Cinta Simpul Mati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 January 2019

Tahun ini, sekolah Abby mengadakan kemah Perkajusa (Perkemahan Kamis Jumat Sabtu). Regu Abby sedang mendiskusikan apa saja yang akan dilakukan pada saat kemah. Kini, mereka sedang berada di teras rumah Abby.

“Teman-teman, kita sudah menentukan apa saja yang akan kita bawa pada saat kemah. Sekarang, kita akan diskusikan apa yang akan kita tampilkan pada saat pensi nanti.” ucap Abby.
“Drama?” tanya Terry.
“Tari?” tanya Jenny.
“Vokal grup?” tanya Fella.
“Akapela?” tanya Siska.
“Perkusi?” tanya Kikan.
“Musikalisasi puisi?” tanya Prita.
“Band?” tanya Milla.

“Ngak ada pendapat lain?” tanya Abby.
“Ada.” ucap Helly.
“Apa coba?” tanya Abby.
“Kita gabungkan semua ide itu menjadi satu.” ucap Helly.
“Misalnya?” tanya Prita dan Kikan.
“Kita drama. Di dalam drama kita, kita menari dengan nyanyian kita sendiri. Lalu, kita musikalisasi puisi disertai perkusi. Setuju ngak?” tanya Helly.
“Ide bagus, Helly! Pandai kamu!” ucap mereka semua.

Mereka pun berlatih. Jenny berperan menjadi narator. Terry berperan menjadi host dalam drama. Prita, Siska, dan Kikan bertugas menari sambil menyanyi. Milla, Helly, dan Fella menjadi perkusi dengan Abby menjadi pembaca musikalisasi puisi.

Pada saat pensi malam pertama…
“Sekarang, urutan kedelapan, regu Anggrek!” ucap kak Letta.
“Hai, semuanya! Regu kami akan menampilkan gabungan dari beberapa pensi. Jangan bingung ya. Nanti kalian akan mengetahui apa maknanya. Selamat menyaksikan!” ucap Abby.
“Ayo, cepat! Satu, dua, tiga!” ucap Helly.
“Di suatu hari, ada sebuah pertunjukan bakat di gedung mewah. Host Terry pun memulai acara.” ucap Jenny.
“Hai, semuanya! Perkenalkan, nama saya Terry Azalia! Sekarang, kita akan menampilkan dua penampilan. Penampilan pertama dari grup A, beranggotakan Prita, Siska, dan Kikan yang akan menampilkan musikalisasi tari.” ucap Terry.
“Ayo!” ucap Prita, Siska, dan Kikan.

Prita, Siska, dan Kikan pun menari sambil menyanyikan lagu Cinta Simpul Mati. Setelah itu, Abby pun maju dengan Milla, Helly, dan Fella dengan perkusinya.
“Sekarang, kita saksikan penampilan dari grup B, beranggotakan Abby, Milla, Helly, dan Fella yang akan menampilkan musikalisasi puisi.” ucap Terry.

Abby pun menyanyikan puisi yang sudah disiapkannya dengan iringan musik perkusi yang merdu. Mereka pun bertepuk tangan sangat meriah.

Keesokan harinya, regu Abby dengan beberapa regu lainnya dengan mendengarkan materi tentang simpul-simpul tali. Abby pun mempraktekkannya dengan Lerona, Jeffri, dan Budi. Pada saat akan menyimpul tali bersama Jeffri, tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Abby dan Jeffri pun merasa jantungnya berdetak kencang sekali.

Pada saat pensi malam kedua…
“Sekarang, urutan keduapuluh, regu Rajawali.” ucap kak Letta.

Setelah penampilan terakhir, ada acara bebas.
“Nah, itulah penampilan dari regu Rajawali sekaligus penutup. Setelah ini, acara bebas. Siapa yang mau maju?” tanya kak Letta.
“Aku!” ucap Jeffri.
“Baiklah. Silakan maju, Jeffri.” ucap kak Letta.
“Lagu ini akan saya persembahkan kepada seseorang yang sangat spesial.” ucap Jeffri.

Jeffri dan kelompok bandnya pun menyanyikan lagu Cinta Simpul Mati.
“Lagu ini kupersembahkan untuk Abby! Abby, will you be my girlfriend?” tanya Jeffri.
“Yes, i am ready.” ucap Abby senang.

Lalu, mereka pun beramai-ramai menyanyikan lagu Cinta Simpul Mati.

Cerpen Karangan: Dhycia DhyneCia
Blog / Facebook: Dhycia DhyneCia

Cerpen Cinta Simpul Mati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Menghapus Kesedihanku (Part 3)

Oleh:
“Ih.. apaan sih!” Jawabku malu. “Tuh.. tuh mukamu merah, hahahaha kau tak bisa membohongiku sahabat!” Ucap Lisa sembari tangannya menunjuk mukaku. “Iya sahabat, aku mengakuinya, puas?” Tanyaku dengan marah

The Crazy Boy (Part 2)

Oleh:
“Masha..? dia pacar kamu?” Hah? Aku berbalik dan melihat wajah-wajah yang sedang bengong itu sedangkan si ninja gila itu hanya tersenyum penuh kemenangan ke arahku. “Iya dia pacarku.” Katanya

Membayar Denda

Oleh:
Siang itu, aku berjalan cemas menuju ruang perpustakaan yang berada di lantai atas sekolahku. Disaat itu juga kupegang erat-erat kartu perpustakaan yang sedang kupegang ini. Kartu dengan pemilik bernama

Pada Akhirnya Kamu Akan Memilihku

Oleh:
“Aku suka padamu. Maukah kau jadi pacarku?” Hana terdiam mendengar pengakuan itu. Butuh waktu baginya untuk menjawab pernyataan itu. “Besok saja kujawab. Sampai jumpa,” katanya yang kemudian berlalu pergi.

Dibalik Sebuah Senyuman

Oleh:
Pagi ini gue lagi males-malesnya belajar Matematika dan gue pun akhirnya mulai terhasut oleh setan yang terkutuk untuk cabut dari kelas, dan melarikan diri ke ruangan favorit gue yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *