Perasaan Yang Sama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 March 2018

Awan pekat di langit diprediksikan akan turun hujan. Tapi tidak mengurangi semangat para siswa untuk berangkat ke sekolah. Termasuk Vitto, sohibku dari SMP. Yah, walaupun aku ngakuin dia sebagai sohibku, tetap saja hatiku bilang ‘Aku Suka Vitto’

Sebenarnya kalau selalu dekat Vitto, aku sering sakit hati. Kalau bukan masalah mantannya dia, pacarnya dia, atau calon pacarnya dia. Kalau dia udah punya calon pacar, aku harus rela jadi perantaranya.
Tau kan, gimana rasanya? Nyesek. Tapi tetap saja aku jalani asal bisa sama Vitto. Bahkan aku selalu agresif ke Vitto. Namun akhir-akhir ini aku baru sadar, kalau perasaanku ke Vitto bertepuk sebelah tangan. Aku pun mulai menjauhi Vitto. Awalnya risi. Tapi dengan berlandaskan sakit hati, akhirnya aku bisa sedikit melupakan tentang perasaanku ke Vitto.

Tapi, entah ada angin apa, si Vitto mulai agresif duluan ke aku. Tiba-tiba menggandeng tanganku, merangkul pundakku, bahkan memeluk aku dari belakang. Jujur, sebenarnya aku jadi ilfeel. Tapi tetap aja Vitto orang yang aku suka. Jadi malah bikin aku senang.

Di sinilah kita, berdiri berdampingan di koridor sekolah sambil menatap langit gelap yang hampir tumpah.
“Kayak mau hujan, ya?” Kata Vitto.
“Iya.”
“Tapi kok gak hujan-hujan dari tadi?” Gerutuku sambil memonyong-monyongkan bibir.
“Pssttt…” Tegur Vitto sambil menaruh telunjuk kirinya di depan bibir, dan tangan kanannya menengadah ke langit tanpa melepas matanya dari mataku.

“Hitung, yuk.” Ajak Vitto sambil mengangkat alis. Aku mengangguk dan mulai menghitung.
“Satu…”
“Dua…”
“Tiga, Byur…” Hujan pun turun dan mulai terkumpul di tangan kanan Vitto.
“Tuh kan, hujan.” Seru Vitto dengan senyum kemenangan. Aku yang sibuk menampung hujan tidak menghiraukan ucapannya.
“Ya ampun, aku suka banget sama hujan. Ya, kan?” Aku meminta persetujuan dari Vitto.
“Gak.” Jawab Vitto. Dingin. Membuat aku menoleh
“Kenapa?” Tanyaku yang merasa tidak setuju dengan ucapan Vitto.
“Karena aku lebih suka sama orang yang suka hujan daripada hujannya.” Jawab Vitto yang masih menampung tetesan hujan dengan tangan kanannya. Aku mengerutkan dahi tak mengerti mendengar jawaban dari Vitto.
“Maksudnya?”
“Ya, aku suka sama orang yang suka hujan. Dan orang itu kamu.” Jawab Vitto sambil tersenyum menatapku. Aku tersipu.
“Gak salah?” Tanyaku sambil menahan senyum.
“Gak kok. Aku sadar kalau aku suka sama kamu, Aya. Propylaea Attena, maukah kamu menjadi kekasihku?” Ucap Vitto sambil menggenggam tangan kananku dengan tangan kirinya dan tangan kanannya masih menampung air hujan yang sudah tumpah-tumpah.

Kecanggungan mulai merayapi aku. Aku berusaha melepaskan tanganku dari genggaman Vitto. Karena puluhan pasang mata sedang memperhatikan.
“Vitto, lepas.” Paksaku sambil berusaha melepaskan tanganku.
“Kenapa sih?” Tanya Vitto yang masih menggenggam tanganku.
“Banyak yang liat, tuh. Lepasin.”
“Biar aja, aku gak mau lepasin sebelum kamu nerima aku.” Jawab Vitto sambil mengeratkan genggamannya.
“Kamu itu kenapa sih, Vitto? Kamu kira, kamu keren kalau begini? Kamu kira aku terkesan sama perlakuanmu? Kamu kira aku mau samakamu?” Bentakku yang sudah tidak sabar. Ternyata, bentakanku membuat Vitto melonggarkan genggamannya. Memberiku peluang untuk lepas dari genggamannya.

“Jadi, kamu nggak terima aku?” Tanya Vitto dengan ekspresi bingung.
“Nggak!”
“Apa? Kamu menolakku sungguhan?”
“Kamu ingat? Di dalam ilmu matematika, kalau negatif dikali negatif hasilnya positif. Kamu ngerti, kan?” Tanyaku yang langsung membalikkan badan. Aku yakin, Vitto pasti sedang memikirkan teka-teki dariku.

Tak lama kemudian aku mendengar teriakan dari Vitto. “Yay… Aku diterima… Aku diterima…” Teriaknya. Dengan gerakan cepat, Vitto memutarku dan memelukku.
“Makasih Aya… Makasih…”

END

Cerpen Karangan: Lailatul Camalia
Facebook: Layl Vanquisher

Cerpen Perasaan Yang Sama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bakpao (Part 1)

Oleh:
“Dia nerima lamaran gue, Va.” Haiva diam. Terpukul. “Kasih selamat dong buat kakak lo ini.” “Selamat ya Kang.” Kang, begitu panggilan Haiva kepada laki-laki bernama Arya itu. Mereka memang

Kisah Baru

Oleh:
Ini merupakan gelas keempat berisi teh hangat yang ia pesan semenjak tiga jam yang lalu. Nina bahkan tidak peduli pada punggungnya yang terasa pegal ataupun perutnya yang sudah terasa

Mencari Cinta Saat MPLS

Oleh:
Senang sekali rasanya bisa naik kelas dengan hasil yang cukup memuaskan. Aku naik ke kelas sembilan sebagai peringkat pertama di kelas 8B. Aku berhasil mengalahkan saingan beratku yang bernama

Asnita

Oleh:
Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu demi buku-bukuku. Buku-buku yang yang tak akan pernah meninggalkanku sendirian, walau dalam diam. Kau terlihat sibuk dengan kawan-kawan sekamarmu itu hingga kau lupa padaku.

Salah Paham

Oleh:
“Apa? Lo jadian sama Rival?”, suara Ribkha membuat semua pengunjung menoleh ke kami berdua. Kami hanya bisa cengar cengir melihat seluruh mata yang menoleh ke kami. Memang dasar deh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *