Flower Crown Penghujung Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 October 2018

Siang itu, sama seperti biasanya. Lagi-lagi aku mencuri kesempatan untuk bisa memandangnya. Dari balik layar laptopku, aku berusaha melihatnya saat sedang menikmati makanan dan juga minuman bersama teman-temannya. Meskipun hanya sekedar melihat dari kejauhan, aku cukup senang. Rangga tepatnya nama laki-laki itu, salah satu siswa jago Fisika yang banyak dikagumi hampir seluruh siswi di sekolahku. Senyuman dan gayanya yang rupawan, ditambah prestasinya yang luar biasa. Sepertinya, aku benar-benar jatuh cinta. Beruntung sekali teman-temannya, bisa tertawa dan bercanda bersama. Sedangkan aku?

“Eitss… Ada yang lagi ngelamunin kakak kelas, nih” Tiba-tiba Dina sahabatku membuyarkan lamunanku. Saat itu juga Rangga melirik ke arahku, aku pun langsung membetulkan kacamataku lalu menunduk malu
“Ishh.. Kamu apaan sih? Kalau dia lihat aku, gimana? Aku kan malu.” Aku pun merendahkan nada suaraku karena malu, lagi-lagi aku menjadi salah tingkah akibat perbuatan Dina
“Dia udah lihat kamu, kok. Lihat aja, dia juga tahu kok kalau kamu tuh selalu merhatiin dia setiap hari. Emangnya dia nggak risih apa kamu liatin. Dia juga peka kali.” Ejek Dina kepadaku, sementara aku masih menunduk malu
“Udah ah. Mendingan kita ke kelas aja yuk, buruan!” Aku pun segera menutup laptopku dan menarik Dina untuk segera meninggalkan kantin. Sementara Rangga, menatapku aneh dari kejauhan

Beberapa waktu kemudian…
Akibat perbuatan Dina waktu itu, akhirnya aku memutuskan untuk melihat Rangga dari tempat yang berbeda. Perpustakaan. Iya, itu tempat yang tepat! Tapi semenjak tiga hari ini, Rangga tidak seperti biasanya. Aku sama sekali tidak menemukannya. Akhirnya aku pun menyusuri setiap ruangan dari Perpustakaan itu, menyelinap beberapa saat, lalu…

“Ekhem.. Lagi nyari siapa?” Tiba-tiba suara itu menghentikan langkahku. Aku tidak tahu pasti siapa laki-laki yang mengagetkanku itu. Aku pun menghembuskan nafas kesal
“Siapapun itu, yang pastinya itu bukan urusan kamu!” Aku pun mendengus kesal
“Oh ya? Emang lagi nyari siapa?” laki-laki itu mulai memajukan langkahnya menjadi tepat di sebelahku, meskipun aku masih fokus memandang ke depan
“Ya pokoknya seseorang itu…” Aku menghentikan ucapanku saat berbalik melihat laki-laki itu, seketika mataku membola dan jantungku berdetak cukup hebat

”Ra… ra.. Rangga..” Tiba-tiba saja nafasku menjadi sesak tidak seperti biasanya. Telapak tanganku pun menjadi seiring kegugupanku bertemu dengannya. Aku pun menundukan wajahku sebentar, lalu membalas tatapannya meskipun ragu
“Kamu Syifa anak X IPA 3, kan? Sahabatnya Dina, iya Dina. Dina bukannya lagi di kantin, ya. Kamu lagi nyari siapa di sini?” sesekali ia melirik arah sekitar yang hanya tersisa aku dan dia. Ia pun menyipitkan matanya melihat wajahku yang mulai gugup
“Emm.. ii.. iya. A.. aku, aku.” Aku pun menundukan wajahku seraya memegang erat buku pelajaran yang sedari tadi aku bawa
“Oh, iya. Aku tahu kamu. Kamu yang menang Olimpiade tahun bulan lalu, kan? Miss Novi sering banget cerita tentang kamu. Ternyata kamu jago Kimia juga, buktinya bisa menang gitu.” Aku pun hanya tersenyum tipis mendengar penuturannya
“Oh, iya. Kenalin, aku Rangga. Anak XI MIPA 1.” Ia pun mengulurkan tangannya seraya tersenyum ke arahku. Aku pun hanya menatapnya aneh, seolah tidak percaya jika aku akan menemuinya tiba-tiba di sini
“Ma.. maaf. Aku duluan..” Aku pun meninggalkannya seketika. Baru beberapa langkah, lagi-lagi perkataannya menghentikan langkahku beberapa saat
“Santai aja, nggak usah gugup gitu juga kali.” Ejeknya seraya mengimbangi langkahku
“Aku duluan..” Rangga pun tersenyum manis kearahku, lalu meninggalkanku yang masih berdiri mematung memandang langkahnya dari kejauhan. Aku pun tersenyum senang mengingat kejadian pertemuanku dengan Rangga

Semenjak pertemuanku dengan Rangga, dalam setiap hari-hariku, aku semakin sering bertemu dengannya. Saat aku menikmati makan siang di kantin bersama Dina, saat itu juga Rangga menatapku seraya tersenyum manis dari kejauhan. Saat ada pertandingan Basket di sekolah, ia pun menghampiriku sebentar meskipun hanya sekedar menyapa. Semua kejadian itu benar-benar membuatku bahagia.

“Ciee.. Ada yang lagi jatuh cinta beneran, nih. Jangan mimpi ketinggian lho, ntar kalau jatuh sakit.” Ucapan Dina itu langsung saja membuatku tertawa ringan.
“Tapi, apa Rangga tahu ya, kalau aku suka sama dia. Apa Rangga juga suka ya, sama aku?” Aku pun memejamkan mataku pelan seraya menghembuskan nafasku berat. Lalu, pergi menuju Perpustakaan guna mencari buku untuk mengisi waktu-waktu kosong. Namun, baru saja aku ingin mengambil buku yang aku cari, aku melihat Rangga mengobrol cukup akrab dengan seorang perempuan yang cukup cantik. Perempuan itu terlihat bahagia sekali, sedangkan Rangga terlihat memegang sebuah bingkisan dalam sebuah kotak berwarna Coklat.

“Kamu suka?” Perempuan itu tersenyum manis kearah Rangga, Rangga pun demikian
“Aku suka banget. Aku bener-bener nggak sabar buat ngungkapinnya malam ini juga. Sekali lagi, makasih ya?” Angga menatap perempuan itu cukup dalam
“Sama-sama. Aku juga nggak sabar dan nggak tahu apa yang akan terjadi nanti malam.” Perempuan itu membalas tatapan Rangga dengan senyuman manis. Pemandangan itu benar-benar membuat dadaku menjadi sesak. Tiba-tiba saja air mataku menetes, dan badanku menjadi lemah seketika. Aku pun meninggalkan Perpustakaan itu secepat mungkin. Saat berada di koridor, tiba-tiba saja Dina menghampiriku dengan secarik undangan.

“Fa, kamu dari mana aja? Aku nyariin kamu tahu dari tadi. Nih ada undangan dari kamu, dari Rangga.” Dina memberikan sebuah undangan ulang tahun, dan itu atas nama Rangga Aditya. Aku pun hanya diam sesaat dan menyeka air mataku pelan.
“Fa, kamu kenapa? Kamu nangis?” Dina pun memengang bahuku pelan. Aku pun menggeleng pelan dan mencoba tersenyum di hadapannya seraya mengambil undangan itu.

“Oh, jadi ini maksudnya. Dia ngundang aku di Acara ulang tahun dia. Jadi di Acara ini juga dia bakalan ngungkapin perasaannya sama perempuan itu, tepat di hadapan aku dan juga anak-anak? Kamu jahat Rangga! Kamu bener-bener nggak peka sama perasaan aku. Aku sayang sama kamu, dan aku suka sama kamu!” Aku pun hanya membatin penuh lirih seraya melihat undangan itu.

Malam…
Aku terpaksa menghadiri acara itu akibat ajakan Dina yang tidak mungkin aku tolak. Aku juga tidak tega menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Entah kenapa, malam itu Dina tiba-tiba saja memintaku untuk tampil beda, dengan gaun dan sepatu tinggi. Dia juga memintaku untuk tampil layaknya putri dengan melepaskan kacamataku dan menggantinya dengan lensa. Meskipun aku tahu apa yang akan terjadi, aku pun hanya tersenyum ringan.

“Kamu cantik banget. Pasti Rangga bakalan naksir sama kamu.” Dina sepertinya berlebihan memujiku. Padahal, Rangga juga akan menyatakan perasaan nya dan itu bukan aku.
“Nggak kok, Din. Kamu berlebihan..” Lagi-lagi aku hanya tersenyum ringan seraya mengaduk-aduk ice cream yang disajikan hingga mencair.

“Perhatian seluruhnya…” Tiba-tiba Rangga pun naik keatas panggung dan mengambil alih acara. Semua tamu pun memandangnya penuh kekaguman karena malam itu ia benar-benar terlihat berbeda dan lebih dewasa.
“Aku mau ngucapin terima kasih buat teman-teman seluruhnya yang udah datang pada acara ini. Malam ini, selain acara penting dalam hidup aku. Aku juga mau ngungkapin perasaan aku, dengan seseorang perempuan yang udah berhasil mencuri hati aku.” Tiba-tiba saja sorakan para tamu begitu ramai. Begitu juga Dina yang menatapku penuh kebahagiaan. Tiba-tiba saja nafasku merasa sesak, saat melihat Perempuan yang aku lihat di Perpustakaan itu naik keatas Panggung menggunakan gaun berwarna putih.

“Kamu jahat Ngga..” Ingin rasanya aku menangis melihat pemandangan ini. Perempuan itu tepat berdiri di sebelah Rangga, Rangga pun menatapnya dengan senyuman manis.

“Dan, perempuan itu adalah…” Suasana pun sunyi sesaat. Sedangkan aku hanya mengalihkan pandanganku
“Perempuan itu adalah… “Syifa Anastasya” ..” Tiba-tiba jantungku seolah berhenti berdetak. Aku pun menatap Rangga yang saat itu menatapku dari atas panggung. Seolah tidak percaya bahwa yang Rangga sebut adalah namaku. Aku pun terdiam membisu.

“Naik.. naik.. naik…!!!” Begitulah sorak para tamu yang hadir. Dina pun mendorongku untuk segera naik. Dengan rasa gugup dan malu, aku pun berjalan pelan untuk naik ke atas panggung. Seketika itu juga Rangga menarik tanganku pelan dan mengajakku tepat di tengah-tengah panggung dengan hiasan lilin yang begitu indah. Ia tepat berdiri di hadapanku, dan aku di hadapannya.

“Aku, mau ngomong sesuatu sama kamu, Fa.” Rangga menatapku dalam. Namun, aku masih tidak percaya dengan apa yang dilakukannya
“Aku Suka sama kamu, dan Aku… Sayang sama kamu…” Rangga menatapku dengan senyuman dalam. Sedangkan aku, menggelengkan kepalaku bahwa Rangga hanya bercanda

“Kamu bohong! Tapi Perempuan itu…” Aku mencari sekeliling tapi Perempuan yang aku temui di Perpustakaan dan panggung itu tidak ada sama sekali. Hanya aku, dan Rangga yang ada di atas panggung berhias lilin itu
“Cuma ada aku, dan Kamu di sini..” Rangga memegang daguku lembut. Aku pun mencoba untuk membalas tatapannya

“Ini buat kamu… Kamu, cantik sekali mala mini, Fa.” Rangga pun memasangkan sebuah Flower Crown yang begitu indah di atas kepalaku. Aku pun menatapnya dengan senyuman bahagia dan rasa tidak percaya. Tiba-tiba alunan lembut mulai mengiringi kami berdua.

“Mungkinkah..
Kau juga sama rasa. Rasakan yang kurasa..” Rangga mulai menyanyikan lagu untukku

“Harusakah kuungkap yang kurasa? Bahwa sesungguhnya kucinta dan kusayang.” Aku pun membalas lagu yang Rangga nyanyikan untukku

“Oh Malam.. Sampaikan sayangku untuk Dia..” Aku pun bersamaan tersenyum dan menatap Rangga penuh kebahagiaan.

Cerpen Karangan: Widya Ningsih
Blog / Facebook: Ana Annisa
Menulis adalah kebahagiaan. Dengan menulis, aku bisa menikmati indahnya kata kata, baik senang ataupun sedih. Namaku Widya, akan tetapi aku lebih dikenal dengan nama pena sebagai Ana Annisa.
Kunjungi blog saya: Anaannisablog.wordpress.com
Terima Kasih!

Cerpen Flower Crown Penghujung Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Cinta Anak Remaja (Part 1)

Oleh:
Hari pertama tahun kedua di SMA Laskar. Lembaran baru untuknya akan dimulai. Dia seorang gadis yang cantik, dibalik kecantikannya dia sangat nakal sukanya ngerjain orang yang suka merendahkan orang

Besok Adalah Kesempatan

Oleh:
Hidup ini indah kalau dinikmatin baik-baik. Hehehe itulah semboyan hidupku, mungkin yang akan kubawah sampai aku mati nantinya. Belajar itu kewajiban, main itu hobby dan sukses itu tujuan hidupku.

Warna Warni Hidup

Oleh:
Namaku Nei, Aku saat ini sedang study di salah satu Pondok Pesantren di Jakarta walaupun aku tidak mondok tetapi aku masih tetap bisa mendapat pelajaran Agama Islam banyak sekali.

Mawar Pertama

Oleh:
Sepulang sekolah, badanku lelah sekali. Kuraih handphoneku, lalu berbaring di tempat terempuk dan ternyaman yang kumiliki, yaitu tempat tidurku. Ku mencek medsos, sembari beristirahat. Inilah yang biasa kulakukan sepulang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *