Kehadiranmu (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 5 January 2018

Keesokan harinya seperti baisa, pergi ke sekolah dan belajar. Bosan deh tiap hari gini mulu perasaan, tapi ya udahlah toh udah kewajiban pula ya. Gerutuku dalam hati.

Pagi ini, aku melihat mentari bersinar lebih cerah dari biasanya, biru langit pun menemani cahaya itu, ditambah kicauan burung dan gemuruh kendaraan menyatu berbaur menjadi satu. Ah indahnya hari ini walaupun mungkin aku harus bersemangat tanpa seorang penyemangat. Sesampainya di kelas aku melihat sosok asing yang belum aku kenali betul. Dia duduk di depan mejaku dengan pakaian yang cukup rapi, senyum yang menawan, dan gayanya saat membaca buku terlihat keren juga sih, tapi aku tak tertarik. Aku berbincang-bincang dengan nita seperti biasa.

“nit, kapan ya aku ketemu adit? Aahh apa sakitnya udah sembuh ya?”
“aku harap sih begitu. Eh tapi aku kangen juga deh liat wajah kamu yang selalu keliatan bahagia kalo udah ketemu dia di taman deh.” Katanya sembari menggoda ku dengan tangan halusnya.
“aah apaan sih nit, main pegang-pegang aja, ntar pipiku aku jadi kasar lagi, tangan kamu kan gak higienis, wlee” ledekku dia mengelak dan berkata” ngehh, enak aja. uhh” . kami pun tertawa berdua tanpa menghiraukan apapun.

“hai, boleh kenalan? Aku Tio murid pindahan dari jakarta.” Suara itu tiba-tiba memotong tawa kami. Kulihat, ternyata itu adalah sosok asing yang duduk di depanku. Ia menoleh ke arah aku dan juga nita.
“oh boleh, aja nama aku Nita” kata nita sembari berjabat tangan dengannya
“nama aku Cindy.” Kataku singkat.
“kalian temenan udah lama ya? Perasaan berdua aja deh?” kata tio
“iya, dulu kami bertiga dan sekarang kami tinggal berdua.” Kataku
“bertiga?” katanya
“iya bertiga, sekarang satu orang di antara kami sedang melawan sakitnya itu di luar negeri dan kami pun tak pernah berkomunikasi lagi.” kata Nita
“oh, iya iya aku paham. Oh ya, kok udah hampir jam 8 tapi belum ada guru yang masuk ya?” katanya
“sekarang kan kita free. Soalnya gurunya lagi sibuk ngurusin UNBK buat kelas 12. Itu juga katanya sih” Kataku.
“liat kamu aku jadi bener-bener kangen adit, aahh” kataku mendadak lesu. Aku menutupi wajahku yang mulai bekaca-kaca. Mungkin karena setelah lama aku gak liat adit, aku jadi keinget masa-masa dulu lagi saat aku melihat Tio.
“ah Cin, udahlah jangan sedih gituh, jodoh udah ada yang ngatur kok.” kata Nita
“ah iya juga sih, tapi…” kataku
“tapi apa? Udahlah jangan diambil sedih gituh.” Kata Tio
“aku berharap di hari ulang tahun aku tahun ini adit bakalan dateng dan memeluk aku. Aku bener-bener berharap tahun ini aku bisa ngerayain ulang tahun bareng adit lagi, ahh, semoga sakitnya adit cepet sembuh ya Allah.” Kataku.
“aamiin.” Ujar mereka bersamaan. Kami pun berbincang hingga tak terasa jam pulang berlalu. Aku hanya terdiam menunggu malam dan menunggu esok hari lagi seperti biasanya.

Malam ini aku tertidur lebih awal karena besok tidak ada tugas ataupun apapun. Sebangunnya aku tidur, Nita sudah tidak ada di kostan, aku memang kesiangan bangun tidur, tapi tak seperti biasnya Nita berangkat sepagi ini dan meninggalkan aku.
“Ah sudahlah mungkin ia ada urusan” kataku. aku pergi ke sekolah sendirian tanpa nita. Sesampainya di sekolah, Nita tidak ada di kelas, hanya ada tasnya saja, begitupun Tio. Ah aku benar-benar bosan, di kelas sendirian, semua terlihat membosankan. Hingga akhirnya jam pulang pun berbunyi, tapi nita masih saja belum masuk kelas, mungkin karena sekolah free jadi dia pergi karena ada urusan. Pikirku.

“eh cin, hari ini kamu piket ya, kita pulang duluan. Daah” kata teman-temanku yang lain.
“lah kok aku aja yang piket? Kan yang piket hari ini itu banyakan, kenapa cuman aku doang? Kenapa kalian gak piket?” tanyaku heran
“kita udah piket tadi pagi, lagian kita udah ada urusan, daah.” Akhirnya aku pun ditinggalkan sendirian di kelas, aku pun mau tidak mau harus piket karena kelas ini begitu kotor.

Saat aku sedang piket kelas tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki seseorang begitu cepat menghampiri kelasku, mungkin ia sedang berlari. Dan ternyata ia adalah Tio.
“eh tio, kamu dari mana aja sih? Aku dari tadi sendirian aja tau. Sini bantu piket.” Kataku
“ah gak penting, mending sekarang kamu ikut aku cepetan.” Katanya sembari menarikku pergi meninggalkan kelas ini.
“eh, aku mau di bawa ke mana? Aku lagi piket tau.” Kataku sembari melepaskan genggamannya dan berhenti berlari.
“ah udah gak penting, sekarang nita… nita…” katanya tergesa-gesa dengan raut wajah yang begitu khawatir.
“nita? Nita kenapa tio? Jawab aku” kataku yang khawatir terhadap keadaan nita.
“udah mending kamu ikut aku, aku gak mau kamu nyesel nantinya.” Katanya semabari menarikku lagi dan berlari terus menyusuri jalan.

Di sepanjang jalan pikiranku tak karuan, aku takut terjadi apa-apa pada nita. Tapi hingga akhirnya Tio berhenti di sebuah tempat yang aku kenal betul.
“kok berhenti di tempat ini? Nita mana tio” kataku dengan nada panik
“huh-huh, nita ada di sini kok.” Katanya semabri ngos-ngosan
“mana Nita? Di sini sepi gak ada siapa-siapa” kataku heran
“coba kamu pejamin mata kamu dan kamu rasain kalo di sini ada Nita.” katanya
“ah tio ini gak lucu, di mana nita?”
“kamu merem dulu baru kamu akan tau.” Katanya. Aku mencoba memejamkan mata dan aku merasakan kehadiran banyak orang di sekelilingku saat ini.

“sekarang kamu buka mata kamu dan kamu bakalan bisa liat nita.” Kata tio. Kubuka mata ini dan aku begitu terkesima, kagum, terharu, dan bahkan sangat terkejut. Di taman ini dulu tempat aku biasa bersama adit, ada banyak teman-temanku di sini dan mereka memberikan semua kejutan ini untukku? Mereka mensulap taman ini menjadi seindah ini? Wahh aku terkesima, taman dengan hiasan balon-balon berwarna putih dan pink, ditambah lagi mereka semua memakai topi ulang tahun dan Nita memegang sebuah kueh bertuliskan selamat ulang tahun cindy. Aku terharu, ditambah lagi mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku saja bahkan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunku, mungkin karena aku tak terlalu bersemangat juga, makanya aku sampe lupa.

“udah dong jangan diliat-liat tiup dulu lilinnya.” Kata Tio. Aku meniup lilin, aku berharap ada adit di sini. Ya adit, mungkin di sini ada adit, aku mencari sekelilingku, menatapi ssetiap orang tapi tetap saja aku tak melihanya, aku sedih karena di momen ini aku tak bisa melihat adit.
“cin, selamat ulang tahun, aku berharap kamu mampu menjadi sosok yang lebih-lebih. Maaf hanya ini yang bisa kita semua kasih buat kamu.” Kata nita
“maaf juga tadi kita udah nyuruh kamu piket sendiri, terus pake acara bikin kamu khawatir karena nita. Maafin kita ya, kita sayang kamu.” Kata salah seorang temanku.
“ya ampun aku bersyukur bisa kenal kalian semua, ini adalah kado terindah untukku, walaupun masih kurang 1 orang, yaitu adit.tapi tak apa aku bener-bener terharu dan ahh kalian amazing ” kataku penuh kebahagiaan. Akhirnya kami pun bercanda ria, tapi hatiku masih saja berharap di sini ada adit. Aku masih bisa berpura-pura tersenyum walaupun hatiku benar-benar merindukan adit.

Dan di tengah-tengah candaanku bersama teman-teman aku mendengar nyanyian seseorang.
“just for you, I give you all my heart, I give you all that I can give, cause your the way, and the best I ever have, just for you” suara itu terdengar begitu merdu diiringi suara gitar yang tak kalah menarik, aku seperti mengenal suara itu namun samar-samar bagiku, ah siapa itu aku tak mampu mengingatnya dan oh ya itu adalah suara adit, sosok yang selama ini aku rindukan. Aku melihat ke arah dimana suara itu berasal dan benar saja, itu adit, adit yang tengah memegang setangkai bunga dan sebuah benda yang terbungkus kertas kado, aku yang melihatnya berjalan mengarahku langsung saja berlari ke arahnya, dan aku memeluknya. Aku seakan tak percaya hari ini akan datang, dan aku tak bisa mengatur diriku sendiri, aku menangis di pelukan adit di depan teman-temanku. Aku tak menghiraukan itu dan, di situ aku benar-benar bahagia.

“selamat ulang tahun Cindy, maaf aku sempat meninggalkanmu untuk waktu yang cukup lama, tapi kini aku kembali untukmu, aku ke sini pun atas undangan dari mama dan papamu cin, mereka yang mengundangku ke acara ini. Setelah pengobatanku selesai minggu lalu, aku langsung terbang ke Indonesia, hanya untuk kamu.” katanya dala pelukan. Mendengar kata mama papa aku melihat ke sekelilingku dan benar saja di situ aku melihat mama dan papaku tersenyum ke arahku. Dan hari ini adalah hari yang benar-benar indah untukku.

“bunga ini aku beli untukmu, dan hadiah ini pun sama. Untuk kamu seorang.” kata adit
“aahh sosweet..” teriak teman-temanku yang lain. Aku merasa malu dan juga bahagia.
“aku gak butuh semua itu yang aku butuhkan kamu yang selalu ada buat aku dit. Tanpa meninggalkan aku lagi seperti dulu.” Kataku
“tapi maafin cin aku ke sini cuman mau ngasih ini, dan maaf aku udah dijodohin. dan mungkin semua udah gak bakalan kaya dulu lagi.” Katanya. Jleb semua menjadi hening, kata–kata itu membuat kebahagiaanku seakan hilang. Aku merasakan kesedihan lagi. Tapi aku berpura-pura kuat, ini semua demi kebahagiaan adit. Pikirku.
“ya udah dit, makasih buat bunga dan kadonya, semoga kamu bahagia sama jodoh kamu. Aku berharap setidaknya kita masih bisa temenan lagi.” Kataku sembari mencoba untuk kuat.
“hahaha.. kamu masih saja sama seperti dulu cin.” Kata adit sembari tertawa.
“maksud kamu?” kataku heran
“aku emang udah dijodohin, dan kamu tau sama siapa? Sama Cindy Anugrah Pratiwi, temen masa smp aku, masa SMA aku dan masa masa yang akan mendatang, selamanya.” Katanya. Aku mendengarnya begitu tak percaya. Aku bahagia benar benar bahagia.
“kamu serius dit? Gak serius bohongnya tapi?” kataku yang masih tak percaya.
“iya nit aku serius, dua rius malah. Kalo gak percaya tanya mama papa kamu aja” katanya tersenyum. Aku masih tak percaya, dan aku menoleh ke arah mama papaku. Mama papaku tersenyum bahagia sekan mereka berkata iya semua itu benar.

Dan akhirnya aku benar-benar tak percaya tapi inilah hidup. Disaat fakta tak seindah mimpi, adakalanya fakta jauh lebih indah dari oada mimpi. Dan kujalani hidup seperti biasa, ditambah kembalinya sosok adit. Dan kini hari-hari lebih berwarna.

Cerpen Karangan: Nita Raspiniah
Facebook: Nita Raspiniah
Namaku nita. maaf jika cerpen ini kurang greget ataupun gimana. Maklumlah namanya juga pemula

Cerpen Kehadiranmu (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kekasih Adikku (Part 2)

Oleh:
Kudengar suara bisik dering ponsel. Kuraih ponsel yang semalam kuletakkan di meja samping tempat tidur. Pada layar ponsel tertera nama Vira. “Halo Vir. Ada apa pagi-pagi gini, elo nelpon

Dirimu Mengalihkan Duniaku (Part 1)

Oleh:
Sore itu mendung kelabu menggantung di langit mengantarkan kepergianmu ke peristirahatan terakhir. Lantunan ayat-ayat suci masih menggema di telingaku, menyertaimu dalam damai. Meskipun ulama memakruhkan kalau perempuan tidak boleh

My Special Day

Oleh:
Awan hitam masih menaungi langit kota Bandung, gemericik air hujan dan gelegar halilintar membuatku semakin bergidik ngeri. Di cuaca seburuk ini aku masih berdiam di halte depan sekolah. ku

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 2)

Oleh:
Aku duduk terdiam menatap danau yang indah sambil tidur di pundak Rafa. Aku merasa sulit untuk meninggalkannya, umpatku dalam hati. Dia mengusap rambutku dengan lembut, lalu mencium keningku. Seorang

Kekasihku

Oleh:
Mencintai seseorang terkadang itu adalah hal yang bahagia, namun aku fikir, mencintai seseorang yang mencintaiku, itu jauh lebih bahagia. Dia kekasihku, jelas aku katakan, dia kekasihku! Aku baru sadar,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *