Keping Hati Di Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 6 March 2013

Semburat jingga di sudut langit memantul ke air danau. Menghias bias bayangan diriku dan haruka yang juga ikut terpantul. Angin lembut menghembus wajah kami, dan menerbangkan desah jiwa kami. Berat.
Kupandang wajahnya, yang dingin seperti biasanya. Sebersit ingatan tentang malam kemarin, membuat dadaku kembali terasa sesak. Sadarkah ia yang telah memeluk kakakku kemarin, dengan tulusnya… Aku tau, Haru belajar di Perancis seperti kakakku. Kini keduanya di Jepang, bersamaku. Dan aku, mulai mengerti bagaimana jalan cerita ini, layaknya alur roman yang sendu.

Haru menatapku, membuatku bergetar dan ingin menjauh darinya. Tapi cercah cahaya itu berkata lain, seakan mengikat kami dalam satu hubungan yang rumit. Kau milik Mizuka, tak sepantasnya kau bersikap seperti ini padaku. Kau membuatku kembali bingung dengan putusanku untuk menjauhimu. Tolong, berhentilah dengan sikapmu ini. Teriakku dalam hati.

Haruka diam, seakan begitu menikmati senja bersamaku. Sakit ini, serasa tak bisa kutahan lagi. Aku menangis tanpa sadar di sisinya, di sisi Haru. Tetes tetes itu mulai meleleh, mengalir di pipiku dengan cepat. Sementara kualihkan pandangan ke depan tanpa menatapnya.

Tap…
Semua gelap, hitam. Mataku, tertutup oleh sentuhan tangan itu. Ya, Haru menutup mataku dari belakang. Dan tak pernah kurasakan sentuhan paling tulus, selain sentuhannya.
“Biarkan seperti ini, Yuzu. Biarkan jemariku yang menghapusnya. Maaf, aku tak mampu melindungi wajahmu dari air mata sendu ini. Maaf dan maaf” desah Haru di belakangku.
Terkejut, mungkin aku. Tapi entahlah, aku hanya merasa nyaman dengannya meski aku tau Haru tak mungkin menjadi milikku. Pikirku saat itu, tanpa tahu apa yang Haru pikirkan.

Senja kian tenggelam, lilin lilin tegak itu kehabisan cahaya. Berangsur redup dan hilang. Aku kembali tenang, bersama Haru yang telah berada di sampingku. Mata kami, menatap cahaya langit senja. Menatap lukisan alam mega-mega abstrak. Membuat siluet tentang dua remaja yang beradu pikiran tanpa mengetahui pikiran yang lainnya. Yang saling memendam rasa dan memendam cinta.

Sepoian angin senja sedikit bertambah kencang. Dan seketika itu, tetesan air langit mulai jatuh dan berguguran. Membasahi kami dengan kesejukannya, menerpa kami dengan ketenangannya. Menyadarkanku, bahwa gerimis ini tak mungkin untuk diangkat kembali ke atas sana, seperti kisahku bersama Haru yang tak mungkin dapat dihapus, dan dimulai kembali dengan lebih baik.

Haru-san… Desahku dalam hati.
Yuzuka-chan…. Ucap Haru dihati, tanpa sedikitpun kutahui.
Kuharap, kau selalu berada disisiku, seperti ini….
Kuharap, kau selalu berada disisiku, seperti ini….
Seperti kau yang tadi menghapus air mataku…
Seperti kau yang tengah menemaniku saat ini…
Walaupun aku tahu, ini hanya akan menjadi harapan belaka, Haru san…
Tapi, aku yakin ini tak akan menjadi harapan yang sia sia Yuzu san…
Semoga, kau bahagia bersama kakak…
Kita akan bahagia saat tiba waktunya nanti…
Lupakan aku, Haru san…
Tunggulah aku, Yuzuka chan…

Jingga di senja kala, telah lenyap termakan gelapnya malam. Meski begitu terang bulan di atas menggantikan cahaya mentari yang hilang. Aku menatap samar wajah lelaki disampingku ini. “bisakah kita pulang Haru-san?”
Haruka yamazaki menoleh, dan ia tersenyum tipis.

Cerpen Karangan: Nika lusiyana
Facebook: Haruka yuzu
Aku hanya seorang anak SMP yang belajar bagaimana membuat semua terasa lebih indah dan lebih diingat.

Cerpen Keping Hati Di Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Datang Dengan Cepat

Oleh:
Sekarang karin duduk di kelas 2, dia sangat senang karena masuk kelas unggulan bersama dua sahabatnya, yaitu yumi dan keren. Di sekolah mereka, ada anak yang sedikit berandal (tapi

Puja Mandala

Oleh:
Bulan Juli, menjadi bulan yang mendebarkan bagi Andi. Bukan mengenai suatu hal darurat yang akan menimpanya. Tetapi, Bulan Juli adalah bulan ulang tahun Alfani, kekasihnya yang telah 5 bulan

Cinta Taka

Oleh:
“Hikari-chan, aku sudah muak dengan Taka. Dia menyebalkan sekali! Setiap bertemu, pasti memanggilku otemba” Uuh … konsentrasiku buyar ketika mendengar suara Eiko. Entah sudah berapa kali, ia telah menyebut

Cry

Oleh:
Jalanan pelosok di sekitar kota Tokyo mulai terlihat sepi. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Seorang gadis Jepang berjalan pelan menyusuri jalanan pelosok tersebut untuk pulang. Ia baru saja

Kimi Ga Suki De, Naruse Kun

Oleh:
“Yume-chan ayo cepat! kita bisa tertinggal pelajaran olahraga” seru perempuan bernama akazawa saki yang tidak lain adalah sahabat yume. “Matte saki-chan” aku berlari kecil menuju tempat saki menungguku. Perkenalkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *