Puisiku Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 16 June 2016

Hari libur adalah waktu yang tepat untuk bersantai. Seperti biasa, hari ini waktunya Mila dan Daffa menghabiskan waktu bersama. Dan layaknya sepasang kekasih pada umumnya, mereka menghabiskan waktu di sebuah cafe untuk makan dan berbincang bincang atau lebih tepatnya, menemani daffa yang asik menulis.

Ya… mereka memang berbeda dengan pasangan lainnya. Sifat daffa yang cuek dan mempunyai hobi menulis, membuat Mila merasa bahwa daffa tak pernah ada waktu untuk dirinya. Mungkin Daffa memang ada di sampingnya, tapi rasanya daffa berada jauh di seberang sana. Daffa selalu saja terpaku dengan laptop maupun buku-bukunya.
“Kayaknya gue percuma deh, jadi pacar lu?” Ujar Mila.
Akan tetapi, mata daffa tetap saja tidak beranjak dari buku-bukunya, dan hal itu membuat Mila jengkel dengan pacarnya itu.
“Gue kayaknya mendingan jadi temen lu deh, daripada jadi pacar lu.”
“Maksudnya, lu nyesel jadi pacar gue?” Tangkas Daffa dengan muka sinisnya. “Loh… siapa yabg nyesel, gue cuma sebel kalau lu gak pernah perhatian sama gue.” Ujar Mila membantah.
“Sorry, tapi menulis itu hobi gue.” Ujarnya sewot
“Huuh… susah ya… kalau punya pacar yang HOBI MENULIS.” Sindir Mila.
“Daf! Lu dengerin gue gak sih?” Tanya Mila jengkel.
“Hem…” Jawab Daffa sembari fokus dengan laptopnya.
“Eh…daf, lu mau pesen apa?” Tanya Mila ketika pelayan memberi menu kepada mereka. “Kayaknya gue gak pesen deh, gue udah kenyang”
“Loh… terus kita ngapain di sini kalau lu gak makan?” Tanya Milacheran.
“Udah… lu aja.” Ujar Daffa santai.
“Hmm… btw, abis ini kita ke taman ya…” Ujar Daffa semangat
“Ngapain?”
“Biasa…” Jawab Daffa.

“Lu tau gak sih, apa yang gue suka dari tempat kaya gini?” Tanya Daffa
Mendengar pertanyaan tersebut, Mila hanya menggelengkan kepala, tanda bahwa ia tak mengerti apa yang daffa maksud.
“Alam itu selalu membawa energi positif, bagi para penikmatnya. Dan bagi gue, mereka adalah inspirasi gue dalam menulis. Setiap detail alam, bisa jadi rangkaian kata indah dalam puisi gue.” Ujar Daffa menjelaskan. “Iya sih… alam itu emang indah.” Tampal Mila
Dan entah apa yang ada di pikirannya, tiba-tiba Mila melangkah pergi meniggalkan Daffa. Sontak hal itu membuat daffa langsung meraih tangan Mila.
“Lu mau kemana?” Tanya daffa heran.
Namun tanpa memperdulikan pertanyaan Daffa, Mila melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan pacarnya itu.

“Loh… Mil? Kok lu tumben kesini?” Tanya Daffa heran.
Ya… memang tak biasanya Mila datang untuk menemui Daffa di tempat dimana ia sering menulis puisi. Lebih tepatnya, seperti paviliun kecil dimana setiap dindingnya dipenuhi oleh kumpulan puisinya.
“Daf, sebenernya lu niat gak sih, pacaran sama gue?”
Mendengar pertanyaan Mila tersebut, Daffa hanya bisa menarik nafas panjang dan mencoba menjawab pertanyaan Mila tersebut.
“Mil gue tau, dan gue sadar. Mungkin gue bukan pacar yang selalu ada di samping lu. Atau mungkin, gue gak selalu bisa buat lu senang. Tapi gue janji, gue akan selalu ada di setiap duka lu. Dan lu harus percaya itu.” Jawab Daffa menjelaskan
Saat Daffa menjawab pertanyaan pacarnya itu, seketika mata Mila terfokus dengan buku tabak berwarna merah muda yabg berada tepat di sebelahnya. Lantas, ia langsung menghampiri meja tersebut dan mulai membuka buku tersebut.
“Daf, ini puisinya buat gue?” Tanya Mila setelah membuka buku tersebut.
“Iya…” Jawab Daffa sambil mengangguk. “Seperti yang gue bilang, gue mungkin gak selalu bisa buat lu senang. Tapi lu harus percaya, gue akan selalu ada di setiap duka lu. Dan gue harap, puisi-puisi ini bisa mengobati semua luka lu.
“Jadi… selama ini lu nulis puisi buat gue?”
“Iya. Setiap hari, setiap waktu. Gue selalu berusaha merangkai kata-kata di puisi ini. Dan ini semua buat lu.” Jelas Daffa.
“Tapi, gue bingung deh daf, kenapa lu gak bilang langsung aja?” Tanya Mila
“Hufft… gue juga gak tau kenapa? Tapi yang pasti, gue harap lu suka sama puisi yang gue buat. Karena mungkin cuma dengan puisi gue bisa mencintai lu”.
“Makasih Daf!” Ujar Mila sambil tersipu malu.

THE END

Cerpen Karangan: Elgiva F.Nabila
Blog: florettanabila.blogspot.com
Nama: Elgiva F.Nabila
Domisili: Cibubur, Jakarta Timur
Ask.fm: elgivafn
Twitter: @GivaNabila

Cerpen Puisiku Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penantian Terakhir

Oleh:
Wita itulah panggilanku di sekolah baruku, hari pertama sekolah sama seperti sekolah-sekolah lainnya tak lain dan tak bukan pasti perkenalan lalu pemilihan ketua kelas, tapi beda denganku tak seperti

My First Love is Erica (Part 1)

Oleh:
Pagi datang, lonceng gereja di samping rumah Adrian berdentang begitu keras dan membangunkannya tepat jam 6 pagi, tidak bisa dipungkiri kalau dia terganggu dengan lonceng itu, namun hal itu

Mia to Seung Jo (Part 3)

Oleh:
“Om-Tante, saya mau minta ijin untuk membawa Mia ke tempat yang lebih tenang. Agar kondisinya lebih stabil.” Ucap Seung Jo pada orangtua Mia. Saat ini ia tengah bertamu di

Aku Rindu

Oleh:
Terima kasih atas janji yang selalu kau tepati untuk selalu pulang dengan keadaan baik-baik saja. Terima kasih atas senyum yang selalu kau perlihatkan saat kepulanganmu itu. Aku selalu menyukai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *