel panggilan buat lo dari gue.” kata david.
“Nama panggilan yang keren.” kataku.

Lalu kami berjalan mengelilingi danau melihat sepasang angsa jalan berdua dan kami saling tertawa bersama.
“Aku harap huhungan ini dapat berjalan lama.” ucapku dalam hati.

THE END

Cerpen Karangan: Winne Chintia
Facebook: winne chintia

Cerpen Cinta Bersemi Di Sebuah Tour merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepasang Egoistis

Oleh:
Ketika aku mengatakan ‘jangan’ aku sungguh tidak ingin kau melakukannya. Ketika aku mengatakan ‘tidak’ maka aku dengan tegas menolaknya. Ketika aku menjadi gadis egois yang menentang semua kesukaanmu berarti

Surat Misterius

Oleh:
Langit indah di penuh bintang, malam hari yang indah, aku duduk di balkon rumah dengan keripik kentang, laptop, handphone dan sebuah kopi dingin di sebelahku. Handphoneku berdering, kulihat handphoneku,

Kau

Oleh:
Aku memulai saat semuanya terasa beku. Entah karena aku terlalu berlebihan ataukah semuanya memang serba menuntutku. Aku melihat saat hiruk pikuk tak peduli, Aku memulainya. Semua berawal tanpa sekedar

Denganmu Cinta

Oleh:
Aku Lia, Aku adalah anak sulung dari dua bersaudara, Aku hidup dalam keluarga yang berkecukupan dan hidup dalam Kasih sayang yang berlimpah. Hari ini, Hari pertama ku masuk ke

Teman Yang Kucinta

Oleh:
Bagaimana caranya, jika aku mengalah, tapi sebenarnya ku masih cinta. Bagaimana caranya, ku ingin pergi, tapi sebenarnya ku tak bisa meninggalkanmu. Berdiri pun takkan mampu, melawan rasa yang kaku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *