Cintaku Kembali Karena Takdirnya (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 2 July 2016

Di tengah malam yang sunyi ini, aku memandangi sebuah bintang yang paling terang di langit lewat jendela-jendela kaca di kamarku. Entah kenapa pandanganku tertuju ke arahnya. Tiba-tiba terlihatlah sesosok laki-laki yang tidak asing lagi bagiku yang mengarahkan pandangannya tepat ke arahku, dia melihatku dengan senyuman yang sangat manis. aku pun membalas senyuman yang dia berikan kepadaku. Ya, dia adalah Kai Alvord sahabat baikku dari kecil.
“Kristal, sini ada yang ingin aku katakan”
“Hah, apa aku?” Tanyaku kebingungan karena tak biasanya kai mengajakku keluar malam-malam seperti ini.
“Iya kamu” jawabnya
“Kenapa? Kamu mau ngomong apa?”
“Sini jangan banyak tanya!”
“Ohhh, oke-oke” aku pun bergegas turun dari kamarku.

Saat sampai di bawah aku langsung ditarik oleh kai untuk pergi ke halaman depan rumahku. Tanpa bertanya aku pun mengikutinya. disana aku melihat kai mengambil setangkai bunga mawar berwarna merah dan sebuah balon berwarna hitam.
“Kris, aku mau menyatakan perasaan yang telah aku pendam selama ini. Sebenarnya aku udah lama mau nyatain gimana perasaan aku yang sebenarnya terhadap kamu. Awalnya aku menyangkal perasaan ini, tapi semakin aku ingin menyangkalnya perasaan ini semakin besar. Kristal aku suka sama kamu, kalau kamu mau terima aku kamu boleh ambil bunga ini tapi kalau kamu nolak aku kamu boleh ambil balon hitam ini.”

Aku terdiam sesaat setelah mendengarkan pernyataan kai, tapi aku senang dengan apa yang dia katakan karena sebenarnya aku juga sejak lama memendam perasaanku kepadanya. kepalaku pun kutundukkan karena perasaanku sekarang bercampur aduk antara perasaan senang dan malu. hatiku berkata ingin mengambil bunga mawar itu, namun tanganku serasa kaku dan tidak bisa bergerak. Kuambil balon hitam itu dan menegakkan kepalaku ke arah kai.
“Kamu tidak menyukaiku? Kukira selama ini kamu juga merasakan hal yang sama kepadaku, tapi ternyata salah”. tanyanya sambil menunduk kesal.
“Tidak, aku menyukaimu bahkan sudah sejak lama. Sampai-sampai aku tidak tau kapan persaan ini muncul”
“Tapi kenapa kamu mengambil balon itu dari tanganku?” Tanyanya bingung.
“Aku akan melepaskan balon ini” jawabku tersenyum manis sambil mengangkat tanganku dan melepaskan balon hitam itu dari genggamanku.
Kai pun tersenyum melihat tingkahku, dan memelukku sambil berkata “would you be my girlfriend until I say I Want to have a whole?”
“Yes i do” jawabku singkat.

Sekarang aku dan kai telah resmi jadian, setiap hari kami selalu menghabiskan waktu bersama. Kami selalu bertemu baik di sekolah maupun setelah pulang sekolah. Aku merasa sangat bahagia. Hari-hariku selalu diisi dengan sebuah keindahan olehnya.

“Kringringring” bunyi alarm yang selalu membangunkanku tidur pun berbunyi, aku langsung bangun dan bergegas untuk mandi dan berangkat ke sekolah. setelah selesai aku langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama keluargaku.
“Dek, sarapan dulu gih” panggil mamaku
“Iya ma, ini juga aku mau sarapan kok” jawabku
“Toktoktok” terdengar suara ketukan pintu, aku pun langsung bergegas untuk membukakan pintu karena aku sudah bisa menebak bahwa yang datang adalah kai “udah siap?” Tanyanya kepadaku sambil mengerutkan keningnya.
“Iya udah, bentar aku ambil tasku dulu” jawabku sambil berlari mengambil tasku.
“Ma, aku pergi dulu yah kai udah jemput aku” teriakku
“Iya, hati-hati yah”
“Oke ma”

Kami pun segera pergi, karena sekolahku cukup dekat dari rumah jadi kami selalu pergi dengan berjalan kaki. Di jalan aku di ejek oleh kai “kamu jelek bangat sih, bisa dandan gak?”
“Ihh, kamu kok ngeledekin aku” jawabku kesal.
“Kan kamu emang jelek, kalau kamu jelek gini ntar gak ada yang suka sama kamu loh!”
“Lahh, kamu kok gitu biarin aja aku jelek. kan kamu ada yang mau jadi pacar aku. tapi kalau di pikir-pikir, kamu kan banyak yang suka. kenapa kamu mau sama aku?”
“Hahah, baru sadar yah kalau pacar kamu ini sempurna banget. kirain nggak sadar. Gini yah kristal, aku suka sama kamu itu karena kejelekan kamu”. jawabnya sambil tertawa.
“Ihhhh, kamu nyebelin banget sih” gerutuku kesal dan marah-marah sama kai. langkah kakiku kuhentikan sambil memanyunkan bibirku
“Kok ngambek sih? Kan aku cuma bercanda kamu itu emang jelek tapi aku suka kok sama kamu” jawabnya tertawa lagi.
“Ya udah kalau aku jelek, cari gih cewek yang cantik buat jadi pacar kamu. Di kelas kamu itu kan ada cewek yang suka sama kamu. siapa namanya? Kayaknya aku lupa deh!” jawabku berpura-pura tak ingat.
“Maksud kamu rain. cemburu yah? Hahhah, jangan marah lagi dong. kamu cukup menarik kok. kalau kamu gak menarik sama sekali mana mau aku sama kamu”.
Aku pun tersenyum manis lagi kepada kai karena mendengarkan perkataannya. “jalan yuk, ntar telat” kai sambil menarik tanganku.

Di sekolah aku langsung masuk kelas. Begitupun dengan kai dia juga langsung masuk ke dalam kelasnya. kami berdua pun berpisah, karena kai di kelas XII MIA 1 sedangkan aku XII MIA 4.

Bel pertanda masuk Jam pelajaran pun telah berbunyi. Yang menandakan bahwa saatnya para siswa dan siswi memulai mata pelajarannya hari ini. Aku membuka tasku dan mengeluarkan peralatan menulisku. Guru memulai pelajarannya dengan sangat serius.

Di kelas aku termasuk kedalam salah satu murid yang berada diperingkat terbawah di kelasku. Meskipun sebenarnya tidak terlalu dibawah. Beginilah aku, seorang remaja yang berumur 17 tahun, memiliki muka yang biasa-biasa saja dan memiliki kemampuan yang sangat rendah. Bila dibandingkan dengan kai aku sangat berbeda karena kai merupakan salah satu murid yang mimiliki kemampuan yang tinggi, berwajah tampan dan banyak digemari oleh murid-murid wanita di sekolah. Setiap hari pasti ada-ada saja sekumpulan wanita yang membicarakan aku, karena ketidak cocokkanku dengan kai. Tapi mau gimana lagi, aku menyukainya dan dia juga menyukaiku. setauku setiap hari kai pasti mendapatkan banyak salam dari penggemarnya di sekolahku. sedangkan aku, jangankan ada orang yang menitip salam, orang yang ingin menyapaku saja tidak ada.

Jam istirahat pun telah tiba, teman-teman kelasku mulai bergegas untuk pergi ke kantin. sedangkan aku duduk diam dan menunggu kedatangan kai.
“Kristal, yuk kita makan” panggil kai kepadaku.
“Hah, ayo”. jawabku kaget karena kedatangan kai yang tiba-tiba.

Di perjalanan ke kantin aku bercerita kepada kai bahwa banyak sekali teman-temanku yang berkata bahwa aku tidak cocok dengannya “kai, di kelas orang-orang pada ngebicarain kita loh. mereka bilang aku nggak pantas buat kamu”.
“Terus kamu percaya?”
“Nggak juga sih, aku yakin kok kalau kita itu pantas dan yang terpenting itu kan kamu suka sama aku”.
“Nah gitu dong, mulai sekarang kamu nggak perlu dengerin apa yang mereka katakan terhadapmu. Kalau perlu kamu tutup saja telingamu. Namun, kalau kamu masih bisa mendengarnya biar aku yang menutup mulut mereka satu persatu. jadi kamu nggak perlu khawatir dengan hal itu. Yang perlu kamu tau adalah kita saling menyukai satu sama lainnya. itu saja!”
Aku pun tersenyum mendengarkan perkataan kai. Sekarang aku percaya bahwa dia memang benar-benar mencintaiku.

Saat sampai di kantin kai pun memesankan aku jus tomat dan roti coklat. Ya, begitulah sikap kai. setiap kali kami pergi ke kantin dia tidak pernah bertanya apa yang aku inginkan. Dia pasti memesankan aku jus tomat dan roti coklat. Tapi bodohnya lagi aku tidak pernah bosan untuk memakannya.
“Ini lagi” tanyaku
“Iya, kamu kan suka jus tomat sama roti isi coklat kan?”
“Hemm, iya aku suka kok. Ini rasanya enak.” jawabku ragu.
“Tuhhkan, udah aku tebak dari awal. kamu pasti suka ini”
“Heeemmmm, iya” jawabku sambil tersenyum lebar ke arahnya.
Melihat tingkahku yang aneh kai pun memukul kepalaku dengan menggunakan gulungan kertas.
“Aduuh, sakit tauu” gerutuku kesal.
“Makanya jangan aneh” jawabnya cuek sambil melanjutkan makanannya.
“Aku nggak aneh”
“Kamu itu aneh kristal!”
“Terserahhh kamu mau bilang apa, aku nggak denger” jawabku. Kai pun tertawa melihat gerak-gerikku.

Tidak terasa jam istirahat pun telah selesai, aku dan kai segera menuju ke kelas kami masing-masing. saat sampai di kelas aku pun memulai lagi pelajaran dengan perasaan yang bosan dan melelahkan. Mataku yang tadi terlihat bersinar kini hanya terlihat mata yang sayup karena menahan kantuk.

Akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggu pun tiba, dimana bel yang menunjukkan waktu untuk pulang pun terdengar jelas oleh telingaku. Aku langsung bergegas membereskan peralatan tulisku.
“Kristal” terdengar suara yang tak asing lagi bagiku.
“Ahh iya kai” jawabku
“Cepat”
“Iya iya” jawabku.
Kakiku langsung melangkah berjalan mengikuti langkah kaki kai. Aku berjalan tepat di belakangnya. setiap kali kami pulang sekolah aku selalu berada tepat di belakangnya sambil memandanginya. Entah sebenarnya apa yang aku lakukan sekarang. Mungkin ini sudah menjadi kebiasaanku. Meskipun kai tau kalau aku sangat sering memandanginya, tapi dia tidak pernah bertanya kepadaku kenapa aku selalu melihatnya.

Sungguh bahagianya perasaanku saat ini. Bagaimana tidak, aku memiliki seorang kekasih yang selalu ada untukku dan yang selalu menemaniku. Namun, terkadang aku juga berpikir kenapa kai bisa menyukaiku sebesar ini. karena yang aku tau di kelasnya ada seorang perempuan yang sangat menyukainya. Sampai-sampai aku cemburu terhadapnya, karena dia selalu mendekati kai dan selalu mengejarnya. Di tambah lagi perempuan itu sangat cantik dan digilai oleh semua laki-laki di sekolahku. Tapi, kenapa kai malah memilih gadis yang terkenal bolot sepertiku. Entahlah yang terpenting sekarang ini adalah menjalani semuanya dengan senyuman kebahagiaan.

Lima menit pun telah berlalu, tidak terasa aku sudah di depan gerbang rumahku. “kai aku masuk dulu yah! Kamu mau mampir dulu nggak?” Tanyaku kepada kai.
“Nggak dulu deh, soalnya hari ini aku capek banget. Oh yah, ntar malam aku jemput kamu yah kita nonton ke bioskop. katanya sih ada film baru.” ajaknya.
“Oke” jawabku singkat.

Kai pun berjalan menuju rumahnya. Kupandangi dia sambil memegang tali tasku. Semakin aku memandangnya semakin jauh dia dari pandanganku. Saat sosok pria itu hilang aku pun masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamarku. Kurebahkan badanku di kasur dan menghilangkan semua beban yang ada dalam pikiranku. Perlahan-lahan mataku merasakan kantuk yang sangat hebat. Akibatnya aku menjadi ketiduran.

Malam pun telah tiba, tepatnya pada pukul 06. 45 WIB aku teringat akan janjiku dengan kai tadi siang. Segeralah aku bersiap-siap dan menyulap diriku agar terlihat cantik. Baju-baju yang ada di lemariku menjadi berantakan karena aku sibuk memilih baju yang ingin ku pakai. Namun, saat aku memilih mataku tertuju pada sebuah gaun pendek berwarna putih. Tampa pikir panjang aku segera mengenakannya dan berdandan secantik mungkin.

“Kristal, ada kai tuh nunggu kamu di depan” teriak kakak laki-lakiku.
“Iya kak, bilang tunggu dulu” teriakku.
“Cepat, kai itu udah lama nunggu kamu”
“Iya” aku pun turun dari kamarku dan menuju ke ruang tamu tempat kai menunggu.
“Ayo jalan”
“Ahhh, iya ayo” Aku pun berpamitan kepada papa dan mamaku.
“Ma aku pergi dulu yah”
“Iya, pulangnya jangan malam-malam yah”
“Oke” Aku dan kai segera berjalan menuju ke dalam mobil yang akan kami kendarai. Di dalam mobil kai mengelurkan kata-kata yang tidak pernah aku dengar sebelumnya “kamu cantik”
“Apa? Bisa kamu ulangi”
“Kamu cantiik”
“Hahahah, kamu bercanda yah?”
“Nggak, kamu emang cantik”
“Kamu sakit?, atau kepala kamu kebentur” tanyaku heran, karena ini merupakan pertama kalinya kai mengatakan kalau aku cantik. mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya itu jantungku serasa akan copot dan napasku serasa berhenti sejenak mendengarnya.
“Hah, nggak kok aku baik-baik saja” jawabnya
“Astaga kai, ini pertama kalinya kamu bilang kalau aku ini cantik. senangnyaaa!!” kataku sambil tertawa kecil.
“Hahhh, masa?” sambil tersenyum kepadaku.

Mobil kami pun melaju dengan kekuatan sedang. Tiba-tiba kai memberentikan mobilnya. Berarti itu pertanda bahwa kami sudah sampai di gedung bioskop. Kami pun turun dari mobil dan segera memesan tiket. Setelah kami mendapatkan tiket aku dan kai berencana untuk membeli makanan terlebih dahulu karena jam tayang film tersebut masih pukul 09. 00 WIB.
“Kita beli makanan dulu yuk”
“Yaudah, goo! Lagian ini masih lima belas menit lagi” kai pun berjalan dan menggandeng tanganku sambil mengajakku pergi. Aku pun membiarkannya dan berjalan mengikuti tarikan tangan kai kepadaku.

Setelah selesai membeli sedikit camilan kami langsung masuk kedalam ruangan tempat kami menonton film. Perasaanku saat ini sangat senang dan hatiku serasa sedang dimekari oleh bunga-bunga yang indah.

Dua jam pun telah berlalu, film yang ditayangkan pun telah selesai. kami segera beranjak dari kursi yang kami duduki dan melangkahkan kaki untuk pulang. Di perjalanan pulang kai berkata kepadaku “I Love You Kris” sambil tersenyum kecil.
Aku pun kaget mendengarnya “I Love You too Kai” jawabku dengan muka memerah.
Tuhan aku sangat bahagia memilikinya, tolong biarkan kami tetap begini. Jangan biarkan kami menjauh satu sama lain. Meskipun seandainya kami terpisah, tolong kembalikan kami agar menjadi seperti ini lagi. Aku sangat menyukainya Tuhan. Walaupun ada seseorang yang menggantikanku aku akan tetap mencintainya sepenuh hatiku.

Tak terasa kami sudah di depan gerbang rumahku. Kai pun turun dan membukakan pintu mobil untukku.
“Silakan My girls”
“Thank you”
“Too sayangku”. Kukelurkan kaki kananku terlebih dahulu dan perlahan-lahan melangkah ke dalam rumahku. Kai masuk ke dalam mobilnya dan langsung menginjak pedal gas mobilnya.

Cerpen Karangan: Nova Efriantii
Facebook: Nova Efriantii

Cerpen Cintaku Kembali Karena Takdirnya (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saat Dia Terlupakan

Oleh:
Suara knalpot, teriakan dan klakson membuat suasana jalan semakin ricuh, ya beginilah suasana Jakarta di pagi hari selalu dipenuhi oleh hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan walaupun weekend sekali pun

Penantian Indah

Oleh:
Namaku Laura. Panggil saja Rara. Saat ini aku berumur 15 tahun. Aku sekolah di Sma Angkasa Jakarta. Di sekolah inilah aku memahami arti pertemanan dan kasih sayang. Semua suka

Lost in France, Lost in You

Oleh:
Charles de Gaulle, 29 November 2017. Delina melengos lelah, jarum jam di tangannya menunjukkan pukul delapan malam. Sadarlah ia jam di tangannya masih menunjukkan waktu Indonesia bagian barat. Kalau

Saranghae

Oleh:
Bentangan canvas biru indah di udara yang tertutup kegelapan malam terindahkan dengan sorotan indah purnama bulan. Malam itu angin malam berhembus tenang membiarkan helai demi helai rambut hitam panjang

Beautiful In White

Oleh:
Siang terik kali ini aku baru ke luar dari kantorku untuk makan siang. Setengah berlari ke arah parkiran dan menuju motor besarku. Memakai helmku dan mulai melaju pelan. Yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *