Cinta Sejati (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 December 2016

Pulang sekolah, mereka ganti baju dan segera kumpul. Rayhan naik sepeda mengahmpiri rumahnya Pradna karena rumah mereka tak terlalu jauh. Setelah itu Prada membonceng sepeda Rayhan, mereka pun keliling desa sambil menikmati pemandangan indahnya gunung, sungai, pohon yang rindang dan lain-lain. Lalu mereka menghabiskan waktu di pinggir sungai yang jernih. Setelah itu Rayhan mengambil batu lalu dilemparkannya jauh-jauh ke sungai. Sebelum dilemparnya, dia membuat permohonan. Pradna yang penasaran pun langsung menghapiri Rayhan. Pradna pun tertarik dan ingin melakukan hal yang sama. Lalu mereka membuat permohonan dan melemparkannya bersama-sama dan sejauh-jauhnya ke sungai. Sungguh pemandangan yang indah. Namun mereka menghabiskan waktu sampai malam tiba hanya sebagai teman.
Setelah beberapa hari, sekolah mengadakan camping bersama di kaki gunung. Siswa yang ingin ikut silahkan mendaftar. Banyak siswa yang mendaftar termasuk Rayhan, Harry, Pradna dan Fery. Saat melewati jembatan yang tidak terlalu kokoh yang di bawahnya terdapat sungai yang tidak dangkal, Fery terpeleset dan mau terjatuh tapi untung saat itu ada Pradna yang menahan. Jadi Fery tidak jatuh. Fery sangat berterimakasih karena Pradna telah menyelamatkan nyawanya, kalau tidak dia pasti sudah jatuh tenggelam dan dimangsa buaya sungai. Sejak saat itu, sikap Fery sedikit berubah, dia jadi tidak terlalu sombong dan alay. Tapi masih ada sedikit peninggalan sikap tercela di dalam hati Fery. Dalam kata lain Fery belum berubah total.

Saat malam tiba, setelah acara api unggun semua peserta tidur. Saat ingin tidur, Fery lupa membawa selimut. Lalu Fery meminta teman genknya agar berbagi selimut. Tapi mereka tidak membawa selimut yang besar. Selimutnya hanya bisa menutupi tubuh mereka saja. Lalu Fery terpaksa meminta Pradna untuk berbagi. Tetapi mau bagaimana lagi, selimut Pradna sudah cukup untuk 2 orang, yaitu Pradna dan temannya yang satunya, Rizfa. Saat itu selimut Rizfa ketinggalan, jadi Pradna yang tidur di sebelahnya pun akan berbagi. Fery pun kecewa, ia pun akhirnya memutuskan untuk ke luar tenda dan menghirup udara pegunungaan malam. Dia duduk termenung menatap bulan. Dia memikirkan kejadian saat Pradna menyelamatkannya tadi. Saat itu, ia dikagetkan oleh suara lelaki, suara itu dikenal Fery.

“Belum tidur juga?” Tanya lelaki itu. Lalu Fery menoleh ke samping ternyata itu adalah Harry.
“Belum” jawab Fery singkat. Dia sudah mengikhlaskan Harry untuk Pradna sebagai tanda terimakasih telah diselamatkannya itu. Dan saat ini hubungan Harry dan Fery hanya sebatas teman.
“Aku dengar kamu lupa membawa selimut. Kau sangat kedinginan ya?” tanya Harry dengan menatap hal yang sama yang ditatap Fery, yaitu bulan
“Bagaimana kau tau?” tanya Fery masih menatap rembulan
“Ini untukmu” kata Harry sambil menjulurkan tangannya yang terdapat selimutnya dan menatap wajah Fery. Lalu Fery pun menoleh ke arah Hary.
“Untukku? Tapi bagaimana dengan kau?”
“Aku baik-baik saja. Aku masih bisa memakai jaket yang tebal ini sebagai penghangat tubuh”
“Tapi aku juga membawa jaket, lebih baik kau simpan selimut ini, aku masih bisa memakai jaketku” kata Fery
“Tapi jaket yang kau pakai tidak terlalu tebal. Buktinya kau masih kedinginan kan? Terima selimutku ini” pinta Harry. Fery pun menerimanya.
“Terimakasih” ucap Fery
“Cepat tidur malam sudah larut. Selamat tidur” ucap Harry sambil meninggalkan Fery dan menuju ke tendanya. Fery pun tersenyum melihat sikap Hary yang baik kepadanya. Biasanya, Harry hanya bisa menghindar darinya. Tapi sekarang, karena sikap lembutnya itu mampu melelehkan hati Harry. Namun Fery tidak akan berharap untuk memiliki Harry, karena seperti katanya di waktu itu bahwa dia tidak akan pernah mencintainya. Lagi pula Fery sudah mengikhlaskan Harry untuk Pradna. Hanya Pradnalah yang ia cintai. Bukan yang lain.

Setelah 3 hari 2 malam camping, saatnya para siswa sekolah seperti biasa. Sekarang Fery tidak lagi menindas yang lemah dan miskin. Dia sekarang bersahabat dengan Pradna. Bahkan sekarang Fery suka membantu orang. Tapi yang ia bantu bukanlah soal pelajaran bagaimana mengerjakan tugas, karena dia tidak terlalu paham akan pelajaran. Yang ia bantu adalah bagaimana seorang perempuan mempercantik dirinya. Semua ilmu tentang kecantikan diajarkan kepada teman-temannya tanpa membeda-bedakan yang kaya maupun miskin. Tidak hanya itu, jika ada temannya yang hanya membawa sedikit uang, dia akan mentraktirnya makan bersama. Melihat perubahan sikap Fery yang sungguh drastis, Harry pun menaruh sedikit perhatian. Apa jangan-jangan Harry suka dengan Fery? Dia tidak lagi menghindar dari Fery, meskipun Fery sudah tidak mengejarnya lagi, tapi kenapa selalu ada adegan romantis di antara mereka berdua.

Melihat perubahan sikap Fery yang sungguh drastis, Harry pun menaruh sedikit perhatian. Apa jangan-jangan Harry suka dengan Fery? Dia tidak lagi menghindar dari Fery, meskipun Fery sudah tidak mengejarnya lagi, tapi kenapa selalu ada adegan romantis di antara mereka berdua.
Seperti saat pulang sekolah, Fery belum juga dijemput padahal hari sudah mendung. Saat itu Harry yang akan pulang bersepeda melihatnya pun langsung menyapa Fery.
“Sendirian aja, belum dijemput?” kata Harry menghapiri Ferry dengan menaiki sepeda
“Belum. Padahal bentar lagi hujan. Apa lebih baik aku pulang jalan kaki saja ya?”
“Eh jangan!” cegah Harry, spontan menarik tangan Fery yang hendak pergi
“Maksudku ini hari kan sudah hujan, takutnya nanti kehujanan jadi lebih baik aku antar aja. Yah meskipun menggunakan sepeda, tapi kan sepeda lebih cepat dibanding jalan kaki” kata Harry. Lalu Fery pun membonceng di sepeda Harry. Karena sepeda yang dinaiki Harry adalah sepeda laki-laki dan tidak ada boncengannya, jadi Fery pun membonceng di depan sambil memiringkan tubuhnya. Dalam perjalanan mereka bercakap-cakap.

“Tumben kamu naik sepeda Har!”
“Ya aku lagi pengen aja. Aku ingin mencoba menjadi Rayhan yang penuh dengan kesederhanaan”
“Eh tunggu deh Har! Kok kayaknya ada air ya yang netes di rambutku. Jangan jangan… (breesss) hujan Har! Ayo sini berteduh dulu!” ajak Fery
Mereka dalam perjalanan kehujanan. Dan mau gimana lagi, mereka harus menunggu. Hujan, hujan adalah hal yang paling disukai Fery.

“Akhirnya setelah lama menunggu, hujan pun datang” kata Fery
“Kenapa emangnya?” tanya Harry
“Saat kecil, aku selalu menari-nari di bawah derasnya hujan”
“Lha ini hujan. Kenapa kau tak melakukannya?”
“Karena sekarang aku sudah besar, aku malu melakukannya”
“Malu? Kenapa? Sekarang kan hanya ada kamu dan aku di sini. Jadi kau bisa melakukannya. Ayo!”
“Tap… tapi…” ucap Fery. Tapi tangannya sudah ditarik oleh Harry. Dan dengan spontan Fery menari-nari dan bermain bersama Harry di bawah hujan. *oh sungguh romantis*

Cerpen Karangan: Dinda Mutiara Az Zahra
Facebook: endang setyowati

Cerpen Cinta Sejati (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beach Love

Oleh:
“Des! Desta! Oper, des!” Mendengar seruan barusan, desta segera mencari celah agar bisa mengoperkan kepada alvin, rekan satu timnya. Begitu mendapat kesempatan, cowok itu buru-buru menendang bola ke arah

Cinta Tak Berbalas

Oleh:
“Gimana, enak gak minumannya?” tanyaku pada Sheila. “enak dong, ini kan minuman kesukaanku” jawab Sheila, sambil meminum jus dari sedotannya. “Pulang yuk, sudah kenyang nasi goreng nih” kataku. “ya

Dhan, The Damn and The Bestday

Oleh:
Huh… seseorang dari atas langit “Gooood mooorniiiing Dhaaann” “Arrrrghhhh…” Brukkk. “sialan!!!, berani sekali ayah pagi-pagi begini sudah mau mematahkan leherku!” aku bicara setelah menjatuhkan ayahku di lantai. “masih pagi

Sebatas Mimpi

Oleh:
Bermimpi, berkhayal dan berimajinasi merupakan rutinasku setiap hari, dengan berkhayal semua yang ku inginkan terjadi walaupun hanya dalam khayalanku, hahaha. — “Mika, apa kau tahu, hari ini ada siswa

Dia Yang Pernah Singgah

Oleh:
Kedua kaki ini telah sampai di depan sebuah naungan tempatku mendalami ilmu. Tempat yang setidaknya menyuguhkanku sebuah aroma manisnya menapaki awal masa remaja. Tentang kesenangan, tertawa karena kekonyolan dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *