Inilah Aku (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 11 March 2013

Pagi ini, Randi bangun dengan semangat. Mengapa? Karena ini hari Senin. Dia akan segera bertemu kembali dengan Aya, kekasihnya. Sudah hampir 2 tahun mereka menjalin hubungan semenjak sesudah MOS. Randi, siswa yang duduk di bangku kelas 11 ini, mengaku, sehari libur itu sangat menyakitkan hatinya. Karena, sehari saja dia tak bertemu dengan Aya, serasa dia tak bertemu Aya -menurutnya- selama setahun. Begitu dia mencintai Aya. Maklum. Rumah mereka, sangatlah jauh jaraknya.

Seperti biasa, Randi berangkat kesekolah mengendarai motor ninjanya yang berwarna merah. Persis seperti warna kesukaannya. Ia pun tak lupa untuk menjemput Aya.
Setelah berpamitan ke orangtuanya, ia pun berangkat kesekolah. Ia pun tak lupa untuk menjemut Aya, kekasihnya. Ternyata, Aya telah menunggunya didepan rumah jadi, ketika Randi sampai dirumah Aya, Aya pun langsung naik keatas motor. Tak lupa, Aya memakai helm. Sungguh indah rasanya membonceng seorang wanita yang kita cintai. Pikir Randi.

Sesampainya di sekolah, Aya kemudian turun dari motor dan menunggu Randi yang sedang memarkirkan motornya. Lalu mereka berjalan bersama menuju kelas. Begitu seterusnya. Hingga suatu hari, tepat hampir 8 hari lagi ulang tahun Aya, ada sebuah kejadian yang mengejutkan dari Aya. Aya tiba-tiba marah yang tidak jelas (menurut Randi) kepada Randi. Sungguh sangat aneh. Karena, selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Ketika itu, Randi sedang ingin sms an dengan Aya. Kemudian ia pun memulai
“Hai, sayang.”
“Apa.” Balas Aya.
“Kamu lagi ngapain?”
“Nggak lagi ngapa-ngapain.” Balas Aya lagi. Kemudian, Randi merasa ada yang aneh dari cara Aya. Randi pun kembali meng sms Aya.
“Kamu marah ya sama aku?”
“Aku nggak marah kok.” Balas Aya.
“Trus?”
“Lebay banget sih lho! Sok mau tau aja. Ubah tuh. Maaf klo kamu merasa tersinggung, tapi ubah-ubahlah dikit itu sikap alaymu.” Balas Aya. Randi pun tak mengerti apa maksudnya ini. Tapi, dia hanya tersenyum kemudian membalas kembali sms Aya.
“Aku suka orang kayak kamu. Aku nggak merasa tersinggung kok.”
“Baguslah. Aku kasih kamu waktu seminggu sebelum aku ultah untuk kamu merubah sifatmu, oke?” balas Aya. Randi pun mau dan menyanggupi itu.

Sudah hampir 2 hari Randi mencoba merubah sifat-sifat yang menurutnya itu harus diubah. Ia pun dibantu oleh sahabatnya yang bernama Fadil. Tapi, menurut Fadil, sifat-sifat Randi tidak banyak yang harus diubah. Karena menurutnya, Randi itu anak yang baik. Ada satu yang bikin hati Randi sedih dan ia pun sering murung. Karena, selama ia merubah sifatnya, Aya kemudian tak mau mendekatinya. Aya pun tak mau dijemput dan diantar oleh Randi. Aya lebih memilih menaiki ojek atau angkot. Komunikasi mereka pun agak terganggu karena kesibukan masing-masing. Aya sibuk mempersiapkan diri untuk olimpiade biologi. Sedangkan Randi, ia kini sangat sibuk mengurusi urusan OSIS dan tugasnya sebagai fotografer juga seorang gitaris band sekolah. Mereka pun jarang selama hampir 4 hari ini smsan. Apalagi telponan. Aya pun terkadang jika berjalan menuju ke koridor blok bawah bersama Atri kemudian ia melihat Randi, Aya lebih memilih dan mengajak Dini berjalan lewat jalan lain.

Dan begitu seterusnya. Hingga tiba dimana hari Aya genap berusia 17 tahun. Randi pun sengaja tidur mulai sore dan memasang alarm dihpnya pas jam 23.50. Dia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan ‘happy birthday’ ke Aya. Tepat 23.50, Randi terbangun dan kemudian memanfaatkan waktu 10 menit untuk menyusun kata-kata ucapannya untuk Aya. Tepat pukul 00.00 (atau jam 12 malam), Randi mengirimkan sms itu ke Aya. Randi pun sesudah itu tak langsung kembali tidur. Ia menunggu sms balasan dari Aya. Sejam kemudian, Aya baru membalas sms Randi. Ia membalas,
“Makasih, sayang.. Jangan lupa datang kerumahku nanti tepat pukul 11 siang yah”. Begitu senang hati Randi. Ia pun telah menyiapkan kado spesial untuk Aya. Yaitu sebuah kalung emas dan sebuah gitar yang di idam-idamkan Aya selama ini.

Pagi hari, ia mulai mencuci mobil sport merahnya. Kemudian, ia mandi dan berpakaian dengan rapi. Setengah sepuluh, ia pun meninggalkan rumahnya. Ia tak pernah lupa membawa kamera dslr kesayangannya serta kado-kadonya untuk Aya. Ia pun kemudian menjemput kedua teman sahabatnya, Fadhil dan Niel dirumahnya dengan mengendarai mobil sport merahnya. Setelah Randi menjemput Fadhil dan Niel, mereka pun berangkat menuju rumah Aya.

Sesampai dirumah Aya, Randi memarkir mobilnya tepat didepan rumah Aya. Mereka tiba tepat dimana acara akan segera dilaksanakan. Dasar Fadhil dan Niel, mereka tak membawa kado untuk Aya karena menurut mereka, kan mereka telah membantu Randi membeli gitar yang diinginkan oleh Aya. Randi dengan kerennya turun dari mobilnya dan sengaja tidak membawa dulu kadonya supaya bisa jadi ‘suprise’ untuk Aya diakhir acara nanti.

Acara pertama adalah pembukaan (pastinya) dan kemudian penyerahan kado dari orangtua Aya kepada Aya. Kemudian, peniupan lilin oleh Aya dan salah satu temannya bernama Ningsih karena ultah Aya dan Ningsih bersamaan pada tanggal 24 Februari. Begitu terasa kehangatannya. Tiba-tiba Fadhil membisik Randi, “Ran, gue sebenarnya bawa kado nih. Tapi untuk Ningsih aja ya sama Atri.” Kemudian Randi berkata, “Emangnya ini hari Atri ultah? Ultah Atrikan udah lewat. Aku bingung nih sama kamu. Tapi, terserah kamu saja.”

Potongan kue pertama Aya itu untuk papanya tercinta dan yang kedua untuk mamanya. Ketika itu potongan ketiga, Aya menyerahkannya untuk kekasihnya, Randi. Randi pun menerima kue dari Aya sambil tersenyum dan berkata, “Makasih, sayang.” Aya hanya tersenyum. Acara pun dilanjutkan. Tapi, masih ada sesuatu yang mengganjal hati Randi, yaitu soal kejadian minggu lalu. Ia ingin membicarakannya berdua dengan Aya. Tapi ia ingin tempat itu agak jauh dari keramaian dan keributan. Dan kemudian memilih untuk membicarakan hal tersebut dihalaman belakang rumah Aya. Ia pun tak lupa membawa kadonya untuk Aya.

Ia pun segera mencari Aya setelah ia menaruh kado tersebut digasebo belakang rumah Aya. Setelah menemukan Aya, ia pun menutup mata Aya dan kemudian menuntun Aya kearah halaman belakang.
“Kita mau kemana, Ran?” tanya Aya.
“Tenang saja.” Jawab Randi. Setelah sampai, Randi pun membuka mata Aya dan kemudian berkata,
“Suprise! Semoga kau menyukai ini semua. Mungkin tidak terlalu romantis, tapi kuharap kau menyukainya.” Aya terbelalak kaget melihat apa yang ada didepannya. Ia kemudian memeluk Randi dan berkata, “Makasih, sayang.” Kemudian Randi tersenyum sebagai balasan dari perkataan Aya tadi. Kemudian, Randi mengemukakan maksudnya membawa Aya kesini.
“Jadi, apakah kamu merasa aku telah berubah, sayang?”
Tapi kata-kata itu malah membuat Aya tercengang dan ia tak tahu harus berkata apa.

(TBC)

Cerpen Karangan: Nurul Fatimah Az Zahrah
Facebook: azzahrahnurul[-at-]blogspot.com
Nurul Fatimah Az Zahrah. Lahir di Sorowako, 26 Januari.

Cerpen Inilah Aku (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Hujan, Aku

Oleh:
Kupaksakan kakiku untuk menopang perjalanan menuju pulang, tubuhku pun dibiarkan basah begitu saja. Sudah terlanjur! Rintikan hujan sedari tadi tak membuatku dan Ara berhenti berjalan, kami berjalan menyusuri jalan

Mia to Seung Jo (Part 3)

Oleh:
“Om-Tante, saya mau minta ijin untuk membawa Mia ke tempat yang lebih tenang. Agar kondisinya lebih stabil.” Ucap Seung Jo pada orangtua Mia. Saat ini ia tengah bertamu di

Kita dan Hujan

Oleh:
Ku kumpulkan segala rasa pada ujung jemari Tak memberikan celah sedikitpun untuk membuang rasa yang tak pernah ku mengerti Walau dirimu hanya bayang semu dalam setiap mimpiku Hujan yang

Antara Aku Hujan dan Dia

Oleh:
Pagi yang mendung ini aku memulai langkahku dengan cepat, karena takut hujan turun. “Uuhh!! kenapa musti mendung!!” keluhku. Oh iya kenalkan aku Zara Aurelia, aku merupakan salah satu anggota

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Inilah Aku (Part 1)”

  1. Murhan emoy says:

    Kita yang terluka

  2. Murhan emoy says:

    Ketika aku ingin bersama nya
    apa kah aku mampu untuk bisa membujuk nya
    dapat kembali pada ku
    lagi pula sepi adalah temanku saat ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *