Kau Bintangku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 10 August 2015

Sudah lama aku mengenalnnya, namun tak pernah saling menyapa padahal tinggalnya seasrama. Aku selalu menghindar saat melihatnnya, begitupun sebaliknya bagaikan kucing dan tikus begitulah aku dan dia.

Namaku Rhey, aku seorang mahasiswa Teknik Mesin di salah satu Universitas Negeri terkemuka di kotaku dan dia yang kumaksud adalah Amel, mahasiswi FKIP Bahasa Inggris di salah satu Universitas Kristen yang paling digemari di kota yang sama.

Malam itu, tepatnnya tanggal 16 Februari 2012, di asrama kami diadakan acara valentine dan semua anak asrama diwajibkkan membawa teman pada acara tersebut. Para undangan sudah mulai berdatangan dan masing-masing memilih tempat duduknya sendiri.

Banyak teman-temanku yang datang, acara pun dimulai dan kini tibalah pada panghujung acara, operator membunyikan musik menandakan waktunya acara bebas. Semuanya terlihat begitu bahagia, ada yang joget-jogetan, ada yang bercanda, ada yang menggunakannya untuk menyatakan cinta.

Aku duduk dengan teman-temanku sambil memperhatikan mereka, tiba-tiba Amel memanggilku, ini pertama kalinya aku mendengarnya menyebut namaku. Aku menghampirinnya, lalu ia berkata sedikit berbisik padaku.

“Angga itu temanmu?”
“Ya,” kenapa emangnya, kamu suka sama dia? balasku.
“Tidak, tadi dia menghampiriku dan bilang kalau dia menyukaiku tapi kubilang padanya kalau aku pacarmu. Jadi kalau nanti dia tanya bilang saja iya, ya?” katanya sedikit memelas.
“oke deh,” jawabku singkat.

Setelah kejadian itu kami mulai akur dan mulai saling menyapa. Saat itu aku sedang dekat dengan I’in salah satu teman di asramaku yang juga kuliah di Undana, sangat dekat sampai-sampai satu asrama mengira kalau aku pacaran sama I’in. Padahal aku menganggap I’in sebagai adikku karena dia sangat baik, sedikit cengeng dan sifatnya sama persis dengan adikku itu yang membuatku ingin selalu melindunginya.

Hari demi hari telah berganti, suasana yang asing kini berubah sedikit menjadi lebih hangat dan entah sejak kapan aku mulai menyukai Amel, bahkan aku selalu cemburu saat ada cowok yang dekat dengannya. Tapi aku hanya bisa cemburu dan terus cemburu, tak ada sedikit pun keberanian untuk mengungkapkan perasaanku padanya.

Kujalani hari-hariku dengan penuh kecemburuan hingga suatu sore aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku yang telah lama kupendam ini padanya, kata demi kata mulai kurangkai namun tak ada satu pun yang masuk akal. Dalam keadaan putus asa, ku ambil handphone-ku dan memutar beberapa lagu sampai akhhirnya ku dapatkan inspirasi untuk menyampaikan rasa di hati ini padanya.

Kuketik penggalan sebuah lagu di HPku yang bunyinya,

“malam kenapa datang membawa bintang, hati yang sepi ini terasa semakin sepi” lalu kutambahkan sebuah kalimat pertanyaan kedalamnya.
“adakah yang mau jadi bintang di hatiku?”

Karena aku belum memiliki cukup keberanian kukirim teks tadi ke semua teman cewek di asramaku, termasuk dia (Amel). Hatiku mulai dag-dig-dug tak karuan, aku ke luar dari kamarku dan melihat ke langit dan ternyata malam ini memang tak ada bintang.

Suasana asrama yang sepi karena semua penghuninya lagi bermalam minggu membuat aku merasakan kesepian yang sangat mendalam. HPku bergetar, ternyata banyak yang membalas pesanku dan banyak yang mengatakan bersedia menjadi bintangku namun jawaban yang sebenarnya ingin kudengar bukan dari mereka tapi dari Amel, sayangnya tak ada balasan darinya.

Beberapa detik kemudian HPku bergetar lagi dan kali ini dari Amel, isinya memang tak jauh berbeda namun sangat berarti bagiku.
“Aku bersedia menjadi bintang hatimu yang akan menerangi hatimu semampuku tapi jika nanti ada bintang yang lebih terang dariku, aku bersedia merelakanmu untuknya,” Kata-kata itu bagaikan sihir yang menyihir langit yang tadinya tak berbintang berubah menjadi lautan bintang, aku sempat terkejut dengan keanehan itu, namun kegembiraanku membuatku menikmatinya.

Tiga bulan, tiga belas hari lamanya aku memendam perasaan itu dan akhirnya semuanya mampu kukeluarkan walau hanya dengan SMS pada tanggal 29 Mei 2012, pukul 01:23. Saat itu juga aku dan dia resmi menjalin hubungan dengan penuh cinta dan sayang serta sebuah janji untuk saling mempercayai dan memahami, karena menurutku dengan kedua hal tersebut, aku yakin kami akan tetap bersama dan tak akan ada yang mampu memisahkan kami berdua.

Sekian

Cerpen Karangan: Rhey
Blog: sangpemimpi32.blogspot.com

Cerpen Kau Bintangku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Simpul Mati

Oleh:
Tahun ini, sekolah Abby mengadakan kemah Perkajusa (Perkemahan Kamis Jumat Sabtu). Regu Abby sedang mendiskusikan apa saja yang akan dilakukan pada saat kemah. Kini, mereka sedang berada di teras

Little Girl With A Big Dreams

Oleh:
Pernah mendengar tentang sebuah mimpi besar dari gadis kecil? Jika belum pernah biar aku beritahu kisah yang akan membuat siapapun yang membacanya akan tersenyum geli dan terharu. Ketika itu

Cinta Sampai Mati

Oleh:
Petualang cinta? mungkinkah itu diriku? Tapi aku lebih suka dengan menyebutnya metaforlova, sebuah perjalanan cinta, dari satu masa ke masa lain dalam kehidupanku. Kali ini aku bertemu dengan seseorang

Rain and Rainbow

Oleh:
“Pelangi butuh hujan untuk menjamah indahnya dunia. Begitu juga hujan, ia butuh pelangi untuk menyicip manisnya dunia dengan warna indah yang mampu menutup semua tangisnya … ” ‘TAP TAP

Sebuah Cincin Penantian

Oleh:
Malam pun semakin larut. Aku baru saja selesai mengerjakan tugasku. Sebagai seorang guru biologi di sebuah SMA, aku harus menyiapkan materi untuk besok. Tak sengaja aku menjatuhkan sebuah kotak.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *