Kenangan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 20 May 2019

Di jendela kamarku, aku menangis sambil menatap bintang bintang. Aku berharap dia akan kembali, memelukku, menciumku dan mengelap tangisku. Tapi itu aneh, karena ia gak akan kembali lagi

2 bulan yang lalu
Kringggg, suara hpku berbunyi. Aku yang sedang makan siang kaget. Aku menghampiri hpku. Alit meneleponku. Aku mengangkatnya.
“Halo yank” ucap alit
“Halo, ada apa yank?” tanyaku
“Kita ketaman yuk yank” ucap alit
“Boleh, jam berapa?” tanyaku kembali
“Kan sekarang jam setengah 1, jam 2 aja bisa kan?” ucap alit. Aku berpikir sejenak
“Bisa kok, ya udah yank aku mau mandi dulu” ucapku
“Oke, dah yank” ucapnya alit. Aku langsung mematikan telepon tersebut. Aku menghabiskan makananku, mandi dan berganti baju dengan baju yang bagus.

“Ma, aku ke taman ya. Mau ketemu alit” ucapku sambil memakai sepatu dan menghampiri mamaku
“Iya, hati hati ya” ucap mamaku. Aku menggangguk dan menyalim tangan mama. Aku keluar dari rumah, aku duduk di kursi dan mengambil hp ku di dalam tas.
“Yank, kamu ada di mana. Aku sudah selesai” tulisku di chat
“Aku hampir sampai sayang” tulis alit.

Tiba tiba mobil alit sudah di depan rumahku. Aku menghampiri mobil alit. Keluar laki laki yang memakai jas hitam sambil membuka pintu mobil untukku.
“Yuk, masuk sayank” ucap alit. Aku tersenyum dan memasuki mobil. Alit pun menutupi pintu dan masuk ke mobil.
“Alit, kita ngapain ke taman?” tanyaku
“Ada deh, ini suprise” ucap alit membuatku penasaran.

30 menit kemudian, aku dan alit keluar dari mobil
“Ett… Jangan ke taman dulu, kamu harus pakai ini dulu” ucap alit sambil memakaikanku penutup mata. Alit menuntunku ke taman dan aku disuruh duduk.
“Suprisenya apa sih?” tanyaku
“Hitungan ke tiga, kamu buka ya” ucap alit. Aku mengangguk
“Satu… Dua… Tiga” ucap alit. Aku langsung membuka penutup mata. Tampak di depanku kue, bunga dan boneka teddy bear warna pink
“Surprise!!!” ucap alit. Aku tersenyum
“Makasih ya sayank” ucap ku sambil memeluknya
“Iya, ya udah aku suapin kamu ya” ucap alit sambil menyuapiku. Aku juga menyuapinya. Kami menikmati
Hari ini dengan penuh romantis

“Oh ya, ada perihal apa. Tumben kamu kayak gini. Ini bukan hari ultahku atau hati anniversary kita” ucapku
“Sebenarnya aku ingin bicara dengan kamu silvi” ucap alit. Aku sangat penasaran
“Aku akan pindah ke inggris untuk selama lamanya” ucap alit. Aku sangat kaget
“Kalo kamu pindah ke inggris, jadi hubungan kita” ucapku. Alit menarik nafasnya dan menghembuskannya
“Kita putus” ucap alit. Air mataku langsung tumpah, alit memelukku
“Jangan menanggis sayank, kamu harus menerima ini. Aku juga gak mau ninggalin kamu” ucap alit membujukku agar aku berhenti menanggis
“Iya, aku akan menerimanya, kamu jangan lupakan aku” ucapku
“Enggak akan, makasih untuk semuanya” ucap alit. Aku menggangguk
“Kamu simpan boneka ini untuk kenangngan kita” ucap alit sambil memberiku boneka. Aku mengambilnya dan mengangguk

Kuambil hpku, kutatap foto alit sedang makan denganku. Aku tersenyum melihat mukanya. Kutonton videoku dengan alit saat ku ultah. Air mata ke berderai karena rasa rindu yang amat dalam. Kuambil boneka pemberiannya dan kupeluk untuk mengobati rasa sedihku ini. Kutatap lagi bintang bintang
“I love you alit” ucapku

Cerpen Karangan: Nazwaqija
Blog / Facebook: Nazwaqika

Cerpen Kenangan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Admirer Line

Oleh:
Sudah seminggu berlalu, namun hubungan Alena dan Rasya belum ada perkembangan. Gadis itu memeluk bantal makin erat, mukanya sengaja dibenamkan dalam bantal. Seandainya, Rasya merupakan cowok yang perhatian dan

Hanya Perlu Menyadari

Oleh:
Di ruang tamu, aku duduk sendiri. Mondar-mandir ga jelas. Aku sedang memikirkan sesuatu. “Apa yang harus aku lakukan. Aku harus segera mengambil tindakan sebelum batas waktunya tiba.” Gumamku. Aku

Seberkas Cahaya di Pinggir Sawah

Oleh:
Dentuman musik seakan memecahkan dunia. Dentingan gelas terdengar di mana-mana. Riuh pikuk suara orang terdengar jelas. Di sudut terlihat seorang gadis duduk termenung. Tatapan kosong terpancar dari sorot matanya.

Seikat Mawar

Oleh:
Aku menatapnya kagum. Dave, lelaki yang ku kenal pendiam itu ternyata mahir memainkan sebuah lagu River flows in you. Jari-jarinya menari dengan lincah di atas tuts-tuts piano memainkan mahakarya

Cinta Terbaik

Oleh:
Matahari mulai terbenam namun Nathan belum juga datang. Aku menunggu dengan gelisah, sudah satu jam sendirian menunggu. Aku merasa ada yang aneh dengan kekasihku. Hampir sebulan ini dia banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kenangan Terakhir”

  1. willu says:

    oalah tak kiro mati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *