Guest Flower (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 15 January 2019

“I love you
For all that you are,
All that you have been,
And all you’re yet to be”

Cuaca pagi ini sangat dingin, baru 15 menit berlalu air hujan reda. Seorang pria duduk tenang di kursinya sambil terus memandang keluar jendela yang di sebelahnya terdapat lukisan wanita cantik. Tatapannya sayu, entah apa yang ada dalam pikirannya, tapi tepatnya ia tampak sangat sedih. Sheira, aku bakal nemuin kamu, 2 hari lagi, tunggu aku.. aku dateng jemput kamu, kita akan bersama kembali.. Ucapnya dalam hati.

Tiba-tiba lamunannya terbuyar ketika mendengar dering Hpnya
(Hallo Bas, lo dimana? Sejam lagi kita ada meeting di guest flower sama klien baru, dia mau liat-liat lukisan lo, jangan lupa siapin semuanya, gua bawa laptop deh..)
“Iya gua inget, tunggu aja, gak sampe setengah jam gua udah sampe” klik! Pria tersebut mematikan panggilan dan segera bersiap keluar rumah.

Guest Flower,
Bastian dan temannya mempresentasikan karya lukisan dan berbagai design mereka kepada klien baru mereka, Bastian adalah manajer di salah satu perusahaan Design di kota Bogor, dan yang paling diminati banyak kliennya adalah lukisannya. Perusahaannya memproduksi banyak kerajinan kayu seperti jam tangan, sepatu, design interior dan lain-lain.

“Oke, saya setuju kalau begitu..” ujar sang klien lalu mereka bersalaman satu sama lain.
Selesai meeting, Bastian berjalan-jalan sebentar di sekitar Guest Flower yang banyak pengunjungnya juga pemandangan bunga dan bangunannya yang unik serta cantik.

“Hey,” sapa wanita di sebelahnya
Refleks Bastian menoleh ke wanita tersebut
“Ini, sapu tangan lo jatuh tadi..” katanya seraya memberikan sapu tangan ke Bastian.
Bastian mengambil sapu tangannya “Thanks,” ucapnya singkat lalu berjalan lagi, namun wanita tersebut terus mengikutinya. Bastian yang merasa risih berhenti berjalan dan menoleh ke wanita itu “Lo ngapain ngikutin gua terus?”
Wanita tersebut tersenyum lalu mengulurkan tangannya “Kenalin, nama gua Marsha”
Dengan ragu Bastian membalas jabatan tangan tersebut “Bastian, lo belum jawab pertanyaan gua.”
Marsha menoleh ke sekelilingnya seperti mencari sesuatu, sedangkan bastian heran sendiri, kenapa sih dia?? Batin Bastian dalam hati
“Emm, gak apa, gua gak ada temen, jadi ngikutin lo aja, biar keliatan ada temennya.”
Skak!! Bastia benar-benar terkejut mendengar ungkapan wanita di hadapannya “Biar keliatan ada temen?” katanya sambil tertawa mengakak. Ini adalah pertama kalinya Bastian tertawa bebas setelah setahun berlalu.
“Hehe, gak apa kan?” Tanya Marsha
Bastian menghentikan tawanya dan mengangguk “Terserah lo,”

Mereka berdua berhenti di tempat penjualan hamster, Marsha terlihat sangat girang melihat hewan-hewan kecil tersebut, seperti ini baru pertama kalianya ia melihat hewan tersebut.
“Ya ampunnn lucu bangettt” Ucapnya
“Lo suka?” Tanya Bastian
Marsha mengangguk sambil tersenyum
“Ya udah beli aja” Ucap Bastian
Marsha menggelengkan kepalanya, “Buat apa dibeli? Selagi dia masih punya orangtua yang bisa ngerawat dia.”
Deg! Bastian terkejut untuk yang kedua kalinya, bisa-bisanya wanita di hadapannya berbicara hal yang tidak pernah Bastian dengar sebelumya.
“Udah yuk jalan lagi,” Ajak Marsha sambil menarik lengan baju Bastian
Mereka berjalan-jalan hingga ke pintu keluar.

“Lo pulang ke mana?” Tanya Bastian “Kalau jauh gua anter..” Tawarnya
Marsha menatap cukup lama wajah Bastian, sedangkan Bastian hanya beroceh terus di dalam hati dia ini kenapa sih??
“Waktu gua masih 2 jam lagi. Lo tau gak tempat yang bagus deket sini?” Tanya Marsha
Bastian mengerutkan dahinya bingung “Maksudnya 2 jam lagi? Lo tinggal di asrama? Atau lagi study tour di sini?”
“Enggak” jawab Marsha cepat, “lo tau gak? Kalau tau anterin gua donk..” pintanya
Well! Hari ini gua bener-bener ketemu cewek aneh.. batin bastian lagi dalam hati. “Ya udah, ada istana Barbie deket sini, pasti lo suka..”
Marsha segera menggelengkan kepalanya “Enggak! gua takut Barbie, pasti di sana banyak Barbie.. tempat yang lainnya aja.”
“Takut Barbie?” Tanya Bastian tak percaya,
“Iya,” jawab Marsha tegas
“hmm, Aha! Gimana kalo ke museum aja? Deket sini juga, mau? Gak ada Barbienya kok,” tawar bastian
“Oke,” jawab Marsha setuju

Museum,
Sejam sudah Bastian menemani wanita aneh itu berkeliling museum, dan ia tampak sangat kelelahan. Sejam pula ia mengamati wajah wanita di depannya, lumayan cantik, tapi tampak sangat pucat, tak ada make up sedikitpun di wajahnya malah dari kecantikannya itu wajahnya terlihat seram. Entah mengapa Bastian begitu penasaran dengan wanita di depannya, ia manusia atau bukan?? Batinnya.

“Bas, fotoin gua donk di patung ini..” pinta Marsha
Bastian terdiam sejenak, “Kenapa dari satu jam tadi kita kelilig lo Cuma mau foto sama patung ini?” Tanya Bastian heran dan tidak sabar menunggu jawaban Marsha
Marsha terdiam lagi, entah apa yang ada dalam pikirannya “Udah foto aja.” Pintanya lagi
Bastian mengalah, ia membuka layar hpnya dan memotret wanita cantik itu, dan anehnya, Marsha sama sekali tak tersenyum.
“Sha, please banget, senyum dikittt ajaaa, lo bisa kan? Bisa-bisa horror juga nih Hp gua gara-gara ada foto lo.”
Marsha sedikit tertawa mendengar ungkapan Bastian, ia pun tersenyum di depan kamera, Ckrekkk!!!

Pukul 16.00
Marsha mengangkat teleponnya yang berdering, “Hallo Pah, iya Marsha di museum.”
(Iya, Papah udah di depan gerbangnya)
“Oke Pah” klik!
Bastian menatap Marsha “Udah dijemput? Rumah lo dimana?” Tanya Bastian berharap kali ini ada jawaban.
Marsha hanya menatap Bastian sambil tersenyum, ia pun berjalan meninggalkan Bastian menuju pintu keluar.
Bastian tertawa kecil, “Siapa sih dia?? Takut Barbie?? Kenapa dia mirip Sheira waktu kecil? Takut Barbie dan, suka foto di patung ini…” begitu banyak pertanyaan di kepala Bastian, dan itu membuatnya ingin bertemu wanita itu lagi.

Keesokan harinya, Bastian menyempatkan dirinya ke Guest Flower, berharap dapat bertemu wanita itu kembali. Benar saja, ia melihat Marsha berdiri sambil terus menatap hamster di hadapannya.
“Hey,” Sapa Bastian
Marsha tak menoleh sama sekali, ia masih fokus dengan hamster-hamster di depannya.
Bastian meghela nafasnya, sabar Bas… Ucapnya dalam hati. Bastian pun menjentikkan tangannya di depan wajah Marsha, refleks Marsha menoleh ke Bastian “Hey,” Sapa Bastian lagi
Marsha tersenyum kecil, “lo mau nemenin gua lagi?” Tanya Marsha
“Ha?” Bastian berusaha menahan tawanya, “Hmm mungkin.. lo mau beli hamster itu? Nanti gua bayarin, sekalian gua beliin sampe ke nenek-neneknya.”
Marshapun tertawa, “Semuanya donk, mereka kan satu keluarga, kalo lo Cuma beli beberapa, berarti lo penghancur keluarga mereka.”
Marsha dan Bastian sama-sama tertawa, “Iya deh gua nyerah, gua gak bakal beli nih Hamster”

“Emm Bas, gua laper nih.. makan yuk,” Ajak Marsha
“Boleh, lo mau makan apa?” Tanya Bastian
“gua makan…” tiba-tiba saja raut wajah Marsha berubah, “gua minum cappuccino aja deh,”
“Loh, katanya tadi lo laper?” Tanya Bastian heran
“Gak apa..”
“Ya udah, kita ke caffe deket sini aja.” Ucap Bastian

Café,
Bastian dan Marsha duduk berhadapan, “Lo sering kesini?” Tanya Marsha
“Iya, kalo meeting gua lebih sering ngajak keluar dari pada di kantor.” Jelas Bastian
“Oh, lo kerja apa?” Tanyanya lagi
“lo mau tau kerjaan gua?” Tanya Bastian balik
“Iya,”
“Oke, abis ini lo ikut ke kantor gua.”
“Ngapain?” Tanya Marsha yang membuat Bastian beroceh lagi dalam hati
Sabar Bas… batinnya “Biar lo tau gua kerja apa..”
“Oh,” Marsha menyeruput gelas cappuccino di tangannya.

Tanpa sadar Bastian terus menatap wajah wanita di hadapannya, entah mengapa ia merasa seperti pernah melihat wajah itu sebelumnya, tapi dimana…
Marsha balik menatap Bastian, jelas saja bastian terlihat gugup, “jangan liatin gua,” Ucap Bastian
“Loh, itu kan pertanyaan gua, kok lo yang nanya?”
“salah lo telat nanyanya..” mereka berdua pun tertawa
“Bas, golongan darah lo apa?” Tanya Marsha
“B, kenapa?”
Marsha tersenyum “baguslah, kapan-kapan gua minta darah lo,”
“Lo anggota PMR ya? Yang suka ngedonorin darah?” Tanya bastian bingung
Lagi-lagi Marsha tak menjawab apapun “Bas, gua mau ke toilet dulu ya,” Ucap Marsha lalu berjalan pergi
Namun, ketika Marsha berjalan melewati meja terakhir, ia menabrak seseorang bertubuh besar dan berhasil menumpahkan kopi di tangannya sehingga baju pria tersebut basah.
“Ya ampun, sorry Pak, saya gak sengaja..” Ucap Marsha memohon maaf
Pria tersebut tampak sangat kesal, “Kamu tau harga baju ini berapa?!!” Tanyanya kasar
Marsha menggelengkan kepalanya “gak taulah pak, mending sekarang Bapak bersihin baju Bapak sebelum warnanya berubah dan susah hilang, atau bapak bisa beli baju lagi, di luar banyak distro kok.” Ucap Marsha polos
“Apa??!!!”
Bastian tampak tercengang melihat perlakuan Marsha, entah ia ingin tertawa atau malah bagaimana, yang jelas ia harus menyelamatkan Marsha dari pria tersebut.

“Mohon maaf Pak, dia adik saya, dia memang ceroboh.”
Pria tersebut membanting gelas di tangannya yang membuat seluruh orang di dalam café tersebut menoleh ke mereka.
“Saya tidak butuh kata maaf!!!” teman-teman pria tersebut semua berdiri mendekat ke Marsha,
1..2..3.. “Marsha lari!!!” Bastian menarik lengan Marsha berlari keluar café dengan cepat. Pria-pria tersebut segera mengejar mereka berdua.

Marsha dan Bastian berhenti di balik rumah orang, mereka berdua mencoba mengatur nafas yang kelelahan, untung saja pria-pria itu kehilangan jejak mereka berdua.
Marsha dan Bastian saling bertatapan, mereka berduapun tertawa terbahak-bahak. Ini adalah pertama kalinya Bastian melihat Marsha tertawa sekeras ini, dan itu adalah keuntungan baginya sendiri.

Marsha dan bastian terpaksa berjalan untuk mencari angkot ke kantor Bastian. Di perjalanan mereka melewati mobil-mobil yang mengangkut banyak besi untuk bangunan baru.
“Lo gak pernah jalan keluar ya?” Tanya Bastian
“Iya, gua Cuma dikasih waktu 2 hari buat keluar..” Jawab Marsha
“Kenapa?”
Lagi-lagi tak ada jawaban, Bastian pun menghela nafasnya. Beberapa orang mengangkut kayu panjang untuk di taruh ke dalam gedung, tanpa sengaja salah satu dari mereka membawa kayu tanpa menoleh ke sekeliling, kayu yang dibawanya berputar menuju arah belakang kepala Marsha,
Bastian yang melihat tersebut refleks menarik lengan Marsha “Marsha awas!!” Teriaknya, ia memeluk Marsha dengan keadaan terkejut.
Marshapun terkejut, jantungnya berdegup cepat, baru kali ini ia merasakannya. “Bastian…” lirihnya pelan.
“Lo gak papa kan?” Tanya Bastian panik sambil menatap wajah Marsha tepat di depannya.
Marsha hanya mengangguk.
“Ya udah, udah ada Taxi tuh, ayo naik.” Ajak Bastian lalu menarik lengan Marsha masuk ke dalam mobil.

Cerpen Karangan: Ratih Khairun Nisa
Blog / Facebook: Ratihkhoirunnisa.wordpress.com / Ratih Khoirunnisa
Ratih Khairun Nisa
Lampung 27-01-1997
Mahasisiwi UIN Raden Fatah Palembang

Cerpen Guest Flower (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Admirer Line

Oleh:
Sudah seminggu berlalu, namun hubungan Alena dan Rasya belum ada perkembangan. Gadis itu memeluk bantal makin erat, mukanya sengaja dibenamkan dalam bantal. Seandainya, Rasya merupakan cowok yang perhatian dan

Unexpected (Part 2)

Oleh:
“Kenapa kau ada di sini? Jangan bilang jika kau—” Kayela tidak melanjutkan kalimatnya. Ia takut jika intuisinya salah. “Aku tidak seperti yang kau pikirkan, Kayela. Aku bukan orang yang

Hani Si Miss Free

Oleh:
Dengan lesu siang itu sepulang sekolah Hani berjalan menuju halte tempatnya biasa berteduh dari terik maupun hujan sambil menunggu angkutan umum. Tepat pukul dua siang ketika sejenak ia menengok

The Rain of Love

Oleh:
Rintik air mulai berjatuhan dari singgasana sucinya, Setiap butirnya kasar menusuk sanubariku yang terlalu halus merana, Rasa sejuk selalu mengundang naluriku untuk merasakan kerinduan yang dalam, Kerinduanku akan dirinya,

Tangga Impian

Oleh:
“Kau harus pergi Shalsa! Kau sudah bekerja keras untuk meraihnya! Ini mimpimu!! Jangan bertingkah bodoh untuk melepaskannya begitu saja!” Lalu, gadis itu pergi dengan penuh emosi. “Maafkan aku Diana..”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *