Hanya Itu?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 January 2018

Musim hujan telah tiba, Setiap hari pasti selalu saja hujan. Tapi aku sangat suka hujan yang selalu mengigatkanku tentang dia. Kenalkan namaku Kelara Tiana Putri. Aku suka sama seorang ketua osis smpku, aku pernah bermain hujan bersamanya, Ya biar pun itu hanya sebentar tapi berbekas di hati. Itulah hal yang membuatku suka padanya.

Pagi hari ini hujan lagi namun aku harus berangkat sekolah.
“Maaf ya hujan aku belum bisa bermain denganmu.” gumamku. Sambil melanjutkan perjalanan mengunakan payung. Di tengah perjalanan sebuah motor kencang mencipratkan air kebaju sekolahku.
“Hai naik motor hati hati dong !!!” teriakku kesal. Namun tetap saja motor itu menaju dengan kencang.
“Ahhh… pagi pagi sudah buat orang kesal, Awas kalau ketemu gue pijak pijak lo sampai gepeng gue masukan ke plastik gue ikat gue lempar ke parit.” kataku kesal.

“Anda yakin melakukannya?” tanya seseorang tapi seperti suara cowok.
“Gue yakin.” jawabku, sambil membalikkan badan.
“Lo ngapain di sini?” tanyaku.
“Ya gue dengarin lo gomel. lo gak lupa gue kan?” katanya.
“Gak, lo itu si ketua osis, Andre Gunata Dan satu sekolah pasti tau lo.” jawabku, sambil pergi berjalan menghindarinya supaya gak salting.

“Lo ngapain jalan.” katanya.
“Gue mau ke sekolah.” jawabku sambil terus berjalan.
“Ya udah bareng aku aja.” katanya.
“Gak ah malas.” jawabku.
“Cepat aja gak usah nolak entar terlambat lo.” katanya namun aku terus berjalan Dan dia menarik tanganku hingga mendekati motornya.

“Cepat naik!!” bentaknya. Dan aku pun nurut naik ke motornya.

Sesampainya di sekolah. Aku pun langsung turun dari motor andre.
“Thanks tumpangannya.” kataku dan berjalan masuk ke dalam sedalam sekolah. Dan langsung menuju kelas.

“Cie yang baru datang.. tumben terlambat?” Ejek sahabatku Tasya.
“Tadi itu kan hujan.” jawabku
“Ehhmm… ehmm… yang tadi diantar pujaan hati.” ejek sahabatku
“Apa sih sya. Mana ada.” jawabku malu malu.

“Tuh jepitan rambut lo ke mana.” kata tasya.
“Hari ini aku gak pake jepit rambut.” jawabku.

“Lara jepit rambut lo.” kata seseorang.
“mana?” tanyaku sambil berbalik.
“nih.” sambil berjalan mendekat ke arahku dan memasangnya di rambutku.
“Thanks.” jawabku.

“Besok lain bicara panggil aja dre.” katanya sambil berjalan ke luar kelas.
“Cie… Cie… katanya gak pake. tuh dipakein sama si idaman.” ejek tasya dan berjalan kebangkunya.
“Apa sih, sya.” jawabku malu malu.

“Iuww… cewek kampung suka sama ketua osis.” ejek silvia ya bisa dibilang musuh.
“Ih cewek kampung kepedean lo!!” bentak gengnya silvia sambil mendorongku.
“Kalau lo mau gue bisa jauhin andre. tapi gak udah dorong dorong dong.” jawabku.
“Yang penting gue mau lo jauhin andre kalau gak lo akan menyesal. ayo kita pergi.” kata silvia dan pergi bersama gengnya.

Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran dimulai. Tak beberapa waktu kemudian kepala sekolah datang.
“Anak anak sekalian dua hari lagi akan ujian jadi besok kalian pulang jam 10.30 untuk persiapan ujian mid.” kata ibu kepala sekolah.
“Baik buk.” jawab satu kelas serentak.
“Gimana nih lara?” tanya sahabatku.
“Santai aja gampang kok ujiannya, nanti biar gue ajarin.” jawabku.

“Lo kan juara kelas sedangkan gue hanya siswi yang tidak pernah masuk 10 besar.” katanya.
“Iya gue bantu.” jawabku.

lalu bel istirahat berbunyi.
“Lara ke kantin yuk.” ajak tasya.
“yuk.” jawabku, lalu kami berjalan menuju kantin.
Aku melihat andre lagi main basket.
“Cie liatin siapa?” ejek tasya.
“Gak ada.” jawabku, lalu berjalan kantin.

Sesampainya di kantin.
“lara lo pesan apa biar gue pesankan?” tawar tasya.
“Gak usah gue pesan sendiri.” jawabku. lalu kami berjalan untuk memesan.

Setelah memesan kami ke meja.
“Lo pesan apa sya?” tanyaku.
“Nih pesan bakso. lo makan apa?” katanya.
“Jus jeruk sama miso.” jawabku.

Tak beberapa lama kami lagi makan andre datang dan meminum jus jerukku.
“Lo kok minum minuman aku.” kataku kesal.
“Ya gue kan haus.” jawabku.
“Kan lo bisa pesan sendiri.” balasku kesal.

Tiba tiba Silvia dan gengnya datang. “Lo itu santai bicaranya sama ketua osis.” bentak silvia.
“Lo itu cewek kampung yang mimpinya ketinggian.” sambung gengnya.
“Mulut lo itu dijaga dong.” kataku.
“Mulut mulut gue terserah gue dong.” balas silvia.
“Jangan banyak bicara lo.” kata tasya.

“Anak mami lagi bicara.” ejek silvia pada tasya. Lalu aku mendorong silvia.
“Santai lo anak kampung!!” bentak silvia sambil mendorongku.
“Lo yang santai.” balasku.
“mulut lo jaga!!!” bentaknya lalu menamparku.
“Apa maksud lo nampar gue.” bentakku.

“Berani lo bentak gue. lihat aja nanti. yuk kita pergi.” katanya sambil menggandeng tangan andre.
“Pergi lo.” bentakku.
“Udahlah lara biarian aja, yuk kita sambung makan.” ajak tasya.
“Gue gak selera makan.” jawabku lalu pergi ke kelas.

Bel masuk pun berbunyi semua siswa masuk ke dalam kelas. Guru pun datang.
Baru saja mulai belajar ibu kepala sekolah datang.
“Oke anak anak hari ini kalian pulang jam 10.30.” Kata ibu kepala sekolah.
“Yey… pulang cepat.” kata tasya.
“Itu aja girang kali.” kataku datar.

“Idih bilang gitu padahal di hatinya lain.” kata tasya.
“Ya terserah lo lah.” jawabku.
“Lo pulang sama siapa?” sambungku.
“Dijemput. lo gimana?” jawabnya.
“Jalan kaki mana tau hari ini hujan.” kataku.

Tak beberapa lama kemudian jam 10.30 semua siswa sudah pulang.
“Sya kawanin gue ke toilet.” ajakku.
“Aku takut udah dijemput, lo pergi aja sendiri.” jawab tasya.
“Ya udah bye.” aku berjalan ke toilet.

Sesampainya aku di toilet tiba tiba di belakangku sudah ada silvia dan gengnya. Mereka menyeretku ke dalam toilet dan menyiramku dengan air.
“Apa apaan sih sil!!” bentakku.
“Lo lupa kata kata gue di kantin.” katanya sambil menjambak rambutku.
“Sakit sil.. sakit.” kataku.
“Itu rasanya lo deketin andre.” bentakknya.

“Iya gue janji gak akan jauhin andre tapi jangan tarik rambutku.” kataku.
“Oke. gue pegang janji lo. Oke geng kita pergi.” katanya sambil berjalan meninggalkan aku.

Setelah lama di toilet aku berjalan keluar.
“Ada hujan lokal ya neng.” ejek anak anak yang lagi main basket. Aku terus aja berjalan, di pertengahan jalan pulang hujan pun turun aku meletakan tas dan pergi.
“Andai saja lo di sini.” gumamku.

“Gue di sini kok.” sambung seseorang. Aku langsung berbalikan badan.
“Ngapain lo di sini?” tanyaku.
“Lo kan yang mau gue di sini.” jawabnya.
“Gak gue maksud itu tasya bukan lo.” sambungku.
“Gak usah bohong deh gue tau. gue takut lo sakit jika main hujan.” katanya sambil berjalan mendekat.

“Hanya itu!? yang lo bilang, sakit pun gak papa asal gue bisa dekat sama lo dre.” gumamku.
“Kalau lo ketos seharusnya lo itu melerai bukan hanya melihat.” kataku.
“Lo itu gak usah alihkan pembicaraan kita.” balasnya.
“Kita lo maksud, gue aja gak pengen bicara sama lo.” balasku sambil mengambil tas dan berlari menjauh darinya.
“Lo bisa aja bohongin gue tapi tidak dengan hati lo.” teriaknya dari kejauhan.

“Hanya itu!? lo gak ngenjar gue atau antar gue pulang gitu.” gumamku.

Sesampainya ku di rumah.
“Mama… lara pulang.” panggilku.
“Anak mama udah pulang. main hujan lagi ya.” kata mamaku
“Biasa.” jawabku sambil tersenyum.
“Ya udah cepat ganti baju sana entar masuk angin lo.” kata mamaku.

“Oh iya ma besok libur senin masuk dan ujian.” kataku. Mamaku hanya menganguk. aku masuk ke kamar lalu mandi. Sesudah siap mandi aku duduk dulu di kasur.
“entah kenapa aku memikirkannya.” gumamku.

“Anak mama mikirin apa?” tanya mamaku.
“Gak ada ma. nih lara sudah lapar.” jawabku.
“Ya udah yuk kita makan.” kata mamaku.
lalu kami makan bersama, siap makan.

“Ma piringnya biar lara yang cuci.” kataku.
“Iya.” jawab mamaku dan pergi kekamar.
Siap mencuci piring aku pergi ke kamar dan melihat satu invite di bbmku, ya aku terima. Karena awalnya aku gak tau kalau itu adalah pinnya andre. Dia chat aku. namun belum sampat bicara aku sudah DC dia.
“Tapi kenapa dia mau chat sama aku.” gumamku.

Pagi harinya jam 7.45
“Lara ada kawanmu datang.” panggil mamaku.
“Iya ma bentar.” lalu aku turun.

“Nih kawan kamu mama bikin minuman dulu.” kata mamaku.
“Gak usah tante ini juga mau langsung pergi.” kata tasya.
“Ya udah hati hati. Jangan pulang malam malam.” jawab mamaku lalu berjalan pergi.
“Iya ma. Sya cepat kali datangnya. pasti mau belajar. masuk masuk.” kataku.

“Gak, aku mau ngajak lo jalan jalan.” katanya.
“sepagi ini?” kataku bingung
“Iya.” jawabnya.
“Ya udah ayuk.” kataku.

Lalu tasya mengajakku ke taman.
“Ngapain?” tanyaku.
“Aku pergi dulu kebelet.” katanya lalu pergi berlari.
“Gedet…” jawab seseorang. lalu aku berbalik.

“Maksudnya? lo gapain di sini?” tanyaku bingung.
“Nemenin lo. Aku tau lo suka sama gue. Tapi kenapa lo DC gue kemarin.” sambungnya.
“lalu apa urusannya sama aku? terserah gue bbm bbm aku.” jawabku.
“Jelas ada urusannya sama lo, gue juga suka sama lo.” kata andre.
“Hanya itu!?” kataku.

Lalu andre menarik tanganku ke tengah taman.
“Gue jamin hari ini pasti hujan. karena kemarin gue tidak main hujan sama lo.” sambung andre. Tak beberapa lama aku dan andre di tengah taman, hujan pun turun. Aku pun langsung menadahkan tangan ke atas menampung air hujan yang turun.
“Gue cemburu lihat lo sedekat ini sama hujan.” kata andre.
“Hanya itu? yang lo katakan gue pun juga cemburu jika lo dikelilingi oleh cewek cewek di sekolah.” Gumamku.

“Apa yang lo bilang?” tanya andre dari kejauhan.
“Gak ada.” jawabku singkat sambil masih bermain dengan hujan.
“Lo mau gak jadi pacar gue? sebenarnya sudah lama gue perhatiin lo dari kejauhan, gue takut jika lo malah marah sama gue.” sambungnya.
“Tapi mengapa lo hanya diam saja ketika silvia dan gengnya menyakitiku?” tanyaku marah, sambil membalikkan badan ke arah andre.
“Aku tau lo pasti bisa melawannya.” jawab andre.

“Hanya itu yang lo katakan?” gumamku.
“Lo mau kan jadi pacar gue, please jawab pertanyaan gue.” katanya sambil perlahan mendekat dan memegang tanganku.
“Gue mau jadi pacar lo, tapi bagai mana dengan silvia?” jawabku ragu.
“Jangan pikirkan dia, pikirkan saja kita dulu.” sambung andre dan kami saling tersenyum. Akhirnya kami bermain hujan bersama sama bersendagurau ditengah hujan.

TAMAT

Cerpen Karangan: Winne Chintia
Facebook: Winne Chintia
Terima kasih telah membaca cerpenku

Cerpen Hanya Itu? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Pernah Salah (Part 1)

Oleh:
Senyum manisnya, suaranya dan gerak tubuhnya begitu menarik di mataku, entahlah ada apa denganku tapi melihat pria itu datang setiap pagi dan sore membuatku selalu betah memandanginya. Seperti sore

If You Like Someone

Oleh:
Di sebuah taman sekolah, aku termenung menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi belum muncul batang hidungnya. Beberapa saat kemudian orang yang ditunggu pun datang, dia menuju ke arahku. Aku

Sesosok Monster

Oleh:
“Dan peringkat pertama kelas kita pada semester pertama ini diraih oleh…” ucap Bu Vira secara perlahan. Semua murid tampak duduk dengan rapi dan tenang. Tak ada seorang pun yang

Dandeloin

Oleh:
Kaila yang sedang bergegas menuju ke kelas bersama teman-temannya, sempat tercengang saat melihat seorang anak laki-laki di ruang perpustakaan. Ia lalu berhenti dan menatap ke arah anak laki-laki itu.

Two Persons Who I Loved

Oleh:
Kumpulan awan putih menghilang terganti dengan cerahnya langit biru. Kabut lebat yang menutupi pandangan mata kini menghilang. Terlihat jam tangan Rian menunjukkan pukul 06:30 pagi. Sekolah masih terlihat sepi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hanya Itu?”

  1. dinbel says:

    Asyik sih ceritanya, tpi tolong penulisan dlm ceritanya di perhatikan lagi yaaa,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *