Happy Ending (Cinta Dari Sosmed)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 30 September 2018

Ini kisah cinta milik gadis belia yang baru menginjak umur 17 tahun. Pemilik akun facebook Larasati Adea ini kini tengah menjalin hubungan asmara dengan pria kenalannya di sosmed, pria itu bernama Adrian Musei ia seorang pelaut yang kini sedang bertugas di mauritius africa. Mereka semakin dekat karena ternyata mereka satu kampung dan kini sama-sama menjadi anak rantau, Entahlah… aku sendiri tidak yakin bagaimana bisa orang benar-benar percaya kalau mereka akan menemukan jodoh mereka di dunia maya.

Hp nya berdering pertanda ada pesan masuk, Larasati yang tengah sibuk menyusun buku bawaannya ke sekolah pun bergegas meninggalkan pekerjaannya. Ya… wajar saja hal itu terjadi karena setiap hari Larasati selalu menunggu-nunggu kabar dari pria berkepala botak dan berkulit sawo matang itu datang, senyumnya mengembang jemari lentiknya tak henti-henti mengetik pesan demi pesan cinta untuk sang kekasih nan jauh, sejak Adrian pindah kerja ke Korea ia tak serajin dulu memberi kabar pada Larasati, mungkin karena ia benar-benar sibuk.

Kesabaran Larasati kini mulai diuji, Adrian tak pernah lagi mengirim pesan sejak chat terakhir mereka 4 bulan lalu. Bertubi-tubi Larasati mengirim pesan yang menghunjamkan pertanyaan tentang kabar Adrian namun tak satupun mendapatkan balasan. Mengapa? aku melihatnya aktif di facebook tapi, mengapa pesan yang kukirim dibiarkannya menjadi tumpukan sampah? Oh tuhan… aku selalu merindukannya dalam setiap do’a ku. Entah mengapa hatinya terasa begitu pilu, padahal ia sendiri belum pernah sekalipun bertemu langsung dengan pria itu.

Selepas lulus dari SMA Larasati berkuliah di STIKES PADANG dan hari-harinya selalu di isi bukan oleh kegiatan dan tugas kuliah seolah ia sudah melupakan masalahnya dengan Adrian.

4 tahun telah berlalu, Larasati pun telah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah, kini gadis minang itu pun siap menyandang gelar dokter, cita-citanya pun kini sudah menjadi kenyataan dan itu merupakan hal yang membanggakan bagi kedua orangtua Larasati melihat anak semata wayangnya sukses, seperti orangtua pada umumnya kedua orangtua Larasati selalu menanyakan kapan putrinya akan menikah. Bagi larasati bukanlah hal yang mudah untuk melupakan Adrian, bagaimana tidak? Adrian adalah cinta pertamanya dan sejak Adrian hilang tanpa kabar Larasati tak pernah jatuh cinta lagi, baginya adrian akan tetap abadi.

Larasati kini telah bekerja di salah satu rumah sakit umum, tidak begitu jauh dari rumahnya sebagai dokter spesialis bedah sejak sebulan yang lalu.

Seperti hari-hari biasanya, pagi ini Larasati sudah siap pergi untuk bekerja setelah berpamitan pada ibu dan ayahnya namun, sesampainya Larasati di depan pagar rumahnya Larasati terhenti, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin? pemuda itu.. Adrian, benarkah itu dia?

Adrian bercerita panjang lebar kepada Larasati tentang alasannya selama ini tanpa kabar, sepanjang Adrian bercerita air mata Larasati tak hentinya mengalir, jemarinya mencengkram erat tangan Adrian seolah tak ingin lagi Adrian pergi jauh darinya.

Kini Adrian datang untuk menikahi Larasati, segala kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran Larasati terbayar sudah dengan kebahagiaan.

Cerpen Karangan: Rada Keyopta
Blog / Facebook: Rada Keyopta
Saya sangat senang menulis, dan di tiap cerpen saya adalah murni hasil karya saya sendiri.

Cerpen Happy Ending (Cinta Dari Sosmed) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diakhir Sunset

Oleh:
Aku terkenal dengan sifat ceriaku yang ditandai tertawaku yang terbahak dan menimbulkan gema dan gelombang suara yang cukup keras di antara suara normal lainnya. Panggil saja aku ica. Pangilan

Kau Bintangku

Oleh:
Sudah lama aku mengenalnnya, namun tak pernah saling menyapa padahal tinggalnya seasrama. Aku selalu menghindar saat melihatnnya, begitupun sebaliknya bagaikan kucing dan tikus begitulah aku dan dia. Namaku Rhey,

Penantian Yang Sia Sia

Oleh:
Di sebuah taman, duduklah dua orang sahabat yang sangat akrab. Mereka duduk di bangku dekat pohon yang cukup besar. Dari awal mereka duduk sampai sekarang, mereka masih saja membisu.

Pria Di Alun Alun Kota

Oleh:
Pria itu masih mematung di dipan berwarna coklat berkarat, di alun-alun kota, senja sudah meranum, pria itu masih tak bergeming, dia telah duduk sejak siang tadi, kira-kira bakda luhur

Raflesia Mekar di Losari (Part 3)

Oleh:
“maafkan aku membuatmu menunggu hingga sampai larut seperti ini..” ujar ilham memulai perbincangan mereka. “iya.. kamu nyebelin banget sih.. Ini sarabah sampe dingin dibuatnya..” Ujar nira sembari cemberut.. “maaf..

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *