Oreyn Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 23 December 2016

“Suka?”
“iya rey, gua suka lo. udah lama gua mendam perasaan ini. sakit rey ternyata. gua tau lo mungkin gak suka gua tapi gak papa. gua terima kok” kata Oney padaku.
“ah lo gak lucu ney, gua itu sahabat lu gak mungkin bisa pacaran sama lu. dan lu tau kan gua gak suka sama yang namanya pacaran” balasku dengan nada setengah kecewa setengah bahagia. Sebenarnya aku juga suka padanya. aku cinta dia. hanya saja itu sulit. Oney adalah cowok idamanku. Cowok yang gak pernah nyakitin aku seperti cowok lainnya termasuk ayahku yang sudah pergi bersama wanita lain. 7 tahun aku bersama dia berstatus sahabatan. Mungkin memang prilakunya lebih dari sahabat, tapi aku tak mau berharap lebih karena aku tau bahwa aku hanya boleh berharap pada tuhan.

“Woi kenapa ngelamun sih?” ucapku yang mengagetkan Oney. “Rey, please terima gua ya. gua bakal berusaha buat bahagiain lu. gua gak bakal nyakitin lu kok rey.” ucapnya memelas. belum sempat ku menjawab pertanyaannya, “Udahlah Rey, gua gak mau memberatkan lu. gua tau kok lu gak bakal bisa suka sama gua. lu cuman anggap gua sahabat lu. gak lebih. gua tau itu” kemudian ia berlalu dan aku hanya bisa mematung di depan kelasku menatap tubuhnya yang semampai tinggi dan rambut gondrongnya yang sering aku acak-acak.

“semuanya pasti berubah Ney. gua tau. maafin gua yang gak bisa keluarin isi hati gua yang sebenarnya. gua cinta lu Ney. gua gak bisa jauh-jauh dari lu. gua gak trauma Ney karena ayah gua. gua juga ingin lu jadi milik gua. tapi gua berpikir Ney, gimana nanti seandainya kita putus dan kita gak bisa sahabatan lagi?” ujarku dalam hati. “Brukkkk!!” aku ditabrak sesuatu dan seketika pandanganku blur.

“Reysa, kamu gak papa kan?” ada suara lembut yang terdengar kurang jelas di telingaku. kubuka pelan-pelan mataku. awalnya, pandanganku masih membayang-bayang akhirnya mataku bisa mengumpulkan energi untuk fokus.
“Mama?”
“iya sayang. ini mama. kamu kenapa? tadi Oney membawamu pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini. Ia juga bilang, kalau tadi kamu kena lemparan bola dari lapangan. Oh ya, ini ada surat dari Oney. tadi dia katanya ada urusan makanya gak nungguin kamu siuman.” ucap mama panjang lebar yang aku mengerti hanya Oney memberi aku surat. Ada apa? Apa gara-gara tadi di sekolah ya?

Dear: Reysa Rahardi
Hai Rey, lu tadi kenapa? lemah banget tadi lu. apa gara-gara gua ungkapin prasaan gua ya? maaf ya Rey. gua gak maksud bikin lo sakit.
Lu boleh sedih Ney, lu boleh kecewa, lu boleh marah tapi lu gak boleh NYERAH! semangat Ney! – reysa
itu yang slalu lu bilang sama gua pas gua galau gara gara cewek yang gua curhatin. dan sebenarnya itu lu. gua curhatin lu ke lu Rey. tapi emang dasar lu dodol sih makanya gak peka atau jangan-jangan lu cuman pura-pura gak peka. hehehe
Rey, gua tau lu sayang sama gua. gua tau lu punya prasaan sama gua. tapi kenapa Rey? kenapa tadi lu gak jawab Rey? Gua udah siapin mental buat natap mata lu. mata yang selalu menciutkan nyali gua. tapi tadi gua berhasil Rey.
H-2 kita UN Rey. Putih abu-abu kita selesai. Cita-cita lu untuk kuliah di Singapura sebentar lagi terwujud Rey.
Gua mau ngomong Rey, dengar baik-baik ya cinta:
Gua Oney Soen sayang sama lu. Tapi Rey, gua tau lu gak bisa pacaran. jadi kita gak bakal pacaran kok Rey. gua cuma mau lu gak jauh-jauh dari gua.
Gua sakit Rey waktu lu cerita tentang cowok yang lu suka. Hati gua udah kayak dicincang-cincang Rey. ah gua jadi curhat.
Intinya, nanti jam 7 abis magrib lu harus udah di taman dekat rumah lu ya Rey.

Happy mensive yang ke 7 tahun Reysa. Keep be urself

-Oney Soen-

perlahan air mataku jatuh saling berpacu di antara dua bola mataku. Kertas itu basah. tanpa berpikir panjang aku harus ketemu Oney malam ini. kulirik jam di meja belajarku menunjukan pukul 5.30 sebentar lagi azan. aku langsung mandi dan bersiap-siap. Pakaianku sederhana baju kaos biru dongker kesukaanku dan celana jeans biru kehitaman. Jam 6.30 aku sudah berada di taman itu. aku duduk di tempat biasa aku dan Oney berbagi kisah

“ah lu jahat Ney, sini lu gua bales luu!!”
“sini aja kalau lu berani! gua cium lu” lamunanku buyar seketika, saat ada seseorang duduk di sampingku. Ia memakai baju biru dongker serupa denganku dan celana jeans biru langit.
“Kok ngelamun?” ia memulai bicara setelah beberapa saat taman itu serasa kuburan.
“Ney?”
“iya?”
“Gua juga sayang sama lu” terangku langsung tanpa basa basi
“Iya Rey, gua tau lu sayang gua.Tapi, lu mau dengar penjelasan gua gak?”
“Hmm?” aku menatap matanya yang bulat berwarna coklat muda itu. tampaknya ia sedang memikul segudang masalah. entah apa itu. aku menatapnya lekat-lekat.
“Gua setelah UN akan pergi ke Australia. Gua mau pergi berobat.”
“siapa sakit? lo sakit apa? kenapa harus Australia? itu jauh Ney. lo mau tinggalin gua setelah lu bilang sayang? lu jahat Ney” air mata itu selalu saja hadir saat aku sedih. aku memukul-mukul pelan bahunya dan ia memelukku erat. itu pelukkan yang kesekian kalinya dari Oney. “Rey, gua bilang sayang, karena gua takut gua gak punya waktu buat bilang lagi sama lo. gua takut nanti kita gak ketemu lagi. gua takut perasaan ini nyiksa gua lebih dalam lagi. Reysa lo cewek yang kuat yang gua kenal. Dari dulu gua sayang lo Rey. Sejak 7 tahun yang lalu.” penjelasan dari Oney itu kucerna pelan-pelan. ia mengusap air mataku.
“Lu kenapa ke Australia? Lu sakit apa? Kalau gua kangen gimana? Oney please gua ikut ya. gua kuliah di Australia aja ya. Biar gua bisa sama lo terus. ya Ney?” aku menyerbunya dengan pertanyaan-pertanyaan sekaligus solusi yang menurutku harus kulakukan.
“gua gak papa Rey. Sakit ringan. Lu gak boleh tau hehe. sekali-sekali gua rahasia ya kan?” Godanya yang menurutku gak lucu.
Belum sempatku menjawab ucapannya, tiba-tiba tubuhnya menghempit badanku. Ia pingsan. Aku panik. Aku berteriak sehingga warga-warga menggotongnya menuju rumah sakit.

“Damn!” kata itu yang diucapkan Oney saat ia siuman. Ia berada di kamar pasien saat ia terbangun. Ia benci kenapa penyakitnya harus kambuh ketika sedang bersama Reysa. Bisa-bisa Reysa tahu penyakitnya.
“Ney? kamu udah bangun?” kata-kata yang sudah lama gak Oney dengar.
“Papa? ke..naa.pa pa..pa disini? tanyanya terbata-bata. ia bingung kenapa papanya disini. “Maafkan papa Ney. Papa janji gak bakal ninggalin kamu lagi.”
Tiba-tiba Reysa berdiri di dekat papanya.
“Ney, maafin papa lo ya. gua yakin semuanya bakal berubah Ney. Gua udah tau semuanya. Dan penyakit lo? Kenapa lo gak cerita sama gua? kenapa lo sembunyiin ini semua?” ucap Reysa dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. “Rey, jangan marah ya. gua gak mau lo kepikiran sama gua. gua gak pengen nambah masalah lo. gua cuma mau bikin lo bahagia sama gua.” Oney menggenggam tangan Reysa erat.
“Izinin gua nemenin lu ke Australia ya Ney? Gua udah ajukan ke Pak Suryanto supaya beasiswa ke Singapura ditolak. Gua mau kuliah di Australia aja. Biar bareng lu. dan bisa nemenin lo tiap hari boleh ya?” Oney mengangguk dan tersenyum.

Oney menderita kanker otak stadium 2. Kenyataan yang sangat sulit diterima Reysa. Tetapi ia harus selalu memberi semangat kepada Oney sang pangerannya itu.
Hari ini, Oney akan menjalankan operasi dan kemudian Kemoterapi di rumah sakit terkenal di Australia. Reysa selalu berada di sampingnya membuat Oney selalu percaya bahwa ia akan sembuh dari penyakitnya. meskipun kemungkinannya hanya 25%
“Semangat Ney! Jangan nyerah!” Reysa menyemangatinya saat operasinya akan dijalani.

“Keluarga Oney Soen?” seorang dokter keluar dari ruang operasi setelah 18 jam berlalu. “Iya?” papanya Oney berdiri dan penuh tatapan cemas sekaligus berharap. Reysa juga disana. Matanya sudah mulai menjatuhkan berlian bening itu lagi. “Oney selamat dan ia bisa menjalankan kemoterapinya” itu ucapan dokter yang membuat papa dan Reysa merubah raut wajah mereka.

Reysa sedang berjalan di taman kampusnya. tiba-tiba hpnya berbunyi. Ia mengangkatnya. Lagi-lagi air matanya jatuh membasahi pipinya. Ia berlari menuju rumah sakit tempat dimana Oney menjalankan kemoterapinya.
Disana, ada mama Reysa dan papa Oney. Reysa menangis dan memeluk mamanya. Tiba-tiba
“Reysa Rahadian, will you marry me?” suara yang sudah lama Reysa rindukan. Reysa menghapus air matanya dan menoleh ke arah sumber suara itu. Di depannya, berdiri seorang lelaki tampan, kepalanya botak, memakai jas dan ia tampak sangat bahagia meskipun masih terlihat pucat di wajahnya.
“Oney? tadi mama nelepon, katanya lu?” Oney berlari kecil menghampir Reysa, ia memeluk gadis yang selama ini selalu menjadi penyemangatnya. “Hehe lo takut banget ya kehilangan gua? Eh tapi jawab dulu, lo mau jadi istri gua? Oney berlutut di depan Reysa dan mempersembahkan sebuah cincin emas. Muka Reysa tampak mulai memerah.
“iya gua mau Ney. Mau banget” Oney langsung berdiri dan memeluk Reysa. Dan itu pertama kalinya Oney mengecup kening Reysa

Jika kamu masih mengeluarkan air mata. Berarti kisah hidupmu masih panjang

Cerpen Karangan: Amara Nindya
Facebook: Amara Nindya Achmad Putri
Hai gua Amara. gua sekolah di SMA 1 TANGERANG SELATAN. Ini pertama kali gua kirim cerita gua. Semoga yang baca pada suka yaa heheh.

Cerpen Oreyn Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Mu Bukan Untuk Ku (Part 1)

Oleh:
Kalimat itulah yang selalu ku bisikkan dalam hatiku sepanjang kebersamaan kami. Menikah denganya mungkin adalah kesalahan terbesar dalam kehidupanku. Bagaimana aku bisa tiba-tiba hidup bersamanya, andai saja tidak ada

Facebokku Makcomblangku

Oleh:
Siang itu entah mengapa aku merasakan jenuh sekali di kantor. Bosan tiba-tiba Melanda, tepikir dalam benakku untuk membuka akun facebook milikku, akun yang sudah lama tidak pernah aku buka,

Jika Aku Dan Kamu Sepasang Semut

Oleh:
Malam telah melukiskan rupa. Gelapnya hari telah tergambar beberapa jam lalu, hanya beberapa bintang yang bersinar malam itu. Bulan pun tertutup oleh awan-awan lebat di atas sana. Sekumpulan orang

Cinta Tulus Sabatku Akila

Oleh:
“Akila”, ku lihat dia gadis yang ku panggil namanya dengan lembut sedang serius menatap layar laptop di depannya, oiya perkenalkan namaku Nela, sedikit bangga aku sahabat Akila yang paling

Tetesan Hujan

Oleh:
Seharian ini hujan lebat. Hujan ini menghalangi jalanku menuju rumah Rara. Aku jadi menunda untuk kesana. Padahal aku ingin sekali ke rumah Rara, bukan sekedar mengembalikan bukunya saja. Tetapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *