Di Cafe Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 2 October 2013

namaku reta, hari ini hari pertama aku masuk SMA, aku bersekolah di SMA KEMALA BHAYANGKARI aku memang anak yang cukup pendiam, saat itu aku berada di kelas bersama temanku yang baru aku kenal saat itu, teman sebangku ku tidak masuk sekolah namanya fira, aku merasa sendiri sampai akhirnya ada seorang cowok yang menjailiku dia bernama ardian dia memang sosok cowok yang cukup keren di sekolahku dan dari situlah kami jadi semakin dekat sampai suatu hari dia mengajak ku makan malam di sebuah kafe.

saat itu handphone ku tiba tiba berbunyi pertanda ada telfon masuk ternyata itu ardian, aku pun segera mengangkatya, hallo ret suara yang kudengar setelah mengangkat telfon, “iya kenapa ar?” jawabku, “ada acara gak ret malam ini?” kata ardian, “enggak ada kok ar memang kenapa?” jawabku, “aku mau ngajak kamu diner ret” kata ardian, “emmm boleh, memang dimana?” tanyaku, “di CAFE CINTA ret” jawabnya, “ya udah jam berapa?” tanyaku, “jam 7 ret” katanya, “ya dah sampe ketemu nantik ya” balas ku, “ya dah”. tuh suara yang menutup perbincanganku dengannya sore itu.

Aduh aku jadi deg-deg’an deh bertemu dengannya nanti, akhrnya aku pun mulai memilih baju yang akan kukenakan nanti malam, tak terasa waktu menunjukkan pukul 6, aku pun mulai memakai baju yang sudah kusiapkan tadi sore, setelah itu aku pun merias jawahku secantik mungkin, setelah semuanya sempurna aku pun segera berangkat menemui ardian di CAFE CINTA.

Ternyata yang kupikirkan benar ardian memintaku untuk menjadi pacarnya, dan saat itu aku dan ardian pun resmi pacaran dan cafe itulah yang menjadi saksi cinta kita.

THE END

Cerpen Karangan: Maretha Linda Michellia
Facebook: Mareta Slalu Bersamanya

Cerpen Di Cafe Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Unconditional (Part 3)

Oleh:
Sesunggunya, yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah karena kehilangan yang tiba-tiba. Seperti halnya seorang perok*k yang dipaksa berpisah dengan rok*knya. Atau pecandu nark*ba yang suplainya dihentikan tiba-tiba oleh

Tidak Harus ke Jepang

Oleh:
Malam yang gelap, dan dingin yang menusuk tulang, aku masih di teras rumah sambil berdiam diri, itulah yang kulakukan. Aku Algi Farry, duduk di bangku kelas 1 di salah

Risalah Hati (Part 3)

Oleh:
13 November 2015, Mt. Cikuray, 2821 MDPL 13.00 PM Aku dan kawan-kawan dari komunitas Lidi Rimba mendaki puncak Cikuray. 2821 MDPL aku tempuh dengan kawan-kawan komunitas Lidi Rimba. Diperjalanan

I Will Be

Oleh:
Sudah lebih dari seminggu dia tak menghubungi ku. Otak ini terus memikirkannya, memikirkan bagaimana keadaannya. ~There’s nothing I could say to you Nothing I could ever do to make

Pamit

Oleh:
Aku melirik arloji hitam yang melekat erat di pergelangan tangan kananku, sudah lebih dari satu jam namun langit belum berhenti menangis. Bahkan tangisannya bertambah deras seiring waktu berjalan. Kilatan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *