Cinta Sejati (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 December 2016

21 Agustus 2016
Di suatu SMP terdapat siswi yang terkenal tetapi sombong karena kecantikan dan kekayannya. Ferylona namanya. Dia akrab dipanggil Fery. Banyak cowok yang mendekatinya. Namun hanya ada satu cowok di hatinya. Tapi sayangnya orang yang dia suakai tidak pernah mencintainya. Siapa lagi kalau bukan Harry. Dia adalah cowok basket yang cool. Dia cowok yang juga kaya, namun tidak pernah menyombongkan kekayaannya itu. Karena yang punya harta banyak adalah orangtuanya bukan dirinya. Dia menganggap dirinya hanya beruntung dilahirkan di keluarga kaya dengan wajah yang tampan. Harry juga dalam berteman tidak pernah membeda-bedakan. Dia selalu berteman dengan akrab dengan semua orang baik yang kaya maupun miskin. Harry mempunyai sahabat dekat, namanya Rayhan. Dia berasal dari keluarga miskin namun dia pandai dan mendapat beasiswa di sekolah elit ini. Berbeda dengan Harry yang semua cewek selalu mendekatinya, Rayhan bahkan tidak pernah didekati satu cewek pun. Karena semua orang tau kalau Rayhan itu hanya kebetulan sekolah di sini. Namun, Harry tetap bersahabat dan membela Rayhan dengan ejekannya itu.

Di sekolah sudah tersiar kabar bahwa Harry dan Ferylona adalah pasangan yang serasi. Mereka adalah princess dan pince sekolah elit itu. Namun, Harry tak peduli. Baginya, Ferylona adalah teman biasanya saja dan tidak akan pernah akrab dengannya. Karena Harry tidak menyukai cewek sesombong Ferylona yang suka membully pihak yang lemah. Apapun usaha Ferylona untuk mendekatinya, Harry tidak peduli. Melihat sahabatnya yang tidak suka didekati Ferylona, Rayhan menasihati Ferylona agar merubah sikapnya itu. Fery tetap nekat dan bahakan mengejek Rayhan karena pikirnya, Rayhan pasti iri karena selama ini mana ada cewek yang mendekatinya.

Namun suatu hari, ada murid baru perempuan bernama Pradna. Pradna adalah cewek dari keluarga miskin, sama dengan Rayhan. Namun dia pintar dalam segala bidang. Nilainya pun dapat mengalahkan semua murid di sekolah elit itu. Suatu ketika, Harry kesulitan mengerjakan tugasnya. Dia menanyakan tugasnya itu pada sahabatnya, Rayhan. Rayhan pun menjelaskannya. Namun, Harry masih tak paham akan penjelasan Rayhan. Lalu Pradna yang tak sengaja melihatnya pun meminta izin untuk mencoba menjelaskannya pada Harry. Penjelasan Pradna sangat mudah dimengerti. Harry pun paham akan penjelasan Pradna. Dalam hatinya Harry, kalau dipikir-pikir Pradna cantik juga, meskipun dia gadis kampung. Dia juga tidak pernah membanggakan kepintarannya itu dan selalu rendah hati. Perkataannya pun juga lembut. Berbeda dengan Fery yang selalu membanggakan kekayaan orangtuanya. Semakin hari, Harry mendekati Pradna namun dengan alasan ingin belajar dengannya. Tapi sebenarnya dia hanya ingin menghabiskan waktu bersama Pradna.

Fery yang melihat kebersamaan mereka pun cemburu. Dia semakin membenci Pradna yang hanya gadis biasa yang bisa mengandalkan kepintarannya untuk mendekati Harry. Suatu hari, Fery berencana akan menyiksa Pradna di kamar mandi saat pulang sekolah dengan alasan Fery menyuruh menemaninya di kamar mandi. Saat rencana Fery ingin berjalan, tapi saat pulang sekolah Fery tidak menemukan Pradna karena Pradna harus segera pulang dan membentu ibunya berjualan. Suatu ketika saat jam istirahat pertama, Rayhan mengajak Pradna untuk pulang bersama naik sepeda bututnya itu. Karena rumah mereka satu arah dan tak terlalu jauh satu sama lain. Pradna pun menyanggupinya karena ibunya tidak terlalu sibuk mengurus dagangannya. Namun, saat jam istirahat kedua Harry juga mengajaknya pulang bareng. Harry ingin tau di mana rumah Pradna dan lagi-lagi dengan alasan ingin belajar bersama. Pradna belum memberikan jawaban, namun bel sudah berdering pertanda jam istirahat berakhir.

Saat pulang sekolah, Rayhan sudah menanti di kelas. Tapi saat itu Pradna masih piket. Jadi bisa menunggu sebentar di luar, begitu pula dengan Harry. Setelah menyelesaikan piketnya, tanpa sengaja Fery melihat Pradna. Dan mulailah saat itu rencananya dengan genk nya itu.
“Hai Prad!” sapa Fery
“Ha… hai juga Fery” sapa kembali Pradna dengan sedikit gugup
“Kamu sudah selesai piket? Bersih banget kamu nyapunya”
“Iya makasih”
“Tutup pintunya guys!” perintah Fery kepada genknya untuk menutup rapat pintu kelas supaya tidak ada yang melihat
“A… ada apa ini Fer?” tanya Pradna
“Tenang aja kami nggak akan ngapa-ngapain kamu kok. Aku hanya akan menasihatimu” kata Fery dengan mata melotot dekat dengan tatapan Pradna
“Aku dengar, makin deket aja hubunganmu dengan Harry. Bisa nggak sih kamu jauhi hari sehari aja!!!” marah Fery
“Tapi kami nggak pacaran kok. Kami bareng cuma gara-gara dia ingin belajar bareng kok”
“Belajar bareng? Tapi apa yang kalian bahas! Kalian pasti bahasnya tempat dimana bisa berduaan, ngedate kalau nggak kapan bisa ke rumahmu untuk ketemu orangtua, iya kan?!”
“Nggak. Harry yang selama ini mengajakku ke kantin, jalan bareng, belajar bareng, makan bareng. Aku sudah berusaha menolaknya. Tapi tak bisa. Aku nggak mau melukai hati temanku sendiri”
“Teman? Teman kau kata! Selama ini kita adalah musuh! Dan aku mohoon banget ke kamu supaya nggak caper di hadapan Harry. Nggak usah sok pinter, cantik, sederhana dan ngelawak deh di hadapan Harry. Selama ini aku ngejar-ngejar dia! Aku sudah berusaha mendapatkannya! Tapi malahan kamu yang dapat. Padahal kamu nggak pernah berusaha sedikitpun! Kau hanya gadis biasa yang kampungan!!!” bantah Fery sambil menampar pipi Pradna tapi dicegah oleh Rayhan dan Harry.
“Harry? Kok kamu bisa ke sini?” tanya Fery dengan terkejut
“Harusnya aku yang tanya pada kamu, mengapa kamu bisa kemari? Dan sampai hati kau ingin menyiksa temanmu sendiri? Emang dia salah apa Fer?” tanya Harry
“Salah apa? Kamu terus-terus membelanya seakan-akan dia nggak punya dosa. Dibalik itu semua dia punya kelicikan yang besar. Selama ini dia mendekatimu kan? Kenapa sih kamu terus menghindar dari aku dan mendekat dengannya! Harusnya kamu peka sama perasaanku, aku rela menyakitinya karena aku ingin dia tidak mengganggu kita lagi. Karena aku mencintaimu Harry”
“Lagi-lagi kamu ngomongn itu! Sudah kukatakan aku nggak akan mencintaimu Fer! Kalau suruh memilih Pradna atau kamu, jelas aku memilih Pradna! Dan selama ini bukan dia yang mendekatiku tapi aku yang mendekatinya. Karena aku mencintainya! Dia jauh lebih baik darimu! Jadi, jangan sakiti dia lagi! Kalau kau sakiti dia lagi, aku tak segan-segan akan bertindak padamu!” bentak Harry
Harry pun meninggalkan Fery dan membawa pergi Pradna dan mengantarnya pulang. Sedangkan Rayhan yang lebih dulu mengajaknya pulang bersama hanya bisa ikhlas karena ternyata sahabatnya juga mencintai wanita yang dicintainya selama ini.

Rayhan dan Harry bisa menyelamatkan Pradna karena saat itu mereka menunggu Pradna di luar sekolah namun di tempat yang berbeda. Tapi karena mereka sudah menunggu terlalu lama, mereka pun akhirnya menyusul Pradna di kelas. Di kelas terlihat pintu di tutup rapat, tapi mereka mendengar kebisingan di kelas akhirnya mereka mendobrak pintu dan menyelamatkan Pradna.

Keesokan harinya di sekolah, Fery semakin membenci Pradna. Andai saja Pradna tidak masuk sekolah elit ini, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini. Saat jam istirahat, Rayhan bertemu Pradna dan mereka pun mengobrol.
“Pradna? Kamu kemarin baik-baik saja? Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang”
“Tidak apa-apa Rayhan, lagian aku sudah diantar Harry saat itu. Terimakasih atas pertolongannya”
“Tidak, aku tidak banyak membantu saat itu yang banyak membantu adalah Harry”
“Tapi kau kecewa kan yang mengantar saat itu Harry? Padahal kamu lho cowok pertama yang mengajakku pulang bareng. Kamu yang lebih berhak. Bagaimana ya? Sebagai ucapan maaf ku kali ini, aku akan mengajak mu keluar nanti saat pulang sekolah. Gimana?”
“Hah? Beneran? Tapi kamu sudah milik Harry kan? Tak enak aku sama Harry”
“Tapi aku belum menjawab iya atau tidak kan?”
“Iya sih. Ya udah aku mau. Kamu orangnya asyik juga ya kalau diajak ngobrol. Pantesan Harry betah sama kamu. Eh maaf, lagi-lagi bahas soal Harry”

Cerpen Karangan: Dinda Mutiara Az Zahra
Blog / Facebook: endang setyowati

Cerpen Cinta Sejati (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Solena

Oleh:
“Dia lewat!” Teriak Jeje sembari mengguncang-guncangkan lenganku. Aku menoleh ke arah yang sama dengan Jeje. Mataku terpaku pada sosok yang telah kudambakan selama ini. Dintar. Ya, Dintar lah nama

Kejutan

Oleh:
“Huff… masih lama lagi ya, nyampenya?” Gerutuku pelan. Aku sudah mulai bosan duduk di kursi pesawat yang sudah menempuh perjalanan selama beberapa jam. Aku ingin bersekolah kembali di Indonesia.

Kopi Tanpa Cream

Oleh:
Jomblo itu kenapa identik dengan kegalauannya ya? Galau sendiri, Apakah aku sedang galau sekarang? Karena aku jomblo? Ya aku akuin memang aku jomblo, atau single, tetapi aku tidak pernah

Putus, Move On

Oleh:
Lepas dua hari setelah aku putus dari Dika. Rasanya seperti baru kemarin Kami pacaran. Masih terbayang di ingatanku saat-saat yang kami lewati bersama, namun itu semua pupus hanya dengan

Penantian Dikala Senja

Oleh:
Sedih rasanya ketika melihatnya tertawa bahagia bersama sahabatku. Aku yang berusaha tersenyum melihat mereka, meski hatiku ditelan luka. Sebenarnya aku tidak tahu apa itu cinta, tapi aku tahu dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *