Lovely Boyfriend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 July 2017

“Jadi pacarku ya!.” Ucap Mr. Populer mengejutkanku.
“Eh, maksudnya?.” Tanyaku bingung.
“Aku tahu selama ini kau suka padaku kan?. Bahkan aku juga tahu kau selalu mengawasiku.”
“Ta… Tapi kau kan nggak mengenalku. Menurutku sepasang kekasih itu harus saling mencintai dan saling mengenal.” Jelasku.
“Kau Sanako murid kelas X jurusan MIPA 1 kan?. Dan kau tipe orang yang selalu menyendiri, sangat pemalu dan kau juga diam-diam selalu mengawasiku kan?. Awalnya sih aku sangat risih ketika mengetahui jika kau selalu melihat ke arahku, tapi lama-kelamaan aku jadi sering mengawasimu dan akhirnya aku menyukaimu.” Jelasnya panjang lebar.
“Apa kau benar-benar menyukaiku?.”
“Ya, bahkan sangat sangat sangat menyukaimu. Maka dari itu jadilah pacarku!.”
”Ta.. Tapi bagaimana dengan cewek lainnya?.”
“Mereka cuma temanku kok, sampai detik ini aku hanya menyukaimu.” Ucapnya meyakinkanku.
“Ba.. Baiklah. Aku mau jadi pacarmu.” Ucapku malu.
Mr. Populer itu tiba-tiba langsung memelukku sangat erat. Rasanya sampai aku tidak bisa bernapas karena pelukannya yang erat itu. Aku masih tidak percaya jika Mr. Populer ini telah menjadi pacarku. Jika ini adalah mimpi, maka ini akan menjadi mimpi indah di sepanjang hidupku.

“Oh ya, karena sekarang kau pacarku, apa boleh aku memanggilmu An?.”
“Tentu saja.” Jawabku tersenyum.
“Kalau An mau memanggilku apa?.” Tanyanya.
“Tentu saja aku akan tetap memanggilmu Mr. Populer… Eh maksudku…”
“Hahaha, selama ini An selalu memanggilku begitu ya. Aku tidak menyangka loh.” Ucapnya tertawa.
“Habisnya kau sangat terkenal di antara para cewek. Aku bahkan tidak menyangka kalau kau malah menyukaiku.”
“Habisnya kau manis sih.” Jawabnya menggodaku.
“Apaan sih.” Ucapku malu.
“Hemm. Kau panggil aku Ar saja ya. Tapi jika kau ingin memanggilku sayang, juga tidak masalah kok.” Godanya sambil mencubit pipiku.
“Kau ini nyebelin juga yah.” Jawabku tertawa.

Bagaimana yah rasanya jadi pacar cowok terpopuler di sekolah. Duh jadi deg-degan nggak karuan gini sih. Rasanya masih nggak nyangka kalau Ar telah menjadi pacarku. Ar marah nggak yah kalau aku pergi ke kelasnya, aku selalu ingin melihatnya lagi dan lagi sampai-sampai dadaku terasa sesak.

“Hey, An sedang apa?.” Tanya Ar mengejutkanku.
“Memikirkanmu… Eh maksudnya itu aku sedang memikirkan tentang… eemmmhhh tentang makan di kantin gitu.” Jawabku nyeleneh.
“Kau ini, kalau sedang merindukanku kan tinggal ke kelasku saja kan.”
“Aku takut kau marah.”
“Justru aku malah merasa senang jika kau datang. Kau kan pacarku, untuk apa aku marah.” Jawabnya sambil mencubit pipiku.
“Sakit tau.”
“An sangat manis sih. Aku jadi ingin memakanmu.” Ucapnya tertawa.
Ah, aku tidak bisa membayangkan betapa menyenangkannya hari-hariku selanjutnya bersama Ar. Yang kutahu sekarang adalah aku sangat sangat sangat bahagia bersamanya.

1 bulan 15 hari telah berlalu, dan aku masih tidak menyangka jika cowok populer ini telah menjadi pacarku. Walaupun sudah menjadi pacarku, Ar masih saja dikelilingi oleh para fans fanatiknya. Bahkan ada seorang cewek yang berani nembak Ar ketika ia bersamaku. Tapi wajar saja sih, soalnya para fans fanatik Ar masih belum tahu jika aku adalah pacarnya. Walaupun Ar selalu berkata padaku bahwa ia hanya menyukaiku, tetap saja aku selalu cemburu ketika ia dikerumuni oleh cewek-cewek itu. Ah sudahlah, aku tidak boleh meragukan perasaan Ar padaku.

“Kak jadi pacarku ya, selama ini aku hanya memikirkan kakak. Kumohon jadilah pacarku.” Ucap seorang cewek misterius itu.
“Eh, aku. Hm…”
I..Itukan suar Ar.
“Tidak!. Tidak boleh. Ar tidak akan menjadi milikmu!.” Teriakku pada cewek misterius itu.
“Eh An, sejak kapan kau di sini?.” Tanya Ar bingung.
“Ar?. Siapa yang ingin menjadi pacar Ar?. Aku hanya ingin menjadi pacar kak Aron, bukan Ar.” Jawab cewek itu.
“Ar yang kumaksud adalah…”
“Adalah apa?.” Potong cewek itu.
“A…Adalah dia, Aron. Ah lupakan!.” Ucapku berlalu meninggalkan mereka.
“An!. Tunggu sebentar.” Teriak Ar.
“Eh, kakak mau ke..”
“Ah kau ini!.”
Ar bodoh!. Kenapa dia tidak membelaku!. Kenapa dia hanya diam saja!. A..Atau dia menyukai cewek tadi. Uhh hatiku rasanya sakit sekali.

“Hey, An dengarkan aku.” Teriak Ar.
“Nggak aku nggak mau. Kau pergi saja bersama cewek itu. Aku nggak peduli lagi padamu.”
“Nah dapat.”
“Le… Lepaskan tanganku.”
“Nggak akan kulepaskan, jika kulepaskan kau pasti akan meninggalkanku kan.” Terangnya.
“Ar bodoh!.”
Tanpa berkata apa-apa, Ar tiba-tiba memelukku dan berkata.
“Awalnya aku terkejut ketika kau bertiak padanya…”
“Kenapa?. Kau tidak suka aku berteriak pada cewek yang kau sukai itu?. Jika aku tidak berada di sana kau pasti akan menerima cintanya kan!.” Bentakku.
“Kau ini. Aku kan belum selesai bicara, dengarkan dulu penjelasan pacarmu ini. Sebenarnya aku diam karena aku ingin mendengar isi hatimu itu.”
“Ngomong apa sih, ngaco.”
“Kau berteriak karena cemburu kan. Kau juga berkata bahwa aku tidak akan menjadi milik cewek itu kan. Nah itu tandanya kau cemburu tahu.” Jelasnya sambil mencubit pipiku.
“Uuuuhhh sakit.”
“Ternyata pacarku ini hebat juga yah kalau lagi cemburu. Jangan-jangan nanti kau akan memakan para cewek yang selalu mengejarku itu.” Ucapnya menggodaku.
“Bukan mereka yang kumakan!. Tapi… Kau.” Jelasku sambil tertawa.

“Kumohon tetaplah jadi An yang mampu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi seperti ini.” Pintanya padaku sambil menunjuknya senyum manisnya.
“Pasti!. Jika tidak kau akan direbut oleh fans fanatikmu itu!.”
“Kau ini!.”
“Eh kenapa?. Apa aku salah?.” Tanyaku heran.
“Ya!. Kau memiliki banyak kesalahan padaku!. Kau harus meminta maaf padaku!. Dan sebagai permintaan maafmu, kau harus mengizinkanku untuk meminta 3 permintaan.!”.
“Hey.. Hey!. Aku tidak pernah memiliki salah padamu!.”
“Baru saja kau menghindariku, marah padaku, dan juga membentakku, apa itu bukan kesalahan?.” Tanyanya menyinggung.
“Ah soal itu. A… Aku minta maaf.” Ucapku memelas.
“Sudah kubilang kan sebagai permintaan maaf, kau harus mengizinkanku melakukan 3 permintaan tadi.”
“Awas saja ya kalau permintaanmu itu macam-macam.”

“Baiklah. Permintaan pertama, kau harus selalu mencintaiku.”
“Tentu saja. Harusnya kau tidak perlu meminta itu.”
“Ke dua, kau tidak boleh melarangku karena aku akan mengatakan pada semua orang jika kau telah menjadi pacarku.”
“Apakah itu tidak apa-apa?.”
“Tentu saja, karena aku ingin mereka semua tau kalau aku sudah menemukan cintaku.” Ucapnya tertawa.
“Baiklah yang terakhir?.”
“Yang terakhir yah. Hmm baiklah, permintaan yang terakhir adalah… Kau harus mengizinkanku untuk meminta banyak permintaan lainnya yang tidak akan ada habisnya dan kau tidak boleh melarangku ataupun marah padaku.” Jelasnya seraya tertawa.
“Kau ini curang sekali.” Jawabku tertawa.
“Habisnya jika aku tidak meminta itu, aku takut kau akan bosan padaku.”
“Aku tidak akan pernah bosan padamu Ar. Bolehkah aku meminta 3 permintaan juga?.”
“Tentu saja cintaku.” Jawabnya menggoda.

“Baiklah. Pertama, kau harus selalu mencintaiku. Kedua, kau harus mengatakan aku mencintaimu setiap harinya. Dan yang terakhir, kau tidak boleh meninggalkanku. Janji?.” Pintaku
“Tanpa kau minta. Aku telah melakukannya An. Hanya saja untuk permintaan kedua, telah kulakukan dengan caraku sendiri. Yaitu dengan selalu memandang mata indahmu itu. Kau pasti baru mengetahuinya kan?.” Ucapnya lirih.
“Ar. A..Aku..”
“Aku yang sangat sangat mencintaimu An. Aku baru pertama kali merasakan cinta seperti ini. Andai saja aku telah lama menyadari jika aku sangat mencintaimu, pastinya kita telah lama menjadi kekasih.”
“Terima Kasih Ar, karena kau telah membuatku merasakan cinta yang sangat sangat menyenangkan seperti ini.” Ucapku menahan air mata.

SELESAI

Cerpen Karangan: Rahmatullah Dheana Putri Santoso
Facebook: R Dheana Putri S
Ini kali pertama aku bikin cerpen. Awalnya sih cuma iseng, karena ada waktu luang aja. Hehehe 😀

Cerpen Lovely Boyfriend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terlalu Cepat Untuk Menilai

Oleh:
“Sial, siapa sih Aram?! Dari tahun ke tahun selalu dia.” Satu tahun telah berlalu dari kejadian itu. Sekarang, pada Tahun 2009. “Kriiiiiingg!” terdengar bunyi alarm. “Haaa, hari pertama sekolah,”

Impossible

Oleh:
Berawal saat semua orang mulai mengenalnya, akulah orang yang terlebih dahulu mengetahuinya. Tanpa orang lain sadari akulah yang pertama kali mengagumi sosoknya, yang berstelan seragam sekolah lengkap dengan atributnya,

Bagai Bintang Sirius

Oleh:
Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Nella yang mulus. “tampar aja terus! Tampar!” ujar Nella penuh emosi. “beraninya kamu dengan ayah kamu sendiri!” balas ayah Nella. “ayah? Ayah gue

Terjebak Nostalgia

Oleh:
Malam itu, teman lamaku Andre mengundangku di acara ulang tahun adiknya yang berumur 15 tahun. Andre mengundang teman dekatnya termasuk aku dan dia. Ya, aku bertemu dengannya. Entah sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Lovely Boyfriend”

  1. Fathia Salsabila says:

    Wahh… Bagus cerpen nya! Baper dehh… 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *