Puisi Jatuh Cinta (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

Armo memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengambil secarik kertas yang sudah lusuh, tak terhitung angka, berapa kali dia membuka lipatan kertas itu, membacanya dan melipatnya kembali, dan itu dilakukannya setiap saat ketika mengingat Andini.

Pelan-pelan Armo membuka lipatan kertas di tangannya itu, dia tersenyum sebentar kemudian membaca puisi itu dalam hati.

Di pulau kecil bernama jatuh cinta
Aku terdampar dan aku tidak mengerti
Kenapa aku rindu, kenapa aku sakit, kenapa aku sepi

Aku tertutup kabut diantara terik cinta
Aku mencari kata dalam temaram mataku, mengiaskan perasaanku

Aku di pulau kecil yang kusebut jatuh cinta
Di tengah samudera rindu di pinggiran sana, aku menepuk bayang
Dan bayang itu menepuk bayang lain

Aku takut, di pulau kecil bernama jatuh cinta.
Aku terhimpit saat rasa ini sia-sia

Armo mendekap erat kertas itu di dadanya, andai saja ini Andini, dia pasti akan sangat bahagia. Seperti seorang kekasih, dengan mesra Armo mengecup kertas itu, mungkin kerinduan yang dideritanya membuatnya tidak waras lagi.

Angin kencang datang secara tiba-tiba dan menghembuskan kertas itu hingga terlepas dari tangan Armo tanpa sempat dia menangkapnya lagi, angin kencang menerbangkan puisi itu di atas air, Armo buru-buru mengejarnya, tak dihiraukan sepatu dan celananya basah. Angin terus membawa kertas itu semakin ke tengah dan akhirnya jatuh di atas air dan tenggelam di sapu ombak. Armo yang sudah setengah badan memasuki laut, menghentikan langkahnya. Hatinya begitu hancur menyadari kenyataan bahwa dia tidak bisa menyelamatkan puisi itu.

“Armo!” Jerit seseorang mengagetkan Armo, cepat-cepat dia menoleh ke asal datangnya suara itu. Seperti tidak percaya akan penglihatanya, Armo beberapa kali mengerjapkan mata. “Armo! Apa yang kamu lakukan? Kamu mau bunuh diri?” Jerit seseorang itu lagi, sambil tergopoh-gopoh menghampiri Armo. “Iya! Aku mau bunuh diri!” Jawab Armo berbohong. “Kumohon jangan Armo… untuk apa kamu bunuh diri?” “Kusangka kamu tidak akan kembali, Andini” kata Armo sambil keluar dari air dan berjalan menghampiri gadis yang dicintainya itu. “Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, jika terjadi sesuatu padamu, Armo” kata Andini.

“Tidak, aku tidak akan bunuh diri, Andini. Aku tadi hanya mengejar kertas puisimu yang terbawa angin…” kata Armo menjelaskan. “Kamu masih menyimpannya?” Tanya Andini, kaget. “Sekarang tidak lagi…” jawab Armo dengan wajah sedih. “Sudahlah… tidak apa-apa, kamu apa kabar?” Tanya Andini lagi. “Aku baik-baik saja…” jawab Armo, sambil menuntun Andini, duduk di batu karang.

“Akhirnya kamu pulang, bagaimana kuliahmu di sana?” Tanya Armo sambil melepas sepatunya yang basah dan ikut duduk di samping Andini. “Baik… kamu sendiri?” Kata Andini, balik bertanya. “Apanya?”. “Kuliahmu?”. “Aku belum wisuda… mungkin barangkali kamu bisa membantuku membuat skripsi…” jawab Armo. “Pasti!”. “Aku hanya bergurau”.

“Tadi kamu sebegitu khawatirnya aku mau bunuh diri, ada apa?” Tanya Armo. “Tentu saja aku khawatir, kamu kan sahabatku…” kata Andini tersenyum. “Hanya itu, tidak lebih?” Tanya Armo lagi. Andini menatap Armo sambil tersenyum, “Aku takut kehilangan kamu lagi” katanya kemudian.

“Apakah aku sudah pernah mengatakan cinta padamu?” Tanya Armo. Andini menggeleng pelan. “Aku cinta kamu…” bisik Armo kemudian. “Aku juga cinta kamu” kata Andini, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Armo. Armo merangkul pundak Andini, dibelainya rambut gadis itu dan dikecupnya dengan sayang. “Andai saja dulu aku tidak egois… dan berani mengatakan cinta padamu, mungkin jalan ceritanya berbeda” kata Armo kemudian. “Tuhan punya rencana lain…” kata Andini.

Dan sekarang, akhir yang bahagia itu terus berlanjut hingga buku nikah menjadi patri cinta mereka, dan mereka berjanji… seperti alunan lagu.

Baby I’ll be your friends…
My love will never and…
Till deat do us part…

Sampai maut memisahkan kita..

Cerpen Karangan: Hendrik Khoirul
Facebook: Hendrik Ka-Em

Cerpen Puisi Jatuh Cinta (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lubang Kecil Kita

Oleh:
“aku nggak akan membiarkan diriku sendiri masuk ke dalam lubang yang sama, yaitu kamu” ya, hanya itu yang bisa aku katakan pada diriku sendiri saat mendengar nama itu kembali

Melodi

Oleh:
“Fel, ini ada berkas yang harus lo tandatanganin, soalnya tinggal lo aja yang belom tanda tangan,” jelas Bram seraya ia menyerahkan map berwarna biru. “Ah ya, satu lagi hari

Raflesia Mekar di Losari (Part 2)

Oleh:
Minggu siang itu ilham seperti biasa datang ke acara rapat organisasi yang ia ikuti di kampusnya, memang akhir-akhir ini ilham jarang datang ke acara tersebut, disamping disibukkan dengan tugas

Hujan Di Pagi Hari

Oleh:
Ku buka mataku yang sembab karena menangis semalaman, aku tak pernah membayangkan akan begini akhir sebuah hubungan yang sudah terjalin selama 6 tahun berakhir karena sebuah pertengkaran yang tak

I Love You

Oleh:
Sungguh Aku tak menyangka kejadian ini akan terjadi padaku, aku terpukul, aku ingin lari aku ingin berontak aku merasa tidak diinginkan, aku tidak menyangka kebahagiaan itu hanya terjadi selama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *