Kim Na Na Dan Loury

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 12 August 2015

Hujan saat itu pukul 4 sore membasahi seluruh kota Jakarta. Namaku Kim Na Na, ya aku lahir di korea karena Ibuku asli warga negara korea.

Saat itu aku sedang bersama teman-temanku di sebuah toko buku. Gita temanku ternyata telah dijemput pacarnya yaitu Rifal, kini tinggal aku dan Cloudy yang masih berada di toko buku itu berharap hujan segera reda.

Kulihat awan lebat hitam ditemani dengan bunyi petir yang menggelegar sontak aku dan Cloudy kaget, kulihat di sekitar jalan sangat sepi dan sunyi tiba-tiba dari belakang seseorang menepuk pundakku.

“hey kenapa masih di sini?” sontak aku pun kaget.
“oh ternyata kamu, huffh aku hampir saja jantungan. Aku sedang menunggu hujan reda” jawabku.

Dan ternyata itu Farhan teman sekelasku, dia memang sangat suka membaca. Di kelas dia termasuk orang yang sangat sulit diajak ngobrol dan bercanda, memang aku akui dia sangat tampan, pintar, cerdas berbakat dan mungkin hampir satu sekolahan mengaguminya karena boleh dibilang Farhan itu perfect.

Tak lama kemudian Ayah Cloudy menjemput putrinya dan kini tinggal aku dan Farhan yang masih berada di toko buku tersebut. Dalam hatiku aku berkata, “apa aku ini sedang mimpi atau tidak, aku sedang berdua dan ngobrol bersama cowok yang sangat perfect dan dikagumi semua murid cewek di sekolahku”.

Karena hujan yang tidak kunjung reda, akhirnya Farhan mencoba untuk menawariku untuk pulang bareng bersamanya, di tengah jalan aku merasa sangat kedinginan ditambah lagi Farhan yang mengendarai motor sangat kencang karena hari sudah sangat sore.

Keesokan harinya di sekolah ketika aku berjalan menuju kelas dan brak! aku pun terjatuh.

“heh! Kalau jalan pake mata dong!” Kataku.
“ehh mbak jalan tuh pake kaki bukan mata dasar cewek oon!” Jawabnya dengan nada keras dan wajah yang sinis.
“oh,” jawabku dan langsung meninggalkannya.

Setelah sampai di kelas aku pun menceritakan kejadian tadi pada Cloudy dan Gita, tak lama kemudian wali kelasku datang sontak aku langsung kaget karena ku lihat cowok menyebalkan tadi masuk kelas bersama wali kelasku.

“anak-anak kita kedatangan murid baru, Loury silahkan perkenalkan dirimu”
“iya bu, kenalin nama gue Loury Daniel Mananta gue pindahan dari USA.” jawab Loury dengan singkat. “yaudah silahkan kamu duduk di sebelah Nana” Nana tiba-tiba berdiri dan berkata.
“gak bu!! Saya ogah duduk di samping cowok model kaya dia, kagak sudi!” Loury pun berkata.
“ehh lo di sini, lo kira gue mau apa duduk di samping lu”
“sudah-sudah kalian jangan rIbut dan kamu Nana kalau kamu tidak menuruti aturan Ibu mending kamu gak usah ikut pelajaran Ibu” kata bu Nindy.
“ah sial gue apes hari ini” gumam Nana dalam hati.

“Sekarang buka buku biologi halaman 35, Ibu akan membagi kelompok dan kalian harus meneliti tentang fotosintesis tanaman” kata bu Nindy.
“bu, saya satu kelompok sama Farhan yah?” kata Nana. Satu kelas pun menyorakinya.
“diam-diam, Nana kamu satu kelompok sama Farhan, Gita, Loury dan Cloudy” perintah bu Nindy.
“gak salah tuh bu, kenapa ada nama Loury bu?” kata Nana.
“kamu gak usah protes Nana, kamu dari tadi selalu cari masalah” kata bu nindy.
“ya bu” jawab Nana.
“kringgg!” bel istirahat pun berbunyi.
“ya udah semuanya jangan lupa tugas harus dikumpulkan minggu depan”
“iya buu” jawab para murid.

“han kita ke kantin yuk, makan bakso?” kata Nana
“dasar cewek genit, ada yah cewek kaya gitu” kata Loury. Nana pun membantah.
“sIbuk banget lo ngurusin hidup gue, sirik ye awas hati-hati aja lo entar lo lagi yang naksir gue” kata Nana mengejek”
“ngarep,” kata Loury sambil meninggalkan Nana dan Farhan. Sepulang sekolah mereka segera membuat janji untuk mengerjakan tugas kelompoknya di rumah Farhan.

Keesokan harinya, “tinonggg!”
“eh kalian dah pada datang ayo masuk” kata Farhan.
“iya Farhan aku datang dah tampil cantik di depan kamu yuk masuk” kata Nana sambil menggandeng tangan Farhan.

Di lihat raut wajah Loury yang menunjukan ketidaksukaan sikap Nana yang berlebihan pada Farhan. Saat semuanya sibuk meneliti tanaman mawar merah tiba-tiba Farhan mendekati Nana dan berkata.

“kalau kamu suka bunga apa Na?” Nana pun menjawabnya dengan senyuman.
“kalau aku suka bunga mawar putih” Loury yang tak sengaja mendengar dan dia langsung berkata.
“hah?! lo suka bunga mawar putih? gak salah tuh lo mah pantesnya suka sama bunga raflesia, cocok banget deh hahahaha”
“apaan sih lu, gue punya salah apa sih sama lo kenapa lo selalu bikin gue marah?!” jawab Nana dengan keras.
“Ehh, kalian kok ribut sendiri aja sih kita di sini tuh kerja kelompok bukannya malah berantem gini,” suara Gita yang tiba-tiba berbicara.

Mereka berdua pun terdiam dan mulai fokus untuk meneliti bunga mawar merah itu. Tugas pun selesai mereka segera pamit pada Farhan untuk pulang karena cuaca juga sedang hujan.

“Na maaf ya kayaknya gue gak bisa nganterin lo pulang, motor gue lagi diservis lo pulang bareng Loury aja ya dia kan pake mobil lo pasti aman lo gak keberatan kan Loury?” Kata Farhan.
Loury menjawab “ya Han gak apa-apa kok,”

Ketika di mobil mereka tidak mengobrol sama sekali, suasana sunyi sepi. Tiba-tiba terdengar suara perut Nana yang menunjukan bahwa Nana sedang kelaparan.

“kita mampir ke rumah makan dulu ya,” kata Loury singkat.
“gue gak mau, cepet pulang!” bentak Nana.
“jangan ngeyel, nanti lo sakit Na gak apa-apa kita mampir dulu bentar kali ini lo harus nurut sama gue” jawab Loury.
Dalam hati Nana “gak nyangka ternyata Loury care juga sama gue, duh perasaan apa ini gue cuman suka sama Farhan doang titik. Sadar Nana,”

Di rumah makan ramen Loury mencoba untuk mengobrol dengan Nana.

“Na gue mau tanya nih, apa lo dah punya pacar?”
“hahaha lucu banget pertanyaan lo, emang kenapa? lo mau nembak gue? Maaf-maaf yee gue lagi mengejar cinta gue yaa tuh dia si Farhan?” kata Nana.
“ge’er banget sih lo, gak lah gue juga udah punya cewek lagi”
“ohhh” jawab Nana.
“na gue mau ke toilet dulu yah, jangan lupa tuh makanan lo makan” sambil menyengirkan setengah bibirnya”
“iya Loury. Udah sana lo ke toilet” jawab Nana dengan cepat.
“iya, ahh” jawab Loury yang sedikit mengejek.

Setelah Loury keluar dari toilet dilihatnya Nana yang sedang makan dengan amat rakusnya, Loury pun tertawa dan terus mengamati tingkah laku Nana yang amat konyol.

“hemm lucu juga tuh cewek, kalau ajah dia gak ngejar-ngejar si Farhan pasti gue gak akan sejutek ini sama dia” Kata Loury sambil senyum-senyum dan langsung menghampiri Nana.
“kenapa lo senyum-senyum sendiri, ikh aneh dahh” kata Nana.
“gak kok lo udah selesai makan belum apa mau nambah lagi?”
“dah ah lo pikir gue cewek rakus apa?”
“ya, ya, ya, udah ayo pulang” kata Loury sambil tersenyum.

Setelah mengantar Nana pulang di tengah jalan Loury melihat Farhan berboncengan dengan seorang cewek yang ternyata itu Cloudy teman baik Nana. Loury sontak kaget dan merasa ada hal yang aneh karena ternyata Farhan telah berbohong pada Nana. Tiba-tiba muncul pemikiran untuk menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Keesokan harinya di kantin pada saat jam makan siang Loury mencoba mengamati Farhan yang sedang makan semangkuk sereal, tak lama kemudian Loury melihat Farhan sedang menerima telepon entah dari siapa dan tampaknya Farhan sedang terburu-buru kemudian pergi meninggalkan kantin, Loury merasa ada yang aneh dengan sikap Farhan tanpa pikir panjang Loury mengikuti Farhan secara diam-diam.

“apa-apaan ini? Sebenarnya apa yang Farhan sembunyikan, mengapa dia datang ke tempat ini?” kata Loury yang kaget melihat Farhan datang ke cafe dekat rumah Cloudy.

Tak lama kemudian dilihatnya Cloudy datang dan ups! mereka berpelukan, Loury segera mengabadikan momen tersebut untuk bukti dan memberitahukan Nana bahwa Farhan mempunyai hubungan spesial dengan Cloudy teman baiknya sendiri.

Loury segera pergi dari cafe tersebut dia segera menghubungi Nana untuk menunggunya di taman sekolah, tak lama kemudian mereka bertemu dan diceritakannya kejadian tersebut pada Nana.

“na gue mau ngasih tahu lo, ini penting banget Na suerr!”
“lo mau ngomong apa sih ry? gue jadi bingung haha ekspresi lo tuh lucu banget tahu hahahaha.”
jawab Nana dengan seenaknya.
“na gue serius lo kok malah ketawa sihni lo dengerin gue dulu, tadi gue lihat Farhan ketemu sama Cloudy!”
Nana pun tertawa. “hahaha aneh tahu gak sih, lo tuh ngasih tahu berita gak bermutu banget ya mungkin mereka sedang ngobrol-ngobrol biasa gitu?”

Loury menyangkal omongan Nana, “na dengerin gue dulu! Tadi gue lihat Farhan sama Cloudy di cafe mereka pelukan nih gue punya buktinya”. Nana pun terdiam tanpa sepatah kata pun ketika melihat foto yang ditunjukan oleh Loury, matanya tiba-tiba berkaca-kaca dan meneteskan air mata tanpa bersuara.

Loury yang melihat keadaan Nana yang seperti itu hatinya tiba-tiba merasa kasihan dan sedih melihat orang yang dia sayang menangis, dirangkulnya pundak Nana dan dipeluk tak kuasa menahan air mata melihat Nana menangis di pundaknya.

“gue sakit ry, sakiit bangett” kata Nana sambil menangis.
“gue tahu na, gue tahu banget perasaan lo sekarang, gue juga pernah ngerasain hal yang sama kayak lo. Udah lo jangan sedih lagi ada gue di sini” kata Loury menunjukan sikap pedulinya pada Nana. Tiba-tiba Nana minta untuk pulang dan Loury pun mengantarkan Nana sampai rumah.

Malam pun tiba, Loury masih khawatir akan keadaan Nana dia mencoba untuk menghubungi Nana melalui sms, telepon dan BBM tapi tetap tidak ada jawaban dari Nana. Loury tak menyerah sampai dis itu dia bergegas menuju rumah Nana, sesampainya di sana ditemuinya mama Nana dan mengatakan bahwa Nana sedang pergi satu jam yang lalu tanpa membawa ponselnya dan tidak izin kemana dia pergi dan bersama siapa.

Loury pun tambah cemas dengan keadaan Nana pikirannya sudah tak terkontrol lagi Loury segera pergi dan mencari Nana terus. Setengah jam dia cari Nana tapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan Nana dan tiba-tiba terbesit di pikirannya tentang mawar putih, tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang ada sebuah taman kecil berisi bunga-bunga yang didominasi oleh mawar putih tanpa pikir panjang Loury segera pergi ke taman tersebut.

Loury melihat seorang gadis memakai dress pendek bewarna pink duduk sendiri sambil memegang mawar putih, Loury menghampiri gadis tersebut pelan-pelan dengan mata yang sudah berkaca-kaca dipeluknya gadis tersebut dengan erat dari belakang. Gadis tersebut ternyata Nana, Nana tahu kalau yang memeluknya adalah Loury Nana menangis terus menerus sambil memegang tangan Loury yang sedang memeluknya dengan erat dari belakang.

“Loury aku sadar kalau aku ini memang gadis bodoh tapi apa aku gak boleh merasakan cinta sudah pupus semuanya ry, aku gak tahu apa yang harus kulakukan sekarang,” kata Nana dengan nada sedih.
“na masih ada gue di sini yang terus mendampingi lo saat senang ataupun susah, lo gak usah sedih na” jawab Loury dengan nada halus penuh kasih sayang.

Nana merasakan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan, Nana merasa Loury benar-benar khawatir dan cemas akan keadaannya sekarang.

Keesokan harinya di sekolah Nana masuk ke kelas dan memandang teman-teman sekitar kelas dilihatnya Loury yang tersenyum manis ke arahnya dan Nana berjalan menghampiri Loury kemudian duduk di sampingnya.

“lo baik-baik saja Nana?” Tanya Loury.
“ya aku baik-baik saja ry kamu gak usah khawatirin aku lagi” jawab Nana dengan enteng.

Tak lama kemudian dilihatnya Farhan dan Cloudy datang bersamaan dengan wajah yang tampak ceria. Melihat Nana memandangi Farhan dan Cloudy dengan tatapan sedih Loury langsung memeluk Nana dari samping dan meletakkan kepala Nana ke arah pundaknya, sontak Nana pun kaget dengan tingkah laku Loury belakangan ini yang begitu carenya kemudian Nana merasakan kenyamanan yang sama dengan semalam di taman.

Bel istirahat pun berbunyi Loury mengajak Nana untuk makan bareng di kantin dan mencoba menghiburnya, usahanya pun tak sia-sia Nana telah kembali ceria dan tertawa berkat Loury yang telah menghIburnya.

“Loury akhir-akhir ini kamu tampak beda,”
“beda gimana na? Tambah ganteng yaa? hehe” jawabnya dengan bercanda
“aku seneng kamu udah care sama aku, kamu ngehibur aku ternyata kamu gak senyebelin yang aku kira, thanks yaa?” kata Nana.
“yaa kan demi orang yang aku sayang gak apa-apalah” kata Loury, Loury keceplosan.
“maksud kamu apa ry?” Tanya Nana dengan heran.
“gak na, gak ada apa-apa udah lanjutin makannya yang banyak yaa biar gendut kamu” jawabnya dengan bercanda.
“ahh kamu ni ry bisa aja”

Sepulang sekolah di kamar Nana masih memikirkan kata-kata Loury tadi siang, dia masih bertanya-tanya apa maksud kata-kata Loury tadi. Perasaan lain muncul dalam hati Nana.

“Loury baik banget gak nyangka gue, tapi gue pikir-pikir Loury tak kalah gantengnya dengan Farhan dia juga baik pengertian kenapa ya gue ngerasa nyaman banget pas dipeluk Loury semalem dan tadi pagi, ahh Nana jangan ngaco! gak mungkin Loury suka sama gue gadis bodohlah dia kan pinter mana mungkin dia bisa naksir sama cewek kaya gue” kata Nana yang sedang berbicara sendiri. Ditulisnya sebuah diary penggalan lirik lagu Suzy – Only Hope untuk Loury.

To Loury Daniel Mananta,
There’s a song that’s inside of my soul.
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold.
But you sing to me over and over and over again.

So, I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now you’re my only hope.

Sing to me the song of the stars.
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again.

I give you my destiny.
I’m giving you all of me.
I want your symphony, singing in all that I am
At the top of my lungs, I’m giving it back.
Aku sempurna bila dicintai kamu Loury
Love Kim Na Na?

Begitulah curhatan isi hati Nana, Nana diam-diam telah menaruh perasaan pada Loury curhatan hati Nana menunjukan bahwa Nana sedang menaruh harapan yang besar pada Loury. Tak lama kemudian Loury menelpon Nana.

“yaa ry ada apa?” Tanya Nana.
“hmmm Na gue mau ketemu sama lo, bisa gak? Please gue mohon na” permohonan Loury pada Nana.
Nana pun menjawab “hmmm bisa sih emang ada apa ry?”
“gue pengen ngomong sesuatu sama lo Na penting gak bisa ditunda-tunda lagi na!” Kata Loury dengan nada suara memohon.
“oke, oke kita ketemu satu jam lagi ya di taman kecil” jawab Nana.
“oke na! Thanks ya!”

Muncul hasrat Nana untuk tampil cantik di depan Loury entah kenapa mungkin perasaan Nana yang membawa Nana ingin berpenampilan seperti itu di depan Loury, satu jam kemudian Nana tiba di taman kecil tersebut dilihatnya Loury yang sedang menunggunya sejak tadi.

Loury tercengang melihat Nana, Nana sangat cantik dan terlihat anggun memakai dress pendek warna putih dengan rambut yang digerai panjang dihiasi pita kupu-kupu, benar-benar cantik Nana.

Loury mendekati Nana dan berkata “Kim Na Na, cantik banget hari ini gue bener-bener terpesona?”
“ahh Loury lo nih bisa saja ngerayunya, hmmmm makasih untuk pujiannya”
“na gue pengen ngomong penting sama lo”
“ngomong penting apa? Bikin penasaran aja?” jawab Nana dengan senang.

Dalam hati Nana berkata. “ahh ada apa ini Loury bersikap aneh, apa dia pengen nyatain perasaannya sekarang? gue jadi deg-degan huhh!” Loury pun tiba-tiba sedih dan berkata.

“na maafin gue yaa, gue harus pergi?” Nana kaget.
“apa?! Loury jangan bercanda, lelucon lo tuh jelek!”
Loury kemudian memeluk Nana sambil mengatakan. “kali ini gue serius Na gue harus pindah karena orangtua gue ditugaskan dinas di Tokyo, Jepang”
“kenapa ry? gue kecewa! Satu persatu orang yang deket sama gue mulai menghilang, gak ada gunanya selama ini kita bersama!” Bentak Nana sambil melepaskan pelukan Loury dan beranjak pergi meninggalkan taman kecil itu.

“Nana salah satu alasan gue mau pindah juga karena lo, lo gak akan pernah membalas perasaan gue lo hanya memikirkan Farhan, sedangkan gue hanya dianggap angin lalu maafin gue yaa na?” Kata Loury dan ketika ia ingin meninggalkan tempat itu Loury melihat buku kecil berwarna pink, sepertinya itu buku diary Nana yang terjatuh tanpa sengaja buku itu jatuh dengan keadaan terbuka dan dibacanya isi diary tersebut.

Betapa kagetnya Loury melihat 1 halaman yang berisi curhatan hati Nana pada dirinya. Loury segera mengejar Nana yang sedang kecewa karena ucapannya tadi. Loury mencari Nana tapi tetap tidak ketemu juga, akhirnya Loury memutuskan untuk datang langsung ke rumah Nana. Betapa kagetnya Loury ketika mengatahui bahwa Nana memutuskan untuk tinggal di rumah neneknya di korea. Loury sangat-sangat menyesal, cinta yang dia tunggu-tunggu selama ini datang dan pergi dengan begitu cepatnya. Penyesalan yang sangat amat mendalam bagi Loury.

2 tahun kemudian
Kini semua telah berubah, anak-anak SMA tersebut telah menjadi Mahasiswa dan Mahasiswi di Universitas ternama di Jakarta. Farhan dan Cloudy masih tetap bersama mereka kuliah di satu universitas yang sama begitu pula dengan Gita dan Rifal, tidak ketinggalan juga Loury mereka menjadi sahabat tanpa konflik lagi.

Tapi kini Loury telah memiliki kekasih bernama Micella Spenser Lee, Cella sangat cantik dan baik. Loury beruntung memiliki kekasih seperti Cella dia gadis yang penyabar dan baik. Bayangkan saja satu tahun bersama Cella Loury tetap menunggu Nana. Yaa Loury pacaran dengan Cella karena terpaksa, saat itu Cella sedang sakit keras, Loury tak bisa apa-apa dan hanya bisa menuruti permintaan Cella.

Farhan, Rifal dan Loury mengambil jurusan kedokteran sedangkan Cloudy, Gita dan Cella mengambil jurusan keperawatan. Waktu 2 tahun ternyata tidak cukup untuk menyembuhkan luka di hati Nana, meskipun begitu Nana tetap mencintai Loury. Akhirnya Nana memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan melanjutkan kuliahnya di Universitas yang sama dengan Loury dan mengambil bidang study keperawatan.

Di halaman dilihatnya Loury sedang duduk sendiri membaca buku, betapa senangnya Nana melihat Loury lagi dengan perasaan senang Nana mendekati Loury tiba-tiba langkah kakinya berhenti ketika melihat seorang gadis cantik datang mendekati Loury dan merangkul Loury sambil berkata. “sayang?”

Ternyata itu Cella pacar Loury. Nana pun hanya bisa berdiam diri kini Loury tidak sendiri lagi, Nana bergegas untuk pergi meski hatinya hancur. Loury sontak kaget melihat keberadaan Nana, ia senang Nana kembali akan tetapi perasaan cemas menghampirinya. Loury tahu bahwa Nana pasti sangat sedih melihat kejadian tadi, Loury mencoba mengejar Nana berharap Nana mau mendengarkan penjelasan Loury.

“Kim Na Na! Aku tahu kamu pasti Nana aku gak mungkin salah lihat, Nana kamu tahu kalau selama ini aku menunggu kamu kembali aku ingin sama kamu terus na.” kata Loury.

Nana membalikkan tubuhnya dan berkata. “maaf Loury kamu gak usah bilang kayak gitu lagi, semua sudah jelas selamat yaa sekarang kamu udah gak sendiri lagi, longlast yaa ry aku seneng lihat kamu bahagia. Maaf aku ada jam pelajaran, aku harus pergi” jawab Nana dengan nada suara yang datar. Loury hanya dapat memandangi Nana yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.

Cella melihat Loury dan Nana dengan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, Cella mengerti perasaan Loury saat ini. Dia tidak bisa memaksakan terus menerus Loury untuk mencintainya apa lagi sekarang dengan kehadiran kim Na Na, tidak memungkinkan lagi usahanya untuk meyakinkan hati Loury tetap bersamanya.

Saat waktu senggang Cella datang menghampiri Nana yang sedang duduk mendengarkan musik di taman kampus.

“hay?” Nana menjawab sapaan Cella.
“hay juga hmmm kamu ada urusan apa sampai menemui aku?” tanya Nana dengan baik.
“gak ada apa-apa kenalin MiCella Spenser Lee” kata Cella.
“ohh yaa aku Kim Na Na? panggil aja Nana”
“yaa aku sudah tahu, Nana aku pengen ngomong suatu hal sama kamu apa boleh?” Tanya Cella.
“yaa tentu saja?” jawab Nana dengan enak.

“Nana aku mohon kamu jangan marah sama Loury yaa? Dia sebenernya masih menunggu kamu, dia bener-bener sayang kamu” Nana bingung dengan perkataan Cella.
“cell maksud kamu apa yaa? Bukannya kamu tuh pacarnya Loury kenapa kamu bilang kayak gitu, Loury udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama gue dia udah milih kamu cell?” jawab Nana.
“gak na, dia pacaran sama aku karena terpaksa saat itu aku sedang sakit parah aku ingin Loury menemaniku, menyayangiku dan mencintaiku akhirnya Loury mengabulkan permintaanku tapi sebenarnya aku tahu kalau Loury masih sangat mengharapkanmu aku tau pasti itu, kamu harus percaya sama aku cuman kamu yang bisa bikin Loury bahagia bukan aku na.”
“Makasih yaa cell, makasih” kata Nana.
“yaa Na sekarang cepat susul Loury!”
“yaa cell pasti!”

Nana datang ke taman kecil mawar putih, Nana melihat Loury duduk sendiri termenung menunggu Nana untuk kembali padanya.

“Loury,” Nana memanggilnya, Loury pun menoleh ke arah Nana kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk Nana sambil berkata.
“aku tunggu kamu tiap sore di sini, tepat ketika kamu meninggalkan aku 2 tahun yang lalu Na ini diary kamu aku simpan terus, Na aku mohon Na jangan pergi-pergi lagi na” hati Nana merasakan sedihnya Loury saat ini.
“Loury aku gak akan pergi jauh lagi, aku bakal selalu ada di samping kamu dalam keadaan susah maupun senang gak akan aku lepas kamu lagi,” kata Nana. Loury senang mendengar jawaban Nana dan Loury mencium Nana.

Sekarang semua telah bahagia, Loury telah mejalani kisah cintanya bersama Nana selama 5 tahun, mereka adalah contoh kisah cinta yang membutuhkan banyak waktu. Loury kini menjadi dokter bedah di rumah sakit ternama, sedangkan Nana telah menjadi perawat yang baik hati dan disenangi para pasien di rumah sakit karena Nana sangat ramah dengan semua pasien-pasien di rumah sakit.

Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah dan melangsungkan janji suci tersebut di taman kecil penuh kenangan. Undangan tersebut telah tersebar luas, kini mereka akan selalu bersama dalam keadaan susah maupun senang. So sweeet.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ayu Putrianti
Facebook: Ayu Cwe’gemini Alwayshappy

Nama: Ayu Putrianti
TTL: Tegal, 29 Mei 1999

Cerpen Kim Na Na Dan Loury merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siapa Pemiliknya?

Oleh:
Aku terbawa suasana sendu mengikuti lagu yang kudengar dari sebuah earphone di telingaku. Suara gerimis dari atap toko yang aku singgahi untuk berteduh seperti mengiringi alunan lagu penyanyi idolaku

Sakura Love (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya. “Mana orangnya ya? Benar di sini kan? Bukankah biasanya orang Jepang itu selalu tepat waktu?” gumam Yume. Yumi baru saja tiba di taman dekat kampus, tempat yang

Catatanku

Oleh:
Namaku Dara, aku mempunyai seorang sahabat namanya Retak. Dia seorang gadis manis dan cantik dia seorang model. Banyak anak cowok menyukainya. Sedangkan aku, aku selalu dipermalukan di kelasku sendiri.

Girl And The Theory

Oleh:
Gadis itu terlihat sangat terburu-buru semenjak memasukki gerbang Starhigh. Ia terus saja berjalan dengan langkah panjangnya dan wajah yang menunduk, hingga -BUKK- Ia menabrak sesuatu yang membuatnya terjatuh ke

Penyesalan

Oleh:
“kemana aja sih, kenapa gak ada kabar gini?” “gak ada kabar gimana?” “kamu sebenernya nganggep aku apa? Kamu gak pernah selalu ada buat aku.” “ya udahlah.” “tapi gue sayang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *