Jodohku Pasienku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 3 April 2018

Pagi ini masih sama seperti pagi kemarin atau pagi seminggu yang lalu, bagaimana tidak, rutinitasku setiap hari adalah menghabiskan waktuku untuk bekerja di rumah sakit umum terbaik di kota ini.

“Sudah 5 tahun berlalu sejak aku lulus kuliah dan bekerja di rumah sakit ini, tapi sepertinya belum ada tanda-tanda kalau aku akan bertemu jodohku di sini” ucapku dalam hati sambil menghela nafas panjang.

“Masih berharap juga kalo jodohmu itu akan datang ke rumah sakit ini?” sapa reza rekan kerjaku yang sedikit sentimen padaku. Mungkin karena aku pernah 3 kali menolak cintanya.
“Why? Memangnya gak boleh ya kalo aku bermimpi dapat jodoh di sini” jawabku ketus
“Ya gak apa-apa sih itu hak kamu” balasnya dengan nada santai. Sepertinya dia sudah move on dari pengejaran cintanya setelah 3 kali penolakan.

Ruhy balerina, itu namaku umurku sudah 26 tahun dan belum menikah. Parahnya adalah aku menjomblo sudah 5 tahun, seandainya diperumpamakan sebagai besi mungkin aku adalah besi karatan yang tidak laku-laku.
“Hufh…” desahku menghela nafas panjang

Kulangkahkan kakiku menuju kamar VVIP yang berada di lantai 5 gedung ini. Ada permintaan pemeriksaan laboratorium dari ruangan yang kabarnya hanya ditempati oleh orang-orang berdompet tebal dengan status sosial yang bikin orang harus menjaga sikapnya ketika berhadapan dengan pasien-pasien dari kamar VVIP ini.

“Selamat pagi” sapaku sambil mengetok pintu kamar 07 VVIP
Kubuka pintu itu perlahan-lahan dan memasang senyum terlebar yang bisa kubuat di garis bibirku.
“Maaf saya petugas laboratorium yang akan mengambil darah bapak” kataku menatap manis pasien yang sedang menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut. “Sepertinya pasien ini sedang kedinginan tapi suhu ruangannya cuma 25°c apa iya dia kedinginan?” ucapku dalam hati sambil berpikir aneh

Saat itu di ruangan itu cuma ada aku dan pasien yang berdasarkan form permintaan labnya namanya adalah Tn. Greg thomas. Dengan perasaan sedikit takut kuraih selimutnya perlahan-lahan dan menariknya. Alangkah terkejutnya aku ketika dia berbalik dengan wajah sedikit pucat menarik tanganku dan mengatakan “apa kabar ruhy?”
Jantungku serasa mau copot mataku tak berkedip sedikitpun mencoba memastikan apakah wajah itu adalah wajah yang aku kenal, tapi sepertinya tidak, atau mungkin aku lupa, atau ini hanya imajinasiku belaka. Mungkin belakangan ini aku terlalu banyak berkhayal tentang pangeran yang akan menjemputku di rumah sakit ini dan membawaku lari ke pelaminan.

“Kok bengong?” kata pemuda berkulit putih bermata coklat itu
“Bapak mengenal saya?” tanyaku masih dengan nada yang bergelombang
“Bapak? hahahahah masa iya cowok setampan dan semuda ini dikatain bapak” balasnya tertawa terbahak-bahak, sangat tidak menampakkan dirinya sebagai pasien. Pikiranku mulai melayang-layang jauh ke udara menari-nari menyerupai film kartun yang biasa kutonton.
“Maaf saya benar-benar tidak ingat kalo saya mengenal anda” kataku lagi masih dengan mimik wajah sungkan
“Ingat 4 tahun yang lalu, aku adalah pasien yang kamu tolong saat aku kecelakaan tepat di depan kosan kamu, dan kamu bawa aku ke IGD dengan wajah penuh tangis karena melihat banyak darah yang keluar disetiap lukaku, kemudian aku harus operasi dan butuh darah AB, saat itu juga kamu yang mendonorkan darah untukku” dia mulai menjelaskan peristiwa dimana dia pertama kali bertemu denganku.

Ya.. aku mulai ingat kejadian 4 tahun yang lalu pemuda yang kuselamatkan saat mengalami kecelakaan di depan kosku, aku juga yang mendonorkan darah padanya saat dia melakukan operasi. 2 jam setelah mendonorkan darah padanya. Aku dapat telepon dari mama untuk segera ke kampung halaman nenek karena nenek sakit keras. Jadi aku tidak tau kabar pasien itu selanjutnya. Saat aku kembali setelah 1 minggu di luar kota pasien yang aku tolong itu sudah keluar dari rumah sakit jadi aku tidak bisa bertemu langsung dengannya.

“Sekarang kamu ingat kan?” tanyanya sambil menatapku penuh senyum
OMG kenapa jantungku berdetak begitu cepat menatap mata coklatnya.
“Maaf ya, aku baru ingat, soalnya sudah lama sekali dan saat itu aku juga harus segera ke luar kota selama seminggu jadi aku tidak sempat bertemu denganmu” jawabku tersipu malu. Sepertinya aku mulai salah tingkah sampai lupa bahwa tujuanku adalah mengambil sampel darahnya.

Proses pengambilan darah pun berjalan baik, dia terus menatapku tersenyum selama darahnya diambil. Aku mulai bingung harus bagaimana. Mau pamitan tapi sepertinya ada yang menahan kakiku untuk tidak meninggalkan ruangan itu.
Tapi karena ini masih jam kerja akhirnya aku pamitan dan beranjak menuju laboratorium.

2 hari kemudian aku cukup dikejutkan dengan datangnya kiriman bunga ke kosanku, tanpa nama pengirim dengan ucapan “hutang darah ini akan kubayar dengan cinta seumur hidup”
“Ih seram banget pake kata-kata hutang darah, memangnya ada yang namanya hutang darah? Kalau hutang duit itu baru ada” ucapku menatap bucket bunga mawar putih itu
“Ada donk.. buktinya aku punya hutang darah sama kamu” ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapanku
Oh tidak itu greg, pasienku 4 tahun Yang lalu.
“Maaf jika aku terlambat berterimah kasih, butuh 4 tahun untuk membuatku pantas mengatakan terima kasih untuk kebaikanmu, butuh 4 tahun bagiku untuk memastikan air mata siapa yang jatuh di wajahku ketika aku terluka parah, butuh 4 tahun bagiku untuk menjadikan diriku layak mencintaimu dan meminangmu” greg menatapku penuh cinta saat itu jantungku tidak bisa berbohong kalau detakan yang kencang ini adalah pertanda aku mencintainya sejak awal.

“Mengapa harus butuh 4 tahun?” tanyaku
“Karena kecelakaan itu membuatku kehilangan ingatanku selama 3 tahun dan saat ingatan itu kembali aku berusaha mencari tau tentang orang yang menyelamatkanku, dan sampai tiba saatnya aku akan siap untuk menemuimu, maukah kamu menikah denganku wahai malaikatku?” greg melamarku, OMG ini mimpi atau apa? Sepertinya penantianku selama 5 tahun akhirnya terkabulkan.. jodohku adalah pasienku.

Tidak ada alasan untuk menolak lamarannya. Cinta itu sudah digariskan sejak awal hanya waktunya saja yang kadang membuat kita harus menunggu. Cinta tak pernah salah memilih apa yang sudah dipilihnya sejak awal.

Cerpen Karangan: Ice Trisnayanti
Facebook: Iche Ibux Felix
Penulis: ice trusnayanti
Usia: 29 tahun

Cerpen Jodohku Pasienku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ilusi Hati (Part 3)

Oleh:
Seperti apa yang ditawarkan Arza. Malam ini mereka berdua tengah berjalan berdua di bawah gemerlapnya malam Taman Rekreasi di kota ini. Diandra sibuk mengunyah kembang gulanya sembari menarik tangan

Karena Kau Rajawaliku

Oleh:
Gadis itu memandangnya. Pria berbadan tegap yang berdiri tepat di hadapannya. Pria itu masih memegang daun pintu rumahnya yang baru saja ia buka untuk seorang gadis yang terlihat asing

Life Like Coffee

Oleh:
Tak ada yang spesial dari cafe berkonsep vintage di ujung jalan yang sibuk itu. Hanya sebuah bangunan kecil yang dindingnya dibiarkan tidak dicat dan tak pernah sepi pengunjung. Lalu

Raindrop With Nathan

Oleh:
Denting toaster mengalihkan perhatian Milly. Dia segera beranjak dari tempat duduknya, dan mengambil setangkup roti panggang, lalu menaruhnya di atas piring yang ia letakan di depan Miko. Kemudian, ia

Di Antara Kita

Oleh:
Saat mataku terbuka mentari sudah membumbung tinggi di angkasa. Menghias pagi bersama kicauan burung. Satu.. Dua.. Tiga.. Tess.. Air mata menetes dari ujung mataku. Entah apa yang membuatku menangis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *