Ldr (Cinta Itu Tau Hatinya Milik Siapa)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 27 September 2017

Hay aku Clara aku berasal dari surabaya dan sekarang aku tinggal di jakarta untuk menjalankan bisnis keluarga ya cabangnya si tapi untuk pembuktian kalau aku itu mampu menjadi anak yang bisa di banggakan. Di rumah yang megah ini aku tinggal bersama sahabat karibku dan beberapa pembantu rumah tangga.

Nana dia adalah sahabatku dari kecil, Dia anak dari sahabat karib papa jadi gak herankan kalau kita bisa bertahan sampe sekarang. Nana sangat tau aku dan sebaliknya aku juga sangat tau nana bagai mana dia aku senang bisa punya sahabat yang konyol bawel perhatian nana itu segala galanya. Nana belum pernah punya pacar hingga sekarang alasannya karena dia mau sukses hingga sesukses suksesnya emm itu nana sendiri yang bilang. “Ra kamu sakit?” tanya nana dengan penuh kekhawatiran “nggak na aku cuma bengong aja dikit” aku berusaha meyakinkan nana “emm refreshing yuk” ajak nana “ke mana?” “ke bali gimana sekalian ketemu sama adit.” tanpa berpikir panjang aku langsung menjawab “ok lusa kita berangkat” kalian pasti bertanya tanya siapa adit. Adit itu pacar LDR aku kita udah pacaran lebih dari delapan tahun dan kami ngejalanin hubungan ldran ini selama empat tahun lebih, lulus sma adit langsung ke bali untuk ngebuka restoran dia ingin sukses dengan usahanya sendiri.

Senin, 09 Januari 2017 aku dan nana berangkat menuju bali, aku sangat bersemangat tentu saja aku akan bertemu dengan laki laki yang sangat aku rindukan dan nana tidak kalah bersemangat. Setelah beberapa jam perjalan akhirnya kita sampai di bali dan kami langsung menuju resort. Memang adit gak tau kalau aku ke bali karena aku pengen kasih surprise ke dia.

Setelah beberapa menit akhirnya aku sampai di resort, aku dan nana beda kamar entah kenapa tapi nana tidak mau satu kamar dengan aku. Aku pun masuk ke dalam resort dan langsung check in, setelah itu aku langsung masuk kamar membereskan semua pakaianku lalu mandi dan siap siap bertemu dengan sang pangeran, rasanya udah gak sabar. Aku langsung menuju loby sambil nungguin nana dan selang satu menit nana datang dngan penampilannya yang begitu feminin “ra emang kamu tau lokasi cafenya adit” tanya nana ragu. “tau na lagian adit juga udah pernah bilang” aku menjawab dengan sangat yakin. Kami pun berjalan kaki menuju lokasi yang memang tidak jauh dari resort ini.

Sesampainya di sana aku melihat adit sedang memotret cafenya, aku berjalan perlahan lalu memegang bahu adit dan saat adit menoleh “Cece..” sambil tersenyum dia menarikku dan memelukku “aku kangen ko” aku mengungkapkan isi hatiku. “aku juga kangen ce kangen banget ama kamu”. ungkapnya dengan suara yang begitu lembut. Jangan heran kalau adit manggil aku cece wajahku itu agak ke cina cinaan dan aku manggil adit kokoh biar pas aja kalau adit sendiri memiliki tubuh yang bagus kulit putih tinggi dia lebih ke kanada ya maklumlah emmak ama bapaknya sama cakep apalagi anaknya. Next adit ngelepas pelukannya dan ngajak aku masuk ke dalam dan nana mengikuti kami dari belakang, adit membawakan makanan spesial untuk aku dan nana. “na gimana kamu masih jomblo?” tanya adit rada rada mengejek. “Apa si dit” jawab nana ketus. Nana emang gak suka kalau ditanyain tentang urusan percintaannya. Mereka pun mengobrol berdua ya aku cuma diem sambil makan, mungkin mereka juga saling kangen kali yah sampe mengabaikan aku gitu. karena bosan aku pergi dari disitu dan mereka tidak menyadari itu, aku cemburu walaupun aku tau nana itu sahabat aku.

Aku berjalan menuju pantai tidak perduli panasnya trik matahari ya namanya juga siang hari. Sesampainya di sana aku hanya duduk di pinggir pantai berusaha menghilangkan pikiran negatif yang mulai menghantui pikiranku. Aku hanya menatap pantai itu dan tiba tiba ada seseorang yang memegang bahuku “Hey ra..” aku kenal suara itu saat aku menoleh jelas saja itu “Raka..” dia temen sdku “kok lo sendiri ra” “nggak kok gue sama nana tapi nana lagi ada di cafe” jawabku tidak bersemangat. “Ra lo kok kayak murung gitu?” “apa si nggak kok” aku menjawab nada yang sama. Lalu raka duduk di dekatku “ra ra lo itu gak berubah ya” “emang gue gimana?” “masi aja suka nutupin masalah lo, kita temenan dari kelas satu sd ra gue tau banget kalau lo lagi ada masalah” “seandainya pas lulus sd lu gak pindah ke sini kita pasti ngapa ngapain bareng, konyol bareng, nyanyi nyanyi bareng. Ngelakuin semuanya bareng bareng ulangan pun dikerjain bareng bareng” aku mengalihkan pembicaraan. “Yaelah ra lo masih inget aja, bukan gue ra yang nyontek ke elo tapi nana tuh yang doyan nyontek”. “lah elo kan nyontek ke nana” “iya si ra, terus itu lagi ra biasanya kita izin ke toilet padahal kita cuma ke kantin terus makan makan di sana smpe kenyang, ra ra masa masa sd itu indah ya, gak ada yang namanya cinta, gak tau sulitnya kehidupan taunya cuma main main dan main”. “iya ka gue juga kangen masa masa itu. Masa masa lu sering di hukum gara gara lupa pake dasi.” raka tertawa dengan suara khasnya itu “sumpah ra gue itu emang sering lupa pake dasi”. Terlalu asik mengobrol dengan raka aku sampe lupa kalau nana gak tau aku di mana, ah sudahlah lagian dia juga lagi asik sama pacar aku. Raka menceritakan bagaimana dia di sini, sedihnya dia jauh dari aku dan nana, kita emang bareng bareng dari dulu. Sedang serunya srunya mengobrol seseorang memanggilku “Claraa..” aku dan raka saling melemparkan senyuman karena kita tau betul siapa orang yang memiliki suara itu. Ya, itu nana dengan suara delapan oktafnya. Kita emang sengaja gak noleh, dan jelas saja nana mengeluarkan kalimat seperti dulu “woy kalian budek ya”. Saat melihat raka nana langsung memeluk raka “na lo juga gak berubah ya” “raka lo apa kabar sumpah kangen banget” nana masih belum melepaskan pelukannya. “Na sesek na gak bisa napas” “oiya maap maaf”. Dan mereka mengobrol panjang kali lebar kali tinggi, ya gitu deh kalau temen lama baru ketemu dan mereka sama sama bawel. Sementara itu adit menarikku dan menjauh dari mereka, wajah adit mulai serius “kamu kenal raka?” adit mulai menampakkan wajah kesalnya ada apa? Kenapa? Siapa yang adit cemburui aku atau nana? Kenapa aku jadi bepikir seperti ini? Sudah lah “iya ko dia temen sdku”. “Temen? Kok kaya bukan temen”. “kamu kenapa si?”. “Aku gak papa cuma nanya aja, nana juga?” ya adit menanyakan nana lagi, ada apa? pacar adit itu aku atau nana? “Kenapa nana? Kamu cemburu sama nana?” tanpa menunggu adit menjawab aku langsung pergi “ce dengerin dulu ce, bukan gitu..” adit mengejarku tapi aku lebih cepat dari pada dia. aku menuju kamar entahlah aku tidak tau apa yang aku rasain saat ini apa mungkin hanya aku yang terlalu cemburuan? Sudahlah lebih baik aku meminta maaf sama adit.

Hari sudah malam aku menuju cafe adit untuk meminta maaf karena aku terlalu egois tadi. Saat aku sampai di sana aku langsung ke ruangan adit dan aku benar benar tidak percaya ini apa aku cuma halu? Aku melihat pacarku dan sahabatku berpelukan tidak mungkin ini benar benar tidak mungkin aku pun memilih pergi ya pergi dari tempat itu aku tidak bisa nenahan air mata ini, aku mau marah, aku mau mengeluarkan semua emosi yang ada, kenapa? Kenapa harus nana?

Tanpa sadar aku sudah berada di pantai. Aku berdiri menatapa laut lepas dan aku merasakan seseorang memegang tanganku “Ce kamu kenapa?” suara itu, aku kenal ya dia adalah laki laki yang baru saja membuatku hancur, aku melepaskan tangan adit lalu pergi tanpa menjawab apapun “ra aku tau kamu melihatnya tapi itu gak seperti yang kamu pikir ra”. “Kamu bener na aku tau, aku tau kalau ternyata sahabat itu gak ada sahabat terbaikku itu cuma hatiku sendiri dia yang tau apa yang aku rasain dia yang mengerti apa yang aku ingin dan dia tau apa yang dia lakukan tidak seperti kamu yang hanya mengaku sebagai sahabat tapi kelakuannya berengsek” aku gak bisa menahan emosi. “Ce kamu dengerin dulu ce itu..”. “itu apa ha penjelasan kalau kamu emang suka ama nana, aku emang gak kaya nana yang selalu tampil modis dan menawan memiliki wajah yang cantik dan badan yang menarik. Kok kalau kamu sukanya sama nana kenapa kamu jadiannya sama aku?”. “Ce dengerin dulu ce..”. “kalian gak seperti yang aku pikir kalian itu terlalu manis, makasih ya buat kejutannya” dan aku langsung pergi mengabaikan mereka. Aku menuju resort membereskan semua pakaianku dan langsung check out.

Dalam perjalanan aku menelepon mama “halo ma..”
“Iya nak ada apa? Kenapa suara kamu gitu? Kamu sakit? Atau gimana? Sayang jawab mama!”
“Ma.. Laki laki itu emang brengsek ya ma?”
“Nak apa ini gara gara adit?”
“Bukan cuma itu ma, tapi sahabat yang aku pikir baik ternyata dia yang paling jahat ma”
“Sayang apa nana menyukai adit?”
“Aku rasa begitu”
“Clara sayang dengerin kata mama, dalam persahabatan itu tidak lazim bila menyukai satu orang yang sama”
“Iya ma dan aku percaya kalau sahabat itu tidak ada, semua orang sangat pandai untuk bermuka dua”
“Ya udah sayang kamu langsung ke surabaya aja ya mama nanti yang jemput kamu di bandara”
“Iya ma..”
“Hati hati ya sayang love you nak”
“Love you too ma”

Aku meratapi nasib ini, apa ini akan jadi akhir segalanya? Cinta yang aku pertahankan selama hampir sembilan tahun akan terbuang gitu aja, aku masih tidak percaya ini. Setelah lima jam perjalanan aku sampai di rumah mama dan papa masih bisu aku duduk di pinggir kolam hari memang sudah sangat malam atau mungkin memang sudah tengah malam tapi aku tidak peduli itu. “Sayang udah malem gak baik ada di luar gini kamu gak capek?”. “Nggak ma”. “Coba deh kamu ceritain ke mama gimana kejadiannya?”. “aku tidak percaya ini ma, aku pikir dia itu sahabat yang baik tapi ternyata aku salah ma” sambil memeluk mama aku menceritakan semuanya mungkin ini alasan kenapa nana tidak mau satu kamar denganku.

Dua hari setelah itu mama mengajakku makan malam di suatu cafe aku tidak tau kenapa mungkin mama ingin menghiburku, sesampainya di cafe aku duduk di kursi dekat panggung ya itu karena mama udah pesen dari sebelumnya. “Ma aku pesen..”. “gak usah sayang udah ada makananan khusus untuk kamu” tidak lama kemudian pelayan itu datang membawa makanan yang sangat aku kenal ya itu sama seperti makanan yang adit buat untukku rasanya juga sama. Saat sedang makan seseorang naik ke atas panggung aku tidak tau itu siapa tapi aku bisa melihatnya karena posisiku yang cukup dekat dengan panggung walaupun gak terlalu jelas. “Malam ini aku ingin membawakan sebuah lagu untuk seorang wanita yang sedang mengunyah makanannya”. Aku melihat orang itu suara sama seperti adit tentu saja karena itu memang dia, mengunyah makanan? Apa dalam satu cafe ini hanya aku yang mengunyah makananku? “malam ini adalah malam anniversary kami”. Ya ini adalah malam ke sembilan tahun hubungan kami tapi ini apa maksudnya? Kenapa ada adit? “Dan lagu ini adalah lagu favoritenya dia selalu memintaku untuk menyanyikannya aku harap dia merindukan suaraku”. Aku melihat nana aku rasa lagu itu untuk nana mungkin ini juga malam annive mereka tapi saat aku mendengarkan lagunya “dia hanya dia di duniaku.. Dia hanya dia di mataku…” hey itu lagu favoriteku dan aku tau nana tidak suka lagu itu nana tidak suka kumpulan lagu sammy apalagi yang judulnya dia siapa yang adit maksud?

Setelah lagu itu selesai ada pelayan datang membawa satu bucket bunga mawar merah bercampur putih “untuk siapa mbak?” aku mulai bingung tapi pelayan itu tidak menjawab dan langsung pergi “Ce cinta itu tau hatinya milik siapa” aku menoleh ke arah adit dan nana datang bersama raka membawaku naik ke atas panggung ada apa ini? Aku masih marah dengan kejadian waktu itu tapi apa ini? Adit berlulutut sambil memegang sebuah cincin “di malam anniversary ke sembilan ini kamu gak menjadi seorang ratu di istanaku?”. Aku diam seribu bahasa aku masih bingung aku melihat papa “clara sayang kejadian yang kamu lihat itu memang sudah direncanakan” apa? Aku masih tidak mengerti dan nana memegang pundakku “aku minta maaf ra aku dipaksa ikut dalam drama ini” aku melihat adit “jadi tuan putri apa kamu siapa untuk menjadi seorang ratu?” aku mulai mengerti sekarang aku mengangguk dan adit memasangkan cincin di tanganku.

Setelah itu aku langsung memeluknya bukan adit tapi nana “aku minta maaf na aku salah” “iya ra aku juga ya, sebenernya ra aku itu udah pacaran sama raka dari sebulan yang lalu”. “apa kenapa kamu gak ngasih tau aku?”. “Ya adit nyuruh aku jangan ngasih tau kamu dulu”. Aku melepas pelukanku dan melihat adit “ce aku minta maaf banget ya”. Aku memeluk adit. “Kamu berhasil ko berhasil banget” adit mencium keningku dan mempererat pelukannya “aku gak mau kehilangan kamu, kamu itu adalah alasan kenapa aku bisa sukses” aku tersenyum dia memang manis sangat sangat manis “aditt..”. Suara papa mengagetkan kami dan membuat kami melepaskan pelukannya “iya om”. “Bukan om lagi tapi papa” adit tersenyum sedangkan aku memeluk mama “tolong jaga clara ya nak” papa langsung memeluk adit adit membalas pelukan papa. ” pasti pa” dan orang tua adit datang membawa gaun “clara..” “iya tante” “ayo ikut” aku melihat adit dengan tanda tanya dan adit menggaguk mnegisyaratkan kalau aku harus ikut aku pun dituntun menuju sebuah ruangan dan mama adit menyuruhku memakai gaun hijau tosca itu setelah aku memakainya “nak kamu sangat cantik” puji mama adit. Qku tersenyum “makasih tante” “jangan panggil tante panggilnya mama lagian kamu juga bakal jadi anak mamakan” “iya ma” kami pun berpelukan lalu mama adit mendandaniku aku tidak percaya ini aku dengan gaun hijau tosca ini ya warnanya sangat cocok dengan kulitku yang putih dengan dandanan natural ditambah dengan mahkota yang membuatku seperti seorang ratu aku tersenyum kepada mama adit mengisyaratkan kalau aku suka “kamu cantik sekali ayo kita ke luar” kami pun ke luar menuju tempat tadi aku pikir, tapi ternyata aku dibawa di ke sisi kanan luar cafe yang sudah dihias dengan indah dan di sana ada adit yang sudah mengganti bajunya seperti seorang raja aku dibawa ke sana dan mama adit melepaskan cincin yang tadi lalu malam ini menjadi malam pertunanagan kami.
Hingga kami menikah di tanggal dan bulan yang sama.

End

Cerpen Karangan: Rienny
Facebook: Rienny Marghareta Angelina

Cerpen Ldr (Cinta Itu Tau Hatinya Milik Siapa) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Swan Code

Oleh:
Sudah hampir 10 menit berlalu namun aku masih diam membisu di hadapannya. Banyak kata yang ingin kuungkapkan. Beribu pertanyaan siap kulontarkan kepada wanita berkerudung setengah badan itu. Pertanyaan yang

Akhirnya

Oleh:
Hey tau kah kamu secret admirer itu apa? Ya seorang pemuja rahasia. Tidak buruk juga mengalami hal semacam itu. Ya setidaknya hanya Tuhan dan kamu yang tau. Sebut saja

Kenangan Indah Tentang Break

Oleh:
Mereka adalah sepasang kekasih yang baru jadian beberapa bulan yang lalu, Azriel begitu mencintai Ayasha. Awalnya Ayasha tak begitu suka dengan Azriel, namun karena ketulusan Azriel terhadap Ayasha akhirnya

Namanya Vino

Oleh:
Aku pikir semuanya akan berakhir indah. Tapi aku salah. Aku terlalu bernafsu mendahului keputusan Tuhan. “Aaaaaa!” aku berusaha mengeluarkan semua beban di hati ini. Aku menghela napas panjang. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *