Janji

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 27 October 2016

“cukup ndre aku udah nggak tahan lagi sama sikap kamu, aku udah ngertiin kamu selama ini tapi kamu nggak pernah ngertiin aku, aku mundur”.
“oh gitu ya, oke kalau itu mau kamu, ini hubungan bukan permainan”.

Namaku Erin, aku duduk di kelas 2 SMA. Aku pernah punya hubungan cinta dan bagiku hubungan ini yang terbaik dan sempurna tapi ya begitulah kisah cinta monyet berakhir tragis. Aku ingat 2 tahun lalu aku dan dia pernah berjanji untuk tetap setia sampai kapanpun dan menikah 9 tahun lagi. Ya.. kami memang putus bukan karena selingkuh tapi karena masalah sikap.

Dua tahun telah berlalu aku sudah bekerja dan sampai saat ini aku belum punya pacar lagi, sebenarnya cukup banyak yang mendekatiku tapi aku tak ingin serius hubungan, termasuk Niko cowok yang aku kenal 4 bulan lalu, dia cowok yang baik tampan serta mapan. Bagiku dia cowok yang pengertian, romantis, dan selalu ada untukku.

“rin malam minggu nanti kamu mau nggak jalan sama aku?” ajak niko
“jalan kemana? jalan kubur ya hahaha?” jawabku tak serius
“ih nggak lah aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat yang indah banget pokoknya, gimana?”
“oke deh, jam berapa?”
“jam 7 ntar aku jemput, inget dandan yang cantik ya”
“ih apaan kamu nyuruh-nyuruh biarin dong aku nggak dandan biar kamu malu jalan sama aku”

Tiba malam minggu, tak ada rasa deg-degan atau excited, biasa saja yang aku rasain tak seperti dulu saat aku SMA. Diajak jalan Andre aja happy nya nggak karuan. Tepat jam 7 malam, handphoneku berbunyi sebuah pesan masuk dari niko, ”aku udah di depan”. Aku segera ke luar dan benar tampak sebuah mobil dengan kaca terbuka sesosok pria tampan tersenyum padaku.
“ih rapi banget kamu Nik, kaya mau kondangan” ucapku saat melihat Niko yang rapi memakai kemeja biru muda.
“iya dong kan kencan sama bidadari, hehehe bidadari kebonnn” ejek niko
“apaan sih masa aku udah dandan cantik gini dibilang bidadari kebon, eh nik kita mau kemana nih?”
“udah rin, kamu diem aja” jawab niko

45 menit perjalanan akhirnya mobil niko berhenti di sebuah taman yang udah dihiasi lampu kerlap kerlip. Niko mengajakku duduk di sebuah bangku kami hanya ngobrol biasa sampai tiba-tiba kembang api indah melejut ke langit bertuliskan “I LOVE YOU ERIN” aku kaget membaca kembang api itu. Aku memandang niko penuh Tanya. Dan niko malah memegang tanganku dan berlutut di hadapanku.
“rin, aku tau kita belum kenal lama, tapi aku juga nggak bisa nutupin perasaanku sama kamu, aku sayang sama kamu rin, mau kan kamu jadi pacarku”
“ih nik kamu apa-apaan sih, aku nggak pernah berharap kaya gini, aku Cuma nganggep kamu sahabat teman yang selalu nemenin aku, nik maafin aku bukannya aku nolak kamu aku belum siap aja pacaran.”
“rin, aku tulus sama kamu” ulang niko
“aku tau nik, untuk saat ini aku Cuma pengen kamu jadi seseorang yang selalu ada di sampingku tapi bukan sebagai pacar”
“iya rin, aku bakal nunggu sampai kamu siap kok” ucap niko sambil memelukku erat.
Tuhan apa yang harus aku lakukan Niko memang cowok yang sempurna, tapi hatiku nggak bisa labuh ke dia. Ndre dimana kamu sekarang? aku nggak pernah bisa melupakan kamu

Hari semakin berlalu dan niko belum mendapatkan jawaban dariku, walaupun aku dan niko semakin akrab banyak hal indah dan bahagia kita lalui bersama seperti seorang kekasih. Kini telah 3 tahun aku bersama niko masih berhubungan tanpa status. Dan kembali niko menanyakan pertanyaan 3 tahun lalu
“rin, kita udah 3 tahun sama-sama, apa kamu masih belum siap untuk pacaran sama aku?”
“nik, aku nggak tau kamu jangan ngedesak aku kaya gini”
“iya rin aku minta maaf ya, yang penting kita masih bisa sama-sama kok”
“makasih ya nik, kamu emang cowok the best deh, aku sayang kamu… tapi…”
“tapi apa rin, tapi apa ayo lanjutin”
“tapi bukan sebagai pacar hahahahah ih kamu baper banget sih”
“ih dasar cewek kebon lu”
“hahahahah makanya jangan lembek jadi cowok”
“lembek? Emang aku lemper”
“hahaha mirip nik”

Ndre .. hari ini tanggakl 9 mei tepat 9 tahun janji kita dan aku masih nggak tau kamu ada dimana.
“ih kenapa aku jadi cengeng gini sih” aku coba membuka facebookku buka fb nya yang sudah hampir 5 tahun tak pernah kubuka karena aku nggak ingin nangis keinget dia. Di pikiranku udah pesimis pasti di dinding fb nya sudah banyak banget status dan foto bersama pacar barunya. Tapi saat kubuka tak ada satu pun status romantis dengan pacar barunya. Tapi aku nggak tau juga apakah dia udah menikah Kulihat profilnya yang juga bertuliskan online, kucoba mengirimkan pesan
“hey, gimana kabar kamu?”
“Alhamdulillah baik, kamu gimana? Sekarang kamu kerja dimana?”
“di Surabaya, ndre kamu masih inget aku ya ternyata”
“ingetlah Er… aku juga inget hari ini tepat janji kita maaf ya aku nggak nepatin janji aku, aku nggak ngelamar kamu”
“kamu udah nikah ya ndre? Sama siapa? Kapan? Kok kamu nggak ngabarin aku sih tega ih kamu”
“besok aku kenalin sama kamu, aku juga di Surabaya kok, besok kita ketemuan ya?”
Tuhan sakit banget rasanya janji yang aku pegang teguh ternyata malah khianatin aku, aku nggak tau apa aku siap ketemu Andre dengan istrinya. Tapi aku juga tak ingin terlihat seperti pengecut aku nggak pengen andre tau kalau aku belum bisa move on. Aku harus dateng
“iya deh ndre besok aku dateng kok”
“thank Er see you tomorrow”

Aku benar-benar datang dan aku yang lagi-lagi menunggu seperti kebiasaan kami 8 tahun lalu. Di momen menunggu itu aku berpikiran kemana-kemana siapa jodoh andre itu. Dan akhirnya yang aku tunggu datang tapi dia sendirian.
“hey” sapa andre.
“hey juga”
“kamu kok nggak sama suami kamu?” Tanya andre
“aku belum nikah kok, aku masih inget sama janji kita dulu yang udah kamu ingkarin, trus sekarang mana istri kamu, kamu bilang mau kenalin sama aku”
Andre tak menjawab dan dia malah memgang tanganku dan menyodorkan sebuah bunga mawar
“ndre inget kamu udah punya istri kamu nggak pantes bersikap kaya gini ke aku”
“Er… kamu mau nggak nikah sama aku?” ucap andre sambil terus menatapku
“apa? Kamu mau ngejadiin aku istri kedua kamu? nggak aku nggak mau, ternyata kamu udah berubah banget ya ndre, dulu kamu setia sama satu cewek tapi sekarang kamu hobby poligami”
“Er… aku belum nikah, iya aku ingkarin janji ngelamar kamu 9 mei, dan hari ini 10 mei, maafin aku ya”
“apa? Trus siapa yang mau kamu kenalin sama aku?”
“kamu Er… kalau kamu terima lamaran aku, kamu bakal kenal sama istriku yaitu KAMU.”
“Kamu serius kan? aku nggak percaya semua ini ndre, iya aku mau kok”
Walau bertahun-tahun aku kesiksa karena nggak bisa move on aku bahagia sekarang kembali ke pelukan itu.

Cerpen Karangan: Erlin Kusumawati

Cerpen Janji merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Koreografer (Part 1)

Oleh:
Langkahku pasti. Tangan terayun sempurna. Pinggul melenggok genit. Satu hentakan dan… lompat. Fiuhh! Aku mengusap peluh di keningku sambil mematikan musik yang mengalun dari stereo. Gerakanku sudah cukup sempurna,

Langit Bumi

Oleh:
Hari ini tampak cerah. Deburan ombak yang terdengar gemuruh di tambah kicauan burung-burung yang seperti sedang bernyanyi. Suara bel sepeda pun terdengar dari luar. Riani segera membuka pintu dan

366 Hari Matahari

Oleh:
366 Hari Matahari Buku diary yang kusam dan penuh debu. Entah siapa gerangan pemiliknya. Matahari Ke-1 (Mata yang terpejam) 22 Jam… Kau masih terlelap dalam tidurmu. Aku melihat senyuman

Mr. Ice Cream

Oleh:
Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali memalingkan tatapannya

Waktu

Oleh:
Aku sudah berkali-kali jatuh. Berkali-kali pula rapuh. Lalu, tiba-tiba saja kau menawarkan diri untuk membuat hatiku kembali utuh. Oh, apa kata-katamu benar-benar bisa dipercaya? Entahlah.. aku sendiri bahkan masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *