Keajaiban Kasih Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 13 March 2014

Di waktu anak-anak lain sedang berlibur, namun aku masih saja terkurung dalam kamarku yang kecil dan nyaman. Ya memang aku adalah seorang anak yang pendiam dan tertutup.

Saat liburan telah selesai, aku pun bersiap pergi ke SMA baruku. Aku menginjakkan kakiku dengan antusias sambil melihat kakak-kakak kelas bermain basket.
Ya! Aku sangat mencintai basket. Namun, bruaak. Tanpa sadar aku menabrak seorang cowok yang sedang berbicara dengan temannya. “Maaf kak, aku nggak sengaja”.
“Kamu nggak punya mata ya? Jalan tuh yang benar! Dasar bego!” Cowok itu marah padaku.
“Huuuft aku minta maaf. Dan jangan ngatain gue bego!.” Aku membalas.
“Udah salah pake gaya lagi. Anak baru udah belagu!.” balasnya.
“Bodoh amat.” Aku pun langsung berlari karena bel telah berbunyi.

Esok harinya aku mulai dengan mos PBB. Namun ternyata yang memimpin kelompokku adalah si cowok rese kemarin.
“Hei kamu yang namanya SANDARA. Maju ke depan ajarkan peraturan PBB.” kata si cowok rese yang usut punya usut namanya GERALD GILBERT GRENALDI. Dengan malasnya gue maju ke depan sambil masang tampang singa lapar. Aku mengajarkan sesuai apa yang aku tauhu. Namun aku disuruh sama Gerald berhenti. “Hei kau tidak tau PBB yah? Cukup dan sekarng kamu lari keliling lapangan 9x” katanya. Aku pasrah dan berlari mengitari lapangan bagai kambing yang terkena rabies (loh, apa hubungannya?).

“Sudah kak!” kataku melapor. Namun dia memberikan sebotol air mineral kepadku. Aku yang sedang haus pun menjadi seperti seorang manusia yang baru melihat air dengamn cepatnya menyambar air pemberiannya. Namun, “cuihhh!!! Asin sekali air ini. Apa maksudnya semua ini?” aku bertanya dengan geram pada GERALD. Namun dia dan semua anak-anak yang ada di lapangan tertawa. “Kau jahat!” Kedua mataku mengeluarkan butiran air bening.

Sejak saat itu aku tidak mengikuti mos karena sakit. Saat aku kembali, ternyata aku masuk di kelas 10 i. Di kelas aku memiliki banyak teman. Di sebelah kelasku ada kela 12 ipa 1.

Suatu hari saat aku sedang menikmati angin sejuk taman sekolah, aku terkejut ketika seseorang memegang pundakku. Ya itu GERALD!. Dia tersenyum, namun aku memalingkan wajahku, aku menangis dan berlari ke kelas. Saat teringat kejadian paling memalukkan yang kualami. “MAAF, MAAFKAN AKU Sandara!” Suara Gerald terdengar.

3 hari kemudian saat aku sedang berjalan sekolah, tiba-tiba sekelompok wanita yang merupakan kakak kelasku datang menghampiriku dan meminta uang. Aku dipukul dan diperiksa seluruh bawaanku. Namun, saat aku lemah, sebuah mobil mercedes merah datang dan menghentikan aksi geng cewek-cewek berandalan. Namun aku terlanjur pingsan. Saat tersadar aku sudah ada di rumah sakit. Di samping tempat tidurku ads seorang lelaki. GERALD! Yah dia memang Gerald.
“Kamu sudah sadar Dara?” Dia berkata padaku.
“Seperti yang kaulihat. Kenapa kau ada disini?” Kataku cuek. Dia menjawab “aku yang menyelamatkanmu, aku juga mau minta maaf pdamu!”.
“Baiklah. Aku memaafkanmu.!” kataku ketus.

Sejak saat itu hubungan kami berdua membaik, namun aku menyibukkan diri dengan mengikuti paskibraka. Saat sedang panas-panasnya berlatih, aku melihat Gerald duduk di depan tiang bendera. “Dara kamu maju ke tiang bendera, kamu dihukum gara-gara banyak ngelamun.” Kata seniorku. Dengan malasnya aku maju dan tiba-tiba saja Gerald berlutut dan menembakku. “SANDARA ERKALTEN, would u be my girl?” .
Suasana riuh “terima!” Kata teman-temanku. Wajah ku memerah dan aku menjawa “YES, I will.”
Aku tersenyum.
Aku mengingat semua yang telah terjadi. Namun aku mengerti ternyata Gerald sengaja melakukan semua itu demi mendekati aku.

Cerpen Karangan: Ammy Erkalten
Facebook: Ammy Erkalten
aku adalah seorang murid diklas10c SmaN 1WAINGAPU.
Salam kasih damai RestyMaria

Cerpen Keajaiban Kasih Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beautiful

Oleh:
Jarum sudah menunjukan pukul 6.10 saat seorang Kinan bangkit dari kasur empuknya dengan perasaan ogah-ogahan. Sebetulnya jiwa dan raganya protes berat. Tetapi panggilan alam sudah menuntut disertai suara mamanya

I Just Love For You

Oleh:
Sembari duduk di bawah pohon tua yang kokoh nan berdaun riang, membuat perasaanku terasa lebih baikan dari sebelumnya. Akhir-akhir ini setelah pulang sekolah, aku tidak ingin cepat pulang ke

Mata Teduh

Oleh:
Senyum simpul merekah saat ku lihat mata teduh itu. Perasaan apakah ini, sungguh aneh terasa. Seolah rasa bahagia merengkuhku saat ku lihat mata teduh itu. Entah mengapa aku menyukai

Arini

Oleh:
Semilir angin berhembus menyebabkan daun-daun kering berjatuhan. Di kursi taman ini aku menikmati sejuknya. Di sini pula aku pertama kali berjumpa dengannya 8 tahun lalu. Masih ku ingat senyuman

Kopi Tanpa Cream

Oleh:
Jomblo itu kenapa identik dengan kegalauannya ya? Galau sendiri, Apakah aku sedang galau sekarang? Karena aku jomblo? Ya aku akuin memang aku jomblo, atau single, tetapi aku tidak pernah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *