Jangan Terlalu Membenci

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 May 2018

Saya Aisyah, aku adalah perempuan yang super duper cuek dan jutek di kelas IPA 1, kebanyakan sih yang bilang gitu. Dan aku paling enggak suka dijailin sama teman cowok aku sekelas, terutama dengan cowok yang bernama syafiq. Dia itu lelaki yang paling aku benci di kelas, semenjak dari kelas satu sampai kami sudah kelas dua.
Soalnya syafiq itu orangnya sok keren banget, memang sih menurut aku dia cowok yang paling keren dan tampan di sekolah itu bukan hanya itu saja, dia juga cowok yang pintar, tapi walaupun dia keren, tampan dan pintar, bagiku dia adalah orang yang paling nyebelin di dunia.
Kenapa? Karena dialah orang yang bikin hari-hari aku selalu sial, dikarenakan hobinya suka ngejailin aku.

Pada hari senin kami akan melaksanakan UAS, biasanya tempat duduk kami itu dilakukan secara acak, sesuai dengan nomor ujian. Eh ternyata enggak disangaka kursi aku bersebelahan dengan kursi dia. Spontan dari mulut aku keluar “is kenapa lah aku bersebelahan sama anak ini”. Dan aku pun langsung duduk, kira-kira beberapa menit, tiba-tiba muncullah sosok seorang laki-laki yang aku benci itu duduk di samping aku, sambil berkata “haiiii Aisyah, hari ini kursi kita bisa sampingan ya?” Sambil senyum-senyum. Lalu aku meresponnya dengan muka masam.

Disela-sela waktu ujian berlangsung, tiba-tiba ada yang melemparkan kertas sama aku, dan isinya itu ada tulisan yang bertuliskan “haii Aisyah, gimana dapat enggak jawaban matematikanya, pasti enggak kan? Makanya belajar sama aku biar pintar, Hihihi jangan marah ya aisyah cantik. Dari syafiq”.
Dan aku pun langsung menatap ke arah mukanya dia, dengan mata yang tajam dan marah. Lalu aku pun membalas surat dia, yang bertuliskan “eh syafiq, bisa enggak kamu itu gak ngeselin aku, awas kamu ya! dasar cowok aneh”. Dan aku lemparkan kertas itu ke hadapan dia. Syafiq pun membacanya sambil tertwa.

Lonceng pun berbunyi, menandakan waktu ujian telah berakhir, aku segera memasukkan semua alat tulis ujian ke dalam tas lalu meninggalkan kelas itu. Ternyata di depan gerbang sekolah aku melihat syafiq, yang kayaknya sedang menunggu seseorang. Tapi aku enggak peduli dia mau apa, aku tetap melanjutkan perjalananku hingga sampai di gerbang, tiba-tiba syafiq datang menghampiri aku dengan memberi sebuah coklat, sambil berkata “Aisyah, makan coklatnya ya!”. Aku pun terkejut dan sambil menatap matanya yang tersipu malu itu. Lalu kujawab “kamu kenapa tiba-tiba berubah kayak gini” sambil tetawa. Dia menjawab “kamu akan tahu sebenarnya, apa yang aku rasakan saat ini, mungakin kamu beranggapan kalau aku itu kesurupan atau apalah itu, Aisyah besok pagi ada yang ingin aku omongin sama kamu, kamu besok pagi harus cepat datang!”, lalu aku menjawab “hahaha alah kamu mah bohong aja, palingan kamu itu mau ngerjain aku kan?”. “kamu percaya atau enggak yang penting aku serius mau ngomongin sesuatu sama mu” saut syafiq. Syafiq pun pergi meninggalkan aisyah.

Sesampai di rumah, hatiku merasa gundah dan gelisah melihat tingakah lakunya si syafiq yang berubah banget sama aku. Dan aku pun juga merasa bimbang percaya atau enggak dengan omongan anak itu, tapi setelah aku pikir-pikir mungakin Allah sudah membolak-balikkan hatinya syafiq biar berubah kali ya. Hah ya sudahlah enggak usah dipikirin, is tapi kenapa sih aku selalu kepikiran sama dia. Oh my god jangan sampai aku naksir sama dia cuma gara-gara dia berubah jadi romantis sama aku dan pake ngasih coklat ginian.

Pagi-pagi aku sudah bangun dan berangakat ke sekolah untuk memenuhi perintah dari syafiq, di perjalanan menuju sekolah aku membuka line, aku melihat chattingan dari syafiq yang bertuliskan “jangan lupa ya Aisyah, cepat datang!”. Dengan tetawanya aku sambil berkata “is sampai segininya ni anak, awas aja dia bohong! Aku cubit-cubit nanti dia”.

Akhirnya aku pun tiba di sekolah, dan di kelas masih sunyi banget belum ada orang yang datang, hah ini gara-gara syafiq nyuruh aku cepat datang, sekarang di mana lagi dia.
Is aku ditipu lagi sama anak itu, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang berjalan menuju kelas dan ternyata orang itu adalah syafiq. Dia membawa sebuah bunga mawar dan kakinya dijatuhkannya ke lantai lalu menyerahkan bunga itu ke hadapan aku, sambil berkata “maukah kau aisyah menjadi teman spesialku?”. Dan aku tiba-tiba menjadi kaku dan gugup entah apa yang harus mau kujawab.

Dengan kegugupan, aku bertanya “maksud kamu apa syafiq dengan ini semua?”, dia langsung menjawab “iya Aisyah, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu tapi aku memendam semua perasaan itu karena aku takut kalau kamu tidak ingin menjadi teman spesialku, aku menyukaimu karena kepolosan dan kejutekanmu itu, maaf selama ini aku selalu ngeselin kamu, dan kenapa aku bilang maukah kau menjadi teman spesial bagiku, karena kita masih sekolah aku tidak ingin menyukaimu itu harus memiliki status pacaran, yang aku tau pacaran itu tidak baik bagi kita yang masih menempuh dunia pendidikan. Makanya aku ingin cukup menjadi teman spesial bagimu, jadi maukah kau aisyah?”. Sejenak Aisyah pun berpikir terima atau tidak, di dalam hatinya berkata “Sebenarnya aku juga ada sedikit rasa dengan dia karena dia itu cowok yang pintar dan bertanggung jawab, tapi di sisi lain dia itu selalu ngeselin aku. Hah bagaimana ini? Tapi aku juga enggak bisa egois, yaitu menutup perasaan suka sama dia. Dan dengan penuh keyakinan aisyah pun menjawab “eeemm gimana ya? Oke aku akan menerima kamu menjadi teman spesialmu, tapi ingat kamu enggak akan ngulangin kesalahanmu yang suka ngejailin aku”. Saut syafiq “iya Aisyah, aku janji sama kamu, kalau aku akan menjadi yang terbaik untukmu.” Kemudian aisyah mengambil bunga dari tangannya syafiq. Dan mereka berdua merasa malu-malu, dengan tiba-tiba datangnya teman-teman sekelas mereka secara bergerombongan sambil berkata “cieee yang awalnya benci jadi suka, suit-suit”.

Cerpen Karangan: Niza Hunaidia
Facebook: Niza Hunaidia Rahdi
Saya anak pertama dari 4 bersaudara, umur saya 18 tahun.

Cerpen Jangan Terlalu Membenci merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta di Ujung Jalan

Oleh:
Siska pada waktu itu menjadi siswi baru di sekolah harapan bangsa. Pada hari pertama siska mendapatkan teman-teman baru dan kakak kelas baru. Di hari pertamanya dia sekolah di SMA

Hargai Aku

Oleh:
Rasanya sangat pusing sekali melihat rumus yang bertebaran dimana mana. Bagaimana tidak? Saat ini aku sedang mengerjakan tugas fisika yang cukup identik dengan rumus. Aku memijat pelipisku, untuk menghilangkan

Teman Masa Kecil

Oleh:
Seperti biasa, setiap minggu pagi aku duduk di balkon kamarku sambil menikmati teh hangat buatan Mama tersayang. Ini masih sangat pagi tapi aku sudah bangun dari tidur nyenyakku. Aku

Bahagianya Memilikimu

Oleh:
Namaku Anggita Saraswati. Aku adalah siswi di salah satu SMA di Tanggerang. Aku adalah siswi yang cukup terkenal di sekolah karena prestasiku. Banyak yang ingin dekat dan memiliki diriku

Lexa Dan Axel (Part 2)

Oleh:
Vita yang duduk di belakang axel menepuk punggung axel. dan axel pun menoleh. “hai!! lo udah lupa sama gue?” tanya vita. Axel palsu yang merasa bingung menggelengkan kepalanya “Ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jangan Terlalu Membenci”

  1. Dinbel says:

    Kerenssssss, gooods job untuk pengarang yaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *