Impian Sederhanaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Kisah ini diawali saat aku beribadah di gereja sore itu aku melihat dia, sebut saja namanya ferdi dia adala teman satu gereja, usiaku dan usianya tak begitu terpaut jauh. Rasa ini mulai tumbuh ketika aku melihatnya maju di atas mimbar dan menyaksikan cinta kasih Tuhan padanya, aku begitu teliti melihat dan mendengarkan kesaksiannya sungguh luar biasa kesaksian itu hingga pada saatnya aku memiliki rasa tertarik padanya.

Setelah keluar dari gereja aku memberanikan diri untuk menegurnya terlebih dahulu yah meskipun agak gengsi tapi tak apalah yang penting aku mau berusaha.
“Hay kak..!” Tegurku.
“Hey, siapa ini?” Dia menatapku dengan wajah kebingungan.
“Aku kak aku sarai adik rohani kakak dulu.”
Karena masih bingung fredi pun mulai mengingat-ingat bahwa ia dulu punya adik rohani.
“Sarai? oh sarai yang kecil dan tembem itu kan?” Ledeknya sambil tersenyum kecil.
“Ah kak fredi kok gitu? sarai kan sekarang udah dewasa.”
“Oh iya iya saya ingat gimana kabarmu kakak liat kamu sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa.” Pujinya.
“Ah masa kak? kabarku puji Tuhan baik sekali kak.” Jawabku lugas.
Setelah beberapa menit kita berbincang tak lama ada seorang wanita yang datang menjemput fredi, aku sempat cemburu pada wanita itu tapi ya sudah lah kalo memang dia jodohku pastilah dia kembali padaku.

Hari demi hari telah ku lewati dan tiba pada minggu ke-2 aku kembali lagi beribadah ke gereja dan bertemu lagi dengan pujaan hati yang nggak lain dan nggak bukan adalah fredi. Tapi ada yang aneh pada diri fredi bukannya aku GR tapi kurasa dari awal ibadah dimulai dan sampai selesai aku melihat fredi terus memandangiku, betapa senang hati ini karena bisa diperhatikan oleh sang pujaan hati, tapi aku masih bertanya-tanya siapa wanita pada malam hari itu yang menjemput fredi! apa mungkin dia kekasihnya? apa mungkin dia istrinya? Tapi kuharap kedua dugaanku itu salah semua biar aku bisa masuk di dalam kehidupannya.

Tanpa aku sadari aku tak tahu bahwa fredi sudah lama duduk di sampingku karena aku melamun aku tak sadar bahwa ia ada di sampingku.
“Heh melamun aja.” Tegurnya.
“Eh kakak, sudah lama di sini?”
“Sudah kamu saja yang terlalu fokus jadi nggak tau kalo aku ada di sampingmu.”
“Hehehe iya maaf kak.”
“Kok kakak jangan panggil kakak dong panggil fredi aja biar lebih akrab, oh iya aku boleh minta nomor hpmu?”
Dengan rasa kegirangan aku langsung menjawab pertanyaannya.
“Oh iya ini nomorku fer 082546778xxx.”
“Iya makasih ya entar kalo aku sudah sampai rumah kutelepon kamu.”
Memang saat itu aku sangat bahagia tapi kebahagianku seketika itu sirna karena munculnya wanita itu lagi, setiap pulang dari gereja pasti fredi dijemput wanita itu.

Sesampainnya di rumah hpku berbunyi dan menandakan bahwa ada yang menelepon dan tak kuduga bahwa yang menelepon adalah fredi sungguh luar biasa senangnya aku.
Kring… Kring… Kring..
“Hallo, ini dengan siapa?”
“Hallo sa ini aku fredi.”
“Oh kamu fre.” senyumku kegirangan
“iya sudah lupa ya?”

Setelah lama berbosa basi akhirnya ada satu pertannyaan yang membuatku menjadi salting dan rasanya jantung ini mulai berdetak kenjang.
“Sarai apa kamu sudah punya pacar?”
“Apa fre? pacar pacar dari mana nggak ada fre.”
“Yakin? kalo memang nggak ada apa besok kita ketemu di taman dekat gren?”
Aku hanya mengiyakan pertanyaan fredi karena waktu sudah menunjukan pukul 11.30 aku segera menutup telepon itu dan bergegas untuk segera tidur.

Keesokan harinya aku segera bangun mandi dan dandan karena aku sudah ada janji di taman bersama fredi, tepat pukul 09.00 aku duduk di taman dan menunggu fredi tak lama ku menunggu akhirnya fredi datang juga.
“Lama ya nunggu aku?”
“Nggak kok baru aja aku sampai di tempat ini oh iya kamu mau apa kok tumben kamu ngajak aku ketemu?”
Setelah aku berkata demikian akhkirnya fredi yang awalnya duduk beranjak berdiri dan berlutut di bawah kaki dan apa yang terjadi oh Tuhan ternyata aku dilamar fredi, betapa senang hati ini Tuhan. Tapi aku tak langsung menjawab pertanyaan fredi karena aku masih bingung akan wanita yang sering menjemputnya akhirnya fredi sendiri yang menjelaskan padaku bahwa wanita yang sering menjemputnya adalah adik perempuannya. Huh… akhirnya keraguanku terjawab sudah aku langsung menghembuskan nafas begitu leganya aku setelah mendengar penjelasan itu.

“Nah sekarang kamu sudah tahu kan siapa wanita itu, bagaimana dengan pertanyaanku tadi?”
“Iya fre aku mau menikah denganmu.”
“Apa kamu yakin dengan jawabmu? aku seperti ini karena aku tahu bahwa engkau tulang rusukku.”

Bulam demi bulan sudah terlewati bersama fredi dan tiba di bulan Akhir Desember aku dan fredi mulai mempersiapkan rencana pernikahan kita tepat pada tanggal 23 aku menikah dengan fredi aku melaksanakan pemberkatan di gereja dan sungguh semua impian sederhanaku ini bisa terwujud terimakasih Tuhan atas segala berkah-Mu ini.

Tamat

Cerpen Karangan: Siti Widiasari
Facebook: Wiwit PradithaAlvian Toni
Nama: Siti widiasari
Alamat: Ds. jakenan Kec. jakenan Kab. Pati
Hoby: Menulis dan menyanyi
Pesan: Berbahagialan orang yang percaya dan bergumul pada-NYA karena lewat pergumulan itu kita akan menuai hal yang indah di suatu saat nanti.

Cerpen Impian Sederhanaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tangga Impian

Oleh:
“Kau harus pergi Shalsa! Kau sudah bekerja keras untuk meraihnya! Ini mimpimu!! Jangan bertingkah bodoh untuk melepaskannya begitu saja!” Lalu, gadis itu pergi dengan penuh emosi. “Maafkan aku Diana..”

The Pain

Oleh:
Suasana ruangan itu cukup menegangkan. Dua wanita, seorang berjubah putih dan yang lain berseragam biru langit, tampak masuk ruangan dengan tergesa. Wanita berseragam biru langit terlihat mendorong meja beroda

Sahabatku Cintaku

Oleh:
Kutatap mata teduhnya yang memancarkan kebahagiaan yang sangat menenangkan bagiku. Tatapan yang selama ini hampir saja membuatku gila karena ingin melihatnya setiap saat. Namun sayang itu bukan buatku melainkan

The Rain

Oleh:
“Kamu gak pulang Sin?” kata Rama. “Iya tapi aku baru nungguin Pak Tarno buat jemput aku.” kataku. “Bareng aku aja yuk.” kata Rama. “Tapi Ram?” kataku. “Ayo keburu deras

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *