Melodi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 4 July 2017

“Fel, ini ada berkas yang harus lo tandatanganin, soalnya tinggal lo aja yang belom tanda tangan,” jelas Bram seraya ia menyerahkan map berwarna biru.
“Ah ya, satu lagi hari ini kita bakalan ada show! Jadi siap-siap sekarang sebelum jam keberangkatan,” lanjut Bram mengingatkan.
“Lo kok baru bilang sama gue?,” tanya Felly.
“Ya kan lo baru pulang dari New York. Lo pikir kita handle di sini masih nggak sibuk sama kerjaan apa?,” cetus Bram.
“Tch!,” decah Felly saat Bram meninggalkannya dan bersiap-siap untuk keberangkatan mereka.

“Billy sama Riska ada di mana?!,” seru Felly saat Bram tak jauh dari jangkauan matanya.
“Meeka berdua udah ada di mobil! Lo mending cepetan nyusul!,” kata Bram tak kalah berseru.
Felly mengerucutkan bibirnya. Sejenak, ia berpikir di tengah tangannya yang sibuk menandatangani beberapa berkas kontrak konsernya. Yah.. memang benar, tak seharusnya Fely meninggalkan kewajibannya ke New York hanya untuk menghiburkan diri dan melupakan apa yang sudah terjadi di Indonesia.
Banginya, perkenalan itu begitu indah dan perpisahan juga menjadi suatu hal yang indah. Meski semua itu berujung kembali menyakiti hatinya hingga membuat Fellu berusaha jungkir bali melupakannya.

Waktu kurang lima belas menit. Felly memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya hingga ia memutuskan untuk pergi ke ruang make-up.
“Nggak ganti baju, Fel?,” tanya Riana. Perias Felly.
“Nggak usah. Ntar bajunya bakalan gue masukin separuh, jadi kelihatan lebih santai walaupun penontonnya adalah kalangan formal. Lagipula, ini baju juga masih baru. Tadi pagi gue belinya,” kata Felly seraya ia menikmati riasan natural di wajahnya.
“Oh ya Fel, kapan hari ada orang yang nyariin lo. Gue sempet terkejut sih kalau dia itu pacar lo. Nggak nyangka aja lo bisa kenal sama orang militer,” kata Riana santai.
Felly menepis lembut tangan Riana. Ia menatap Riana dengan tatapan mata herannya. Dan Riana membalasnya dengan tatapan polos. Sampai akhirnya, Felly meraih tangan Riana dan menyuruhnya untuk merias kembali wajahnya.

“Cowok itu ke sini sendiri atau gimana?,” tanya Felly mulai menyelidik.
“Sendirian. Dia kemari bawa buku coklat. Gue tawarin buat nemuin Bram atau personil yang lain, dianya nggak mau. Tahu ya, kenapa bisa begitu. Toh, Bram, Billy sama Riska udah deket banget sama lo. Gue juga udah bilang kalau mereka sahabat karip lo mulai dari lo SMA,” jelas Riana.
“Terus, dia nitipin sesuatu nggak ke lo atau siapa gitu?,” tanya Felly penasaran.
“Yaelah Fel, gue perasaan udah jelasin dari atas tadi, deh.”
Felly tersenyum nyengir. Ia menatap wajah Riana yang melengos karena ucapan konyol Felly. Hal tersebut membuat Felly berpikir kembali mengenai apa yang telah teradi selama ia berada di New York. Felly memutar otaknya. Mengingat seluruh laki-laki yang belakangan ini dekat dengannya. Tapi, tidak ada laki-laki lain yang berdarah militer selain dia. Brillian. Brilliandi Arka Pramana.

“Lo bisa sebutin ciri-cirinya nggak?,” tanya Felly ssaat Riana mulai menata rambtnya menjadi kunciran trendy tahun ini.
“Tinggi, tegap, ganteng, putih, kekar, berwibawa, dan nyebelin,” jelas Riana. Ia memberikan penekanan pada kata ‘nyebelin’
“Fel, lo mau kemana? Itu rambut belom selesai!,” seru Riana saat Felly tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Riana di sana.
Namun, ia kembali masuk ke dalam ruangan saat ia menyadari rambutnya belum terikat sempurna. Hingga akhirnya Felly berlari ke arah Riana. Ia mengambil karet kecil berwarna hitam untuk mengikat rambutnya asal tanpa menghilangkan bentuk rambut yang sudah diciptakan oleh Riana. Mungkin, bagi semua orang, penataan akan terlihat buruk apabila tidak sepenuhnya disempurnakan. Tapi, berbeda dengan Felly Anggi Wiraatmaja. Saat semuanya hilang kentikan karena make-upnya. Felly tidak pernah merasa begitu. Karena nyatanya, memang tidak begitu. Kecantikan Felly benar-benar natural.

“Tumben banget lo cepet?,” tanya Bram saat ia menyadari kehadiran Felly di dalam mobil.
“Ayo jalan!,” pinta Felly kepada supir tanpa menggubris pertanyaan Felly.
“Riska belum masuk bego! Dia mau ambil pic gue! Posisi gue nggak memungkinkan buat turun!,” jelas Billy.
“Duuuh! Eh itu Riska!,” gumam Felly tak karuan.
Karena merasa tidak sabar, Felly mengeluarkan kepalanya dari jendela. Kemudian memanggil Riska agar ia cepat-cepat menaiki mobil.
“Lo tumben banget sih semangat? Biasanya aja, rasanya males banget mau show!,” ejek Bram yang masih terfokus dengan game di tangannya.
“Diem-diem kenapa sih lo! Sirik aja sih jadi orang,” decak Felly kesal.

Tak lama dari itu, Riska memasuki mobil. Mereka berjalan ke tepat yang dituju. Sesampainya di sana, mereka setengah berlari saat mereka sadar bahwa mereka datang terlambat karena macet di jalan. Felly meninggalkan mereka semua. Ia langsung menaiki panggung saat mendengar suara orang yang menggantikan posisi mereka sebagai tamu.
Felly tiba-tiba muncul di tengah panggung. Menyamai melodi yang sudah bersenandung di sana. Berduet tanpa ada rencana sama sekali. Hal tersebut membuat penonton bersorak. Lautan laki-laki bertubuh sama dengan laki-lak di sampingnya membuat laki-laki itu menghentikan nyayian yang digantikan oleh Felly.
Matanya menunjukkan keterkejutan, Ia tidak menyangka bahwa Felly berada di sampingnya. Memegang bahunya untuk terus melanjutkan nyanyian mereka. Sebuah lagu yang meeka ciptakan dikala Brillian kembali dari layarnya. Sebuah lagu yang mereka ciptakan, saat mereka memiliki waktu bersama di tengah kesibukan yang terus melanda.

Felly membalas senyuman laki-laki itu dengan senyuman rindu. Rasa yang selalu ia pendam demi Brillian. Kekasihnya. Rasa yang akan menjadikan penderitaan Brillian apabila Kaptennya tahu bahwa Brillian mendapatkan telepon dari kekasihnya.
Felly tidak dapat membayangkan hukuman apa yang akan didapat Brillian selain tamparan dan sejenisnya. Menjalin cinta dengan Brillian memang sangat berbeda dengan menjadil Cinta saat bersama yang lain. Bahkan, Felly cenderung mempermainkan yang lain. Tapi, untuk Brillian, hati Felly memberikan pengecualian.

Entah mengapa, Felly bisa menuruti hatinya daripada memberontaknya. Padahal, Felly cenderung memberontak daripada menuruti atau menerima. Felly merasakan benar-benar sensai berbeda saat ia harus menjalin hubungan dengan Brillian sang Pelaut. Di tengah ia menyeruakan suara yang sama seperti harga emas, Brillian harus berjuang melawan ombak lautan dan samudera yang siap mencelakakan dirinya.
Sejenak, Felly pernah berpikir kalau Brillian adalah orang yang buruk. Tapi sikap dan sifat Brillian selalu mengajarkan bahwa semua yang buruk tidak akan selamanya akan menjadi buruk. Dan yang baik tidak akan selamanya menjadi orang yang baik. Walaupun begitu, sebelum hal itu terjadi Felly telah berkata dalam hatinya bahwa ia meyakini bahwa Brillian benar-benar yang terbaik.

“Terimakasih sudah mau datang,” ucap Felly setelah ia menuruni panggung.
“Kenapa kamu nggak angkat telepon dari aku?,” tanya Brillian tanpa menjawab ucapan terimakasih dari Felly.
Felly terdiam. Ia tak mampu menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya matanya kembali bertemu dengan mata indah Brillian. Bulat dengan warna mata hitam pekat. Berbeda dengan dirinya yang coklar. Mungkin karena darah Reynaldy Papanya yang berasal dari Turki.
“Habis..”
“Habis karena kamu takut,” duga Brillian saat melihat mata Felly menunjukkan segalanya.
Brillian meraih jemari Felly. Ia mengucapkan beribu maaf karena posisinya yang menyulitkan Felly. Tapi, dengan lagu yang sengaja diciptakan oleh Brillian membat Felly akan mengerti segalanya. Dimana terkadang, waktu juga membutuhkan pengertian dari pemakainya.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Hijab Putih)
P.N.Z adalah nama yang selalu tercantum dalam setiap karya gadis ini. Ia lebih akrab di panggil Pratiwi Nur Zamzani.Terkadang, banyak orang yang memanggilnya nama Felly. Karena, ia selalu menggunakan nama tersebut di setiap karyanya.
Ia lahir dengan kelahiran Pasuruan, 4 Juli 1999. Gadis ini telah menempuh pendidikan Menengah ke atas di SMA NEGERI 1 BANGIL, dan Menengah Pertama di SMP NEGERI 1 BANGIL. Ia memiliki cita-cita sebagai seorang Dosen dan motivator. Ia berharap, dengan tulisan yang ia buat, ia dapat mengisnpirasi dan memotivasi kalian dengan karyanya. Sehingga, karya tersebut dapat bermanfaat dalam kehidupan kalian. Banyak karyanya yang sudah di muat di media masa. Kalian juga bisa melihat karyanya di cerpenmu.com dengan mengetikkan namanya di search pencarian. Atau menjadikan namanya sebagai kata kunci pencarian di google.
Jika kalian berminat, kalian bisa menyapanya dengan alamat Facebook Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Hijab Putih), IG pratiwinurzamzani (Pakai Hijab Putih) atau melalui E-mailnya pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id

Salam dan Peluk Hangat
Pratiwi Nur Zamzani

Cerpen Melodi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cemburu

Oleh:
Aku sulit mengerti kenapa dia selalu menjadi daya tarik bagi setiap wanita yang ada di dekatnya. Aku tidak habis pikir, atau entah aku cemburu… — Setiap hari ada saja

Senja Terindah

Oleh:
Iron itulah nama panggilanku di sekolah, aku sendiri merasa tidak terlalu pintar dan tidak bodoh juga, aku bersekolah di Smk negeri di jogja. Pertemuanku dengan dia memang saat pendaftaran

My First Love

Oleh:
Bunyi alarm yang terletak di meja belajarku, memaksa aku untuk bangun dan pergi ke sekolah. Dengan malas, aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Setelah mandi dan bersiap-siap,

Kado Cinta di Sweet Seventeen

Oleh:
Malam ini sepi, aku berdiam di teras sambil menemani bintang-bintang terang di langit yang menjulang. “Malam minggu lagi ya?” gumamku. “Assalamu’alaikum” ucap sesorang, aku melihatnya, “Eh kamu Vin, aku

Dia

Oleh:
Ketika menatapnya dari jauh saja aku tersenyum, bagaimana jika aku memilikinya. Dia yang kukagumi, dia juga yang kucintai. Langit cukup mendung, angin bertiup dengan kencangnya seperti akan menandakan hujan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *