Cinta Sejati (Part 3)

Judul Cerpen Cinta Sejati (Part 3)
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 December 2016

Beberapa hari kemudian, sekolah mengadakan pesta kembang api memperingati hari ulang tahun sekolah. Di akhir acara akan ada peluncuran kembang api oleh para murid dengan pasangannya masing-masing. Sebelum meluncurkan kembang api, para pasangan harus membuat permohonan lalu kembang api diluncurkan. Tapi dalam hal ini pasangan belum juga berarti seorang pacar tetapi seorang sahabat pun juga bisa. Pesta ini banyak dibicarakan oleh para murid, salah satunya adalah Fery dan Pradna. Mereka membicarakannya saat jam istirahat di kantin.

“Kamu sudah mendengar kabar belum bahwa sekolah akan mengadakan pesta kembang api? Dan katanya akan ada peluncuran kembang api dengan gebetan atau sahabatnya masing-masing. Ngomong-ngomong aku belum mendapat pasangan, gimana kalau kita berpasangan? Kita kan sahabat jadi boleh saja donk?” tanya Fery
“Maaf tetapi aku sudah punya pasangan. Maaf ya..” ucapan maaf Pradna dengan sangat
“Ya nggak apa-apa. Tapi siapa pasanganmu itu?” tanya Fery
“Ada deh nanti kamu juga tau”
“Pasti Harry ya?” tanya Fery
“Kok kamu nggak cemburu? Bukannya kamu suka sama dia dari dulu?” tanya Pradna
“Menurutku sikapku terlalu egois terhadap cinta. Harry mana mungkin pernah mencintaiku. Sedangkan aku terus berharap agar dicintainya betapa egoisnya diriku ini. Tapi sekarang aku sudah mengikhlaskannya. Masih ada banyak lelaki yang mencintaiku. Mungkin aku bisa pilih di antara mereka” jelas Fery

Sehari sebelum pesta kembang api pun, belum ada satu pun cowok atau cewek yang mengajaknya menjadi pasangan. Mungkin mereka sibuk menyiapkan baju untuk pesta nanti. Jam pulang sekolah pun tiba, sampai saat itu pun masih belum juga. Sambil menunggu jemputan dan untuk memanjakan mata, Fery pun pergi ke taman untuk melihat indahnya bunga-bunga di taman itu. Hingga suatu ketika datanglah seorang lelaki menghampirinya.
“Indah ya bunga di taman ini” kata sang lelaki itu memulai pembicaraan.
“Iya, belum mekar aja mereka terlihat indah. Apalagi saat mekar nanti. Mereka akan mekar saat pesta kembang api nanti aku tak sabar melihatnya” kata Fery namun belum menoleh melihat wajah sang lelaki itu karena matanya masih terhipnotis melihat indahnya bunga di taman.
“Apakah kau sudah mendapat pasangan untuk pesta nanti?” tanya sang lelaki
“Belum. Entah siapa yang akan menjadi pasanganku nanti” jawab Fery tetapi belum juga menoleh ke wajah sang lelaki.
“Kita sama-sama belum mendapatkan pasangan. Bagaimana kalau aku menjadi pasangan mu?” tawaran sang lelaki. Lalu Fery pun langsung menoleh ke wajah sang lelaki itu. Betapa terkejutnya ia, kalau cowok yang menawarinya itu
“Harry? Harry kau mengajakku? Tapi bukankah kau sudah berpasangan dengan Pradna? Pasti sekarang aku mimpi. Aku pasti mimpi.” Lalu Fery menjiwit pipinya itu dan ternyata sakit berarti dia tidak bermimpi.
“Ini tidak mimpi Fer! Aku benar-benar mengajakmu. Sekarang Pradna sudah bersama orang lain dan pasti orang itu adalah orang yang sungguh ia cintai. Maka dari itu mau kah kau menjadi pasanganku saat pesta nanti?”
“Tapi aku sebagai apamu? Sebagai sahabat apa yang lain?”
“Nanti kamu juga tau sendiri. Aku akan menjemputmu, jadi kita akan berangkat bersama” kata Harry mengakhiri pembicaraan dan pergi meninggalkan Fery.
“Eh tapi mana mungkin Harry mengajakku sebagai yang lebih dari teman. Paling maximal dia mengajakku sebagai sahabatnya, mungkin” ucap Fery dalam hati.

Keesokan harinya, di sekolah sudah ramai sekali. Padahal acaranya masih nanti malam, tapi kebanyakan murid sudah menyiapkan kosmetik untuk acara nanti. Panggung pun sudah dipersiapkan untuk menentukan pasangan mana yang paling romantis pacaran dan paling akrab persahabatannya dan paling rukun dalam kakak beradik, itulah kategori acara nanti. Kembang api pun sudah tertata rapi di lantai paling atas sekolah.

Malam harinya, Padna dan Fery berdandan sangat cantik sekali. Mereka pun dijemput pasangan masing-masing. Tetapi mereka berangkat bersama dengan 1 alat tarnsportasi, yaitu mobilnya Harry. Pertama-tama Harry menghampiri sahabatnya itu, Rayhan. Harry tidak tau Rayhan akan berpasangan dengan siapa, Rayhan tidak akan memberi tau namanya, tetapi dia akan memberi tau alamatnya saja. Lalu Rayhan masuk ke mobil dan Rayhan pun menunujukkan arah rumah pasangan itu. Ternyata, di depan rumah pasangan Rayhan pun sudah menanti layaknya putri menanti pangerannya. Siapa lagi kalau bukan Pradna pasangan Rayhan. Setelah itu mereka berangkat ke rumah pasangannya Harry. Pradna dan Rayhan masih belum tau siapa pasangan yang dipilih Harry saat ini. Tiba di rumah pasangannya Harry, sang pasangan belum siap juga. Karena kata satpam penjaga rumahnya yang besar dan mewah itu, nona masih sibuk berdandan. Setelah beberapa menit, Fery pun keluar rumah dan ternyarta sudah ada Harry yang menantinya. Kemudian Fery masuk mobil, betapa terkejutnya ia saat di dalam mobil juga ada Rayhan dan Pradna. Fery baru tau kalau Rayhan dan Pradna ternyata berpasangan.

Setelah itu, tibalah mereka di sekolah. Gedung sekolah telah dirias secantik mungkin demi meriahkan acara nanti malam jam 00.00 saat peluncuran kembang api bersama. Sebelum peluncuran kembang api, para murid duduk menghadap panggung. Urutan acara panggungnya adalah sambutan dari kepala sekolah, hiburan, nominasi dan lain lain. Acara panggung pun berjalan mulus tanpa ada hambatan. Lalu acara selanjutnya adalah nominasi. Akan diambil 2 pemenang dalam nominasi tersebut. Nominasi yang pertama adalah pasangan kakak beradik terukun, yang kedua pasangan persahabatan yang paling akrab dan yang terakhir dan paling dinanti-nanti para murid adalah pasangan teromantis.
Saat host acara membacakan nominasi pasangan teromantis para murid berdebar-debar dan berharap menang.

“Pemenang nominasi Pasangan Teromantis adalah…” host panggung menyampaikan
“Pasangan dari…” host panggung makin memberi penasaran
“Prince Harry dan Princess Fery” host membacakan pemenang yang pertama. Semua murid bertepuk tangan terutama Rayhan dan Pradna.
“Dan pasangan dari…”
“Prince Rayhan dan Prince Pradna” host membacakan pemenang kedua. Semua murid bertepuk tangan dan memberi selamat pada mereka.

Tapi ada yang ganjal di pikiran Fery dan Pradna. Karena mereka pikir pasangan mereka itu adalah sahabat mereka. Tapi kok malahan menang dalam pasangan romantis. Ternyata Harry dan Rayhan sembunyi-sembunyi memasukkan kertas nominasi yang akan dikopyok tersebut dalam kategori pasangan teromantis. Hal ini mereka lakukan karena pasangan yang mereka pilih itu adalah yang cocok sebagai pendamping hidup. Harry pun mulai mencintai Fery karena perubahan drastis sikap Fery. Hatinya Harry pun terlelehkan juga akhirnya. Rayhan pula mencintai Pradna sejak awal bertemu. Pradna pun sebenarnya juga dari dulu mencintai Rayhan. Tapi Pradna orang yang tak pandai dalam menyatakan perasaan.

Saat itu pula, di atas panggung, Rayhan dan Harry menyatakan perasaannya pada pasangan mereka masing masing. Sungguh adegan yang romantis. Tak salah mereka menjadi pemenang dalam kategori tersebut. Para murid lainnya yang melihatnya ada yang terharu bahkan menangis. Pradna dan Fery yang mendengarnya langsung dari mulut pasangan mereka masing-masing langsung menyatakan iya, aku mau jadi pacarmu. Seluruh murid dan guru yang melihatnya bertepuk tangan meriah.
Setelah itu para murid bersama pasangan mereka masing-masing naik ke lantai paling atas gedung sekolah. Sebelum meluncurkan kembang api masing-masing pasangan, meyebutkan permohonannya dengan suara pelan dan langsung meluncurkannya ke langit, berharap permohonan itu terkabulkan. Semoga mereka bisa hidup bahagia dan langgeng dengan pasangannya masing-masing.

Cerpen Karangan: Dinda Mutiara Az Zahra
Facebook: endang setyowati

Cerita Cinta Sejati (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Don’t Judge People By Their Looks

Oleh:
Kringgg… kringgg!! alarm membangunkan Felli dari lelapnya tidur. Hari ini hari minggu, jadi tidak ada kegiatan sekolah seperti hari biasanya. Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB. Felli bergegas menuju kamar

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
“Tunggu Yu…” Tian memanggilku dari kejauhan. “Ayo cepet, nanti telat” jawabku sambil nafas terengah engah Karena berlarian. “untung aja kurang 2 menit kita udah ada di sekolahan.” Kata Tian

Rasa

Oleh:
Ketika itu, ia berada di ujung jalan yang berbeda denganku. Kita belum saling mengenal. Kita tak saling menyapa. Dari jauh kupandanginya dengan tatapan sinis karena gayanya yang sombong. Sombong

Siapa Dia?

Oleh:
Sesak nafasku sesaat melihat seseorang sedang menggenggam tangannya dengan erat, berambut ikal panjang, tinggi semampai, cara berjalannya bagaikan macan lapar saja. Hanya berdua di taman dekat rumahku, tempatku dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *