Karena Hujan (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 March 2018

Tak beberapa menit kemudian ada invite di bbmku (ya pasti gue terima.)
“Gimana es creamnya enak gak?” tanya ko nico dibbm.
“Enak orang jelas kesukaan gue.” jawabku.
“Besok pagi jangan lupa kita ketemuan. bye gue ada urusan dulu.” balasnya. Lalu tak ada lagi chat.
Aku membawa hp, buku, kotak pensil kemeja luar *dekat pintu masuk rumah ku*
“ngapain bawa buku sama kotak pensil keluar?” tanya mamaku.
“Mu kerjakan pr ma.” jawabku.
“Nanti kalau sudah siap langsung masuk, nanti bisa masuk angin. Lalu aku berjalan ke luar dan mulain mengerjakan pr.

Tak beberapa menit kemudian aku pun siap mengerjakan pr dan aku berjalan kedekat pintu pagar untuk sekedar melihat lihat suasana malam minggu.
“Lo ngapain di luar?” tanya seseorang.
“Ooo… rupanya lo gue kira siapa. lo juga ngapain di luar?” tanyaku balik.
“Menikmati suasana malam minggu.” jawabnya.
“Ooo…” jawabku.
“Sedangkan lo ngapain di luar?” tanyanya lagi.
“Melihat lihat suasana malam minggu.” jawabku.
“Cepat masuk sana nanti masuk angin.” ucapnya.
“Iya ini juga sudah mau masuk. bye…” ucapku sambil berjalan membereskan buku yang ada di meja luar.
“Don’t forget!! besok pagi.” ucapnya sambil berjalan masuk.
“Itu aja yang lo ingatin!!” gerutuku sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dan masuk ke kamar.
“Dia laki laki yang keren.” pikirku.
“Kok gue jadi mikirin dia sih.” gerutuku.
Lalu menganti baju dan tidur, memang biasa sih aku tidur cepat jam 20.30.

Jam 07.05
keesokan pagi aku sudah mandi dan mau pergi ke taman.
“Ma sifa pergi bentarnya.” panggilku.
“Iya jangan lama lama.” jawab mamaku. Lalu aku berjalan ke luar rumah menuju taman.

Sesampainya di taman aku belum melihat adanya ko nico jadi aku memutuskan bermain ayunan sambil mebuka hp.
“Ih!! kata janji datang ke taman pagi, tapi sampai jam 08.23 belum juga datang datang!!” gerutuku.
“Apa gue balik aja ya sudah mau mendung nanti mama khawatir.” pikirku.

Baru saja beranjak dari ayunan, hujan pun turun dengan lebatnya.
“Wah hujan…” ucapku. sambil berjalan meninggalkan taman.
“Woi tunggu…” panggil seseorang.
“Ko nico?!” jawabku sambil membalikkan badan.
“Iya gue.” balasnya.
“Gue nunggu lo lama tapi lo baru muncul sekarang!!” bentakku.
“Gue… dar..”
“Stop!! lo gak perlu jelas apa apa sama gue!!” bentaku sambil berjalan pergi meninggalkan taman.
“Stop!!” balasnya sambil menahan tanganku.
“Gue mau jelasan dulu!! lo gak mau dengar!!” bentaknya.
“Lo itu adalah orang pertama yang buat kesan terburuk di taman dan di tengah hujan!! gue benci sama lo!!” bentaku.
“Lo itu cewek paling garang yang pernah dekat sama gue!!” bentaknya balik sambil melepaskan tanganku.
“Gue kecewa sama lo!!” teriakku sambil berlari pergi melewati tirai hujan yang lembat.

Sesampainya di rumah.
“Sifa tumben pulang cepat kalau hujan?” tanya mamaku.
“Lagi badmood aja.” jawabku sambil berjalan ke kamar.
“Sifa nanti malam ada tamu datang ke rumah.” kata mamaku dari luar kamar. Tapi aku hanya diam saja.
Lalu mamaku masuk ke kamar.
“Siapa yang buat bad mood anak mama?” tanya mamaku.
“gak ada ma.” jawabku.
“Nanti malam pake dress ya sayang.” bujuk mamaku.
“Lihat aja nanti.” jawabku sambil berjalan mengecas hp dan ganti baju.

Malam pun tiba, karena tidak mau mengecawakan mama aku memakai dress warna putih dengan mengalungkan headhpone di leher lalu keluar kamar.
“Ma tamunya siapa?” tanyaku.
“Nanti kamu tau.” jawab mamaku.
Lalu aku duduk di kursi sambil memasang headphone dan mendengarkan lagu kesukaanku.

Tak beberapa lama kemudian tamu pun datang aku berdiri dan meletakan headphone di leher.
“Silakan masuk.” ajak mamaku.
“Ma mereka siapa?” bisikku pada mamaku.
“Nanti kamu tau.” jawab mamaku.
“Mereka hanya berdua, apa mereka teman mama?” pikirku. Sambil mengikuti mama berjalan ke meja makan.
Baru saja duduk di meja makan.

“Maaf saya terlambat.” ucap seseorang dari belakang.
“Nak nico.” sapa mamaku.
“Sepertinya gue kenal suara ini?” pikirku.
Aku langsung menoleh ke belakang.
“Lo ngapain di sini?!” tanyaku.
“Gue diundang sama mama lo.” jawabnya.
“Kalau gue tau lo yang datang gue gak akan mau pake dress yang ribet ini!!” bentaku.
“Kalau gue tau lo ada di sini gue pun gak mau datang!!” bentaknya balik.
“Nico duduk dulu.” ajak mamaku.
Dia duduk di hadapanku.

“Lo keren pake jas. Tapi entah mengapa jantungku berdetak kencang.” gumamku.
Baru saja ko Nico duduk.
“Ma, tante, om sifa permisi dulu ada pr yang belum selesai.” ucapku mencari alasan.
“Iya.” jawab mamaku.
Lalu berjalan meninggalkan meja makan, lalu berjalan ke teras.

“Ih kok gue bisa pikirin dia?” ucapku diteras.
“Ayo pikirin gue ya.” sambung seseorang.
“Idih pd kali lo!” bentakku.
“Gak usah bohong.” balasnya sambil berjalan mendekat dan aku terus mundur.
“Gue mau ke kamar dulu.” sambil berlari kekamar. aku mendengar ketawanya.

Sesampainya di kamar.
“Ih kok bisa begini. Gak mungkin gue suka dia.” pikirku.
“Oke lupakan lupakan…” ucapku sambil mengambil baju ganti.
Siap ganti baju aku ke luar dari kamar dan teryata mereka masih ada di meja makan.
“Ma nampak headphone sifa?” tanyaku.
“Ada di meja teras tadi.” jawab ko nico.
“Gue bukan nanya sama lo, tapi Thanks udah bagi tau.” balasku sambil berjalan keteras.
“Sifa tunggu ada yang mau mama bilang.” panggil mamaku.
“Apa?” tanyaku sambil masih berdiri.
“Duduk dulu.” sambung mamaku. Lalu aku pun duduk.

“Oke dah sekarang apa? kok semuanya nengok ke gue?” tanyaku.
“Kami datang ke sini mau jodohkan kau sama anak saya nicolas.” jawab mamanya ko nico.
“APA!!!” balasku sambil berdiri dan berjalan ke teras.
“Sifa dengar dulu.” panggil mamaku tapi aku tak menghiraukannya dan terus berjalan ke teras. mengambil haedphone dan kembali ke kamar.
“Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, tapi mengapa mereka menjodohkan gue sama nico.” pikirku.
“Tapi jujur gue juga suka sama lo.” gumamku.

Keesokan paginya jam 06.35 namun hari mendung.
Aku sudah siap siap berangkat sekolah.
“Ma sifa berangkat dulu.” panggilku.
“Iya hati hati.” jawab mamaku. lalu aku mencium tangan mamaku dan berangkat sekolah dengan berjalan kaki karna sekolahku cukup dekat dengan rumahku.

Di luar komplek aku melihat ko nico namun aku menghiraukannya dan terus berjalan mendahuluinya.
“Sifa gue mau bicara sama lo.” panggil ko nico dari belakang.
“Apa?” tanyaku membuatku berhenti melangkah.
“Berangkat bareng mau gak?” tanyanya.
“Terserah lo yang penting gue gak mau terlambat.” jawabku lalu kami berjalan ke sekolah.

Sesampainya di gerbang sekolah.
“Sifa jangan lupa pilih gue nanti.” ucapnya sambil berjalan cepat mendahuluiku.
“Maksud dia apa?” pikirku sambil terus berjalan kekelas.
“Woi!! pikirin apa?” tanya sahabatku yuni di depan kelas.
“Gak ada.” jawabku.
“Bohongnya?” tanyanya lagi.
“Sumpah gue gak bohong yun.” jawabku.
“Oke, Lo tau nantikan ada pemilihan osis baru?” balas yuni.
“Engak, Bukan urusan gue.” jawabku sambil berjalan ke kursi duduk.
“Ya terserah lo.” balasnya.
“yang penting pemilihannya pagi ini di halaman sekolah.” sambung yuni.
“Ya ya ya.” jawabku malas.

Bel tanda semua siswa berbaris di lapangan berbunyi, aku dan yuni pergi berbaris ke lapangan.
“Selamat pagi siswa dan siswi yang ibu banggakan.” sapa kepala sekolah.
“Pagi buk.” jawab semua siswa dan siswi.
“Pagi ini kita akan adakan pemilihan ketua osis baru kalian semua sudah taukan.” kata ibu kepala sekolah.
“Sudah buk.” jawab semua siswa.
“Calonnya adalah Nicolas dan Andre silakan maju ke depan.” kata ibu kepala sekolah tiba tiba ada guru yang membisikan sesuatu ke pada kepala sekolah.
“Sifa Harita putri dipanggil ke TU.” panggil ibu itu, Lalu aku pun berjalan ke TU.

“Sifa ibu ingin mengikutkan kamu lomba cerdas cermat biologi, kamu mau ikut gak?” tanya guru biologi
“mau buk.” jawabku semangat.
“Nanti pulang sekolah ibu tunggu di labor biologi. sekarang kamu kembali baris ke lapangan.” kata guru biologi.
“Iya buk.” jawabku sambil berjalan keluar dari TU.

Baru saja leluar dari tu.
“Sifa kamu pilih siapa beda satu poin lagi jika kamu pilih Nicolas maka dia jadi ketua osis, jika kamu pilih Andre maka dia jadi ketua osis.” kata kepala sekolah.
“Ngapain gue milih Andre mantan gue yang sombong angkuh gaya selangit.” pikirku.
“Sifa pilih Ko nico.” ucapku sambil berjalan kembali ke barisan.

Tiba tiba ko nico menahan tanganku.
“Thanks udah milih gue.” ucapnya.
“Sama sama.” jawabku sambil tersenyum.

Tiba tiba hujan pun turun semua siswa dan siswi pergi berteduh.
“Gue mau bilang sesuatu ke kamu.” kata ko nico sambil masih memegang tanganku.
“Apa? bilang aja.” tanyaku.
“Gue pernah buat kenangan terburuk di bawah hujan dan kali ini gue akan bikin kenangan romantis di bawah hujan. Sebenarnya gue suka sama lo.” jawab ko nico. Aku hanya terdiam.

“Terima… terima…” teriak semua siswa dan siswi sambil bertepuk tangan.
“Jujur gue juga suka sama lo.” balasku.
“Sifa Harita Putri lo mau gak jadi pacar gue?” tanya ko nico.
“Aku mau.” jawabku.
“I love you sifa.” ucap ko nico.
“I love you too ko nico.” balasku.

“Cie… cie…” ejek semua siswa dan siswi.

THE END

Cerpen Karangan: Winne Chintia
Facebook: winne chintia
Thx for reading 🙂

Cerpen Karena Hujan (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setoples Lidah Kucing

Oleh:
Manis. Gurih. Renyah. Lembut. Hidup yang gue alami rasanya mirip kaya kue lidah kucing. Kue kesukaan gue. Sejak gue masih ngemut jempol sambil lari-larian cuman pake kolor sampe sekarang

Doni

Oleh:
Aku punya teman. Namanya Doni. Tak tahu kenapa dia bernama begitu. Tapi kami adalah teman dekat. Hanya saja, ada satu hal yang sangat kubenci dari dia. Dia sama sekali

My King

Oleh:
Sebut saja namanya Raja. Dia satu satunya cowok yang kutaksir di sekolahku. Orangnya baik dan karismatik. Tapi, ada satu hal yang sangat disayangkan dari dia.. Hmm dia adik kelas

That Pounding Heart (Part 2)

Oleh:
Kasih sayang pada sesama itu adalah fitrah. Tak perlu disesali, apalagi dibenci. — Nara terdiam. Wajahnya memerah, malu dan marah ia rasakan. Aduh, apa yang harus dijawabnya? Hai, Ra.

Cinta Putih Abu Abu

Oleh:
Aku pertama kali melihatnya saat Masa Orientasi Siswa di sekolahku. Ya, aku baru saja akan memulai masa putih abu-abuku. Kata orang, masa-masa ini adalah masa paling indah selama bersekolah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *