One In A Million

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 13 January 2018

Dear diary
Dear, cinta itu indah ya.. sebuah perasaan yang bisa buatku bahagia
Tapi dear, mengapa ketika aku sedang bahagia, ada saja hal yang membuatku berjatuhan air mata.. aku jadi sangat membenci cinta
Sat, 01 march 2014

Tuhan menciptakan aku dengan cinta, melalui ayah dan ibuku yang juga saling mencinta, lalu mengapa aku harus begitu membenci cinta? padahal aku lahir dari sebuah cinta. Cinta itu apa ya? Sebuah perasaan yang bisa membuat orang yang merasakannya bahagia. Namun, bahagia itu tidak menjamin sebuah cinta, karena terkadang cinta juga membuat orang yang merasakannya berjatuhan air mata.

“… sakit-sakit rasanya saat kau pergi saat kau tinggalkan cinta ini…” (marshal- saat kau pergi bersama dia)
Lagu marshal pun mengalun sedih melalui hpku. Terlalu melow memang seperti bukan aku, tapi memang ini kenyataannya. Selain suara marshal yang bagus menurutku lagu marshal seperti kisahku, meratapi kesedihanku, aku terlalu bodoh hingga kini aku masih belum bisa melupakan kejadian 7 bulan yang lalu itu, kejadian yang mampu membuatku menangis karena cinta. Masih teringat jelas saat dia melepaskan tanganku dan berkata “kamu terlalu baik dan sempurna untukku”. Aku benci kata-kata itu, kata-kata yang keluar dari laki-laki bermulut sampah seperti dia. Dia itu laki-laki yang aku cinta, aku puja, aku sayangi segenap hatiku DULU. Ya itu memang dulu sebelum dia memutuskan aku.

Dia fateen mauliq, keturunan turki-palembang yang telah buatku jatuh cinta. Dan dengan katanya yang bilang bahwa aku terlalu baik dan sempurna untuknya, dia menjelma menjadi orang yang paling jahat menurutku selain para koruptor. Well, sekarang buktinya dia telah resmi pacaran dengan sahabatku andini. Sejak mereka resmi pacaran itulah aku menyadari bahwa lirik lagu marshal memang mirip dengan kisahku. Sekarang aku lebih memilih single atau sendiri dulu. Bukan karena tak ada yang mau denganku, tapi karena kupikir untuk mencintai seseorang kembali butuh kesiapan hati, aku hanya tidak mau nantinya hanya akan menyakiti atau hanya pelampiasan kekesalanku saja, lagipula kini aku sedang sibuk menyelesaikan skripsiku.

Aku aqeela latisha, umurku masih 21 tahun dan saat ini aku sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirku itu. Jauh dari orangtua memang membuatku menjadi sangat kesepian setiap harinya, dulu fateen dan andini lah yang menemani hari-hariku. Namun, 7 bulan belakangan ini aku ditemani oleh cahya teman baru kosku yang menjadi anak baru setelah kepergian andini. Awalnya aku sekamar kos dengan andini, tapi karena kejadian 7 hulan yang lalu itu, dia merasa bersalah dan akhirnya memutuskan untuk pindah kos. Hmm.. terkadang aku tak habis pikir dengan andini, berkata sangat bersalah dan menyesal tapi tak kunjung putus juga dengan fateen. Sebel sih, tapi aku yakin tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah untukku.

“kak tisha tau Walfare State?” Tanya cahya.
“hm.. setau aku sih, Negara Kesejahteraan” balasku
“oh.. kak, kenapa sih kakak pindah jurusan? Seharusnya kan nanti jadi sarjana ekonomi bukan sarjana sastra”
“cahya, aku sih cuma mau menjalankan semua aktifitasku dengan hati, sesuai apa yang aku mau, jadi gak ada beban”.

“biasanya kan kak, anak sastra itu cupu, kutubuku” jawab cahya.
“wah.. berarti kamu ngejudge aku cupu sama kutubuku dong ya”
“hehe.. engga kak, kalo kak tisha sih masih bisa dibilang diatas kewajaran anak sastra lah menurutku”

“maksud kamu gimana?”
“ya emang kakak gak sadar yah? Sebenernya banyak yang menguji kakakk loh, tapi sayangnya kakakk gak memperhatikan mereka, sibuk sendiri cari bahan skripsi di perpus”
“hehe masa sih? kakakk itu cuma mau semua yang sempurna buat tugas akhir kakakk”

“bukan karena mantan dan sahabat kakak itu? kakak jadi lebih suka menyendiri di perpus”
“udahlah cahya, aku gak akan selebay itu cuma karena laki laki dan sahabat munafik kaya mereka”

Dear diary
dear, cinta suci itu sebenarnya apa sih?
Menurutku sih, cinta yang saling menjaga namun bukan egois, cinta yang saling ketergantungan namun bukan manja.. bener gak sih dear?
Katanya cinta suci, tapi bias buat orang yang di dalamnya gak suci lagi.

Sat, 8 march 2014

Cinta suci, cinta yang menurutku tidak banyak menuntut, cinta yang terlihat rumit namun sebenarnya sederhana, cinta yang tidak memaksakan kehendak, dan cinta yang menerima kekurangan dan mendukung kelebihan.

Skripsiku selesai dengan perubahan di sana sini yang telah kurampungkan, tinggal bersiap siap untuk sidang dan akhirnya diwisuda. Ingin ku cepat cepat pergi dari kota ini dan pulang ke rumah ibuku, entahlah mungkin karena aku sudah muak dengan andini dan fateen atau apa, yang jelas ketika melihat kampus dan kota ini, aku seperti melihat mereka. Kenangan yang telah tertoreh tak bisa kuhapus secepat aku mengingat kenangan itu.

“.. been all over the world.. done a little bit of everything..”
Lamunanku buyar ketika nada dering hpku berbunyi, di layar terdapat tulisan “Cahya Call” lalu langsung saja aku tekan tombol yess.

“hallo kak tisha”
“iya ya, ada apa?”
“aku tunggu di cafe dekat taman kampus”

“mau apa?”
“ke sini ajaa”
“duuh, males deh”
“please kak tisha” rujuk cahya

“oke deh tunggu ya”
“oke deh kak, aku tunggu”

Cahya itu anak yang baik dan rajin bahkan walaupun dia mualaf dan hanya berdua dengan kakakknya yang bergama islam di keluarganya, tapi untuk masalah beribadah dia cukup diacungi jempol. Dan karena sifatnya yang lucu dan polos yang akhirnya buatku jadi susah untuk menolak ajakannya untuk sekedar jalan yang mendadak seperti ini.

15 menit aku sampai di cafe yang cahya maksud, tak begitu sulit untuk menemukan sosok cahya yang sedikit berbadan besar itu.
“hey kak tisha sini” panggil cahya
Hm.. sepertinya dia tak sendiri, oh benar saja dia bersama laki laki yang cukup tinggi menurutku dan berbadan lumayan putih

“aduhh cape banget, ada apa sih mendadak begini?”
“hehe.. maaf ya kak daripada kakak bete di perpus sendirian” jawab cahya
“enggak tuh, aku gak bete” balasku
“uuupss.. aku lupa kakak kan penunggu perpus yah.. hehe” canda cahya

“waaaah.. enak aja” balasku
“oh iya kak, ini aku kenalin kakak laki lakiku, namanya mas rian”
“oh iya tisha” kuulurkan tanganku untuk berjabat dengan mas rian
“saya rian” balasnya

Selesai berjabat tangan, kemudian ada pelayan cafe yang mengantarkan makanan dan minuman, rupanya mereka telah memesankan makanan dan minuman untukku, jadi aku tak perlu menunggu lagi. Acara makan siang itu tak berhenti sampai disitu, pertemuan dengan mas rian pun berlanjut, 2 kali, 3 kali, bahkan aku pun sudah mulai akrab dengan mas rian bahkan jalan berdua tanpa keikutsertaan cahya, bahkan cahya pun mulai menggosipkan aku berpacaran dengan kakakk laki lakinya itu. Mas rian itu pendiam, namun jika sedang berdua ternyata dia cukup bawel juga dan entah mengapa berada di sampingnya membuatku sangat nyaman.

“semangat ya sidangnya” kata mas rian
“siap mas, tapi grogi juga” kataku
Dengan tanpa ragu mas rian meraih tanganku dan mentap mataku seraya berkata “kamu pasti bisa” dan dia pun tersenyum yang buat hatiku luluh seketika.
“makasih ya mas” balasku dengan tersenyum

Ternyata tanpa sepengetahuan kami, fateen melihat kejadian itu. Setelah sidangku selesai, aku langsung mencari mas rian namun yang aku temui malah fateen yang juga sedang sidang sama sepertiku.

“itu tadi pacar baru kamu?” Tanya fateen
“apa urusan kamu?” jawabku
“aku masih sayang sama kamu”
“aku gak butuh sayang dari orang yang udah aku anggap sampah kaya kamu” aku pun berbalik dan pergi untuk mencari mas rian, sepertinya fateen kesal dan marah dengan sikapku tadi. Tapi kupikir perlakuanku tadi tidak sesakit dengan apa yang dia dan andini perbuat kepadaku.

3 minggu setelah sidang..
Hari wisudaku pun datang. Ayah dan ibuku pun datang dan tak ketinggalan mas rian dan cahya pun aku undang untuk menghadiri wisudaku.
Aku dengan berbalut kebaya biru soft berusaha percaya diri di hari itu, ayah dan ibuku pun nampak begitu bahagia, bahkan cahya nampak terlihat lebih dewasa dengan baju yang dia kenakan dan mas rian terlihat begitu mempesona dengan jas yang membuatnya makin keren.

Setelah acara selesai, kami mampir ke sebuah restoran keluarga untuk merayakan kelulusanku. Dan ku tak sangka di depan keluarga dan cahya, mas rian memberikan sebuah cincin dengan permata yang cantik untukku dan berkata “aku merasa bahagia dengan adanya kamu, dan aku tak tau seburuk apa hidupku jika tak bersama kamu, dan tak ada namamu di hatiku”
Pipiku pun terasa hangat dan kulirik orangtuaku dan cahya mereka tersenyum bahagia.

Aku tak menyangka di balik sifatnya yang pendiam ternyata mas rian adalah orang yang romantis dan sangat perhatian. Terbukti setelah 7 bulan acara wisudaku, aku merasa menjadi wanita yang paling sempurna karena kekasihku mas rian yang buatku sempurna.

Dan akhirnya mas rian yang telah menjadi pengacara dan aku yang sedang menjadi penulis pun akan menikah 3 bulan lagi. Walaupun kesibukan mas rian sebagai pengacara dan juga pengusaha property dan aku yang sedang menulis buku dan juga pengajar bahasa Indonesia di sekolah tingkat atas pun tak menghalangi kami untuk mempersiapkan pesta pernikahan kami. Dan yang tadinya aku membenci kota ini, sekarang aku pun menjadi menikmati sekali kota ini bersama mas rian tentunya.

Cinta tak mengharuskan bersama, namun jika berjauhan akan merasa kehilangan dan jika dekat merasa utuh dan terkadang menjadikan waktu sebagai sesuatu yang jahat karena cepatnya waktu berputar yang mengakibatkan cepat berakhirnya pertemuan

RISEL QUOTES

“… YOURE SO ONE IN A MILLION YOU ARE, BABY YOURE THE BEST I EVER HAD AND I’M CERTAIN THAT.. -ONE IN A MILLION- …”

THE END

Cerpen Karangan: RistaSeleya
Blog: ristaseleya.blogspot.com
IG: @ristaseleya

Cerpen One In A Million merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehadiranmu (Part 1)

Oleh:
Kini aku merasa hidupku ini begitu hampa, hingga aku merasa, rasa ini sulit untuk kujelaskan walaupun kini aku tengah duduknya, bersama sahabatku Nita tapi hati ini tetap merasakan kehampaan

Kedai Coklat

Oleh:
Seperti biasa setiap pagi Lyssa mengantar coklat pesanan pelanggan menggunakan sepedanya. Dengan semangat Lyssa mengayuh sepedanya tak peduli terik matahari menyorot wajahnya. Sesekali ia mengelap dahinya yang bercucuran keringat,

Laki Laki di Tengah Hujan

Oleh:
Masih setengah perjalanan menuju rumah, rintik hujan mulai turun menerpa tubuhku. Hari semakin gelap dan jalanan begitu terasa sepi, mungkin orang-orang enggan untuk keluar dan lebih memilih bermalas-malasan di

30 Last Days

Oleh:
“Kamu divonis mengidap penyakit Kanker Otak stadium akhir, waktumu tersisa 30 hari lagi dan maafkan kami. Selesaikan urusanmu yang ada disini”. Kata-kata itu menghantam jantungku, bagaimana mungkin aku bisa

My Soulmate

Oleh:
Hari itu hujan rintik-rintik, aku senang berjalan kaki di saat hujan. Aku ingin minum cappuccino di cafe yang sering ku singgahi. Sampai di depan cafe aku tercengang melihat laki-laki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *