Kawan Lamaku, Alfeus (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 6 October 2017

“Aku mengaku bisa, tapi hati tak bisa.. Sesungguhnya ku berpura-pura relakan kau pilih cinta yang kau mau, sesungguhnya ku tak pernah rela, karena ku yang bisa membuat hatimu utuh …” Charlotte tertegun mendengar lagu lama dari tangga ini terputar di taksi yang ditumpanginya untuk pergi ke bandara.

“Pak, kita puter balik dulu deh. Anter saya ke jalan Melati ya pak” kini giliran pak supir taksi yang tertegun namun akhirnya mengangguk juga. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin berkeliling sebelum terbang ke Jogja.

Charlotte menghembuskan nafas panjang setelah sampai di depan gereja yang kini sudah menjadi puing-puing.
“Lihat Alf, gereja ini sudah jadi puing-puing. Tapi aku masih ingat kamu dulu meminta ayahmu duduk di sini sedangkan kamu berdiri di situ untuk menungguku. Dasar genit, masih kecil udah sok-sok nungguin cewek! Aku juga ingat waktu ibadah remaja kamu sengaja ngasih ayat hafalan yang panjang buat aku waktu tuker-tukeran ayat hafalan. Kamu juga sering godain Helena, sampai dia nangis. Kalo udah gitu, Cuma aku yang bisa belain kamu” Charlotte mulai meneteskan air mata di depan gereja itu. Gereja ini tidak terlalu besar, makanya majelis gereja memutuskan pindah ke tempat yang besar dan lebih bagus dari gereja ini. Tapi, di gereja ini Charlotte dan Alfeus bertemu dan mengukir banyak kenangan.

“Aku tau, ingatanmu memang tajam Char” Kata seseorang yang membuat Charlotte menoleh. Apa itu Alfeus si ompong? Alfeus si bandel? Alfeus si jahil? Ya, itu Alfeus …
“Alf? Kamu ngapain ke sini?”
“Aku pengen berkunjung ke gereja yang katamu sudah jadi puing-puing ini. Gereja yang bikin kita jadi sedeket ini.” Charlotte hanya mengangguk tanda mengerti, lalu berjalan meninggalkan Alfeus

“Aku udah baca email kamu. Jadi, kamu udah mau berangkat sekarang?”
“Iya.” Jawab Charlotte namun tetap dengan langkah menjauh
“Kamu tidak merindukanku?” Kali ini langkah Charlotte berhenti
“Kamu merindukanku. Jelas.” Lanjut Alfeus dan mendekati Charlotte
“Kamu sudah tau perasaanku Alf. Maaf Alf, maafkan perasaanku ini. karena ini yang membuatku harus menjauh darimu. Aku ingin kamu bahagia, tapi aku gak bisa lihat kamu sama orang lain. Oh ya, mana calon istrimu?”

“Aku salah menganggap ingatanmu tajam Char. Kamu lupa satu hal” Alfeus memandang Charlotte lekat, berharap Charlotte mengingat apa yang diinginkannya
“Sebelum aku berangkat ke Surabaya, aku sudah bilang sama kamu kan? Setelah aku mendapat gelarku, aku pengen ngomong sesuatu ke kamu” Lanjut Alf
“Oh ya? Maaf aku sama sekali nggak ingat. Jadi sekarang, sebelum aku pergi omongin aja apa yang pengen kamu omongin?” Mata Charlotte kembali berkaca-kaca
“Ya, mungkin salahku juga ngomong hal itu diwaktu kamu lagi nangis karena nggak pengen aku pergi. Hm .. Aku pingin jadi suamimu Char.” Charlotte menaikan satu alisnya. Ia ragu dengan yang dikatakan Alfeus
“Aku ingin kamu menjadi istriku, seorang yang berjanji sehidup semati denganku. Seseorang yang tidak pernah menyerah dengan hubungan kita. Dan sudah jadi cita-cita aku untuk melamar kamu di depan gereja, meski sekarang gereja ini sudah jadi puing-puing.”
“Oh! Kamu sudah tau perasaanku, jadi kamu mau main-main sama itu! Kamu ..” Nada suaranya mulai bergetar. Jika ini hanya lelucon akan kubunuh kamu Alf, batinnya
“Lihat mataku Char. Apa aku kelihatan kayak main-main.” Alfeus memegang tangan Charlotte membuat perasaan gadis itu bercampur aduk.

“Beberapa bulan yang lalu aku emang kasih tau mamaku kalau setelah wisuda aku mau menikah. Mama tanya apa aku sudah punya calon. Aku nggak kasih tau dia kalau kamu calonku. Tapi ternyata dia malah kasih tau mamamu. Sewaktu baca emailmu aku ketawa keras. Aku nggak habis fikir kamu sampe kepikiran aku mau menikah sama orang lain. Gimana bisa? Dari kecil aku ingin menikahimu. Makanya aku minta kamu pakai gaun putih waktu itu. Oh soal mamaku, dia gak pernah maksa aku buat satu sekolah sama kamu. karena aku yang minta itu. Soal bu Iva, kamu mungkin gak tau sambil ketawa aku sambil berdoa kalo perkataan bu Iva itu bisa kejadian. Tapi aku nggak pernah punya nyali buat nanya perasaanmu ke aku. Sampai kamu kasih tau aku, kalau kamu nggak pingin pacaran. Kamu pingin menikah setelah kamu lulus S1. Makanya aku berusaha mati-matian lulus 3,5 tahun, karena aku punya rencana untuk bahas pernikahan kita sebelum kamu lulus. Aku ikut kegiatan BEM Universitas, Fakultas cuma buat menuhin Kredit Prestasi, biar cepet lulus. Tapi ternyata karena itu juga aku harus sering nyuekin kamu. Aku benar-benar merindukanmu. Setiap libur semester aku juga ingin pulang. Aku nggak pingin jadi bang toyib. Tapi kamu tau ‘kan? Aku di sana tinggal dengan nenekku. Orang tua itu yang minta mama sama papa ke sana kalo aku libur semester.” Charlotte kembali menatap mata tajam itu.

“Tapi kamu yakin banget aku bakal mau jadi calon kamu?”
“Dari semua email yang kamu kirim. Dari media sosialmu. Aku tau kamu sering stalking teman-teman kuliahku. Aku tau itu karena kamu sering mikirin aku kan? Juga dari jam ini.” Kata Alfeus sambil menunjukan jam hadiah ulang tahun dari Charlotte.
“Hey, aku nggak pernah kasih tau kamu kalau jam itu dari aku.”
“Tapi waktu aku upload foto di instagram pake jam ini. Kamu terus update status di BBM pake emoticon bahagia plus emoticon jam gitu kan. Hal yang nggak pernah kamu lakuin sebelumnya. Nulis status pake emoticon aja”
“Wow! Aku tau kamu belajar hukum tapi apa kamu juga belajar jadi detektif? Apa di sana kamu nggak nemu yang lebih baik dari aku?”
“Banyak. Tapi seperti kamu, aku nggak peduli dengan mereka yang ngedeketin aku. Sampe temen-temen cowokku sempet mikir aku punya sikap menyimpang. Btw, makasih ya Char. Kamu udah jawab semua pertanyaan aku sebelum aku nanya itu ke kamu. Itu juga sih yang bikin aku bener-bener yakin kamu bakal nerima aku jadi suami kamu”

Charlotte dan Alfeus kini dikenal sebagai kawan lama. Mereka berkawan lama sekali dari umur 4 tahun sampai selamanya karena mereka sudah mengikat janji sehidup semati.

Cerpen Karangan: Gloria Christi Naviri Setiyawan

Cerpen Kawan Lamaku, Alfeus (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wedding Dress

Oleh:
Cinta Pertama, adalah cinta spesial yang Allah hadirkan untukmu. Lewat cinta pertama, kamu dapat mengerti betapa berharganya waktu yang kita punya untuk selalu menjaga cinta itu, karena cinta pertama

Me and Devil

Oleh:
Hari ini giliran Ino yang kebersihan kelas, dan dibantu dengan teman-teman yang lainnya juga. “Ino, tolong bersihkan penghapus papan tulis itu” kata temannya sambil menunjukan telak penghapus papan tulis.

Cinta Monyet Bersemi Kembali

Oleh:
Sinar matahari mulai meninggi, embun masih belum beranjak dari tempatnya. Suasana kelas pagi ini masih terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa anak petugas piket yang datang lebih awal dari biasanya.

Cinta Sejati (Part 2)

Oleh:
Pulang sekolah, mereka ganti baju dan segera kumpul. Rayhan naik sepeda mengahmpiri rumahnya Pradna karena rumah mereka tak terlalu jauh. Setelah itu Prada membonceng sepeda Rayhan, mereka pun keliling

Riak dalam Dada

Oleh:
Aku terkadang melirik engkau dari kejauhan, memastikan apa yang sedang kau lakukan, apa yang sedang kau perbuat dan apa yang sedang kau lihat. Aku merasa diluar kebiasaanku ketika radarku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kawan Lamaku, Alfeus (Part 2)”

  1. Alin Yuniza Putri says:

    Duuuh sedih kak ceritanya
    hiiikss baper aku
    thanks kak udh bua ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *