Rasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 June 2014

Ketika itu, ia berada di ujung jalan yang berbeda denganku. Kita belum saling mengenal. Kita tak saling menyapa. Dari jauh kupandanginya dengan tatapan sinis karena gayanya yang sombong. Sombong sekali dia. Kupikir dengan satu kelas denganmu, aku tak akan pernah mengenalmu. Aku tidak ingin berteman denganmu tepatnya. Tetapi kala masalah menimpaku pada waktu itu, kau tiba-tiba datang dengan rengkuhan sayapmu. Bukan kasihan, tetapi memberi kehangatan. Aku tak tahu sejak kapan aku mulai bersua denganmu hingga pertama kali aku menatapmu, aku merasa dua tiga kupu-kupu terbang di perutku. Jumlahnya pun kurasakan semakin bertambah setiap aku datang dan melangkahkan kakiku di koridor yang masih sepi. What’s wrong with me?

Memasuki ruang sepi yang kurasa belum ada tanda-tanda kehidupannya, sesekali aku bersenandung kecil. Dan yang kulihat pagi itu adalah kau. Tubuhmu melenggang bebas terlelap pada satu set meja dan kursi kayu yang bisa disebut sudah kau rekrut menjadi teman yang menemanimu pagi itu. “Assalamualaikum”, salamku pagi itu. Tak ada suara yang menyahut. Kulihat kau tak bergerak dari peraduanmu hingga kuletakkan tas ransel di bangkuku. Rupanya kau benar-benar tidur. Sejak hari dimana aku datang dan melihatmu terlelap, sejak hari dimana kita mulai berbicara walau hanya sepatah dua patah kata, sejak dimana aku menatap sorot matamu yang hangat, aku merasakan ada perasaan sesak yang entah kenapa ingin menyembul keluar dari dadaku.

Cinta pada pandangan pertama. Ah itu nggak mungkin. Masalah-masalah seolah bersembunyi sejak kehadiranmu. Sejak saat itu pulalah kau menjadi orang yang secara tak sadar mempunyai bagian sebagai “pendengar” dari cerita-cerita yang tak kubagi dengan orang lain. Bersedih, sesuatu yang mulai luput dari pandanganku. Apa mungkin ini…

From : 0896********
Message : Hai! Niko ya? Aku Chrissy, teman sekelasmu yang baru. Cuma mau usul sih, gimana kalo buat yel-yel kelas pake lagunya Hot Chelle Rae yang baru? Tinggal dicocokin sama kalimat yel-yel yang udah dibuat anak-anak aja. Itu usulku aja sih..

2 menit… 5 menit… 11 menit…
From : Niko
Message : Hai Crissy, salam kenal ya! Oh lagu itu ya… Good idea! Aku setuju sih, coba besok aku bilangin ke anak-anak deh ya.. By the way, kamu yang duduk dimana ya? Soalnya aku belum hafal hehe

From : Crissy
Message : Nanti juga tahu sendiri kok hehe oke deh, thanks ya! Sampai ketemu besok di sekolah..

From : Niko
Message : Oke deh.. Kalo ketemu, nyapao yaa..

YOU GOT ME AT HI
Mungkin bisa dibilang gila. Aku yang tadinya membencimu karena aku pikir kau anak yang sombong ternyata bisa menerima saran orang lain dan… Hey! Kenapa kau cepat sekali akrab dengan yang lain? Apa itu memang sifatmu? Ternyata, kau anak yang ramah ya… Seperti cinta monyet, maybe. Aku diam-diam selalu memperhatikanmu.
“Hai! Crissy kan? Haha sekelas sih, ya ngga susah nyari kamu. Thanks buat sarannya ya, anak anak setuju kok. Kayaknya kamu jago deh sama yang beginian”, sapanya pertama kali kepadaku. “Gotcha! You got me! Haha sip deh, ngga masalah. Jangan bikin besar kepala deh..” jawabku. Kami tertawa.
Entah sejak kapan, setelah hari dimana kau menyapaku, kita sering berkomunikasi lewat pesan singkat. Hanya sekedar menanyakan kabar atau kata standard yang biasa ditanyakan saat ber-SMS “udah makan?”, sampai bercerita tentang hal-hal menarik lainnya dan saling membantu mengatasi masalah yang masing-masing alami. Dia menarik.

Bosen banget dirumah.. Wanna go out but… Eh, smsan aja sama Niko. Batinku.
To : Niko
Message : Hai Nik, lagi apa? Sibuk? Bosen nih… libur sekolah malah bosen di rumah hahaha

Message sent…
1 message from Crissy… Reply? Yes.
From : Niko
Message : Bosen? Sama -..- Sibuk? Sibuk mantengin youtube sampe bosen yang iya.. Emang ngga hangout bareng temen-temenmu? Aku rasa kamu udah akrab juga sama anak-anak di kelas.

From : Chrissy
Message : Yeee bukannya malah seneng bisa mantengin youtube tanpa harus nunggu buffering, ini sih malah bosen -,- aneh! Pada ngga bisa semua diajakin main..

From : Niko
Message : Hahaha kasihan banget nih anak yaa.. Yuk sama aku aja, sama-sama bosen ini -..-

From : Chrissy
Message : Ha? Ngga salah pak? Ngajak main? Hahaha emang mau kemana coba, Jum’at nih paaak..

Niko : Emang salah ya? Habis sholat Jum’at juga bisa kali buuu… Lebay amat dah -..- Makan kek, ngegame kek, bioskop kek atau apalah yang ngga bikin bosen. Terserah kamu, pokoknya aku tinggal jemput.

Chrissy : Ah.. Bioskop!! Nonton Cherybelle aja!! Pengen tau aktingnya Cherrybelle gimanaaa… Ya ya yaaa???

Niko : What the! Ngga salah? Emoh ah.. Maleeesss… Ngga sukaaa… Lagian tuh ya, kalo ke bioskop mending nonton film barat, kalo film indo mah ntar juga cepet keluarnya di TV.

Chrissy : Ayolaaah.. Katanya terserah aku. Sekali ini aja, jarang-jarang ini kan tiba-tiba ke bioskop bareng hahaha

Niko : Iya deh serah seraaahh… Aku jemput habis sholat Jum’at. Oh ya, rumahmu dimana?

Chrissy : Yaayy!!! Jl. Diponegoro 25A yap, nanti kalo ngga nemu, sms aja bro! Thanks yaaa

Niko : No problemo! Iya kriwul..

Kunci motor ketinggalan, ditinggal sendirian di bioskop, ketemu orang yang dikenal sampai sekedar ngobrol-ngobrol di sebuah tempat kongkow pun ada pada satu hari itu. Kesan angkuh, sombong, tidak peduli pun seakan pudar. Tergantikan oleh menarik, menyenangkan, baik, ramah dan humoris. Satu peraduan memang, tapi seakan saling merindukan. Perasaanku saja atau memang ia juga merasa seperti itu? Entah seperti apa selama ini, kita pun semakin akrab dan dekat. Kita pun tidak menyadari itu karena mungkin merasa seperti semua berjalan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Sering bersama, sering membicarakan hal-hal yang menarik, mempunyai beberapa hobi yang sama hingga membantu menyelesaikan masalah bersama. Yang paling aku ingat adalah ketika pergi bersama untuk mengajariku yang masih memulai basic belajar fotografi – Foto Bokeh lah yang pertama kali dia ajarkan kepadaku. Hal kedua setelah itu adalah kebiasaanmu memberitahukan lagu yang menurutmu bagus kepadaku untuk aku dengarkan pada saat itu juga dan anehnya apapun lagu yang kau berikan selalu terasa menarik untukku.

Suatu ketika…
“Ayo ngecover lagu ini, Nik! Enak nih… keren kayaknya ya walaupun suaraku ngga bagus bagus amat sih.. kan ntar duet juga hahaha”, candaku. “Ayo! Siapa tahu bisa dapet viewers banyak! Wohooo!!! Hafalin loh! Nih aku kasih lagunya.” Jawabnya. “Heeeyy bercandaaa… Malu kali. Lagian ini suara juga pas-pasan.” Tukasku. “Waktu kapan itu aku pernah denger kamu nyanyi walaupun samar-samar, enak deh.. Makanya duet itu ya biar nggak malu, kriwul..” Jawabnya sambil mengacak rambutku. “Heeeyy!!! Berantakan tauuu!! Ngga ah.. Dan, jangan panggil kriwul -,-” Jawabku. “Katanya mau belajar piano… Kalo kamu hafal lagu ini, terus mau ngecover berdua ya bakalan aku ajarin main piano walaupun aku ngga jago-jago amat..” Tawarnya. “Tuh kan… keluar deh baiknya kalo udah kayak gini. Selalu tahu gimana caranya ngebujuk biar mau. Okelah kalo gitu, ntar kalo aku udah hafal, aku kabarin.” Kataku pada akhirnya. “Nah!! Susah banget buat bilang iya, harus diiming-iming pula hahahaha dasar kriwul.” Ejeknya. “Heeey!!! Berhenti panggil kriwul!!” Balasku. Masa kecil. Ya, seperti kembali ke masa kecil yang sudah lewat beberapa tahun yang lalu, aku dan kau berkejaran di depan rumahmu untuk memukul atau juga mencubitmu ditemani oleh senja yang terbentang saat itu. Dia.

Pukul 23.07, Sabtu malam, hampir menjelang pergantian hari. Siapa sih telfon jam segini? Dikiranya KFC yang bisa delivery order 24 jam apa ya… Runtukku. “Hallo? Ada apa? Ngantuk nih… Telfonnya besok pagi aja..” Jawabku sambil menguap tanpa tahu siapa yang menelefon. “Kriwuuull, besok pagi CFD yuk… sekalian sarapan ke Pasar Minggu. Besok aku jemput jam setengah 6. Aku ajak Tere juga nih. Jangan lupa bangun pagi. Oh iya, mandi! Daaaa Assalamualaikuuum…” “Haaaaa??? Heeeyy…” Terlambat aku menjawabnya, telfon dari Niko sudah mati. Ini anak kesambet apaan sih ngajaknya mendadak gini. Apa oleh buat. Langsung aku pasang alarm untuk bangun pagi besok pagi. Sebenarnya, pantang untukku bangun pagi di hari Minggu, tapi ini karena permintaan Niko yang sudah sering mau aku repoti dengan hal-hal lain. Masih ada waktu sekitar 5 jam lebih untukku mengambil jatah tidurku yang sedikit terganggu oleh zombie di malam hari tadi. Kutarik selimutku dan kembali tidur dengan nyenyaknya.

Mampus! Telat! Pantes keganggu sama suara motornya Niko. Aku longokkan kepalaku untuk menyapanya. “Hai Nik, sorry telat bangun.. Belum mandi pula. Hehehe bentar yaaa..” Sapaku yang sebelum dijawab oleh Niko, aku sudah terlebih dahulu ngeloyor ke kamar mandi. “Dasar kriwul!!!” samar-samar kudengar ia meneriakiku.
“Cieee yang bentar lagi ulang tahun.. Mentang-mentang ulang tahun aja tadi telat bangun. Bilang aja kalo sengaja~” Seru Niko. “Hey beneran ngga sengaja kaleee… Sorry deh” Jawabku. “Hahaha santai bro, bercanda juga kok. Yuk lari!!” Ajaknya. “Ngga ah capeeekk.. udah kurus nih, kalo lari ntar tambah kurus akunya.” Seruku. “Ya udah deh Nik, sama aku aja. Daritadi dicuekin mulu, kalian udah berasa dunia milik berdua apa ya? Yuk!” Ajak Tere yang sedari tadi seperti patung bagiku. Hahaha…

Sekitar dua setengah putaran, Niko dan Tere berhenti berlari dan menuju ke arahku setelah mereka mulai merasakan…. Lapar. Akhirnya kami pun makan di sekitar Pasar Minggu. “Nik, jadi bawa DSLR 2 nih buat apa?” Kataku membuka percakapan. “Tadi aku bawa 1, terus kakakku bawa satu, karena kakakku mau pergi sama pacarnya yaaa akhirnya dititipin ke aku deh” Jawabnya. Aku hanya menjawab dengan menunjukkan bibirku dengan bentuk huruf O. “Yuk capcus pulang… Thanks ya udah pada nemenin buat lari pagi.” Kata Tere. “Loh eh? Jadi ini ngajak aku buat nemenin Tere?” Kataku kaget. “Iya hehehe sorry mameeen..” Niko nyengir. Aku mengurungkan niatku yang tadinya ingin marah karena tiba-tiba timbul ide cemerlang. “Sebagai gantinya karena udah ngisengin, ayo ke Batu.” Kataku dengan berbisik. Tanpa pikir panjang, Niko mengiyakan permintaanku yang juga tiba-tiba. “Langsung cus, jangan bilang-bilang Tere. Sttt…” Bisik Niko. “Aku denger heeey… Dasar kalian! Iya-iya tahu kok yang udah deket, Ya udah sana-sana pergi berdua aja sana.. Nggak papa ngga papa dan apa-apa. Halaahh..” Tanpa disadari ternyata Tere mendengar omonganku dengan Niko. Kami hanya nyengir dan bilang “Sorry” kepada Tere dan Tere pun tidak marah. “Cepet jadian deh kalian hahaha” Teriak Tere setelah dirasanya sudah agak jauh berjalan deganku dan Niko. “Hey! Apaan sih Reee” Teriakku juga, yang di sebelahku hanya tertawa.

Ternyata yang tadinya aku kira dengan menenteng 2 DSLR ini tidak akan ada gunanya, Niko yang – secara tidak resmi – sudah aku rekrut menjadi guru fotografiku mengajariku fotografi di waktu yang lumayan singkat. “Freeze!” “Nah!” “Kurang.” “Coba lagi” Beberapa kata-kata yang aku ingat saat dia mengajariku teknik lain tentang fotografi. Semakin menyukainya.

Waktu pun terasa sangat singkat saat aku menyadari hari sudah mulai sore dan sangat singkat untukku bersamanya. Mungkin memang seperti itu perasaan jika bersama orang yang kita sayangi, selama apa kita bersamanya rasanya adalah sesingkat mengedipkan mata. Mungkin terdengar berlebihan, tetapi coba pikirkan apa itu benar?

Mungkin sudah sekitar 5 bulan aku dekat dengan Niko. Sudah merasa sangat nyaman tepatnya. Entahlah apa dia juga merasa seperti itu. Bahkan teman-teman juga merasa bahwa aku memiliki hubungan khusus dengan Niko.

Niko kemana ya? Jadi nganterin pulang ngga ya? Batinku. Kusapukan pandanganku ke sekelilingku. Mencari dimana sosok yang aku cari. Ya, sudah beberapa kali setelah kejadian bioskop waktu itu ia sering menawarkan diri untuk mengantarku sekolah ataupun pulang ke rumah – tapi tak selalu. Ah itu dia sedang berbicara dengan temannya kurasa. Aku langkahkan kakiku menghampirinya yang tidak sadar akan kehadiranku.
“… Udah lama loh Nik, ngga ditembak-tembak juga?” Samar-samar aku dengar temannya berbicara – yang aku rasa – sedang membicarakanku. Aku yang tadinya sudah lumayan dekat untuk menyapanya akhirnya mengurungkan niatku dan duduk di salah satu bangku yang tidak jauh dari Niko dan temannya. Mungkin karena aku memakai jaket Hoodie sehingga mereka tidak menyadari bahwa aku ada disitu. “Ngga lah.. takutnya ntar sama kayak yang waktu itu. Paling juga banyak berantemnya, ngambek dan ini itu lah. Cinta tuh bisa kadaluarsa.” Deg. Rasanya hatiku hancur berkeping-keping mendengarnya. Yang aku kira selama ini apa yang aku lalui dengannya juga berarti untuknya ternyata aku salah. Semua hanya biasa baginya… “Masih percaya sama teorimu itu ternyata?” Tanya temannya yang berjaket merah. “Ya… Lumayan sih.. Udah ah, aku pulang dulu ya, kayaknya juga udah ditunggu sama Chrissy” Tidak berapa lama setelah berkata begitu aku sudah di hadapannya dengan berkata “Hai!” Niko tampak sedikit terkejut. “Chris…sy…” Ucapnya agak terbata. “Yuk pulang.. Aku tunggu di depan ya.” Kataku dengan wajah yang melihat ke arah lain seraya berjalan menjauh darinya. “Tapi Chrissy…”

Di perjalanan pulang aku dan dia tak saling bicara seperti biasanya, tak berbicara panjang lebar tentang hal-hal yang penting sampai yang tidak penting, tak saling melontarkan berbagai macam humor, tak bersenandug kecil bersama atau benyanyi di tengah hiruk pikuk dengan lantangnya. Diam. Sampai di depan rumahku pun aku turun dari motornya dan hanya mengucapkan “makasih” sambil berlalu ke dalam rumah. Kenapa sih kamu, Chriss…
Malamnya, Niko mengirimiku pesan singkat…

From : Niko
Message : Hai, Chriss…

Aku tidak menghiraukannya. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri yang dengan susah payah mencerna obrolan singkat yang aku dengar tadi sore ketika untuk kedua kalinya Niko mengirimiku pesan lagi.

From : Niko
Message : Chrissy.. Kamu dengar obrolanku tadi dengan mereka? Aku harap kamu ngga memikirkan hal-hal yang aneh karena itu. Karena dulu… Ya kamu sudah beberapa kali mendengar ceritaku kan… Aku sudah banyak mengalami cinta yang bermacam-macam dan gagal dan karena itu aku sampai beranggapan bahwa cinta itu bisa kadaluarsa.

Apa? Apa katanya? Cinta bisa kadaluarsa?

From : Chrissy
Message : Kamu tuh yang aneh! Cinta bisa kadaluarsa? Terus?

From : Niko
Message : iya.. Sorry.. Ya ngga ada terusannya. Ya intinya gitu..

Aku hanya melihat pesan itu dan tak membalasnya. Entahlah kenapa seperti ini. Chrissy.. Let it be.. Kataku dalam hati. Setelah beberapa saat, hanya hening yang menemaniku hingga aku tertidur.

Di sisi lain, Niko yang ditemani dengan Nerf gun warna orangenya pun terlihat memikirkan sesuatu sampai pada akhirnya tertidur dan… “Edgaaaarrr.. Ngapain sih? Malem-malem gini ke kamar abang ambil bawa lampu teplok gitu..” Kata Niko kepada adik laki-lakinya. “Aku ngga bisa tidur bang…” Jawab Edgar. “Kenapa Gar? Takut?” “Aku amnesia bang..” “Insomnia kali Gar..” “Ya itu deh bang..” “Hahaha anak kecil bisa insomnia juga ya? Insomnia kenapa Gar?” “Aku lagi jatuh cinta bang.. Yasmin namanya..” “Jatuh cinta? Hahaha cinta monyet kali Gar.. Ada-ada aja” “Aku ngga cinta monyet bang! Aku jatuh cinta sama Yasmin” “Ya.. ya maksud abang bukan cinta sama monyet Gar. Tapi cinta-cinta kayak anak kecil, Cinta tuh kayak mainan gitu.” “Bang… Gimana ya caranya biar Yasmin mau pacaran sama aku?” “Ya tunjukin kalo kamu suka sama dia.. terus ditembak Gar.. Dipegang tangannya.. Atau.. ke rumahnya terus ketemu orangtuanya. Ngga lama kan kalo kamu suka terus pacaran ya kamu bakal ketemu keluarganya” Niko dengan tidak sadar seperti berbicara kepada dirinya sendiri…

“Bang…” “Apa lagi sekarang Gar? “ “Aku anemia bang..” “Insomnia Gar.” “Ya itulah pokoknya bang..” “Insomnia kenapa lagi?” “Yasmin bang.. Yasmin hamil..” “HAAAA!!! Kok bisa sih Gar!” “Ya bisa lah bang… Abang inget kata-kata abang 6 hari lalu?” “Inget.. Tapi kamu ngapain sampe Yasmin hamil Garrr!!” “Ya abang bilang suruh nunjukin kalo suka sama dia.” “Iya terus kamu nunjukin apa?!” “Ya terus pas di kantin…..” “Apa Gaaaar!! Kamu di kantin? Kalo di kantin kan temen-temen kamu bisa tahu Gar” “Iya lah bang, pada tahu kalo aku nyium pipinya Yasmin pas di kantin terus dicie-ciein… Semua bilang kalo gitu bikin Yasmin hamil bang” “Ya ampun Gaaarrr, percaya banget sih sama kata temen-temen kamu? Cium pipi mah ngga bikin hamil Gar, pegang tangan pun juga enggak bikin hamil. Hahaha Biasa deh kalo masih pada SD ya gini ini..” “Berarti Yasmin ngga hamil bang?” “Ya enggak lah Gar..” “Beneran bang??” “Iya, Edgaaarrr…” “Bener nih bang???” “Iyaaa dasar bawel! Coba sekarang abang tanya.. Kamu sayang Yasmin alasannya kenapa?” “Emang kalo sayang butuh alasan bang?” Seperti tersadar dari lamunannya beberapa hari ini, Niko akhirnya tersadar dengan apa yang harus dilakukannya. Berkat Edgar.

Beberapa saat kemudian, Niko telah berada di depan pintu rumah Chrissy. Sedikit ragu, dia mengetuk pintu rumah Chrissy. Sedikit lega karena dari balik kaca transparan terlihat Chrissy yang membukakan pintu untuknya. “Ada apa, Nik?” terlihat memasang senyuman yang dipaksakan. Beberapa hari belakangan ini memang Chrissy terlihat menghindar darinya dan jarang membalas pesan singkat yang dikirimkan Niko. Cinta bisa kadaluarsa, mungkin. “Aku kesini mau bilang sorry buat waktu itu. Aku bego, aku mikir cinta itu bisa kadaluarsa. Aku mikir aku mikir aku mikir dan.. Akhirnya aku sadar.” Jawab Niko. “Maksudnya?” Tanya Chrissy. “Aku sadar kalo cinta emang bisa kadaluarsa. Ya udah.” Niko bingung dengan apa yang dibicarakannya. “Terus?“ “Ya udah.. orang kalo pacaran pasti ada sebel-sebelnya, ada saling ngambek, ada berantemnya.” “Terus?” “Ya udah.. Aku mau berantem sama kamu, aku mau sebel-sebelan sama kamu, selama sama kamu.. Aku mau..” “Kamu percaya soulmate?” “Enggak..” “Hmm?” “Tapi aku percaya.. Aku buat kamu…”

terinspirasi dari sebuah novel karya Raditya Dika, Cinta Brontosaurus.

Cerpen Karangan: Risna Rahmadyah
Blog: heyrisnahere.tumblr.com
Facebook: Risna Rahmadyah
temui aku juga di twitter @Heyrisna 🙂
“Menulis adalah kegiatan yang tak terikat jadwal”

Cerpen Rasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You’re Sky, I’m Earth

Oleh:
Kau langit yang tak mungkin tersentuh oleh gapaian tanganku Di sini, bumi, tempatku berpijak Hanya berandai-andai setiap menatapmu Kau yang jauh di sana Akankah bisa bersatu? Nya, lihatlah ke

Kehidupan Baru Clara

Oleh: ,
Suatu hari.. Sebuah mobil ditemukan di jurang yang diduga korban kecelakaan. Para polisi yang menemukannya terkejut melihat seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang masih hidup. Anak itu dibawa

Tentang Raka

Oleh:
Manusia itu sama, sama-sama makan nasi, sama-sama menghirup oksigen tapi kalau modelnya Raka begini apa jadinya Bangsa ini? Raka yang ditakuti satu sekolah karena kelakuan nyelenehnya dan gaya sok

Akhirnya, Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Hari Rabu, di sekolah… Semua anak anak kelas XII sibuk mempersiapkan camping yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi, yaaa mungkin karena ini terakhir untuk seluruh kelas XII merasakan kebersamaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *