Ini Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 7 February 2018

“Kamu siap, Daniella?” Kata pria tampan ini di hadapanku. Aku menatap matanya, mencari-cari alasan dari tindakannya yang tiba-tiba mengajakku mendaki Bukit kecil di sebuah kota kecil ini.
“Kita mau ngapain sih Ki sebenernya, sampe tiba-tiba kamu ngajak aku daki bukit gini?” Tanyaku beruntun, yang ditanya bukannya ngejawab malah cuma senyum-senyum gak jelas sambil ngomong “udahlah ikut aja, kita gandengan ya” katanya, ia lalu menggandeng tanganku. Aku yang masih bingung akhirnya cuma bisa nurut dan ikut berjalan bersamanya mendaki bukit kecil ini.

Setelah 30 menit berjalan, Kiki tiba-tiba berhenti. Ia mengeluarkan sejenis syal kecil lalu melingkarkannya di mataku, aku bingung.
“Ih Kiki, ngapain sih pake nutup mata aku segala. Gelap tau!” Kataku kesal, aku ingin membuka penutup mata itu dari mataku tetapi Kiki menahannya
“Udahlah, ikut aja. Aku ada surprise buat kamu. Pegang tangan aku ya” kata Kiki, aku tak menolak. Ia menuntunku dengan saat lembut lalu memintaku berhenti.

“Ki, kamu mau ngapain sih?” Tanyaku kesal, Kiki melepas penutup mataku tetapi ia tetap menghalangi pandanganku dengan tangannya
“Daniella, jangan buka mata kamu sebelum aku selesai berhitung ya” kata Kiki, aku mengangguk. Ia mulai berhitung
“1…. 2… 3” ia lalu menyingkirkan tangannya dari mataku. Aku kaget.
“Ya tuhan! Ki, indah banget” terhampar di depanku pemandangan hijau hutan dan pemukiman, awan yang bergerak lembut bagai kapas, dan angin sejuk yang menabrak kulit. Satu kata, Indah.

Aku tetap asyik memandangi pemandangan di hadapan ketika Kiki tiba-tiba berlutut di hadapanku. Aku terkejut
“Kiki, kamu ngapain?” Tanyaku shock
“Daniella, dulu pertama kali aku melihatmu. Hatiku langsung berdebar-debar. Hingga pada akhirnya kita menjadi sepasang kekasih, aku sangat bersyukur pada tuhan atas hal itu” katanya berhenti sejenak, mataku berkaca-kaca

“Daniella, kini biarkanlah dunia menjadi saksi keseriusan diriku atas cintaku kepadamu.” Ia berhenti berbicara. Ia merogoh saku jaketnya mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membukanya, kotak itu berisi cincin. Aku terkejut.

“Daniella, aku meluruhkan seluruh hatiku padamu. Kini aku bertanya padamu, Will you marry me?” Tanya dia, air mata mengalir di pipiku. Aku menangis bahagia. Aku kehabisan kata-kata, jadi aku hanya mengangguk sebagai pengganti jawaban ‘Ya’ untuknya.
Ia tersenyum lalu melingkarkan cincin itu di jari manisku, aku menangis bahagia. Kurasakan ciumannya mendarat di keningku hingga akhirnya ia memelukku dengan hangatnya.

Hari itu, hari terindah dalam hidupku. Dengan dikelilingi oleh awan dan bukit sebagai saksi. Ini indah, sangat indah. Terima kasih. Aku mencintaimu, Kiki

Cerpen Karangan: Agnes Ratu Sagitha
Blog: agnesratusagitha.blogspot.com

Assalamualaikum! Hay teman-teman. Kenalkan aku Agnes Ratu, tapi panggil saja aku Agnes. Gimana cerpennya? Ini cerpen pertamaku di website ini loh, semoga suka ya. Oh ya! kalau ingin kenal denganku lebih dekat, boleh lihat di Sosial Media aku ya
Instagram: @sagitha_ness
Twitter: @sagitha_nss
Facebook: Agnes Ratu

Cerpen Ini Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Everything About You

Oleh:
Dear diary “perlahan aku menjadi jatuh saat melihatnya, wajahnya mengalihkan duniaku, sehari aku tak melihat wajahnya serasa hatiku tak tenang. Okey cukup sampai sini puitisku.” Namanya Diara, gadis berumur

Cinta Yang Tertunda (Part 2)

Oleh:
Aku duduk di bangku halaman belakang rumahku, kenapa Andara bersikap seolah-olah kami tidak saling mengenal sebelumnya… Andara biasanya selalu bersikap hangat padaku. Teringat saat-saat di SMU, setelah kejadian Andara

Unconditional (Part 3)

Oleh:
Sesunggunya, yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah karena kehilangan yang tiba-tiba. Seperti halnya seorang perok*k yang dipaksa berpisah dengan rok*knya. Atau pecandu nark*ba yang suplainya dihentikan tiba-tiba oleh

Cinta Tulus Sabatku Akila

Oleh:
“Akila”, ku lihat dia gadis yang ku panggil namanya dengan lembut sedang serius menatap layar laptop di depannya, oiya perkenalkan namaku Nela, sedikit bangga aku sahabat Akila yang paling

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *