Kebahagian Itu Sederhana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 12 July 2018

Namaku Ifa, saat ini aku berusia 24 tahun. Aku memiliki sahabat namanya Ardan, saat ini dia berusia 26 tahun. Ardan dan aku bersahabat sejak enam tahun yang lalu. Ardan sosok sahabat yang baik, humoris, pengertian, dan aktif.
Tapi semenjak Ardan divonis terïkena kanker darah, ia berubah 180 derajat.

Aku sebenarnya menyukai ardan semenjak dua tahun yang lalu, tapi aku tak berani mengatakan itu semua kepada Ardan. Saat ini satu janjiku kepada diriku yaitu membuat Ardan tersenyum kembali.
Ardan saat ini sering mengajak aku untuk pergi ke taman, tapi setiap di taman suasana sunyi tanpa ada kata-kata.

Hari ini Ardan mengajakku ke tempat yang sama, taman.

Di Taman….
Aku belum melihat Ardan, biasanya dia yang datang paling awal tapi kenapa sekarang belum muncul sama sekali batang hidungnya. Tiba-tiba saja aku melihat seseorang yang mirip dengan Ardan, orang itu berpakaian rapi dan menuju ke arahku saat ini.
Ternyata itu memang ardan, dia terlihat tampan jika berpakaian rapi seperti ini.

“hey. ngelamunin apa?” tanya ardan sontak membuyarkan lamunan ku.
“eh, enggak kok. kamu berpakaian rapi mau ke mana?” tanyaku padanya.
“Makasih.” kata ardan.
“buat apa?.” kataku sedikit terheran.
“Kesetiaanmu. karena semangat kamu selama ini aku sudah sembuh. dan kini aku ingin memenuhi janjiku pada tuhan, yang kubuat satu tahun yang lalu.” kata ardan
“Janji? kamu berjanji apa?” kataku.
“aku berjanji untuk membuat kamu bahagia selalu. jika tuhan memberiku kesempatan untuk hidup aku akan mengungkapkan perasaanku ke kamu. want you marry with me?” kata ardan.
“Yes, I want marry with you.” kataku.

Cerpen Karangan: Viafa Lestari
Blog / Facebook: ViAfa Lestari

Cerpen Kebahagian Itu Sederhana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodohku Tanpa D

Oleh:
Aku berkaca melihat diriku sendiri, malam itu aku mengenakan gaun putih berenda silver dengan sedikit balutan lipstik merah di bibirku. Berlenggak-lenggok di depan cermin, sesekali aku memutar badan layaknya

Sebastian (Sebatas Teman Tanpa Kepastian)

Oleh:
Gadis cantik itu terduduk di sebuah bangku putih menjulang panjang. Angin semilir berhembus hingga membuat helaian demi helaian rambut indahnya seolah menari terbawanya. Sekilas gadis itu tersenyum menatap layar

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

Puisi Yang Sering Kamu Ledekin

Oleh:
Dia Sebuah anugerah Tuhan yang terindah jika aku memilikinya. Namun aku tak dapat meraihnya. Aku hanya bisa memilikinya dalam angan. Dia yang terlalu dekat. Dia juga yang terlalu jauh.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kebahagian Itu Sederhana”

  1. Disa says:

    Mau tanya kira kpn ya kamu kirim cerpen ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *